
Bab 138. Keajaiban Dari Cao Tian Jun.
Namun, Cao Tian Jun tidak sedikitpun bergerak, wajah pucat seperti mayat, bibir menghitam, tubuhnya dingin. Ratu Ular Surgawi menangis sejadi-jadinya sambil memeluk erat tubuh Cao Tian Jun yang tewas.
Bai Guan, para guru, murid melihat kejadian di luar melalui Cermin Sihir. Mereka terpukul atas kematian Cao Tian Jun. Terutama Tim Phoenix yang telah siuman. Mereka bisa melihat apapun di luar melalui Cermin Sihir, tapi tidak mendengar pembicaraan antara Yao Lao dan Ratu Ular Surgawi.
Perbuatan Cao Tian Jun yang menyerap energi kabut hitam telah menyelamatkan kehidupan di Benua Timur. Akan tetapi, tindakannya itu justru merenggut nyawanya sendiri.
Aksi kepahlawanannya tidak hanya disaksikan oleh semua orang di Akademi Merpati Putih kelas dua, tetapi hampir banyak orang yang juga melihatnya melalui Cermin Sihir. Wang Mei dan keluarganya juga melihat aksinya ketika kedatangan tsunami kabut hitam.
Wang Mei menangis sejadi-jadinya dengan memeluk ibunya. Demikian juga dengan Jie Liangyi yang menangis sambil membalas pelukan putrinya. Patriark Wang Liang menundukkan wajahnya karena tidak ingin matanya yang memerah menahan air mata diketahui oleh keluarga.
"Apakah seorang pahlawan selalu berakhir seperti ini!" gumam Patriark Wang Liang dengan nada lirih.
Dia baru saja merasakan bahagia memiliki menantu yang berbakat dan menjadi penyelamat Klan Wang, tetapi kebahagian hanya sesaat. Dia belum sempat untuk menikahkan putrinya dengan Cao Tian Jun, serta belum sempat membalas kebaikannya, menantunya terlebih dahulu meninggalkan semua orang untuk selamanya.
Perasaan Patriark Wang Liang dirasakan juga oleh semua orang yang pernah merasakan kebaikan Cao Tian Jun...
Tim Phoenix segera keluar dari ruang bawah tanah untuk menemui Cao Tian Jun, lalu disusul oleh Bai Guan dan banyak orang.
Sesampainya di lokasi kejadian, Tim Phoenix, Bai Guan dan semua orang melihat Ratu Ular Surgawi mengendong Cao Tian Jun sambil menangis, dia melayang di udara dan akan meninggalkan Pegunungan Lima Jari.
"Tolong, biarkan kami yang merawat jenazahnya!" pinta Chu Sying sambil berlutut di tanah, demikian juga dengan Tim Phoenix.
Ratu Ular Surgawi diam saja sambil melihat wajah tampan Cao Tian Jun, air matanya menetes deras membasahi wajah kekasihnya.
"Yang Mulia Ratu, kabulkan permintaan kami!" Bai Guan juga ikut memohon sambil membungkuk badannya, lalu diikuti oleh semua guru dan murid.
Mendengar permintaan Tim Phoenix, Bai Guan dan semua orang, Ratu Ular Surgawi teringat dengan permintaan Cao Tian Jun yang terakhir. Buru-buru dia mengeluarkan Sacral Stone dari dalam Dunia Jiwanya.
Secara naluri, Ratu Ular Surgawi memasukkan Sacral Stone Ke dalam mulut Cao Tian Jun. Tujuannya agar Batu Keabadian tidak diambil dan diketahui oleh siapapun.
"Dia adalah suamiku. Aku yang lebih layak untuk merawatnya!" tolak Ratu Ular Surgawi tanpa melihat Tim Phoenix dan semua orang.
Tim Phoenix dan semua orang terkejut dengan pernyataan dari Ratu Ular Surgawi. Mereka tidak menyangka Cao Tian Jun adalah suami dari Ratu Ular Surgawi yang disegani oleh semua orang di Benua Timur.
Akhirnya, semua orang tahu bagaimana Cao Tian Jun bisa sangat berbakat melebihi siapapun di usianya yang masih sangat muda, dan semua kehebatannya karena didukung oleh Ratu Ular Surgawi
__ADS_1
"Kami berdelapan juga kekasihnya, bahkan kami sudah seperti ... Kami juga layak untuk merawatnya!" Guru Junior Chu Chu Sying bertekad untuk merawat Cao Tian Jun, ia hampir saja keceplosan berbicara.
Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix yang tidak lagi berlutut karena akan merebut jenazah Cao Tian Jun. Mereka tidak lagi peduli jika harus menyusul kekasihnya yang telah tewas. Dipikiran mereka, lebih baik mati bersama dengan Cao Tian Jun.
Namun, Ratu Ular Surgawi tidak menghiraukan Tim Phoenix dan semua orang, kedua matanya tertuju kepada Cao Tian Jun, yang mana kulit wajahnya yang pucat perlahan memerah, jantungnya perlahan berdetak, bibirnya yang hitam juga perlahan menjadi merah.
Ratu Ular Surgawi mengusap air mata dengan lengan bajunya, tersenyum bahagia melihat Cao Tian Jun hidup kembali karena Batu Keabadian yang diberikannya.
Tiba-tiba keluar cahaya benderang seperti matahari yang keluar dari tubuh Cao Tian Jun. Spontan Ratu Ular Surgawi melepaskan tubuh Cao Tian Jun yang digendong karena terdorong oleh cahaya itu.
Semua orang juga melihat cahaya benderang yang menyilaukan mata, tubuh mereka juga terdorong menjauhi Cao Tian Jun yang melayang di udara dengan tubuh telentang.
Cao Tian Jun melayang semakin tinggi. Semua mata tidak berkedip melihatnya. Mereka terkejut, sekaligus kebingungan dengan apa yang terjadi pada Cao Tian Jun.
Rambut Cao Tian Jun yang panjang dan berwarna putih tampak seperti hidup. Dari tubuh mengeluarkan aura kekuatan tingkat Golden God. Semua orang semakin terkejut karena merasakan kekuatannya meningkat dengan cepat.
Boom...
Letupan energi ketika Cao Tian Jun menerobos ke tingkat Profound God. Luapan energinya mendorong semua orang karena kekuatannya di bawahnya. Kecuali Ratu Ular Surgawi yang tidak sedikitpun terdorong oleh energi terobosan basis kultivasi, dia tersenyum bahagia melihat Cao Tian Jun meningkatkan kekuatan berkat Batu Keabadian pemberiannya.
Kekuatan Cao Tian Jun terus naik setelah terobosan. Hal membuat Tim Phoenix, Bai Guan, semua guru dan murid tercengang. Baru kali ini mereka melihat orang yang tewas mampu meningkatkan kekuatan, kejadian yang sangat aneh. Hanya Ratu Ular Surgawi yang saat ini mengetahui bahwa Cao Tian Jun hidup kembali.
Orang yang melihatnya tidak mampu berkata-kata lagi karena Cao Tian Jun hidup kembali.
"Arghhh...!!" teriakan Cao Tian Jun sambil mengepalkan kedua tangannya, wajahnya menengadah ke atas.
Boom...
Letupan energi spiritual keluar dari tubuhnya, dia kembali meningkatkan kekuatan dratis, menerobos ke tingkat Ancient God. Riak-riak energi terobosan menderu-deru menghempaskan apapun yang berada di bawah kakinya.
"Monster!" seruan Bai Guan sambil menatap muridnya yang melayang di langit.
Guru Junior Chu Chu Sying dan Tim Phoenix meneteskan air mata bahagia karena kekasihnya hidup kembali, dan bahkan meningkatkan kekuatannya. Rasa bahagia tidak hanya dirasakan oleh mereka, seluruh anggota Akademi Merpati Putih kelas dua juga merasakan kebahagiaan memiliki seseorang yang super jenius, seorang murid yang membuat keajaiban setelah kematian.
Permasalahan yang dihadapi oleh Cao Tian Jun akhirnya terselesaikan karena telah mengumpulkan tujuh Batu Keabadian.
Namun yang membuat semua orang tidak bisa berkata-kata, mereka merasakan aura kekuatan Cao Tian Jun semakin kuat dan masih terus meningkat setelah terobosan.
__ADS_1
Kemudian, mereka melihat awan hitam semakin pekat yang disertai dengan petir. Dan anehnya, awan hitam itu mengeluarkan api. Bentuknya awan aneh itu seperti lautan api dan petir.
Petir menggelegar keras dan jelas akan terjadi bencana alam. Petir itu mengeluarkan api di setiap serat-serat yang menyambar. Fenomena aneh yang terjadi di Benua Timur adalah yang kedua kalinya.
Dulu, ketika Cao Tian Jun menerobos ke tingkat True God, terjadi Kesengsaraan Petir Air Danau di Pegunungan Lima Jari. Kali ini ditempat yang sama, Cao Tian Jun akan menerobos ke tingkat God Warrior. Peningkatannya ini dikarenakan telah menyatu dengan tujuh Batu Keabadian. Selain itu, dia banyak menyerap energi kabut hitam.
Fenomena ini membuat semua kekuatan di Benua Timur berdatangan ke arah Pegunungan Lima Jari, mereka ingin melihat dengan mata kepala apa yang akan dialami oleh Cao Tian Jun. Mereka tidak puas hanya melihat melalui Cermin Sihir. Apalagi melihat Ratu Ular Surgawi yang tidak berniat buruk kepada siapapun, mereka memberanikan diri untuk melihat kehebatan Cao Tian Jun.
Kaisar Xia, Leluhur Xia dan para pejabat istana juga datang ke Pegunungan Lima Jari. Semua pimpinan dari perguruan, akademi, klan, dan pimpinan guild juga datang. Mereka menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada Ratu Ular Surgawi. Ratu Ular Surgawi hanya mengangguk sebagai jawaban.
Bai Guan, Tim Phoenix, semua guru dan murid melihat kedatangan mereka. Ada rasa bangga di hati karena kejeniusan Cao Tian Jun. Berkat Cao Tian Jun Akademi Merpati Putih kelas dua tidak lagi diremehkan.
Lalu muncul Xia Junsu bersama dengan tiga wanita, mereka adalah Ao Zhen Juan, Yuan Zhen, Yi Panyun dan Panglima Perang Sun. Semua mata melihat kedatangan mereka. Ketiga istri Cao Tian Jun dan Panglima Perang Sun bisa segera datang karena bantuan Xia Junsu yang menggunakan sihir teleportasi.
Setelah itu, datang juga Patriark Wang Liang beserta keluarga besarnya, termasuk para Tetua Klan. Mereka berkumpul bersama dengan Bai Guan dan Tim Phoenix.
Yang mengejutkan Bai Guan dan semua orang, bermunculan bunga-bunga es yang memadamkan api karena sambaran petir. Setelah itu, semua orang tercengang melihat pemimpin Sekte Es yang bernama Xue Delun Hai juga datang bersama dengan rombongannya, termasuk Xue Li Xia. Baru kali ini mereka keluar dari wilayah Snow Field.
Xue Delun Hai terlihat kharismatik, seorang pria tua yang bersahaja, rambut di kepalanya putih, dan jenggot panjang yang telah memutih. Kekuatannya tidak perlu diragukan lagi, berada di tingkat True Alfa level 11.
Dengan kekuatannya, seharusnya Xue Delun Hai mampu menjadi seorang kaisar. Namun dia tidak menginginkannya karena masih ada orang yang lebih kuat darinya.
Xue Delun Hai menghampiri Ratu Ular Surgawi, tanpa ada rasa takut seperti yang lainnya, sebab dia tidak pernah bermasalah dengan Ratu Ular Surgawi penguasa Benua Selatan yang dikenal dengan sebutan Ratu Shima
Setelah jaraknya terpaut tiga meter, dia dan rombongannya memberikan hormat kepada Ratu Ular Surgawi, menangkup kedua tangan.
"Lama tidak bertemu dengan Anda!" sapa Xue Delun Hai kepada Ratu Ular Surgawi.
Bai Guan semakin keheranan melihat kedatangan orang-orang kuat dan disegani di Benua Timur, dia melihat Tim Phoenix karena ingin penjelasan. Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix geleng-geleng kepala sebagai jawaban atas ketidaktahuannya. Mereka juga heran bagaimana ceritanya Cao Tian Jun mengenali orang-orang penting itu.
Banyak orang yang bertanya-tanya di dalam hatinya karena kedatangan Xue Delun Hai, tetapi tidak menemukan jawaban ini. Namun satu hal yang dipikirkan oleh semua orang, pasti Xue Delun Hai berhubungan dekat dengan Cao Tian Jun.
Ratu Ular Surgawi juga keheranan, namun hanya di dalam hatinya. Dia memberikan anggukan kepala serta senyuman hangat kepada Xue Delun Hai, lalu kembali melihat ke langit dan diikuti oleh semua orang.
Cao Tian Jun belum menyadari bahwa banyak orang datang hanya untuk melihatnya, sebab kedua matanya selalu menatap langit. Selain itu, dia sedang menyetabilkan kondisi setelah peningkatan dratis. Dan jaraknya dari permukaan tanah sangat jauh, lebih dari 50 ribu meter.
Awan hitam api dan petir makin mengerikan, setiap sambaran petir membakar apapun yang berada di bawahnya. Semua orang tidak ada yang tersambar karena jauh dari lokasi. Akan tetapi, awan hitam itu semakin meluas.
__ADS_1
"Semuanya menjauh dari tempat ini!" perintah Ratu Ular Surgawi kepada semua orang yang berada di Pegunungan Lima Jari.
Buru-buru semua orang yang berkelompok menjauhi Pegunungan Lima Jari yang akan menjadi sejarah setelah kekacauan ini...