8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Misi Baru.


__ADS_3

Bab 27. Misi Pribadi Berikutnya.


Saat akan bergerak, Cao Tian Jun terkejut melihat punggung Yan Yan mengeluarkan sayap berwarna hitam, dan sayapnya itu seperti sayap kelelawar.


"Apa kamu bagian dari keluarga kelelawar?" tanya Cao Tian Jun.


Karena sudah memiliki alasan ketika nantinya ditanya oleh Cao Tian Jun, Yan Yan pun menjawab, "karena teknik ini, aku tidak ingin diketahui oleh Raja Kelelawar. Ya, aku telah mencuri Teknik mereka, yaitu Kitab Bats Attack."


Jawaban Yan Yan sangat menyakinkan sehingga Cao Tian Jun tidak bertanya lagi, lalu dia berkata, "aku akan selalu melindungimu. Jika ada yang berani menyakitimu, dia harus melawanku terlebih dahulu."


Yan Yan tersenyum bahagia dengan perkataan Cao Tian Jun, ia tiba-tiba mencium pipi kirinya. Cao Tian Jun yang pertama kali dicium oleh Yan Yan seketika diam membeku, sebab dia merasakan nalurinya yang ingin berhubungan intim. Ciuman kali ini berbeda saat dia dicium oleh Chu Sying sewaktu berpura-pura tidur.


Yan Yan tertawa kecil sambil mencolek hidung Cao Tian Jun agar tidak bengong. Cao Tian Jun tersenyum dengan memegang pipinya yang dicium.


"Kamu mengambil ciuman pertamaku. Kamu harus tanggung jawab!" protes Cao Tian Jun yang berpura-pura kesal, padahal sudah pernah dicium wanita lain.


Yan Yan tersipu malu karena reaksi yang berlebihan, tapi ia juga senang jika ciuman ini adalah yang pertama bagi Cao Tian Jun.


Kemudian, mereka berdua kembali serius saat mendengar teriak Chu Sying yang terkena pukulan salah satu prajurit kelelawar. Kekuatan pasukan Kelelawar yang berbeda dari sebelumnya membuat kewalahan para guru, murid dan kultivator.


Segera Cao Tian Jun melesat dengan mengeluarkan banyak bola-bola energi yang berwarna kuning. Bola energi itu melesat ke arah prajurit kelelawar yang telah menyakiti Chu Sying, dan juga menerangi jalurnya. Apa yang digunakan oleh Cao Tian Jun adalah Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa, seperti yang pernah digunakan sewaktu di Kota Naga Hitam.


Yan Yan segera mengikuti Cao Tian Jun sambil mengeluarkan senjatanya yang berbentuk tongkat trisula berwarna merah. Lalu ia mengangkat tongkatnya untuk mengeluarkan jurus pertamanya, yaitu Bats Impact.


Dari punggung Yan Yan keluar kelelawar raksasa dan menerjang pasukan Kelelawar yang menyerang Tim Phoenix...


Kedatangan Cao Tian Jun yang menyamar sebagai pria bertopeng membuat banyak orang terkejut dan juga senang karena adanya bantuan. Kali ini, mereka melihat pria bertopeng memiliki rekan yang bisa dilihat dengan jelas adalah wanita.


Aksi Cao Tian Jun dan Yan Yan membuat pasukan Kelelawar dan Ular dengan mudah dikalahkan. Setelah mereka mati, keluar inti binatang berwarna hitam.


Sedangkan Cao Tian Jun, dia hanya memikirkan misi pribadinya harus selesai malam ini, dan juga menghitung batas waktu Tubuh Replika. Jadi, dia harus sesegera mungkin untuk mengakhiri serangan pasukan Kelelawar dan pasukan Ular.


"Dia datang lagi untuk menyelamatkan kita," ucap Mu Bingyun yang sejak pertama kali melihat pria bertopeng sudah tertarik.


Tapi, karena adanya Cao Tian Jun yang juga jenius dan tampan, rasa cintanya teralihkan. Namun, sebagai wanita yang memiliki naluri tajam, ia beranggapan bahwa Cao Tian Jun berhubungan dengan pria bertopeng. Dia segera melihat Tubuh Replika Cao Tian Jun yang diam saja ketika pria bertopeng dan wanita bersayap kelelawar ikut membantu.


"Ayo, kita bantu mereka!" ajak Guru Junior Chu Sying Chun yang bersemangat dengan hadirnya pria bertopeng dan wanita bersayap.

__ADS_1


Malam ini, kembali Desa Bunga menjadi ramai karena pertempuran. Ternyata, para guru dan murid lainnya juga menggunakan kain basah agar tidak menghirup kabut hitam. Guru Senior Dong Jian lah orang yang memberitahukan perihal bahayanya menghirup kabut hitam, dan karena itu mereka menggunakan kain basah sebagai pelindung hidung.


Akan tetapi, saat mereka melihat pria bertopeng menyerap kabut hitam yang berbahaya, semua orang terheran-heran. Akan tetapi, itu juga membuat mereka lebih leluasa untuk bergerak melawan pasukan Kelelawar dan pasukan Ular, karena kabut hitam mulai menghilang dari luar Desa Bunga.


Sambil terus-menerus mengeluarkan bola energi untuk menyerang, Cao Tian Jun juga menyerap kabut hitam yang mampu meningkatkan kekuatannya berkat Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.


Cao Tian Jun bekerja sama dengan Yan Yan, di mana Yan Yan saat mengeluarkan jurus kedua yaitu Cakar Kelelawar, Cao Tian Jun segera mengeksekusi targetnya.


Cakar Kelelawar muncul di bawah targetnya, dan menarik target agar berkumpul, Cakar Kelelawar juga memberikan kerusakan pada lawan yang berada di jalurnya.


Pasangan kultivator bertopeng membuat para wanita dan pria iri, sebab mereka sangat serasi dan kompak. Dua orang mampu membalikkan situasi, dan kini banyak pasukan Kelelawar dan pasukan Ular mundur.


Sebelum sisa-sisa musuh kabur, Cao Tian Jun dan Yan Yan segera mengikuti pasukan lawan yang kabur, padahal tujuannya agar tidak diikuti oleh semua orang.


Banyak orang yang kecewa karena tidak bisa berkenalan dengan dua sosok bertopeng, dan mereka terus mengalahkan sisa-sisa lawan yang tertinggal.


Sedangkan Cao Tian Jun segera kembali ke Tim Phoenix sebelum Tubuh Replika memudar. Sedangkan Yan Yan kembali berubah menjadi kalung berlian.


Saat Cao Tian Jun kembali pada posisinya, Tubuh Replika akhirnya memudar tanpa diketahui timnya yang sibuk mengalahkan sisa-sisa lawan. Dia kembali menggunakan jurus keenamnya, yaitu Halilintar Menghanguskan Neraka.


Aksi Cao Tian Jun yang berbeda dari sebelumnya membuat timnya curiga, sebab sebelum kedatangan dua sosok bertopeng tidak pernah menggunakannya. Orang yang paling curiga adalah Fang Yin, ia selalu memperhatikan gerak-gerik Cao Tian Jun semenjak bertarung.


Di kediaman Tabib Tao, semua orang menyantap hidangan yang telah dimasak oleh para pendukung sebelum adanya serangan. Sedangkan Cao Tian Jun, dia meminta waktu untuk sendiri.


Saat Cao Tian Jun sendirian, dia mengeluarkan gulungan bambu yang berisi tentang perintah ketiga. Saat membukanya, dia melihat misinya telah sukses, di mana sudah tidak ada lagi tulisan gurunya.


Karena misi ketiga telah berhasil, maka Cao Tian Jun mengeluarkan gulungan bambu keempat. Saat membukanya, dia mendapat tugas baru yang harus diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun.


"Menjadi terkenal karena prestasi, prestasi di segala bidang ilmu, menjadi terkenal karena menolong, dan apapun yang bermanfaat bagi sesama kehidupan. Batas waktu lima tahun, dimulai saat membuka gulungan keempat."


Cao Tian Jun membaca gulungan bambu tersebut. Setelah membacanya, segera menyimpang kembali gulungan bambu. Namun, saat akan kembali berkumpul bersama timnya, tiba-tiba cincin dimensi yang tidak terlihat bergetar, lalu keluar gulungan bambu yang lain.


Cao Tian Jun sedikit heran, tapi dia tidak terlalu banyak memikirkannya. Dia segera membuka gulungan bambu itu untuk mengetahui apa perintah guru selanjutnya.


"Di Kota Naga Hitam dan Kerajaan Lentera, ada dua orang jahat di masa lalu. Mereka adalah Tan Wong dan Tan Cheng. Bunuh mereka berdua sebelum kembali berbuat kejahatan yang lebih besar. Batas waktu satu bulan, dimulai dari saat kamu membuka gulungan misi." 


Cao Tian Jun membaca gulungan bambu kelima, dan terkejut dengan perintah untuk membunuh dua orang. Walaupun begitu, dia sangat mempercayai perintah gurunya, dan tidak mungkin memerintahkan membunuh seseorang tanpa ada alasan kuat.

__ADS_1


"Siapa Tan Wong dan Tan Cheng?" gumam Cao Tian Jun yang tidak mengenal nama mereka, padahal sebelumnya telah bentrok dengan salah satunya saat baru tiba di Kota Naga Hitam.


"Setidaknya guru memberitahukan keberadaan mereka!" lanjutnya sambil berjalan menuju ke timnya yang sedang menikmati hidangan yang dibuat oleh penduduk Desa Bunga.


Cao Tian Jun akan bertanya kepada Fang Yin tentang Tan Wong dan Tan Cheng, dia yakin nama mereka berdua sudah terkenal di Benua Timur. Sedangkan untuk misi keempat, dia tidak terlalu khawatir, sebab yakin akan memiliki prestasi di Benua Timur.


Cao Tian Jun yang telah kembali, membuat suasana tengah malam menjadi meriah karena kepolosannya. Cao Tian Jun sering kali bertanya tentang hal umum, bahkan anak kecil saja sudah mengetahuinya.


Namun, Fang Yin dan Tim Phoenix justru senang hati menjawab secara bergantian. Bagi mereka, Cao Tian Jun seperti anak kecil yang baru mengetahui dunia luar, benar-benar polos pikir mereka.


Guru Senior Dong Jian juga menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Cao Tian Jun, yang mana tidak mengenakan pakaian dan hanya ada sehelai kain yang menutupi bagian bawah. Dan, membuat semua orang tertawa bagaimana Cao Tian Jun yang tampan ternyata seorang pemuda desa.


Setelah melindungi Desa Bunga dari serbuan binatang mistik dan pasukan humanoid, malam ini layak bagi mereka yang bertempur untuk menikmati hasil kemenangan, di mana Tabib Tao menjamu pelindung Desa Bunga.


Namun, mereka belum menyadari jika di luar Desa Bunga ada seseorang yang sedang mengamati, dan dialah orang yang menyebabkan adanya kabut hitam, dia tidak lain adalah Tian Sun.


Tian Sun melihat Cao Tian Jun menyerap kabut hitam jelas keheranan, pasalnya, siapapun yang menyerap akan dengan mudah terpengaruh, setelah itu bisa dikendalikan layaknya boneka.


"Anak muda yang berbahaya jika dibiarkan hidup, dia bisa menghancurkan rencanaku!" gumam Tian Sun yang menganggap Cao Tian Jun adalah hambatan baginya untuk menguasai Benua Timur.


Tian Sun jelas tidak mengetahui jika Cao Tian Jun adalah putranya, sebab saat terakhir bertemu putranya masih bayi usia satu tahun, dan jelas dia tidak mengenali putranya sendiri.


Namun, yang belum disadari oleh Tian Sun, tubuhnya saat ini perlahan-lahan mulai berubah menjadi hitam, wajahnya tampan dulu tidak lagi terlihat. Hal itu akibat dia bersekutu dengan Dark Matter, sehingga belum menyadari telah menjadi bagian dari Dark Matter.


Tian Sun hanya merasakan kekuatan bertambah, dan tidak memperdulikan hal-hal yang lainnya. Baginya, untuk membalas dendam kepada semua musuhnya adalah hal yang utama, selanjutnya adalah menjadi satu-satunya menguasai Benua Timur.


"Lebih baik aku kumpulkan dulu semua binatang mistik dan juga humanoid yang kekuatannya rendah. Dengan bergabungnya humanoid dan pasukan binatang, maka aku hanya akan melihat kehancuran musuh-musuhku!" rencana Tian Sun, lalu dia melihat pasukan Kelelawar dan Ular yang sudah dalam kendalinya.


Tian Sun memerintahkan mereka untuk berkumpul di Jurang Kematian, sebab wilayah itu dekat dengan pusat kekuasaan Benua Timur. Dia menargetkan Kekaisaran Xia untuk ditaklukkan terlebih dahulu. Dengan takluknya Kekaisaran Xia, dan sekaligus membunuh musuhnya, maka dia akan dengan mudah menguasai para pendukung Kaisar Xia.


Setelah memerintahkan pasukannya untuk bersembunyi di Jurang Kematian, Tian Sun kembali melihat Cao Tian Jun yang sedang makan dengan lahap. Di dalam hatinya, dia merasakan adanya kedekatan, tapi tidak tahu dalam hubungan apa perasaannya ini.


"Jika putraku masih hidup, usainya mungkin sepantaran dengannya," gumam Tian Sun dengan nada sedih, "Ayah berjanji akan menyiksa semua musuh 1.000 kali dari apa yang mereka lakukan kepada kita!" Lanjutnya dengan bersumpah.


Kemudian, Tian Sun berubah menjadi kabut asap dan melesat ke arah Selatan, tepatnya dia menuju ke wilayah Benua Timur bagian selatan, di mana asal mula adanya kabut hitam yang mengendalikan binatang mistik.


Tian Sun berniat untuk menguasai wilayah Kerajaan Bintang Laut dan sekitarnya. Menuju ke wilayah Kerajaan Bintang Laut harus melintasi Black Vortex Sea, lautan yang terkenal dengan banyak terdapat pusaran air.

__ADS_1


Apakah Tian Sun berhasil membalas dendam kepada musuh-musuh dengan kekuatannya saat ini? Apakah pertarungan antara putra dan ayah akan benar-benar terjadi?


Bersambung.


__ADS_2