8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Jalan Alternatif.


__ADS_3

Bab 161. Jalan Alternatif.


Berkumpulnya para binatang mistik menuju ke puncak Mystical Beast Mountain jelas membuat hutan menjadi berisik. Namun di sisi lain, tidak adanya binatang di Hutan Lingkaran Bulan membuat pemburu harta leluasa untuk memanen tanaman langka.


Sedangkan Cao Tian Jun dan rombongannya terus bergerak ke puncak gunung tanpa halangan, sebab hampir semua binatang mistik mengikutinya, bahkan mengamankan jalur perjalanannya agar lebih cepat tiba di Hidden Palace.


Akan tetapi, justru karena berkumpulnya binatang mistik memicu perhatian banyak orang yang melihatnya. Mereka melihat pohon bertumbangan karena ditabrak oleh binatang mistik, debu berterbangan karena langkah kaki dan hembusan angin kencang.


Cao Tian Jun dan Tim Phoenix yang mengenakan jubah penyamaran berwarna hitam, sedangkan Pelindung Sekte Yin dan para tetua yang mengenakan jubah serba putih, dan mereka berada di tengah-tengah binatang mistik dengan jelas dilihat oleh banyak orang.


Kendati demikian, tidak ada orang yang berani mendekati Cao Tian Jun, sebab tidak ada yang mau berhadapan dengan banyaknya binatang mistik. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada yang berani mendekatinya, para pemimpin yang memiliki kekuatan di atas tingkat God Warrior segera mengejarnya.


Orang-orang kuat itu tidak menginginkan rombong binatang mistik yang mengawal Cao Tian Jun terlebih dahulu tiba di Hidden Palace. Apapun caranya Cao Tian Jun harus dihentikan, itulah yang dipikirkan oleh orang-orang kuat.


Kaisar Cao memimpin para jenderal, perwira dan pendukungnya mengejar Cao Tian Jun dari arah Barat. Demikian juga dengan Conglin pemimpin Paviliun Bunga Kematian, bersama dengan para pembunuh bayaran terbaik melesat ke arah sisi kiri dari Mystical Beast Mountain. Conglin bertindak atas perintah dari pemimpin Kuil Tangan Setan.


Pemimpin dan wakil dari Sekte 5 Dewa juga mengejar Cao Tian Jun dari arah belakang. Mereka juga membawa banyak anggota terkuat demi menghentikannya.


Leluhur Xia juga mengejarnya karena tidak ingin siapapun orangnya terlebih dahulu masuk ke dalam Hidden Palace, dia tidak ingin rencana menjadi penguasa tunggal digagalkan oleh siapapun.


Pelindung Sekte Yin yang paling kuat segera mengetahui pergerakan lawan yang mengejar. Ia segera keluar berkomunikasi telepati dengan Cao Tian Jun agar lebih berhati-hati.


Cao Tian Jun segera memerintahkan binatang mistik untuk berkumpul di Jurang Roh Binatang, jurang terdalam di wilayah Mystical Beast Mountain. Jurang itu sangat terkenal karena menjadi tempat pemakaman massal bagi binatang mistik yang lanjut usia maupun tewas karena terluka parah.


Jurang Roh melingkari lereng Gunung Binatang Mistik, lebarnya lebih dari 9 km, kedalamnya mencapai lebih dari 2 km. Lokasinya berada di atas gua yang dibuat oleh Kuil Tangan Setan, terpaut jarak 36 km.


Naga Hitam tinggal di Jurang Roh Binatang, dan juga sebagai penjaga makam. Untuk menuju ke Hidden Palace, siapapun harus melewati jurang ini, dan hanya ada satu jembatan penghubung yang terbuat dari bebatuan melayang.


Siapapun orangnya yang akan menuju ke Hidden Palace harus melewati jalan batu melayang. Jika ada seseorang yang berniat untuk terbang agar lebih cepat, orang tersebut akan secara otomatis terhisap ke dalam Jurang Roh Binatang.


Cao Tian Jun berencana untuk menjebak semua orang yang mengejarnya di dalam Jurang Roh Binatang. Dia mengetahui geografis Jurang Roh Binatang dari Naga Api yang ditungganginya.


Menurut informasi dari Naga Api, Jurang Roh Binatang bukan sekedar tempat pemakaman saja, melainkan tempat ujian pertama bagi siapapun yang akan memasuki Hidden Palace.


Menurut sepengetahuan Naga Api dan semua binatang, bebatuan yang melayang itu sangat banyak dan harus dipijak sebagai tumpuan kaki. Jika seseorang salah berpijak, niscaya akan terjatuh ke jurang, sekuat apapun orang itu pasti akan terjatuh jika salah memilih batu sebagai tumpuan kaki. Dan, siapapun yang terjatuh, maka akan menjadi santapan bagi binatang mistik.


Naga Api membawa Cao Tian Jun menuju jalan yang biasanya dilalui oleh semua binatang mistik, dan semua rombongannya juga mengikutinya dengan rasa cemas.


Jalan yang dilalui itu adalah lembah, lebar kurang dari 70 meter, dialiri air keruh sedalam 3 meter dan lebar 12 meter. Lembah itu adalah Lembah Semut Api karena menjadi sarang Semut Api.


Karena sarang Semut Api yang membuat cemas Tim Phoenix, Pelindung Yin Xiu dan para tetua. Namun, melihat Cao Tian Jun memimpin jalan tanpa rasa takut, rasa cemas dan takut sedikit menghilang.


Ketika masuk ke dalam Lembah Semut Api, Cao Tian Jun dan rombongannya melihat Semut Api keluar dari sarangnya, namun tidak menyerang karena adanya Naga Api dan banyak binatang mistik yang melewati aliran sungai kecil. Semut Api akan menyerang jika keluar dari aliran sungai kecil.


Di pintu masuk Lembah Semut Api telah diblokir oleh banyak binatang mistik yang siap menghentikan siapapun yang mengejar Cao Tian Jun. Mereka meraung-raung sebagai bentuk intimidasi terhadap manusia.

__ADS_1


Para pemimpin yang mengejar Cao Tian Jun berhenti tidak jauh dari pintu masuk Lembah Semut Api. Ternyata, Xue Delun Hai, Patriark Fang, Kaisar Yao, dan Kaisar Dao yang bersama dengan rombongannya juga ingin menghentikan Cao Tian Jun.


Xue Delun Hai dan Patriark Fang bukannya membenci Cao Tian Jun yang menyamar, melainkan ada aturan sebelum melewati bebatuan melayang. Siapapun bisa lewat setelah semua anggotanya selesai berburu harta dan berkumpul di depan jembatan bebatuan melayang. Dan aturan ini telah disepakati oleh para pimpinan Continent Twins Moon semenjak zaman leluhurnya.


Karena Cao Tian Jun tidak menuju ke bebatuan melayang, mereka berhenti mengejarnya. Mereka segera menuju ke Jembatan Batu Melayang...


Sesampainya di Jurang Roh Binatang, tepatnya berada di bawah jembatan bebatuan melayang, Cao Tian Jun segera turun dari punggung Naga Api, ia melihat ke atas.


Demikian juga dengan Tim Phoenix dan rombongannya, mereka turun dari punggung binatang tunggangannya. Mereka melihat banyak sekali kerangka binatang. Di dalam kerangka itu terdapat banyak harta langka, namun mereka tidak berani mengambilnya karena dijaga oleh Sumut Api.


"Perhatikan langkah kalian dan jangan sampai menginjak Sumut Api!" peringatan dari Pelindung Yin Xiu.


Jika satu ekor Semut Api terinjak, maka akan meledakkan cairan feromon. Cairan ini akan melekat pada kaki, dan akibatnya orang tersebut akan diburu oleh koloni Semut Api. Banyak orang yang tewas karena diburu oleh Semut Api.


Ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa, memiliki fisik yang kuat, berwarna merah dengan capit yang mampu meremukkan tulang. Capitnya itu mengandung racun yang mampu membuat korbannya merasakan panas di sekujur tubuhnya. Ketika racun memasuki jaringan sel-sel kulit dan tubuh, siapapun orang segera merasakan efeknya dalam hitungan detik.


"Apa rencanamu?" tanya Xia Junsu yang berdiri di sisi kanan putranya sambil melihat Jembatan Batu Melayang.


Cao Tian Jun tidak segera menjawab karena mengamati bagian bawah bebatuan melayang yang tersembunyi Rune-rune Formasi Array. Dia bisa mengetahuinya karena memiliki Mata Surgawi. Setiap bebatuan itu tidak semuanya memiliki rune Formasi Array, dan yang tidak memiliki simbol itu adalah jebakan.


Bebatuan melayang itu selalu bergerak secara acak, namun tidak keluar dari garis lurus sebagai pembatas jembatan. Hal ini jelas membingungkan semua orang.


"Kita bisa menuju ke Hidden Palace setelah melewati Jembatan Batu Melayang...," Matriark Yin An menjelaskan kepada Cao Tian Jun, dan bagaimana caranya agar setiap orang yang gagal tidak sampai terjatuh ke dalam Jurang Roh Binatang.


Setiap orang, tidak peduli lemah atau kuat, sebelum melewati bebatuan melayang selalu menggunakan pengaman berupa tali. Tali pengaman akan diikatkan di pinggang orang yang akan melewati bebatuan melayang.


"... Kita juga tidak bisa terbang agar sampai di seberang jurang, bahkan tidak bisa memanjat tebing ini sebagai alternatif lain!" panjang lebar Matriark Yin An menjelaskan kepada Cao Tian Jun dan Tim Phoenix yang belum pernah berpartisipasi dalam perburuan ini.


Cao Tian Jun mengeluarkan busur dan membidik salah satu bebatuan melayang. Semua orang penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Cao Tian Jun.


Dia melepaskan anak panah yang melesat ke arah menuju ke bebatuan melayang, ia menargetkan batu yang tidak memiliki simbol Formasi Array. Akan tetapi, anak panah itu membentur dinding energi yang melindungi Jembatan Batu Melayang.


Setelah mengetahui rencananya gagal membunuh semua musuhnya, dikarenakan adanya energi itu ada di dalam Jurang Roh Binatang, Cao Tian Jun berpikir ulang.


"Apakah tidak ada jalan lain selain melewati Jembatan Batu Melayang?" tanya Cao Tian Jun kepada Matriark Yin An dan semua orang yang pernah berpartisipasi dalam perburuan Stempel Giok Maharaja.


"Tidak ada, Jembatan Batu Melayang jalan satu-satunya!" jawab Pelindung Yin Xiu.


Karena tidak puas dengan jawabannya, Cao Tian Jun berkomunikasi telepati dengan Naga Api dan semua binatang mistik.


"Apakah ada jalan lain menuju ke Hidden Palace?"


"Roarrr!!" Naga Api meraung keras.


Tidak berselang lama setelah raungannya, keluar Naga Hitam dari dalam gua yang tidak jauh dari tempat berkumpulnya Tim Phoenix. Semua wanita itu segera mendekati Cao Tian Jun karena takut.

__ADS_1


"Jangan takut!" ucap Cao Tian Jun sambil berjalan mendekati Naga Hitam yang sedang menuju ke arahnya.


Semua orang melihatnya yang tampak sedang berkomunikasi dengan bahasa binatang, bahasa yang jelas tidak dimengerti.


"Sejak kapan dia bisa bahasa binatang?" gumam Xia Junsu yang baru pertama kali melihat Cao Tian Jun berbicara dengan bahasa aneh, dia dan semua orang mendengar Cao Tian Jun mendesis, seperti desisan ular


Chu Sying yang penasaran dengan bahasa binatang, dia menirukan Cao Tian Jun yang berdesis. Akan tetapi, semua binatang mistik yang berada di dekatnya meraung-raung di depan wajahnya. Seketika wajahnya cantiknya berlumuran air liur binatang mistik, dan tubuhnya lemas karena saking kagetnya.


Semua orang tertawa melihat Chu Sying yang mandi air liur binatang. Dengan tubuh gemetaran, Chu Sying menguatkan diri untuk bangkit, dia melotot ke arah semua orang yang menertawakannya.


Cao Tian Jun selesai berkomunikasi dengan Naga Hitam, dan kembali ke timnya. Melihat Chu Sying yang basah dengan air liur, jelas dia tertawa, dan buru-buru menjauh saat Chu Sying akan memukulinya.


"Apakah rencanamu?" tanya Xia Junsu yang mengulang perkataannya.


"Ada jalan lain selain melewati Jembatan Batu Melayang!" ungkap Cao Tian Jun setelah mendapatkan informasi dari Naga Hitam.


Jelas semua timnya senang dengan Infomasi ini. Mereka segera bertanya bagaimana Cao Tian Jun bisa mengetahui adanya jalan lain. Dengan jujur dan sesuai keterangan dari Naga Hitam, Cao Tian Jun mengatakan bahwa ada gua seukuran tubuh manusia yang menjadi jalan lain.


Sebelum menuju ke gua itu, Cao Tian Jun mengeluarkan banyak Pil Sky Soul Qi untuk diberikan kepada semua binatang yang telah mengawalnya. Setelah itu, dia segera menuju ke gua yang menjadi alternatif melewati Jembatan Batu Melayang.


Naga Hitam, Naga Api dan banyak binatang yang masih mengikuti. Mereka akan melindungi gua itu agar tidak ada siapapun yang masuk...


...****************...


Para jenderal utusan dari Leluhur Xia memasuki Lembah Semut Api karena akan memburu Naga Hitam. Mereka susah payah meloloskan diri dari kejaran binatang mistik yang menjaga pintu masuk ke lembah.


Ketika melewati aliran sungai di tengah lembah, beberapa prajurit tewas saat kakinya digigit oleh ular sungai. Akan tetapi, para jenderal itu tetap melanjutkan perjalanan walaupun kehilangan banyak prajurit. Bagi mereka, keselamatan Kaisar Xia lebih utama daripada nyawa sendiri.


Mereka buru-buru menuju ke Jurang Roh Binatang saat binatang mistik yang menjaga pintu masuk mengejar. Karena berlarian di air sungai memperlambat pergerakan, para jenderal itu memutuskan untuk naik ke permukaan tanah yang dijaga oleh Semut Api.


Bukannya perjalanannya menjadi mudah, mereka justru menyulitkan dirinya sendiri, yang mana Semut Api segera menyerang saat baru menginjakkan kakinya di tanah.


Untungnya saja mereka mampu melawan jutaan Semut Api karena pengalaman. Walaupun, banyak prajurit yang menjadi santapan Semut Api. Setidaknya pengorbanan mereka tidak sia-sia karena telah mencapai ujung Lembah Semut Api.


Dan, mereka syok melihat banyak binatang mistik yang telah menunggunya. Di belakang masih banyak Semut Api dan binatang mistik yang mengejar, di depan justru lebih banyak binatang mistik berukuran besar yang siap untuk menerkam.


Karena sudah terjepit, mau tidak mau Jenderal Utara Xia Qiang yang memimpin dalam pemburuan Naga Hitam, harus melawan. Sayangnya, sekuat apapun mereka, jelas tidak mungkin mengalahkan semua binatang.


Jenderal Utara Xia Qiang dan semua orang yang bersamaan menjadi santapan binatang mistik dan Semut Api. Leluhur Xia mendapatkan kabar buruk ini, jelas sangat murka, namun di juga tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu banyaknya binatang.


Kemudian, dia memutuskan untuk berbicara kepada semua pemimpin yang berkumpul di depan Jembatan Batu Melayang, dia meminta bantuan kepada siapapun yang bisa menyembuhkan cucunya, dia tidak mengatakan bahwa Kaisar Xia yang membutuhkan pertolongan cepat.


Akan tetapi, karena Racun Naga Hitam sangat ganas, dan obatnya hanyalah Hati Naga Hitam, maka banyak pemimpin yang tidak bisa membantu Leluhur Xia.


Akan tetapi, di saat keputusan Leluhur Xia, Conglin menawarkan bantuan kepadanya, tapi dengan syarat. Leluhur Xia dan Conglin segera berbicara secara rahasia, membuat kesepakatan demi keselamatan Kaisar Xia...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2