8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Menipu Lawan.


__ADS_3

Bab 25. Menipu Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi.


Sebenarnya Cao Tian Jun hanya memiliki tujuh jimat teleportasi, dia berbohong agar Fang Yin dan timnya tidak mengkhawatirkannya. Walaupun tidak memiliki jimat teleportasi, dia masih ada cara lain untuk kabur.


Jenderal yang memimpin pasukan Kelelawar melihat Cao Tian Jun berinisiatif menyambutnya dengan serangan, dia melihatnya mengeluarkan enam bayangan, dan diikuti oleh Tim Phoenix yang juga mengeluarkan bayangan.


Tampaknya Sang Jenderal mengetahui rencana Cao Tian Jun, dan menargetkan hanya untuk menangkapnya saja sampai Putri Su kembali ke kerajaan kelelawar.


Karena Teknik Langkah Bayangan sudah terkenal di Benua Timur, Sang Jenderal telah mengantisipasinya, dia tahu mana Cao Tian Jun yang asli dengan jelas.


"Lumpuhkan dia!" perintah Sang Jenderal kepada pasukannya.


Namun, Cao Tian Jun terlebih dahulu melemparkan bola energi petir ke arahnya. Sang Jenderal yang sudah melihat kemampuannya saat di Desa Bunga telah mengantisipasinya juga, dengan segera mengeluarkan energi spiritual sebagai perisai.


Boom boom boom...


Rentetan ledakan ketika bola-bola energi petir mengenai perisai energi spiritual, dan perisai energi itu tidak hancur. Cao Tian Jun jelas terkejut melihatnya.


Setelah itu, Sang Jenderal menyeringai, dia tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Cao Tian Jun yang asli. Sontak Cao Tian Jun kaget, dia spontan mengeluarkan jurus kelima, yaitu jurus Halilintar Membelah Angin, teknik pasif untuk melarikan diri dari lawannya, jurus ini mampu meningkatkan kecepatan.


Dari punggungnya keluar sepasang sayap merpati yang berasal dari tekniknya. Lalu dengan cepat melesat ke belakang untuk menghindari tangan Sang Jenderal sebelum lehernya dicengkeram. Dia tidak pernah menduga jika Sang Jenderal tahu tubuh aslinya, dia pikir Teknik Langkah Bayangan Merpati mampu mengecoh lawan.


Sang Jenderal sedikit terkejut dengan kecepatan Cao Tian Jun yang seperti kilat. Tapi dia segera mengepakkan sayapnya dan dengan cepat menyusul Cao Tian Jun. Sebagian pasukan Kelelawar mencari Tim Phoenix yang telah berhasil melarikan diri, dan sebagian mengikuti jenderalnya.


"Kamu tidak akan bisa lari dariku, karena aku lebih kuat dalam hal basis kultivasi!" ucap Sang Jenderal saat jaraknya terpaut 25 meter.


Ya, memang apa yang dikatakan oleh Sang Jenderal benar, dia tahu kekuatan Cao Tian Jun yang disembunyikan. Kekuatan mereka terpaut sangat jauh, Sang Jenderal berada di tingkat Supreme Immortal, sedangkan Cao Tian Jun berada di tingkat Profound Immortal, selisih tiga tingkat tidaklah mudah untuk di tipu oleh kekuatan rendah.


Selain itu, Sang Jenderal telah mengetahui kelemahan dari Teknik Langkah Bayangan Merpati, dia juga memiliki tandingannya. Raja Kelelawar telah mempelajari setiap kelemahan teknik bela diri dari berbagai perguruan maupun akademi.


Teknik bela diri jenis apapun akan selalu mengikuti kekuatan si penggunanya. Semakin tinggi basis kultivasi, maka semakin besar kehebatannya. Saat ini Cao Tian mampu mengeluarkan keseluruhan Kitab Halilintar Ungu juga mengikuti basis kultivasinya.


Sebenarnya, Raja Kelelawar dan jenderalnya kagum mengetahui Akademi Merpati Putih kelas dua memiliki seorang murid jenius. Dan menduga jika Cao Tian Jun adalah aset berharga yang langka.


Usia 17 tahun sudah memiliki kekuatan tingkat Profound Immortal adalah hal yang mustahil di Benua Timur, umumnya orang yang memiliki kekuatan itu sudah berusia di atas 20 tahun lebih. Oleh karena itu, Raja Kelelawar akan menjadi Cao Tian Jun alat pertukaran untuk menemukan Putri Su.

__ADS_1


Cao Tian Jun tidak menanggapinya perkataan Sang Jenderal, dia kembali menggunakan jurus Halilintar Membelah Angin. Dengan sangat cepat dia menjauhi Sang Jenderal, dan tahu telah memasuki wilayah Black Dessert, tapi dia tidak ada pilihan jalan lain untuk kabur.


Ternyata, Cao Tian Jun telah ditunggu oleh salah satu Kepala Suku Ular bagian barat Black Dessert, dia dikenal dengan sebutan Kepala Suku Xi.


Wilayah Black Dessert terbagi menjadi lima marga, yaitu marga She yang berkuasa atas seluruh wilayah, lalu ada marga Xi, Xu, Fu dan He. Sedangkan marga She menduduki tengah Black Dessert dikarenakan sebagai penguasanya, dan Celestial She adalah ratunya.


Kepala Suku Xi membawa prajurit ular, bentuknya mereka setengah manusia dan setengah ular, wajah dan tubuhnya berbentuk manusia, tapi ekornya menyerupai ular.


Cao Tian Jun yang melihat Kepala Suku Xi segera berhenti, dia melihat ke belakang yang mana Sang Jenderal sudah dekat.


"Kamu tidak bisa lagi kabur, Anak Muda!" ucap Kepala Suku Xi, setelah itu dia menjulurkan lidah bercabang.


"Kalian berteman dengan Kelelawar?" tanya Cao Tian Jun dengan polosnya.


Kepala Suku Xi tertawa dengan pertanyaan Cao Tian Jun. Setelah itu dia berkata, "ya, kita sebagai humanoid telah membentuk koalisi sesama humanoid. Anak muda, seharusnya kamu sudah mengetahui hal ini!"


Cao Tian Jun tidak tahu jika humanoid di Benua Timur telah berkoalisi untuk mempertahankan diri dari Ras Manusia yang sangat dominan di Benua Timur. Tapi, bukan berarti mereka takut dengan para penguasa, melainkan lebih baik berkoalisi untuk mengurangi kerugian, serta saling melindungi jika manusia berniat menguasai wilayah mereka.


"Lebih baik kamu patuh daripada membuang-buang energi dan waktu. Yakinlah, Yang Mulia akan memperlakukanmu dengan baik sampai Putri Su ditemukan!" sahut Sang Jenderal setelah tiba di dekat Cao Tian Jun, mereka hanya terpaut jarak sepuluh meter.


Pasukan Kelelawar segera memblokir jalan bagi Cao Tian Jun agar tidak bisa kabur lagi. Demikian juga dengan prajurit ular yang juga memblokir jalannya.


"Putri Su? Siapa dia, dan apa hubungannya denganku?" tanya Cao Tian Jun yang tidak mengetahui, dia juga berusaha mengulur waktu untuk berpikir.


Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi keheranan kepada Cao Tian Jun yang tidak kenal dengan Putri Su, padahal nama Putri Su sangat terkenal di Benua Timur karena kecantikannya.


"Jika kamu tahu siapa itu Putri Su, aku jamin kamu pasti akan jatuh cinta! Ayo, menyerah saja, dan kamu pasti akan bertemu dengannya!" rayu Sang Jenderal.


"Apakah aku nanti mendapatkan makanan gratis?" tanya Cao Tian Jun.


Sontak membuat Sang Jenderal, Kepala Suku Xi dan pasukannya tertawa, sebab pertanyaan Cao Tian Jun sungguh konyol. Biasanya orang yang akan ditangkap khawatir jika mendapatkan siksaan dan berakhir kematian, tapi ini justru kebalikannya, yang dipikirkan hanyalah makanan.


"Ya, kamu pasti akan mendapatkan makanan gratis sepuasnya selama tinggal di Kerajaan Kelelawar!" jawab Sang Jenderal setelah berhenti tertawa.


Cao Tian Jun menggaruk pipi sambil memainkan mulutnya ke kiri dan ke kanan, dia meragukan jawaban Sang Jenderal. Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi dengan sabar menunggu Cao Tian Jun secara suka rela menyerahkan diri.

__ADS_1


"Di Kerajaan Kelelawar, apakah juga ada poin kontribusi dan koin emas?" tanya Cao Tian Jun, dan lagi-lagi membuat Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi tertawa.


Yan Yan yang semenjak tadi diam ingin rasa tertawa, tapi dia sekuat hati untuk menahan tawanya karena tidak ingin keberadaannya diketahui oleh Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi, sebab Teknik Perubahan Wujud mudah dirasakan oleh humanoid, terutama bagi Ras Kelelawar Penghisap Darah.


"Koin emas di Benua Timur merupakan alat pembayaran yang umum. Sedangkan poin kontribusi hanya ada di tempatmu atau perguruan yang lainnya!" jelas Kepala Suku Xi.


Cao Tian Jun merenung sejenak, lalu dia melirik sekelilingnya yang tidak ada jalan untuk melarikan diri. Setelah menghela napas berat, dia melihat Sang Jenderal.


"Baik, aku menyerah!" keputusan Cao Tian Jun yang tidak ada jalan lain selain menyerah.


Dengan senang hati Sang Jenderal memerintahkan anak buahnya untuk mendekati Cao Tian Jun. Dia tidak menyangka bocah ingusan dihadapannya begitu polos.


Namun, tiba-tiba Cao Tian Jun diselimuti asap putih yang membentuk seekor burung merpati. Setelah beberapa saat, dia menghilang dari hadapan semua orang. Sontak membuat Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi terkejut. Mereka segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling, akan tetapi tidak menemukan keberadaan Cao Tian Jun.


"sialan, kita telah ditipu?!" geram Sang Jenderal.


Kemudian, Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi memerintahkan prajuritnya untuk mencari Cao Tian Jun sebelum kembali ke Desa Bunga. Sang Jenderal terlihat sangat marah telah ditipu oleh bocah ingusan, dia kira dirinya berhasil membujuknya, ternyata dirinya sendiri yang telah ditipu.


Ya, Cao Tian Jun menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati, di mana jurus itu mampu mengalihkan perhatian banyaknya orang. Saat digunakan akan membuat replika tubuhnya yang sangat mirip


Seandainya Cao Tian Jun tidak memiliki Law Stone, dia sudah dipastikan tidak akan mampu menyempurnakan Teknik Langkah Bayangan Merpati. Sewaktu Cao Tian Jun berinisiatif terlebih dahulu menyerang Sang Jenderal, dia sebenarnya sudah menggunakan jurus ini untuk mengelabuhi lawan, bahkan timnya sendiri juga telah dia kelabui.


Dan setelah itu, Cao Tian Jun asli mengikuti pasukan Kelelawar yang mengejar tubuh palsunya. Saat ini, dia bersembunyi di balik bayang-bayang pepohonan. Cao Tian Jun tersenyum tipis melihat Sang Jenderal dan Kepala Suku Xi telah tertipu.


Walaupun dia dan tubuh palsunya jauh, Cao Tian Jun masih bisa mengetahuinya, sebab mereka masih terkoneksi selama satu batang dupa. Setelah waktu berlalu, maka replika dirinya akan menjadi asap putih yang berbentuk seekor burung yang.


"Apa perkataanmu sesaat lalu benar atau hanya sekedar lelucon?" tanya Yan Yan yang masih menyamar menjadi kalung berlian.


"Aku memang tidak tahu. Aku kira poin kontribusi berlaku seperti koin emas!" jawab Cao Tian Jun.


Yan Yan tertawa kecil, dan berubah menjadi seekor burung gagak yang memiliki sedikit bulu warna biru di lehernya. Dia kembali bertengger di bahu kiri Cao Tian Jun.


"Apa kamu kembali ke desa atau mau berpetualang sendiri?" tanya Yan Yan yang sebenarnya enggan ke Desa Bunga.


"Jelas kembali. Jika aku berpetualang, kemungkinan besar akan tersesat karena tidak ada tujuannya!" terang Cao Tian Jun yang tidak ingin berpetualang dikarenakan belum hafal wilayah Benua Timur, dia juga tidak mengenal setiap orang yang memiliki kekuatan di atasnya.

__ADS_1


"Baiklah, aku apa katamu. Tapi, tunggu setelah mereka tidak berkumpul," ucap Yan Yan dan di anggukan kepala oleh Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun tetap bersembunyi saat melihat pasukan Kelelawar Penghisap Darah mencarinya. Sedangkan Kepala Suku Xi kembali ke kediamannya, dia hanya memerintahkan prajuritnya untuk menyisir sekitar perbatasan wilayah, berharap menemukan bocah yang telah menipunya.


__ADS_2