8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Ular Giok Kuning.


__ADS_3

Bab 29. Ular Giok Kuning.


Cao Tian Jun yang tidak keluar-keluar dari gua kecil, membuat semua orang kesal karena bosan menunggu. Akhirnya, Guru Senior Zhan Bowen yang tidak enak hati dengan tatapan para guru dari pusat, berinsiatif untuk memasuki gua untuk melihat apa yang sedang dilakukan muridnya.


Fang Yin yang melihatnya segera mengikuti, dan disusul oleh Chu Sying serta Tim Phoenix. Guru Junior Chu Sying Chun juga tidak ketinggalan. Dan akhirnya, semua orang pun mengikuti karena ingin tahu.


Cao Tian Jun yang merasakan aura Guru Senior Zhan Bowen dan banyak orang berdatangan, segera menyimpang Batu Formasi yang telah dipotong. Yan Yan juga merasakannya, dan segera berubah wujud menjadi kalung berlian.


Setelah menyimpan Batu Formasi kualitas tinggi, Cao Tian Jun berpura-pura mengagumi kekayaan alam di dalam gua, dengan melihat batu marmer yang tembus pandang.


Guru Senior Zhan Bowen langsung membuka mulutnya ketika melihat gua banyak bebatuan yang berharga, dia sampai tidak bisa berkata-kata. Fang Yin yang melihat kekayaan wilayah Desa Bunga tidak terkejut, ia menghampiri Cao Tian Jun yang sedang melihat ke atap gua.


"Ucapanmu telah terbukti. Dengan penemuanmu ini, kamu menjadi orang yang telah berjasa besar bagi Desa Bunga dan juga Kekaisaran Xia," ucap Fang Yin sambil ikut melihat pemandangan batu marmer yang dilewati air.


Dengan ada penambangan Batu Formasi dan marmer, sudah dipastikan akan membuat kehidupan penduduk Desa Bunga menjadi makmur, demikian juga dengan Kekaisaran Xia sebagai penguasanya.


Chu Sying buru-buru menghampiri Cao Tian Jun, ia spontan memeluk Cao Tian Jun dari belakang karena kagum. Tim Phoenix dan Guru Junior Chu Sying Chun mengerumuni Cao Tian Jun dan terlontar banyak pujian.


"Sudahkah kalian semua memercayaiku?" tanya Cao Tian Jun kepada semua orang yang sempat mencibirnya.


Semua orang yang tadinya tidak mempercayai ucapan Cao Tian Jun menjadi malu, dan tidak ada yang berkomentar maupun menjawab. Berbeda dengan Guru Senior Dong Jian yang tertawa bahagia dengan jasa Cao Tian Jun.


"Hari ini dan seterusnya, namamu sebagai penemu tempat ini akan tercatat di Akademi Merpati Putih dan juga di pustaka Kekaisaran Xia. Kamu juga telah berjasa besar meninggikan nama akademi kita!" pujian Guru Senior Dong Jian sambil menepuk-nepuk bahu Cao Tian Jun.


Taois Yuma membelai jenggotnya sambil tersenyum, dia melihat Cao Tian Jun memiliki potensi masa depan yang tidak terbatas, dan berencana untuk merekrutnya agar bergabung dengan Kuil Atas Awan.


"Aku pasti akan ceritakan hal ini kepada pimpinan tertinggi Kuil Atas Awan. Para Guru Besar pasti menginginkan dia!" batin Taois Yuma.


"Anak Muda, terima kasih telah membantu kehidupan penduduk Desa Bunga! Dengan adanya tempat ini, secara tidak langsung akan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Saya dan mewakili penduduk desa sekali lagi berterima kasih!" Tabib Tao tanpa malu untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Cao Tian Jun dengan menyatukan dua kepalan tangannya sebagai penghormatan.


Cao Tian Jun membalas dengan menyatukan dua kepalan tangan tanpa mengucapkan sepatah kata, sebab dia belum mengetahui bagaimana cara bersosialisasi dengan benar.


Kemudian, Chen Taoran, Tabib Tao dan semua orang penting berdiskusi mengenai penemuan sumber daya alam. Salah satu guru diperintahkan untuk melaporkan kepada Kaisar Xia tentang hal ini, dan sekaligus untuk melaporkan ke Akademi Merpati Putih pusat.


Dengan melimpahnya Batu Formasi, maka rencana untuk membuat Formasi Perlindungan tidak ada kendala lagi. Tinggal waktu untuk menambang dan juga mengukir pola-pola Formasi Array di Batu Formasi.


Para pria penduduk Desa Bunga segera mengambil alat penambangan, mulai hari ini mereka mulai bekerja tanpa khawatir lagi. Sebelumnya, pekerjaan mereka berburu, bertani dan juga sebagai pengusaha wisma untuk tempat tinggal bagi para pelancong.


Akan tetapi, pekerjaan mereka sebelumnya sering kali gagal karena serangan binatang mistik, dan tamu juga tidak bisa dipastikan akan memilih wisma yang mana.

__ADS_1


Cao Tian Jun juga ikut menambang, bahkan Tim Phoenix sebagai wanita tidak ketinggalan untuk mendapatkan Batu Formasi. Fang Yin hanya mengikuti Cao Tian Jun, tapi dia tidak ada keinginan untuk memiliki Batu Formasi.


Hanya Cao Tian Jun dan timnya yang diperbolehkan untuk menambang, sebab sebagian penemunya. Sedangkan para guru dan murid dibatasi oleh Chen Taoran, sebab masih belum mendapatkan perintah dari pusat pemerintahan.


Setelah kantong spasial milik Tim Phoenix terisi penuh, Cao Tian Jun mengajak mereka keluar dari gua. Dia dan Tim Phoenix bisa dikatakan sebagai murid terkaya saat ini, dan kemungkinan besar murid terkaya di Benua Timur karena memiliki banyak Batu Formasi.


Namun, sebelum Cao Tian Jun keluar...


"Arghh...!!"


Tiba-tiba terdengar suara salah satu penduduk berteriak kesakitan. Teriak itu mengejutkan semua orang yang sedang sibuk-sibuknya. Dari sudut ujung gua semua mata melihat orang yang berteriak terlilit seekor ular bermata tiga; dua mata di samping kanan dan kiri, satu mata sedikit lebih besar berada di tengahnya.


Ukurannya sebesar dua kalinya orang dewasa, berwarna kuning seperti batu marmer. Di kepala ular itu terdapat sepasang sayap yang berada di belakang matanya, dan juga ada sayap di bagian tubuhnya, memiliki empat cakar yang tajam. Dan itu adalah Ular Banjir yang dikenal dengan sebutan Ular Giok Kuning, jenis Ular yang akan menjadi Naga.


"Itu... Itu Ular Giok Kuning!" Tabib Tao terbata-bata karena mengetahui jenis ular itu yang sangat ganas.


Tabib Tao dan semua orang melihat ular tersebut menelan bulat-bulat penduduk yang berteriak. Setelah itu Ular Giok Kuning menatap semua orang, tampaknya masih belum puas setelah memakan satu orang.


"Semuanya cepat keluar dari sini!!" teriak Chen Taoran.


Para penduduk, murid dan Guru Junior buru-buru keluar. Sedangkan Chen Taoran, Taois Yuma dan Guru Senior menghadapi Ular Giok Kuning. Akan tetapi, Ular Giok Kuning mengayunkan ekornya dengan sangat cepat untuk memblokir pintu keluar.


Cao Tian Jun dan timnya juga ikut keluar, dia sebenarnya ingin sekali membantu untuk mengalahkan Ular Giok Kuning. Berhubung tempat yang tidak memungkinkan untuk mengeluarkan Tubuh Replika, dia hanya berharap para Guru Senior mampu mengatasi Ular Giok Kuning.


Akhirnya penduduk, murid dan Guru Junior telah berhasil keluar dari gua. Sesampainya di luar, mereka terus-menerus mendengar suara ledakan energi spiritual. Pertarungan para Guru Senior dan Ular Giok Kuning sangatlah sengit.


Cao Tian Jun dengan Mata Surgawi bisa melihat pertarungan mereka, di mana Ular Giok Kuning tidak sedikit kewalahan menghadapi para Guru Senior. Namun, entah kenapa tiba-tiba Ular Giok Kuning berniat untuk kabur melalui pintu lain yang tidak diketahui olehnya.


Pintu keluar itu adalah tempat persembunyian Ular Giok Kuning. Para Guru Senior mengejarnya, akan tetapi terhenti saat jalur kabur tiba-tiba runtuh.


Hanya Cao Tian Jun yang tahu kemana pelarian Ular Giok Kuning, dan jalur pelariannya menuju ke Black Dessert. Dia menduga jika Ular Giok Kuning adalah utusan dari Ratu Ular Surgawi.


Yang menjadi pertanyaan Cao Tian Jun dan semua orang, sudah berapa lama Ular Giok Kuning berada di dalam gua?


Setelah tidak berhasil membunuh Ular Giok Kuning, para Guru Senior keluar dari gua. Saat keluar, semua orang melihat mereka dengan wajah yang kesal dan juga berantakan.


"Untuk sementara, gua ini jangan dimasukin dulu sampai benar-benar aman. Terpenting kita sudah memiliki Batu Formasi. Gua ini boleh ditambang kembali setelah penjaga dari Kekaisaran Xia datang, itu akan membuat keamanan lebih terjamin," kata Chen Taoran yang membuat pengaturan untuk semua orang.


Kemudian, Tabib Tao dan para penduduk menutup pintu masuk gua dengan pohon yang dicabut oleh Cao Tian Jun. Agar lebih aman, beberapa batu besar juga digunakan sebagai penutupnya.

__ADS_1


Semua orang kembali ke Desa Bunga, hanya beberapa Guru Senior yang menjaga gua, dan akan berganti dengan guru lainnya...


Saat ini, Cao Tian Jun berada di dek kapal angkasa sambil melihat para ahli Formasi Array membuat Formasi Perlindungan. Fang Yin merasakan perubahan sikap Cao Tian Jun yang diam saja semenjak keluar dari gua, biasanya selalu banyak bertanya.


Karena ingin tahu apa yang dipikirkan oleh Cao Tian Jun, Fang Yin bertanya, "kenapa kamu jadi diam? Apakah kejadian sesaat lalu membuatmu syok?"


Cao Tian Jun menggelengkan kepalanya. Dia melihat Chu Sying dan Tim Phoenix menghampiri setelah berdiskusi dengan Guru Senior Zhan Bowen. Lalu dia balik bertanya, "apakah kamu pernah bertemu dengan penguasa Black Dessert?"


Pertanyaannya, membuat perhatian Tim Phoenix dengan melihatnya.


"Jarang ada orang yang melihatnya... Konon katanya, hanya Suku Ular saja yang melihatnya, terutama lima Kepala Suku yang sering menemuinya!" sahut Chu Sying sebelum Fang Yin menjawab, ia mendengar pertanyaan Cao Tian Jun dengan jelas.


Apa yang dikatakan oleh Chu Sying memang benar, Ratu Ular Surgawi tidak akan menunjukkan diri kepada manusia. Akan tetapi, sekali menunjukkan diri, maka banyak manusia yang akan mati.


Fang Yin pun bercerita tentang masa lalu, di mana dulu pernah terjadi pertarungan besar antara Ratu Ular Surgawi dengan seorang pria yang dijuluki Dewa Pedang, dan pertarungan itu dimenangkan oleh Ratu Ular Surgawi dengan telak. Semenjak Dewa Pedang kalah, sosoknya tidak lagi terlihat di Benua Timur.


Ada yang mengatakan jika Dewa Pedang terluka parah sehingga mati di tempat lain. Ada pula yang mengatakan jika Dewa Pedang menjadi pengabdi Ratu Ular Surgawi setelah dikalahkan.


Pertarungan mereka dikarenakan merebutkan Buah Suci yang sangatlah langka, dan Buah Suci itu terlahir di Black Dessert. Karena Black Dessert adalah kekuasaan Ratu Ular Surgawi, jelas tidak akan membiarkan Buah Suci diperoleh pihak lain.


"Ular Giok Kuning... Bagaimana kisahnya?" tanya Cao Tian Jun dengan antusias, dia senang mendengar kisah-kisah heroik, dan juga ingin tahu hubungan Ular Giok Kuning dengan penguasa Black Dessert.


Tim Phoenix mengikut Cao Tian Jun yang duduk di ubin dek kapal. Kemudian, Guru Junior Chu Sying Chun yang kini bercerita.


Ular Giok Kuning adalah salah satu jenderal Ratu Ular Surgawi, dan juga sebagai mata-mata sebelum menyerang target. Konon ceritanya, saat Ular Giok Kuning masih kecil, dia diselamatkan oleh Ratu Ular Surgawi dari perburuan manusia. Semenjak itu, Ular Giok Kuning menjadi jenderal karena memiliki kemampuan yang unik.


"... Oleh karena itu, meskipun para Guru Senior bergabung melawan Ular Giok Kuning, mereka tidak mampu mengalahkannya karena perbedaan kekuatan." Guru Junior Chu Sying Chun selesai bercerita.


Cao Tian Jun mengangguk sebagai jawaban. Akhirnya dia tahu hubungan Ular Giok Kuning dan Ratu Ular Surgawi. Tidak heran jika Ular Giok Kuning menuju ke Black Dessert.


"Satu hal yang menjadi pertanyaanku di hati, jika Ular Giok Kuning mampu mengalahkan para guru, kenapa harus melarikan diri?" tanya Cao Tian Jun.


Sayangnya, Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix tidak ada yang tahu. Tapi, Fang Yin terlihat mengetahuinya, namun enggan untuk berbicara.


Tanpa diketahui siapapun, Fang Yin berkomunikasi telepati dengan pengawalnya yang bersembunyi, dia memerintahkan untuk menyelidiki hal ini.


"Paman, coba cari tahu tujuan Ular Giok Kuning."


"Baik, Nona Muda." Jawab pengawal Fang Yin, dia segera menuju ke wilayah Black Dessert.

__ADS_1


__ADS_2