8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Winged Golden Armor Ring.


__ADS_3

Bab 146. Winged Golden Armor Ring.


Kerajaan Sembilan Surga dan Sekolah Surga Kesembilan tertawa senang melihat rivalnya mengalami malam buruk. Mereka adalah pelaku yang membuat Naga Samudera keluar dari palung terdalam. Entah apa yang mereka perbuat sehingga Naga samudera keluar.


Sebelum Naga Samudera keluar dari dalam laut, mereka segera meningkatkan kecepatan kapal angkasa, dan meninggalkan armada kapal angkasa dari Akademi Merpati Putih kelas.


Namun, mereka tidak tahu jika Cao Tian Jun datang diwaktu yang tepat untuk mengusir Naga Samudera...


Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh semua orang. Mereka bertanya, apa yang terjadi saat Kesengsaraan Petir terakhir sehingga Cao Tian Jun menghilang, dan banyak orang yang mengira jika telah tewas?


Lalu ke mana saja selama ini, kenapa tidak menemui mereka jika baik-baik saja? Jurus apa yang baru dikeluarkan yang mengalahkan Naga Samudera dengan mudah, di benua ini tidak ada jurus seperti itu?


Dari mana asal sayap transparan berwarna pelangi? Dan, satu pertanyaan yang hampir sama dilontarkan, yaitu pakaiannya yang bukan berasal dari Continent Twins Moon.


Pakaian berlapis dua, pakaian kaos lengan panjang berwarna putih, rompi tebal tanpa lengan berwarna hitam, banyak kantong di bagian depannya, dan menutup leher. Pakaian bawahnya celana panjang berwarna hitam, kainnya lentur yang dapat menyesuaikan gerakan si pemakainya.


Masih banyak segudang pertanyaan yang membuat Cao Tian Jun pusing menjawabnya. Penampilan barunya juga membuat semua wanita semakin mengaguminya. Di usia 18 tahun ini, Cao Tian Jun terlihat semakin gagah, tampan dan dewasa. Rambut pendek juga semakin menambah kesan seorang pria macho dan lebih percaya diri. Apalagi bola matanya yang sejak dulu menarik hati wanita.


Selama berada di dalam Dunia Jiwanya, Cao Tian melihat lukisan Dewa Binatang Yang Abadi di istana. Wajah sangat-sangat mirip, seperti kembarannya. Dia bertanya kepada Batu Keabadian siapa orang di lukisan itu, namun Batu Keabadian selalu bungkam.


Di dalam Dunia Jiwanya, dia mempelajari Kitab Kekuatan Jiwa Semesta yang diciptakan oleh Dewa Binatang Yang Abadi. Dia mempelajari isi kitab itupun sangat mudah, tanpa kesulitan. Seakan-akan kitab itu dikhususkan untuknya.


Dia mampu mengeluarkan gelang pelangi karena memiliki Kekuatan Jiwa. Berhubungan Kekuatan Jiwanya berada di tingkat Danau tahap rendah, dia hanya bisa mengeluarkan dua gelang pelangi. Jika Kekuatan Jiwanya berada di tingkat puncak, tingkat Langit, maka akan mengeluarkan sembilan gelang pelangi.


Untuk sayap transparan berwarna pelangi, dia memilikinya saat berhasil untuk pertama kalinya mengeluarkan gelang pelangi. Sayap pelangi itu meningkat kecepatan sebanyak 75%. Jika ditambahkan dengan sepatu peningkat kecepatan, maka gerakannya seperti menggunakan skill teleportasi.


Kemampuan skill teleportasi ini jelas berbeda dengan sayap dan sepatu penambah kecepatan. Skill ini bisa berpindah ke tempat lain dengan jangkauan yang luas. Sedangkan sayap dan sepatu dalam jarak pendek, cocok digunakan ketika bertarung.


Untuk pakaian yang menarik mata pria dan wanita, sudah ada di dalam kamar di Dunia Jiwanya. Dia hanya tinggal pakai saja tanpa perlu membuatnya. Tetapi, dia menjawab bahwa pakaian ini membuat sendiri, dibuat untuk menyesuaikan kondisi ketika berada di alam liar, pakaiannya ini ketika digunakan untuk bertarung juga nyaman.


Pertanyaan tentang asal-usul Kitab Kekuatan Jiwa Semesta dan apa yang terjadi setelah dirinya disambar petir terakhir, dia menjawab bahwa jurus ini didapatkan ketika dirinya terjebak di dalam kehampaan secara tidak sengaja.


Selama di dalam Dunia Jiwanya, dia telah mengingat semuanya sebelum terjadi pembantaian waktu itu. Dia juga telah mengingat dua tugas baru dari gurunya.


Oleh karena itu, sebelum Kaisar Xia meninggalkan Benua Timur, dia telah memata-matai pergerakan targetnya, dan tidak ceroboh seperti dulu yang asal eksekusi. Rencananya, dia akan membuat Paviliun Bunga Kematian menjadi dalang atas kematian Kaisar Xia.


Dia juga ingin membuat musuhnya ini merasakan siksaan sebelum ajal menjemput sebagai ganti kekejaman mereka. Dan, racun Naga Hitam cocok untuk menyiksa musuh. Oleh karena itu, dia dengan tidak segera membunuh targetnya, menyiksa lebih menyenangkan daripada langsung eksekusi.


"Skill ini harus Anda gunakan sebijak mungkin agar tidak mengundang perhatian pihak yang iri hati. Skill ini sangat hebat!" peringatan dari Bai Guan yang tertuju kepada Cao Tian Jun.

__ADS_1


Bai Guan memanggil "Anda" kepada Cao Tian Jun karena kekuatannya lebih rendah dari muridnya ini. Dengan kekuatan Cao Tian Jun saat ini, dia bisa menjadi pelindung akademi, bahkan menjadi kaisar di Benua Timur.


"Jangan khawatir, Guru! Skill ini hanya saya yang bisa menggunakannya. Jika direbut dengan paksa oleh pihak lain, skill ini akan kembali ke dalam kehampaan!" Cao Tian Jun menyakinkan Bai Guan agar tidak khawatir.


Kitab Kekuatan Jiwa Semesta memiliki prasyarat yang sangat tinggi dan berat untuk bisa menggunakannya. Syarat utama, harus memiliki Kekuatan Jiwa tingkat Danau tahap rendah. Berendam di dalam cairan emas murni panas selama 100 hari 100 malam, syarat ini sebagai ganti dari 4 Artefak Alami.


Setelah itu berhasil, maka syarat lainnya harus memiliki Cincin Roh Dewa tiga warna. Syarat-syarat itu jelas sulit dipenuhi oleh siapapun, bahkan seorang dewa akan kesulitan untuk memenuhi syaratnya.


Cao Tian Jun bisa dengan mudah menggunakan Kitab Kekuatan Jiwa Semesta karena dirinya sendiri adalah Dewa Binatang Yang Abadi. Sayangnya, dia tidak mengingat masa lalu sebagai seorang Dewa Abadi.


"Bisakah kita mempelajarinya?" tanya Chu Sying yang semenjak tadi selalu duduk dipangkuan Cao Tian Jun.


Pemimpin akademi Chu Xing-fu geleng-geleng kepala melihat putrinya ini jinak ditangan Cao Tian Jun. Tetapi dihatinya, dia senang memiliki menantu hebat.


"Saya tahu Anda tidak akan ceroboh seperti dulu! Karena Anda dianggap telah tewas oleh banyak orang, untuk sementara ini Anda jangan dulu menunjukkan diri kepada siapapun. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika orang yang tidak suka terhadap Anda!" saran Bai Guan yang tidak ingin Cao Tian Jun menjadi pusat perhatian banyak orang, ada banyak alasannya.


"Semua orang akan kuberikan peringatan agar tidak membicarakan Anda lagi. Malam ini, anggap saja kita tidak melihat Anda!" imbuh Chu Xing-fu.


"Muridku, Anda harus mengganti jerih payah saya yang terlanjur membuatkan patung!" sahut Guru Senior Dong Jian.


Semua orang langsung melotot melihat Guru Senior Dong Jian. Dong Jian tersenyum kecut karena ucapannya hanya bercanda saja, tidak ada keinginan untuk meminta ganti biaya.


Semua orang tertawa karena ucapan Chu Sying. Mereka juga ingin menilai hasil tempaan Guru Senior Dong Jian yang bisa dikatakan bukan patung Cao Tian Jun, yang sama hanya rambut dan badan. Untuk wajah dan yang lainnya, jauh beda dengan aslinya.


"Semuanya, kembali waspada terhadap serangan binatang laut!" perintah Bai Guan yang ingat bahwa perjalanan ini masih berada di wilayah Laut Besar.


"Saudara, pil pemberianmu telah habis! Apakah tidak ada lagi?" pinta Wang Lee sebelum keluar dari kapal angkasa milik Ratu Ao Zhen Juan.


Berkat Pil Kultivasi pemberian Cao Tian Jun, dia telah naik satu tingkat dalam waktu singkat. Setelah kepergian Cao Tian Jun dari Kota Wang, dia tidak pernah keluar dari kamar hanya untuk meningkatkan kekuatannya.


"Minta pemukulan?!" sahut Wang Mei sambil mengelus kepalan tangannya yang seakan-akan siap memukul Wang Lee.


"Kan aku hanya bertanya!" alasan Wang Lee dan buru-buru keluar karena takut dengan kakak perempuannya ini.


Semua orang keluar dari ruang tamu di dalam kapal angkasa. Tersisa Cao Tian Jun dan semua wanita yang dicintainya. Dia melihat wajah-wajah kekasihnya ini. Dia ingat betul ketika pembantai malam itu sebelum waktu berulang.


"Aku pasti melindungi kalian dengan nyawaku, apapun caranya!" tekad Cao Tian Jun kepada semua wanitanya.


Semua wanita keheranan karena ucapannya yang begitu serius. Tetapi, ucapannya membuat hati mereka menjadi terharu. Semenjak Cao Tian Jun dianggap telah tewas, mereka justru menyesal karena tidak bisa melindungi kekasihnya ini.

__ADS_1


"Justru kami yang harus melindungimu!" ucap Xia Junsu, dia mengatakan kami karena tidak ingin identitasnya sebagai seorang ibu dari Cao Tian Jun terbongkar.


Cao Tian Jun menatap wajah Senior Junsu. Perasaannya terhadap wanita ini lebih dari semua kekasihnya, seakan-akan ada ikatan jiwa diantara mereka jauh sebelum bertemu.


"Malam ini, kalian harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin sebelum tiba di Mystical Beast Mountain. Sebelum itu ...."


Cao Tian Jun mengeluarkan banyak cincin yang sangat menarik, terbuat dari emas dan perak. Terdapat ukiran Burung Elang berwarna emas membawa pedang. Di ujung gagang pedang itu terdapat berlian hitam, tepat berada di dada Burung Elang Emas.


Cincin itu adalah Winged Golden Armor Ring (cincin zirah emas bersayap). Cao Tian Jun tidak membuat cincin itu, melainkan Dewa Binatang yang membuatnya. Dia menemukan cincin itu saat menjelajahi Gedung Smelting di dalam Dunia Jiwanya.


Cincin ini akan melindungi si pemiliknya dengan zirah perang bersayap. Ketika digunakan untuk bertarung, mampu melawan musuh yang lebih kuat 4 level. Tahan terhadap serangan musuh yang lebih kuat. Cincin ini bisa dihancurkan oleh kekuatan di atas tingkat Half Super Omega.


Jika cincin ini direbut oleh pihak luar, maka cincin ini akan hancur dengan sendiri. Cincin ini juga alat penyelamat. Ketika nyawa akan terancam, secara otomatis akan memasukkan mereka ke dalam Dunia Jiwanya, asal tidak jauh dari Cao Tian Jun.


Jarak maksimal dari posisi Cao Tian tidak lebih dari 100 km. Lebih dari itu jaraknya, maka fungsi penyelamat tidak berfungsi. Tetapi, cincin ini tetap bisa melindungi si pemilik asal kekuatan lawan tidak lebih dari tingkat Half Super Omega.


Cincin ini bukan berarti si pemiliknya dengan bebas keluar masuk ke dalam Dunia Jiwanya, hanya kehendak Cao Tian Jun yang mengizinkan mereka bisa bebas mengakses Dunia Jiwanya.


Cincin ini dikategorikan sebagai Artefak Bintang 5 tahap puncak. Kini, Cao Tian Jun tidak lagi kebingungan untuk mendapatkan Artefak Bintang, di Dunia Jiwanya telah menyediakan apapun yang diinginkannya.


Cao Tian Jun terlebih dahulu menjelaskan kelebihan dari Winged Golden Armor Ring ini kepada semua kekasihnya. Semua wanita tercengang karena tidak menyangka Cao Tian Jun memiliki benda yang sangat berharga di Continent Twins Moon.


Akan tetapi, semua wanita menjadi ketakutan dengan cincin itu, sebab Cao Tian Jun menjelaskan bahwa Winged Golden Armor Ring bisa meledakkan tubuh si pemilik, jika ada sedikit niatan untuk berkhianat dan membongkar rahasia, secara sengaja maupun tidak.


Tidak mungkin mereka berani berkhianat kepada Cao Tian Jun, tetapi bisa saja keceplosan berbicara rahasianya kepada orang lain. Masalah keceplosan ini yang ditakutkan oleh mereka. Tentang kesetiaan, sebagai seorang wanita mereka bisa dipercayai.


"... Jika kalian mau, aku bisa berikan cincin ini. Hanya itu permintaanku, setia dan tidak mengkhianati diriku! Pikiran dulu sebentar mengiyakan!" permintaan Cao Tian Jun setelah menjelaskan panjang lebar tentang Winged Golden Armor Ring.


"Cepat berikan!" pinta Chu Sying sambil berusaha merebut Winged Golden Armor Ring dari tangan Cao Tian Jun, dia tidak berpikir panjang tentang konsekuensinya.


"Apa sudah dipikirkan baik-baik?" tanya Cao Tian Jun sambil menghindari tangan kanan Chu Sying yang ingin merebut cincinnya.


"Percayalah, aku bersumpah untuk selalu setia dan tidak berkhianat!" ucap Chu Sying yang telah sepenuhnya menyerahkan jiwa raganya kepada Cao Tian Jun, dia kelelahan karena tidak mampu merebut cincin itu.


"Ulurkan jari tengah!" pinta Cao Tian Jun.


Chu Sying segera menyodorkan jari tangan kanannya dengan wajah berseri-seri, dia memiliki Cincin Ikatan Hati saja sudah senang, apalagi diberi lagi cincin yang lebih bagus dan hebat.


Chu Sying segera mencium bibir Cao Tian Jun sebagai bentuk rasa cintanya. Semua wanita melihatnya jelas iri. Mereka pun tidak mau kalah dari Chu Sying, dan menjulur telapak tangan kanannya ke arah Cao Tian Jun.

__ADS_1


Xia Junsu memikirkan tawaran Cao Tian Jun. Dan memutuskan untuk menjadi bagian dari keluarga besar putranya. Dengan selalu bersama dengan putranya, dia bisa lebih bahagia dan aman. Untuk masalah yang lain seperti hubungan intim, dia bisa mencari alasan lain untuk menolaknya. Dia juga menyodorkan tangan kanannya dengan tersenyum bahagia...


__ADS_2