
Bab 187. Berdamai.
Bola kristal kehidupan milik Pangeran Zeming pecah, tanda bahwa putra mahkota Kekaisaran Yao telah tewas dibunuh.
Kaisar Yao dan Leluhur Yao yang membawa bola kristal kehidupan milik Pangeran Zeming, jelas sangat murka. Mereka melihat wajah-wajah si pembunuhnya dengan jelas, dan tidak lain dalangnya adalah Cao Tian Jun yang sedang diburu.
Leluhur Yao yang baru saja membuat kesepakatan bersama, meminta kepada Raja Niao untuk menunggunya di Kerajaan Li. Setelah itu, dia terbang ke arah Hutan Niao dengan kecepatan tinggi.
Kaisar Yao juga menuju ke Hutan Niao dengan membawa banyak pengawal dan prajurit istana pilih tanding...
Tian Jun mengabaikannya sumpah serapah dari Pangeran Zeming, ia segera mengambil semua harta milik Niao Wushi, dan menyimpannya di dalam Dunia Jiwanya.
"Sumpah seseorang akan terjadi, manakala diucapkan saat dirinya tersakiti. Tetapi, jika sumpah ditujukan kepada pihak yang dibencinya, sumpah itu tidak akan berlaku, asal kamu tidak terlalu memikirkannya."
Itulah perkataan dari gurunya yang selalu diingat oleh Tian Jun. Karena dirinya tidak memulai perselisihan dan juga tidak menyakiti Pangeran Zeming, dia tidak memikirkan sumpah itu menjadi kenyataan.
Setelah mengambil semua harta, Tian Jun melihat Meishin dan Lanying yang telah sadarkan diri. Mereka berdua syok melihat semua harta milik gurunya telah diambil, dan sudah membayangkan hukuman apa yang akan dialaminya nanti.
Tian Jun melihat kedua wanita itu menangis. Tanpa peduli, ia berjalan ke luar ruang bawah tanah. Namun, kedua wanita itu tiba-tiba memeluk kedua kakinya.
"Tolong lindungi saya!" Ucap kedua wanita itu serempak.
Mereka berdua tidak ingin dibunuh oleh gurunya karena tidak bisa menjaga dan melindungi harta. Dan gurunya sudah pasti akan meminum darahnya sebagai ramuan awet muda.
"Apakah kalian bisa dipercayai?" tanya Tian Jun.
"Aku bisa... bersumpah setia... Asal Tuan mau melindungiku!" jawab Meishin dengan nada tersedu-sedu.
"Saya juga!" sambung Lanying.
"Namaku Tian Jun. Ucapkan sumpah Dao... Tidak ada kata akan dan semoga di dalam sumpah. Ucapkan dengan sungguh-sungguh dan tulus!" perintah Tian Jun.
Bagi Tian Jun, kata "akan dan semoga" merupakan hal yang meragukan, tidak ada kepastian, dan dengan senang hati bisa diingkari oleh pihak lawan bicara. Dan, dua kata itu yang paling tidak disukainya ketika seseorang berjanji, apalagi bersumpah (tergantung topik pembicaraan).
Kedua wanita itu segera berdiri tanpa berani menatap wajah tampan Tian Jun. Kemudian, mereka berdua setengah mengangkat tangan kanannya, dengan dua jari telunjuk dan tengah mengacung tegak.
"Saya Meishin, bersumpah untuk setia kepada Tian Jun selama hidupku. Jika aku memiliki niat buruk dan berkhianat, biarkan Alam Semesta yang menghukumku. Aku Meishin, mengucapkan sumpah tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Alam semesta menjadi saksi sumpahku!"
"Aku Lanying, bersumpah...,"
Kedua wanita mengucapkan sumpah secara bergantian tanpa menggunakan kata akan dan semoga di dalamnya. Tian Jun mengangguk saat mendengar sumpah mereka tanpa mengucapkan dua kata yang dibencinya.
"Mulai saat ini, aku terima kalian dalam keluarga besarku. Kita harus saling menjaga, melindungi, berbagi, suka duka selalu bersama. Tidak ada rasa iri hati, saling percaya satu dengan yang lainnya...," Tian Jun mengucapkan semua aturan di keluarga besarnya.
Setelah itu, dia memberikan Pil Penyembuh kepada Meishin dan Lanying. Kedua wanita itu tanpa khawatir segera menelan pil. Dalam sekejap mata, wajah mereka yang memar, dan tubuh yang sakit akibat hempasan gelombang energi seketika sembuh.
"Terima kasih, Tuan!" ucap kedua wanita itu serempak.
Tian Jun mengangguk sebagai jawaban. Namun, dia mengerutkan kening karena merasakan niat membunuh yang sedang mendekati kediaman Niao Wushi.
"Tuan, mereka pasti Leluhur Yao dan keluarga besar istana!" ungkap Lanying yang mengenal aura kekuatan orang yang berdatangan.
Tanpa banyak bicara, Tian Jun memegang bahu kedua wanita itu. Dalam sekejap mata, kedua wanita itu telah berada di dalam cincin dimensinya. Tim Phoenix segera mengelilingi Meishin dan Lanying yang syok karena sudah berada di tempat lain...
Tian Jun segera berteleportasi dan muncul di Jembatan Niao Yao. Dia kembali berteleportasi. Saat muncul, dia sudah berada di Jembatan Fang Yao.
Kehadirannya mengejutkan Patriark Fang, Raja Fang, Fang Hao-Yu pemimpin Akademi Sihir Yin Yang, dan semua orang yang sedang berkumpul. Kehadiran Tian Jun ternyata sudah ditunggu-tunggu oleh Patriark Fang.
Kemudian, Tian Jun menceritakan kejahatan Leluhur Yao dan Niao Wushi yang akan menumbalkan anak-anak dan banyak wanita. Dia juga menceritakan tentang Pasukan Kegelapan yang sedang menuju ke Kerajaan Li dan Kerajaan Long.
__ADS_1
Kekejaman Leluhur Yao dan Niao Wushi jelas membuat Patriark Fang dan keluarganya murka. Jika tidak diselamatkan oleh Tian Jun, sudah pasti banyak anak-anak dan wanita menjadi korban kebiadaban mereka berdua.
Tian Jun juga menceritakan tentang Raja Ming yang berperang dengan Zong Lin dan pasukan manusia buaya. Infomasi dari Tian Jun membuat Patriark Fang dan keluarganya geleng-geleng kepala. Pasalnya, Tian Jun memberikan banyak informasi dalam satu waktu, melebihi kerja mata-mata.
Tindakan Tian Jun yang membantu Raja Ming dan menyelamatkan banyak orang, membuat Patriark Fang dan keluarganya semakin bangga. Mereka telah mendapatkan anugerah terbesar di dalam keluarganya, dan Tian Jun adalah anugerah itu.
"Kerajaan Ming sudah pasti tidak akan siap jika melawan Pasukan Kegelapan. Ayo, kita jaga perbatasan Jembatan Ming Yao agar musuh tidak menguasai wilayah Kerajaan Ming, yang akan mempermudah mereka memasuki wilayah kita!" Patriark Fang segera membuat pengaturan dalam menghadapi Leluhur Yao dan Pasukan Kegelapan.
Baru saja selesai membuat pengaturan, datang seorang mata-mata. Mata-mata itu melaporkan, bahwa Kerajaan Li bekerja sama dengan Leluhur Yao, Raja Li, juga didukung oleh Pendekar Pedang dan banyak pembunuh bayaran yang bergabung.
Patriark Fang dan semua orang penting menghela nafas berat karena lawan semakin banyak dan kuat. Kemudian, dia meminta kepada Raja Fang adiknya agar mengirimkan utusan untuk menemui Raja Ming.
Setelah utusan pergi menemui Raja Ming, Tian Jun mengeluarkan Tim Phoenix dan Dragon Spaceship, termasuk Meishin dan Lanying yang penampilannya telah berubah total.
Patriark Fang dan keluarganya geleng-geleng kepala karena Tian Jun. Kemudian, semua orang penting segera masuk ke Dragon Spaceship, menuju ke perbatasan Jembatan Ming Yao.
Banyak murid dari Akademi Sihir Yin Yang ikut berpartisipasi dalam melawan musuh. Mereka baru pertama kali melihat Tian Jun yang namanya sudah tersebar luas, sosok pria yang akan menjadi calon suami dari Fang Yin. Dikelilingi oleh wanita-wanita cantik dan orang-orang penting, membuat murid pria iri, apalagi murid wanita mengidolakan Tian Jun.
"Apakah portal dimensi antar benua sudah mulai dikerjakan?" tanya Tian Jun kepada Patriark Fang saat berada di kapal angkasa milik Akademi Sihir Yin Yang.
"Dalam waktu tiga hari lagi, portal dimensi sudah bisa digunakan!" jawab Fang Hao-Yu yang mewakili Patriark Fang, sebab dirinya yang ditugasi untuk membuat portal dimensi.
Tian Jun baru sadar jika Fang Hao-Yu adalah orang yang dulu menjemput Fang Yin. Baru dua kali ini dia bertemu lagi. Saat pertemuan itu, dia membuat dua murid Akademi Sihir Yin Yang menelan rasa malu setelah dikalahkan.
"Maaf, saya hampir melupakan Anda!" sesal Tian Jun.
Fang Hao-Yu tertawa karena hal ini sepele, dan wajar jika Tian Jun tidak sempat menyapanya, sebab setelah tiba sudah banyak memberikan informasi terbaru mengenai pergerakan musuh.
Bagi anggota Akademi Sihir Yin Yang, membuat portal dimensi merupakan hal yang mudah, apalagi Tian Jun telah memberikan sumber daya dalam perbuatannya.
Jika Tian Jun tidak memberikan material yang dibutuhkan, kemungkinan besar mereka butuh waktu lama untuk membuat portal dimensi, sebab material sangat langka dan mahal.
Sedangkan Fang Yin dan Xia Junsu berada di dalam ruang kendali kapal angkasa Naga. Fang Yin jelas malu jika harus menanggapi murid-murid Akademi Sihir Yin Yang, sedangkan Xia Junsu fokus pada tugasnya sebagai pengendali Dragon Spaceship...
Patriark Fang dan rombongannya telah tiba di Jembatan Ming Yao yang tidak dijaga. Banyak orang yang menghela nafas panjang karena gerbang utama Kerajaan Ming akan dengan mudah diterobos pihak musuh.
Kemudian, para prajurit segera mendirikan tenda di wilayah Kerajaan Ming. Sebagian prajurit memblokir jalur tebing Lembah Ular dengan menggunakan pepohonan dan batu besar. Sedangkan Dragon Spaceship mendarat di belakang tempat yang akan didirikan ribuan tenda.
Menurut keterangan dari Raja Fang, pihak lawan akan tiba di Jembatan Ming Yao dalam waktu dua hari paling cepat, paling lambat tiga sampai empat hari...
Di dalam Dragon Spaceship, tetapnya di hanggar. Tim Phoenix melihat Tian Jun yang mengeluarkan semua boneka wayang, termasuk binatang boneka wayang milik Niao Wushi.
Saat Tian Jun mengalirkan energi spiritual, Tim Phoenix terkejut karena kekasihnya telah meningkatkan kekuatan tanpa diketahui.
Tim Phoenix langsung menebak jika Tian Jun menyerap energi kabut hitam setelah berkultivasi ganda. Melihat wajah-wajah yang tidak sedap dipandang mata, Tian Jun tertawa ringan sambil mengalirkan kekuatannya ke boneka wayangnya.
"Aku melakukan ini demi kebaikan kita semua. Walaupun kita kalah jumlah, dengan bantuan robot ini kita masih bisa menghadapi mereka!" alasan Tian Jun sebelum Tim Phoenix memarahinya.
"Asal kamu jangan berlebihan!" peringatan Xia Junsu dan di anggukan kepala oleh putranya.
"Mungkin besok aku akan menjalani Kesengsaraan Petir untuk menerobos ke tingkat God Warrior!" lanjutnya.
Tian Jun dan Tim Phoenix jelas senang mendengar berita ini. Dengan Xia Junsu berada di tingkat God Warrior, maka Tim Phoenix akan memiliki tiga orang dengan kekuatan yang sama, hanya berbeda level. Dan dua anggota itu adalah Miao Miao dan Dìyù Nuan.
"Kita gunakan Kesengsaraan Petir untuk menghancurkan formasi lawan!. Jika tidak ingin menjalaninya, tinggallah di dalam Dunia Jiwa," kata Tian Jun.
"Apakah zirah perang ini bisa menahan sambaran Kesengsaraan Petir?" tanya Xia Junsu.
"Sangat mampu!" jawab Tian Jun.
__ADS_1
Di Dunia Jiwanya, siapapun yang akan menerobos ke tingkat God Warrior, tidak perlu lagi menjalani Kesengsaraan Petir, sebab pengaruh adanya Energy Primordial.
Seandainya Tim Phoenix memiliki Kitab Kultivasi yang mumpuni, seperti memiliki Kitab Pelangi Surga, peningkatan mereka akan lebih cepat dari ini. Dan tidak hanya mengandalkan Energi Yang pemberian Tian Jun.
"Jika begitu, kita gunakan Kesengsaraan Petir yang akan datang untuk melawan musuh!" keputusan Xia Junsu yang tidak lagi cemas saat mendapatkan sambaran petir.
Meishin dan Lanying saling bertukar pandangan karena tidak tahu apa yang sedang dibicarakan. Di hati mereka, keputusan untuk mengikuti Tian Jun merupakan hal yang sama tepat.
Tian Jun melihat wajah Xia Junsu dan berhenti memberikan energi pada boneka wayang, tiba-tiba berkata, "Ibu, ak--"
Xia Junsu langsung memeluk erat tubuh Tian Jun karena putranya baru pertama kali memanggilnya dengan sebutan ibu. Ia menangis sejadi-jadinya karena bahagia.
"Maafkan aku!" sesal Tian Jun atas segala perbuatannya yang menyakiti ibunya, ia membalas pelukan ibunya.
Karena melihat ibu dan anak yang akhirnya berdamai, membuat Tim Phoenix terharu. Mereka meneteskan air mata bahagia karena sudah menginginkan Tian Jun seperti ini.
Sebelum ini, hubungan mereka di luar tampak biasa-biasa saja. Tetapi yang sebenarnya, hubungan mereka ambigu, yang mana Xia Junsu selalu menghindari Tian Jun saat tidak ada orang lain.
"Kamu tidak salah, Nak! Ibumu ini yang salah!" ucap Xia Junsu dengan penuh penyesalan.
Tim Phoenix keluar dari hanggar agar ibu dan anak bisa saling melepaskan kerinduan. Tian Zhi merasakan damai saat dipeluk oleh ibunya, hal yang ingin dirasakannya semenjak kecil, pelukan dari seorang ibu.
Xia Junsu memegang kedua pipi putranya, memandang wajahnya dengan kasih. Demikian juga dengan Tian Jun yang menatap kedua mata ibu yang berlinang air mata bahagia.
Tiba-tiba, Xia Junsu mencium bibir Tian Jun seperti seorang kekasih. Tian Jun diam membeku karena tidak menyangka ibunya bertindak seperti ini. Namun, di saat lidah Xia Junsu memasuki mulutnya, Tian Jun pun membalasnya dengan lidah saling bertemu.
Tian Zhi memeluk pinggang ramping Xia Junsu sehingga tongkatnya yang sudah berdiri tegak menyentuh gua milik Xia Junsu. Jika tidak terhalang oleh pakaian, sudah pasti kepala tongkat menyentuh bibir guanya.
Xia Junsu menghentikan ciumannya, lalu mengungkap isi hatinya, "jadikan Ibumu ini sebagai kekasih, bukan sebagai ibu lagi. Jujur, aku jatuh cinta kepadamu setelah peristiwa malam itu di Mysterious Land!"
Tian Jun mengangguk sebagai jawaban dan kembali memeluk Xia Junsu. Kebahagiaan mereka kini semakin bertambah besar. Saat berpelukan dengan mesra, Tim Phoenix kembali masuk dan bertepuk tangan sebagai bentuk rasa syukur...
Tian Jun kembali memberikan energi spiritual ke boneka wayang. Dengan bantuan boneka wayangnya yang memiliki kekuatan God Sovereign level 5, maka menjadi bantuan besar saat melawan musuhnya yang menang jumlah.
Tim Phoenix segera membuat masakan istimewa untuk merayakan hari kebahagiaan ini. Meishin dan Lanying yang baru bergabung dengan keluarga besar Tian Jun, jelas ikut terharu dan bahagia, kebahagiaan yang belum pernah dirasakan semenjak mengikuti Niao Wushi.
Sambil memberikan energi spiritual ke boneka wayang, Tian Jun menuangkan isi pikirannya, yaitu memberikan Tim Phoenix Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga. Dia juga menjelaskan alasannya, dan karena tidak lagi menggunakan kitab tersebut.
"Apapun keputusanmu, aku akan selalu mendukungmu!" jawab Xia Junsu yang selalu berdiri di samping Tian Jun.
"Dengan Tim Phoenix memiliki kedua kitab itu, basis kultivasinya akan lebih cepat meningkat," kata Tian Jun.
Fang Yin mendengar obrolan Tian Jun dan Xia Junsu, ia mengembangkan senyuman bahagia karena akan memiliki dua kitab yang selalu diinginkannya selama ini.
Patriark Fang datang bersama dengan Matriark Fang. Mereka tersenyum melihat Tim Phoenix yang ramai-ramai sedang memasak. Matriark Fang bergabung dengan putrinya.
"Pasukan Kekaisaran Yao bergerak menuju ke Kerajaan Li!" ungkap Patriark Fang sambil mengagumi boneka wayang yang memiliki kekuatan tingkat God Sovereign level 5.
Dia tahu bahwa Tian Jun adalah seorang ahli pembuat boneka wayang dari Fang Yin putrinya, dan membuat hatinya menggagumi menantunya ini.
Walaupun Patriark Fang gelisah karena kekuatan militer lawan semakin besar dan kuat, dia tidak mengeluarkan ekspresi kekhawatirannya. Tetap tenang menghadapi situasi seperti ini.
"Mental Pasukan Kekaisaran Yao telah jatuh karena keluarganya dijadikan Pasukan Kegelapan oleh Leluhur Yao. Hal ini sangat menguntungkan kita," kata Tian Jun yang telah menyelidikinya.
Dan, ia juga tahu penyebab Kaisar Yao turut serta dalam peperangan ini karena dirinya telah membunuh Pangeran Zeming.
Matriark Fang selalu melirik Tian Jun, sebab menantunya itu telah memberikan rasa puas yang tidak pernah diberikan oleh suaminya. Tetapi, melihat putrinya, ada rasa bersalah.
"Awas, jangan pernah kau kata tentang semalam. Dan jangan kau ulangi lagi!" ancaman Matriark Fang dengan menggunakan komunikasi telepati kepada Tian Jun.
__ADS_1
Tian Jun tersenyum sambil melirik Matriark Fang, lalu mengangguk sebagai jawaban...