
Bab 78. Mendapatkan 5 Bola Energi Kegelapan.
Dengan wujudnya menjadi angin, Cao Tian Jun sudah di depan bola hitam, dia merasakan energi besar yang terkandung di dalam bola tersebut. Sebelum menyerap energi kabut hitam, dia melihat sekelilingnya untuk memastikan keamanannya.
"Jika tidak ingin rencanaku gagal, bola energi ini sudah aku bawa masuk ke dalam Cincin Dimensi!" batin Cao Tian Jun.
Dia segera masuk ke dalam Cincin Dimensi untuk menyerap kabut hitam dengan tenang, lalu mengaktifkan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa agar proses penyerapan lebih cepat, tapi dalam batas normal, hanya sedikit lebih cepat dari kultivator di luar.
Kabut hitam mengalir deras memasuki pori-pori tubuhnya. Jika ada orang yang melihat di depan kursi singgasana, maka akan melihat kabut hitam terfokus pada satu titik, titik itulah keberadaan Cincin Dimensi Tak Terlihat yang bersembunyi di bawah kolong kursi singgasana.
Dengan cepat Cao Tian Jun naik level, itu dikarenakan akumulasi dari Energi Yin yang diserapnya saat berkultivasi ganda. Setelah naik 1 level, dia tidak berhenti dan terus melanjutkan kultivasinya.
Raja Yuan dan semua orang yang berada di istana terlihat mulai tidak tenang, sebab energi kabut hitam perlahan mulai berkurang. Namun, mereka belum curiga jika kabut hitam ada yang menyerapnya...
...****************...
Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat, malam telah berganti pagi.
Armada kapal angkasa milik Kekaisaran Xia yang dipimpin oleh dua jenderal telah memasuki wilayah Ibu Kota Kerajaan Bintang Laut, tepatnya berada di kota yang menjadi perbatasan Jurang Berkabut, Kota Xian.
Kedua jenderal tersebut masih kerabat dekat Kaisar Xia, dan bermarga Xia, paman dari Xia Junsu. Jenderal Barat bernama Xia Woo, dan Jenderal Utara bernama Xia Qiang.
Di dalam Kota Xian, banyak sekali binatang mistik yang kini menjadi penghuninya. Kedua jenderal tersebut memerintahkan pasukannya untuk memusnahkan binatang mistik. Rencananya, Kota Xian akan dijadikan markas selama Ibu Kota belum dikuasai.
Dengan segera, para perwira memimpin pasukannya untuk mengepung Kota Xian, sedangkan kapal angkasa mendukung serangan dari udara. Saat ini, salah satu mata-mata sedang menyelidiki situasi di dalam Kota Xian sebelum pasukan bergerak.
Ternyata, Lou Bingwen yang menguasai Kota Xian. Sebelumnya, setelah bertarung dengan Cao Tian Jun, dia tidak segera kembali ke Ibu Kota untuk melapor, karena kabut hitam yang mempengaruhinya telah banyak berkurang, sehingga dia bisa mengendalikan diri dari pengaruh jahatnya.
Lou Bingwen tidak segera kembali ke tempatnya yang berada di Kuil Sembilan Kematian, dia akan kembali setelah sepenuhnya berhasil lepas dari pengaruh kabut hitam.
"Anak muda itu... Siapa dia? Dia tidak sama sekali terpengaruh jahat kabut hitam, malahan menyerapnya untuk dijadikan kekuatan sendiri. Apakah dia akan baik-baik saja?" gumam Lou Bingwen yang merasa bersyukur atas bantuan Cao Tian Jun.
Karena bantuan Cao Tian Jun, Lou Bingwen khawatir jika penolongnya itu akan ikut terpengaruh. Sebenarnya, ia ingin berkomunikasi dengan Cao Tian Jun pada waktu itu setelah kabut hitam ditubuhnya berkurang. Sayangnya, Panglima Perang terlebih dahulu menyerangnya, sehingga dia buru-buru kabur karena terluka.
__ADS_1
Seandainya kondisinya baik-baik saja tanpa pengaruh kabut hitam, kemungkinan besar dia akan berusaha keras untuk merekrut Cao Tian Jun.
Saat memikirkan Cao Tian Jun, Lou Bingwen merasakan ada banyak orang dengan niat membunuh yang mendekati Kota Xian. Dia segera keluar dan melihat banyak kapal angkasa mengepung kota, dia terkejut melihat pasukan Kekaisaran Xia.
Berhubungan masih terpengaruh oleh kabut hitam, niatnya untuk kabur diurungkan karena pikirannya bisa saja diketahui oleh The King Of Dark Matter. Mau tidak mau, dia memerintahkan binatang mistik untuk menyerang pasukan Kekaisaran Xia.
Binatang mistik segera keluar dari Kota Xian. Terjadilah pertempuran besar di luar Kota Xian. Ledakan demi ledakan energi spiritual mengguncang tanah, banyak lubang-lubang akibat pukulan energi yang meleset.
Pertempuran terus berlanjut hingga siang berlalu. Sebelum pasukan Kekaisaran Xia memasuki Kota Xian, Lou Bingwen segera kabur karena pasukan binatang mistik telah dikalahkan, dia tidak ingin wajahnya diketahui oleh kedua jenderal itu.
Jika sampai wajahnya diketahui, itu sama saja akan membuat permusuhan antara Kekaisaran Xia dan Kuil Sembilan Kematian.
Akhirnya Kota Xian berhasil dikuasai. Semua prajurit segera memblokade gerbang dan memperbaiki dinding pertahanan. Kedua jenderal itu tidak melupakan inti binatang yang tergeletak di tanah, mereka memerintahkan pasukannya untuk mengumpulkannya.
...****************...
Cao Tian Jun berhenti berkultivasi karena bola energi kabut hitam telah habis. Kini, bola energi tersebut telah berubah menjadi kaca bening. Raja Yuan dan pendukungnya juga berhenti berkultivasi, tetapi mereka tetap diam seperti patung yang duduk di kursi.
"Satu bola energi itu meningkat kekuatanku sebanyak 5 level. Orang jelek itu memiliki 5 bola energi... jika aku mendapatkannya... Kemungkinan kekuatanku mencapai tingkat Golden God, setara dengan orang jelek itu!" gumam Cao Tian Jun yang berencana untuk mengambil bola energi milk The King Of Dark Matter.
The King Of Dark Matter berhenti berkultivasi karena merasakan bola energi yang ditinggalkannya telah habis, dia terlihat kebingungan karena bola energi begitu cepat habis, tidak seperti biasanya.
Cao Tian Jun merasakan kursi singgasana raja bergerak, dia melihat di bawah kursi itu terbelah dua dan terlihat lorong yang ada anak tangga. Setelah itu, keluar Tian Sun si Raja Materi Gelap.
Tian Sun melihat bola energi telah menjadi bening, tanda energi kabut hitam telah habis. Dia melihat budaknya yang tidak bergerak dari tempat duduknya. Jumlah budaknya masih sama dan tidak bertambah, terasa anehnya baginya karena bola energi cepat habis.
Dengan budaknya terus-menerus menyerap energi kabut hitam, maka mereka sepenuhnya dalam kendalinya. Tanpa mereka menyerap kabut hitam, mereka akan menjadi mayat karena sebelumnya telah terbunuh.
"Apa ada yang salah dengan bola energi milikmu?" tanya Tian Sun kepada utusan Penguasa Kegelapan yang bersemayam di tubuhnya.
"Seharusnya tidak ada salah! Aku akan periksa istana!" jawab utusan itu, dan keluar dari tubuh Tian Sun.
Cao Tian Jun yang melihatnya, jelas kaget ada sosok mengerikan keluar dari tubuh musuhnya ini. Dia menduga sosok itu yang mempengaruhi musuhnya serta semua budak dan binatang mistik.
__ADS_1
Bukannya takut dengan utusan dari Penguasa Kegelapan, Cao Tian Jun malah bersemangat karena sosok itu samar-samar memancarkan energi kabut hitam dalam skala besar. Dia membayangkan sedang menyerap energi kabut hitam milik Tian Sun dan utusan itu, maka dia akan meningkatkan kekuatan hingga di tingkat God Sovereign.
Akan tetapi, bayangannya tidak sesuai dengan kenyataan. Ingin menyerap energi besar, maka dia harus berhadapan dulu dengan mereka, mengalahkannya lalu menerima upahnya.
"Mendapat lima bola energi itu saja sudah cukup. Keserakahan akan mengakibatkan masalah yang tidak perlu!" gumam Cao Tian Jun yang mengingatkan diri sendiri agar tidak serakah dan berlebihan.
Utusan itu samar-samar merasakan jejak aura orang lain dalam istana. Lalu dia berkata kepada Tian Sun, "ada penyusup dan baru saja meninggalkan tempat ini! Gunakan energi Dark Matter untuk melacaknya."
Tanpa banyak bicara karena percaya, Tian Sun segera memerintahkan budaknya untuk mencari si penyusup. Raja Yuan dan pendukungnya segera berpencar untuk mencari keberadaan si penyusup.
Utusan itu mengetahui aura milik Cao Tian Jun karena dia juga energi, energi kegelapan. Sesama energi bisa saling terhubung dan juga memberikan informasi.
Utusan itu kembali masuk ke dalam tubuh Tian Sun. Cao Tian Jun buru-buru keluar dari dalam Cincin Dimensi dengan wujud menjadi angin, lalu dia masuk ke dalam ruang rahasia di bawah kursi singgasana.
Di ruang rahasia, dia melihat lima bola energi kabut hitam yang ditinggalkan oleh Tian Sun. Segera Cao Tian Jun mengambil kelima bola itu sebelum musuhnya kembali. Detak jantungnya berdebar-debar karena mendengar langkah kaki musuhnya. Segera dia berteleportasi dan muncul di dalam gerbong kereta kuda milik Permaisuri Juan.
Cao Tian Jun membuang napas secara kasar karena berhasil mendapatkan barang berharga, lalu dia keluar dari gerbong kereta kuda dan melihat ketiga wanitanya yang cemas.
Ya, semua orang cemas karena Cao Tian Jun keluar tanpa berpamitan. Yuan Zhen ingin keluar dari lorong rahasia namun selalu dicegah oleh Panglima Perang, sebab dia tahu Cao Tian Jun sedang menyelidiki kekuatan lawan.
"Kenapa kamu tidak bilang akan menyelidiki situasi di luar?" teguran Yuan Zhen saat melihat Cao Tian Jun keluar dari gerbong kereta kuda.
"Aku tidak ingin mengganggu ritual penghormatan terakhir!" alasan Cao Tian Jun, lalu melihat kedua orang penting Kerajaan Bintang Laut dan berkata, "ayo, kita buat rencana. Aku telah mengetahui kekuatan musuh...,"
Segera mereka membuat rencana yang matang untuk mengalahkan The King Of Dark Matter. Seperti yang sudah dipikirkan oleh Cao Tian Jun, rencananya didukung penuh oleh Permaisuri Juan dan Panglima Perang.
Cao Tian Jun membagi 1.500 robot menjadi empat kelompok; untuk Permaisuri Juan, Yuan Zhen, Yi Panyun dan Panglima Perang. Sedangkan dirinya sendiri hanya membawa 100 unit robot
Mereka akan melancarkan serangan setelah pasukan Kekaisaran Xia dan Tian Sun bertempur, memanfaatkan situasi musuh untuk mencapai kemenangan.
Setelah rencana telah matang, Cao Tian Jun keluar dari lorong rahasia untuk memancing kedua belah pihak musuhnya agar segera bertempur. Dengan Mata Surgawi, dia melihat keberadaan armada kapal angkasa milik Kekaisaran Xia.
Segera, dia menuju ke Kota Xian untuk membuat kekacauan dengan menyamar sebagai The King Of Dark Matter.
__ADS_1
Sedangkan Panglima Perang melakukan sesuai rencana, menuju ke lorong rahasia yang bercabang-cabang. Demikian juga dengan Ao Zhen Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun, mereka menyebar.
Dengan dukungan dari robot, Cao Tian Jun dan semua orang yakin mampu mengalahkan The King Of Dark Matter. Para penduduk yang tidak bisa bertarung tetap bersembunyi di lorong rahasia, mereka akan keluar setelah Permaisuri Juan berhasil mengambil alih istana Kerajaan Bintang Laut.