8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Masalah Baru.


__ADS_3

Bab 89. Masalah Baru.


Panglima Perang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Cao Tian Jun, sebab mereka jauh dari tambang utama. Dia bertarung dengan sengit melawan Ratu Laba-laba, dan berhasil melukai lawannya dengan parah.


Sebelum menebas leher Ratu Laba-laba, tiba-tiba senjata rahasia di bahu musuhnya menyerang. Untung saja Panglima Perang segera mundur sehingga tidak tertusuk senjata rahasia lawan yang beracun.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ratu Laba-laba untuk kabur ke dalam hutan. Agar Panglima Perang tidak mengejarnya, Ratu Laba-laba menyebarkan jaring yang beracun disetiap jalan kaburnya.


Panglima Perang tidak mengejar Ratu Laba-laba karena terhalangi jaring beracun, dia segera terbang kembali ke tambang utama. Sesampainya di tambang, dia tidak menemukan keberadaan Cao Tian Jun.


Kemudian, dia melihat kabut hitam yang menggumpal melayang di udara. Secara perlahan, kabut hitam itu turun dan berhenti ketika berada di tanah.


Karena penasaran, Panglima perang mendekati kabut hitam itu, tapi tubuhnya seketika terpental dan menabrak pepohonan. Dia batuk darah dan melihat dadanya seperti terkena pukulan, menjadi lebam kehitaman dan terasa panas.


"Mengerikan!" gumamnya dan menjauhi kabut hitam yang perlahan meluas.


"Apakah Yang Mulia ada di dalamnya dan sedang bertarung dengan The King Of Dark Matter?" tebakan panglima perang dengan kekhawatiran, dia tidak pergi dan menunggu tetapi menjaga jarak dari kabut hitam.


Di dalam kabut hitam, Cao Tian Jun yang dirasuki oleh The King Of Dark Matter, segera memblokir jaringan tubuh vitalnya, hanya membuka bagian tubuh yang mengarah ke dantian-nya.


Awalnya, Tian Sun tersenyum penuh kemenangan karena merasa berhasil merasuki tubuh lawan, namun senyumannya seketika menguap saat energi kabut hitam miliknya makin berkurang, dan mengakibatkan kekuatannya melemah.


"Apa yang kau lakukan, bajingan cilik?!" bentak Tian Sun yang berusaha melepaskan diri.


Dengan nada tenang, Cao Tian Jun menjawab, "menerima nasib! Bukankah kau ingin menguasai tubuhku?"


Sebelum Tian Sun menjawab, terdengar di benaknya suara dari utusan Dark Matter, dia berkata, "biarkan dia menyerap energi Dark Matter sampai kekuatanmu turun hingga ke tingkat Crossing Tribulation. Ini perintah tuanku!"


The King Dark Matter terkejut atas perintah Dark Matter, dia jelas tidak mau kehilangan kekuatan yang telah susah payah dicapainya selama ini. Ya, walaupun sebagian besar didapatkan dari utusan Dark Matter.


Karena keraguan Tian Sun, utusan Dark Matter kembali berbicara, "jangan khawatir! Tuanku akan memberikan energi yang lebih murni dan membuatmu mencapai kekuatan tertinggi dengan cepat. Ini juga untuk membuang energi yang kamu serap sebelumnya, energi yang tidak murni!"


Sebelum mengikat kontrak dengan utusan Dark Matter, Tian Sun telah menyerap energi alam disekitarnya yang tidak murni, dan bersinggungan dengan energi kabut hitam.


Oleh karena itu, walaupun kekuatannya setara dengan Cao Tian Jun, dia tidak mampu mengalahkannya, padahal memiliki kemampuan Dark Matter.


Setelah mendengarkan penjelasan utusan Dark Matter, Tian Sun masih ragu-ragu, namun perkataannya memang benar. Selain itu, tidak mungkin utusan Dark Matter berbohong karena mereka telah terikat dengan kontrak jiwa.


"Jika aku lemah, bagaimana caranya kabur?" tanya Tian Sun yang memikirkan keselamatannya.


"Itu mudah! Tuanku akan menyelamatkanmu karena ingin bertemu. Saat bertemu, kamu jangan banyak bicara maupun bertanya, diam saja dan dengarkan perkataan beliau " jawab utusan dari Matter sesuai dengan perintah.

__ADS_1


Seketika keraguan Tian Sun menghilang, dia sangat antusias untuk bertemu dengan penguasa seluruh alam semesta, penguasa yang sebenarnya.


Tiba-tiba, Tian Sun merasakan kekuatan, kekuatan lain yang memasuki tubuhnya. Kekuatan itu tidak untuk bertarung, melainkan kekuatan untuk bertahan hidup.


Cao Tian Jun jelas tidak mengetahui pembicaraan antara Tian Sun dan utusan Dark Matter, dia fokus menyerap energi kabut hitam. Dia mengunci kedua alisnya karena dantian-nya penuh dengan energi kabut hitam. Anehnya, dia tidak segera menerobos.


"Apa aku mengalami kemacetan kultivasi?" batin Cao Tian Jun yang tidak pernah mengalami hal seperti ini.


Tapi, dia teringat akan pengajaran gurunya, di mana seseorang mengalami kemacetan dalam kultivasinya memiliki dua ciri, pertama, dantian tidak mampu menyerap energi spiritual, itu dikarenakan ada titik-titik akupuntur yang tersumbat sehingga menutup jalur masuk energi.


Untuk mengatasi permasalahan ini, maka titik-titik akupuntur harus dibuka, dan Cao Tian Jun telah membuka semua titik akupuntur. Jadi, ini bukan penyebab diri tidak segera menerobos.


Kedua, dantian penuh tapi tidak segera menerobos, itu dikarenakan energi yang diserap tidak murni. Jika dibiarkan dan tetap dipaksakan dengan terus-menerus berkultivasi, maka akan menghambat pertumbuhan. Bahayanya, kultivasi akan menurun seiring berjalannya waktu karena energi yang diserap belum dimurnikan.


Ciri-ciri kedua ini mirip yang dialami oleh Cao Tian Jun. Tapi masalahnya, dia menggunakan Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa dan bukan yang lainnya. Seharusnya tidak menjadi kendala karena menyerap energi kabut hitam.


"Serap sepuasnya sampai kau muntah!!" ucap Tian Sun ketika Cao Tian Jun sedang memikirkan permasalahannya.


Akhirnya, Cao Tian Jun menemukan penyebabnya setelah Tian Sun berbicara, dia menduga jika musuh ini memiliki kemampuan untuk mencegahnya meningkatkan kekuatan.


"Oh...! Jadi ini karena ulahmu?" tebakan Cao Tian Jun dengan nada ketus.


Perkataan musuhnya sangat mencurigakan, membuat Cao Tian Jun berpikir keras karena ingin tahu rencana musuhnya. Awalnya penuh kebencian dan kini tiba-tiba berubah menjadi baik.


Karena tidak ingin mengalami sesuatu hal yang buruk menimpanya, Cao Tian Jun mengalirkan energi kabut hitam ke dalam bola bening milik musuhnya yang diambilnya.


"Ya, begitu... Terus serap kekuatanku!" Tian Sun kegirangan saat merasakan Cao Tian Jun kembali menyerap kekuatannya dengan cepat, lebih cepat dari sebelumnya.


Dengan cepat kekuatan Tian Sun turun hingga ke tingkat Crossing Tribulation level puncak. Anehnya, Cao Tian Jun tetap tidak meningkatkan kekuatan sedikitpun.


Tian Sun tahu jika musuhnya gagal meningkatkan kekuatan, tetapi dia tidak peduli karena ingin bertemu dengan Lord Dark Matter sesegera mungkin.


Tiba-tiba, Tian Sun mendapatkan kekuatan untuk melepaskan diri dari Cao Tian Jun. Secara naluri dia menjauhi musuhnya dan langsung menyerang dengan kekuatan penuh.


Boom...


Cao Tian Jun tidak sempat bereaksi ketika musuhnya berhasil lolos, dan pukulan musuhnya mengenai dadanya. Untung saja, kekuatan lawannya lebih lemah sehingga tidak membuatnya terluka. Setelah menyerang, Tian Sun menghilang.


Sedangkan Panglima Perang yang selalu memperhatikan gumpalan kabut hitam, di mana kabut hitam dengan cepat menghilang. Lalu dia melihat Cao Tian Jun terhuyung-huyung ke belakang sambil memegang dada.


Dia kegirangan melihat Putera Mahkota yang selamat setelah terdengar suara ledakan energi, dia buru-buru menghampiri Cao Tian Jun yang masih memegang dadanya sendiri.

__ADS_1


"Apakah Yang Mulia baik-baik saja?" kekhwatiran Panglima Perang.


"Saya baik-baik saja! Tapi dia lolos lagi!" jawab Cao Tian Jun dengan nada kecewa, tapi dia menyembunyikan masalahnya dari Panglima Perang.


Ada perasaan sedih di hati Panglima Perang karena ancaman belum berakhir. Namun mendengar perkataan Cao Tian Jun, dia menjadi bersemangat.


"Kekuatannya menurun ke tingkat Crossing Tribulation. Kita akan aman untuk sementara waktu. Dengan kekuatannya yang melemah, kita ada waktu untuk berbenah dan memperkuat di segala bidang, terutama meningkatkan kekuatan untuk melawannya. Entah kapan dia akan datang, setidaknya saat itu kita akan lebih siap dalam menghadapinya."


Tiba-tiba Panglima Perang yang bahagia memeluk Cao Tian Jun seperti putranya sendiri, dan dibalas dengan pelukan hangat.


"Maafkan saya, Yang Mulia!" sesal Panglima Perang karena bertindak ceroboh.


Cao Tian Jun tertawa sambil menepuk bahu kiri Panglima Perang. Setelah itu berkata, "tidak masalah. Aku paling suka tidak ada batasan diantara kita. Ayo, kita ke tambang utama untuk memasang Formasi Array."


Kemudian, Cao Tian Jun dan Panglima Perang bergegas menuju ke tambang utama. Mereka berdua segera memendam Batu Formasi Array yang mengelilingi jalur masuk ke dalam tambang. Setelah semuanya selesai, Cao Tian Jun memberikan plat kendali Formasi Perlindungan kepada Panglima Perang.


Kemudian, mereka berdua kembali ke Kerajaan Bintang Laut dengan hati yang gembira. Namun tidak dengan Cao Tian Jun, di mana masalahnya belum teratasi dengan dantian penuh energi kabut hitam, energi ini seperti sebuah penyakit baginya.


Selama perjalanan menuju ke kerajaan, Cao Tian Jun memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini, masalah yang tidak pernah dialaminya, juga gurunya tidak pernah mengajarkan pengetahuan tentang hal ini.


Setibanya di kerajaan, mereka berdua melihat Gerbang Utara dikepung oleh pasukan Kekaisaran dan Kerajaan Sembilan Surga. Tetapi mereka tidak mampu menghancurkan Formasi Perlindungan.


Cao Tian Jun segera menyamar sebagai seorang pria muda berkulit coklat dan dilihat oleh Panglima Perang. Panglima Perang tahu maksud tujuannya untuk menyamar, karena akan mengikuti kompetisi dan tidak ingin memberikan masalah yang tidak perlu, masalah baru yang berimbas kepada akademi dan banyak orang.


"Kita hancurkan armada mereka! Paman jangan menunjuk diri. Katakan saja jika kita ini adalah orang sewaan untuk melindungi kerajaan!" rencana Cao Tian Jun dan di anggukan kepala oleh Panglima Perang.


Setelah mereka berdua menyamar, mereka menyerang kapal angkasa musuh yang memblokir pintu Gerbang Utara...


Sebelumnya kedatangan Cao Tian Jun karena masih berada di dalam tambang utama, jenderal kekaisaran dan Jenderal Mata Elang berinisiatif untuk menyerang Ibu Kota, namun mereka terkejut karena sudah ada Formasi Perlindungan yang melindungi ibukota Kerajaan Bintang Laut, padahal sebelumnya tidak ada.


Ratu Juan, Permaisuri Yuan dan Selir Yi jelas khawatir dengan serangan mendadak disaat-saat Cao Tian Jun tidak ada di tempat. Namun melihat kekuatan Formasi Perlindungan yang kokoh terhadap serangan, membuat mereka menjadi lega.


Kemudian, mereka bertiga dan semua jajaran kerajaan melihat dua orang yang menyerang armada kapal angkasa dari belakang.


Serangan mendadak jelas mengejutkan tiga jenderal itu dan prajuritnya, bahkan membuat panik murid dari Sekolah Surga Kesembilan yang ikut berpartisipasi atas perintah para gurunya.


Kekuatan Cao Tian Jun yang melebihi siapapun, dengan mudah menghancurkan kapal angkasa, dan langsung menargetkan tiga jenderal. Sedangkan Panglima Perang, menghalangi para prajurit yang ingin melindungi ketiga jenderalnya.


Tidak butuh waktu lama, Cao Tian Jun mengalahkan ketiga jenderal seorang diri. Akan tetapi, sebelum Cao Tian Jun membunuh ketiga jenderal itu, mereka kabur dengan menggunakan Giok Teleportasi.


Dengan kaburnya ketiga jenderal itu, membuat pasukannya panik karena tidak memiliki seorang pimpinan. Semua prajurit melarikan diri ke segala arah sebelum terbunuh, demikian dengan para guru yang menyelamatkan muridnya sebelum dibantai oleh Panglima Perang.

__ADS_1


__ADS_2