
Bab 178. Kekaisaran Yao.
Rombongan Patriark Fang akhirnya tiba di wilayah Klan Fang. Mereka disambut oleh banyak orang yang sudah menantikan kedatangan pemimpinnya. Namun, melihat raut wajah Patriark Fang dan rombongannya yang terlihat tegang dan serius, mereka menduga bahwa telah terjadi sesuatu.
Setelah itu, mereka yang menyambut Patriark Fang, melihat dua orang ditandu, satu pria dengan wajah pucat, dan satu wanita yang terlihat dengan jelas terluka parah.
Melihat wajah Long Yung pemimpin perampok Taring Serigala, semua orang jelas mengenalinya. Bermunculan pikiran liar yang menerka-nerka apa yang sudah terjadi kepada kedua orang itu.
Setelah menurunkan Patriark Fang dan keluarganya, kapal angkasa milik Akademi Sihir Yin Yang segera menuju ke tempatnya. Perburuan di Mystical Beast Mountain, merupakan berkah terbesar sepanjang sejarah akademi, yang mana mendapatkan untung besar karena Tian Jun...
Tian Jun dibaringkan di dalam kamar milik Fang Yin, dan itu juga atas permintaan Fang Yin. Sedangkan Long Yung putri dari Raja Long, ditempatkan di kamar rawat dan segera ditangani oleh tabib Klan Fang.
Karena Long Yung putri seorang raja, Patriark Fang berinisiatif untuk memberitakan berita ini kepada keluarga besar Long. Jika Long Yung bukan putri Raja Long, kemungkinan besar Patriark Fang sudah menyerahkannya kepada pihak berwenang untuk dihukum.
Walaupun Tian Jun tidak terluka, kondisinya seperti ini membuat semua kekasihnya panik. Mereka tidak menduga sedikitpun jika Tian Jun memiliki kekuatan tersembunyi yang sangat mengerikan. Kekuatan yang ditunjukkan sewaktu di Pulau Paus Biru, sudah dianggap luar biasa hebatnya, namun ternyata masih memiliki kekuatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Mengingat kejadian ketika Long Yung menyerang, Mu Bingyun seakan-akan hari ini akan meninggalkan Tian Jun untuk selamanya. Namun, Winged Golden Armor Ring yang belum pernah diuji untuk melawan musuh lebih kuat, ternyata sanggup menahan serangan setingkat Half Alfa.
Walaupun Mu Bingyun tidak sedikitpun terluka, serangan Long Yung masih saja membuat dadanya terasa panas akibat benturan energi dan tekanan zirah perang bersayap yang melindunginya.
Tabib Klan Fang segera menangani Tian Jun. Setelah beberapa saat pemeriksaan, ia berkata dengan nada tenang, "dia baik-baik, hanya kehabisan energi spiritual! Dengan bantuan Pil Pemulih Energi dan beristirahat selama beberapa hari, dia akan sepenuhnya pulih. Bagaimana kejadiannya sehingga Putri Yung dan Tuan Muda Jun seperti ini?"
Yin Jiazhen segera menceritakan mewakili Tim Phoenix. Sedangkan Xia Junsu segera memasukkan tiga butir Pil Pemulih Energi ke dalam mulut putranya. Dengan bantuan dorongan energi, pil itu segera masuk ke dalam dantian.
Setelah beberapa saat, wajah Tian Jun yang pucat berangsur-angsur membaik. Dia perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya. Ia mengembangkan senyuman hangat melihat semua kekasihnya baik-baik saja.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Xia Junsu, ia sudah tiga kali ini dibuat oleh putranya sangat khawatir, terutama sewaktu di Pegunungan Lima Jari yang dikiranya telah tewas.
"Baik-baik saja! Tapi, aku butuh memulihkan energi Kekuatan Jiwa, dengan cara berkultivasi ganda!" jawab Tian Jun dengan suara lirih karena masih ada tabib klan.
Xia Junsu cemberut sambil mencubit lengan kanan putranya. Dia yang sangat khawatir dengan kondisi putranya, tetapi setelah siuman sudah meminta hal yang sudah sering dilakukan. Ia tidak habis pikir, bagaimana putrinya memiliki stamina yang tidak ada habis-habisnya saat melayani Tim Phoenix, hal yang membuat heran, kagum serta ingin mengetahuinya.
"Ayo, kita masuk!" ajak Chu Sying yang tidak sabar ingin membantu Tian Jun, tetapi sebenarnya dia menjadi kecanduan berhubungan badan dengan kekasihnya.
Tabib klan segera keluar sambil tersenyum melihat tingkah Fang Yin yang cemburu. Setelah tidak ada orang lain di kamar, Tian Jun membawa semua kekasihnya ke dalam Dunia Jiwanya untuk berkultivasi ganda.
Hanya Xia Junsu yang tidak ikut dengan alasan, agar tidak dicurigai oleh keluarga Fang. Dia sebenarnya tidak ingin terpengaruhi saat putranya berkultivasi ganda.
Dia segera menemui Patriark Fang yang sedang bertemu dengan keluarga besar, menceritakan tentang perjalanannya di Mystical Beast Mountain hingga kembali pulang.
__ADS_1
Kedatangan Xia Junsu disambut dengan baik oleh keluarga besar Fang, mereka tahu siapa Xia Junsu. Kebetulan Xia Junsu hadir di pertemuan keluarga, Patriark Fang segera membicarakan tentang pernikahan antara Tian Jun dan Fang Yin. Mereka menentukan hari pernikahan yang baik.
Patriark Fang tahu bahwa putrinya sudah tidak lagi perawan sehingga harus segera dinikahkan sebelum hamil, hal yang sangat dihindari oleh keluarga besar Fang.
Setelah Patriark Fang mengutarakan rencana pernikahan, Xia Junsu berbicara kepada semua orang, "alangkah baiknya Ratu Shima harus mengetahui rencana ini, jangan sampai dia tersinggung! Apalagi Tian Jun sedang menjadi buruan banyak orang karena Stempel Giok Maharaja. Acara pernikahan jangan sampai berubah menjadi acara berkabung!"
Patriark Fang mengangguk paham. Dengan situasi seperti ini, yang mana Tian Jun menjadi incaran banyak orang kuat, pernikahan ini bisa jadi seperti yang dikatakan oleh Xia Junsu. Dengan hadirnya Ratu Shima sebagai istri pertama Tian Jun, maka acara pernikahan akan lebih terjamin keamanannya.
"Atau begini saja, buat dua kali acara pernikahan. Pertama, acara pernikahan yang hanya dihadiri oleh keluarga sendiri dan pemuka adat. Acara pernikahan kedua, baru diadakan secara besar-besaran!" saran Matriark Fang yang bernama Li Xinxin, dia tidak ingin putrinya dicampakkan oleh Tian Jun yang memiliki banyak wanita.
Melihat wajah tampan menantunya, Matriark Fang hampir saja jatuh cinta jika tidak mengingat statusnya. Seandainya dirinya masih sendiri, sudah pasti dengan sukarela mengikuti Tian Jun.
"Itu juga usulan yang baik! Nanti setelah kondisi putraku pulih, aku akan katakan tentang hal ini!" dukungan Xia Junsu yang tahu perasaan besannya.
Kemudian, setelah rencana pernikahan telah disepakati. Xia Junsu undur diri untuk menemui putranya. Baru saja beranjak dari tempat duduknya, salah satu tabib yang merawat Long Yung datang ke ruang pertemuan keluarga dengan tergesa-gesa.
"Putri Yung tidak ada di ruang rawat!" lapor tabib klan.
Patriark Fang dan semua keluarganya segera menuju ke ruang rawat. Setelah tiba, mereka tidak melihat Long Yung, hanya melihat darah segar yang membasahi kasur.
"Gunakan Sihir Pelacak!" perintah Patriark Fang kepada para tetua klan.
Dua tetua klan segera mendekati ranjang yang digunakan oleh Long Yung, lalu mengarahkan tongkat sihir ke ranjang. Tongkat sihir mengeluarkan cahaya yang terfokus pada darah milik Long Yung.
Sha Biming adalah selir Raja Long, dia dikenal dengan sebutan Selir Sha. Selama ini, Selir Sha selalu mengawasi putri semata wayangnya. Saat kejadian di Lembah Ular, dia juga mengetahuinya. Jika dia tidak ikut campur untuk menyelamatkan putrinya, sudah dipastikan serangan bola energi kunang-kunang membunuh putrinya.
Selir Sha juga seorang Penyihir Putih, dengan sihirnya dia menyelamatkan putrinya. Dia sebenarnya ingin segera membawa putrinya, tetapi Li Jiancheng terlebih dahulu mendekat putrinya. Akhirnya, dia menunggu momen saat putrinya dirawat di kediaman Patriark Klan Fang. Ketika tabib klan keluar dari ruang rawat untuk mengambil obat, dia segera mengambil putrinya yang terluka parah.
"Syukurlah jika Selir Sha yang mengambilnya!" ujar Patriark Fang, ia tidak lagi khawatir jika Raja Long dan pihak berwenang meminta pertanggung jawaban atas menghilangnya Long Yung.
Kemudian, semua orang keluar dari ruang rawat dan kembali berkumpul di ruang pertemuan keluarga. Sedangkan Xia Junsu, kembali ke kamar milik Fang Yin...
...****************...
Saat malam hari, di Istana Yao, Kekaisaran Yao.
Leluhur Yao seorang diri keluar dari istananya, dia akan memulai rencana untuk menjadikan semua penduduk Benua Tengah sebagai Pasukan Kegelapan.
Mengetahui bahwa Tian Jun memiliki kekuatan yang mengerikan dari Penyihir Hitam Niao Wushi, Leluhur Yao bertekad untuk memiliki tubuh Tian Jun.
__ADS_1
Selain itu, menurut keterangan Kaisar Yao keturunannya, Tian Jun memiliki banyak Buah Dao yang didapatkan dari Mystical Beast Mountain. Karena targetnya dijaga oleh keluarga besar Fang, dia harus memulai langkah pertama, yaitu membentuk Pasukan Kegelapan yang berasal dari rakyat jelata.
Leluhur Yao tidak ingin menjadikan pasukan Kekaisaran Yao sebagai Pasukan Kegelapan, dikarenakan keturunannya masih harus menguasai Benua Tengah. Tujuannya menjadikan rakyat jelata sebagai pasukannya, hanya untuk dijadikan umpan meriam melemahkan kekuatan lawan.
Setelah berada di pusat pemukiman penduduk, tubuh Leluhur Yao menjadi kabut hitam. Lalu segera masuk ke dalam rumah penduduk. Kabut hitam merasuki tubuh targetnya, dan mereka segera berubah wujud menjadi mayat hidup dengan tubuh menghitam.
Setelah merubah satu keluarga, Leluhur Yao memerintahkan mereka untuk menginfeksi semua penduduk yang berada di sekitarnya. Setelah itu, dia bergegas menuju ke tempat lain dan melakukan hal yang sama.
Lambat laun, wilayah Ibu Kota dan sekitarnya menjadi kacau balau karena kemunculan mayat hidup bertubuh hitam. Para prajurit keamanan kota diam saja melihat penduduk yang diserang oleh mayat hidup, sebab mereka telah diberitahukan bahwa malam ini akan terjadi kekacauan.
Di balkon kamar Istana Yao, Kaisar Yao tampak tidak suka dengan perbuatan leluhurnya yang tidak manusiawi. Dia sudah menolak keinginan Leluhur Yao yang menjadikan rakyat jelata sebagai umpan meriam untuk menguasai kerajaan-kerajaan di Benua Tengah.
Walaupun Kekaisaran Yao merupakan puncak pemerintah tertinggi, tetapi dominasinya tidak mampu menaklukkan para raja yang lebih superior dan kaya. Tetapi, para raja itu tetap patuh kepada penguasa tertinggi, memberikan pajak sebagai kewajiban.
Dengan alasan itu, Kaisar Yao menolak keinginan leluhurnya. Namun, leluhurnya beralasan bahwa sebagai seorang penguasa harus bertindak tegas dan jangan mau berada di bawah mereka. Sebagai penguasa harus mampu mendominasi dalam segala hal.
Karena selalu ditentang oleh Kaisar Yao, Leluhur Yao memutuskan untuk mengambil alih kekuasaan Kekaisaran Yao, dan menjadikan Kaisar Yao sebagai boneka saat berhadapan dengan para pejabat istana.
Kaisar Yao yang kalah kuat dan berpengalaman, jelas hanya bisa mengikuti pengaturan leluhurnya. Yang menjadi pertanyaan besar dan selalu tidak ditanggapi oleh leluhurnya, dia selalu bertanya, bagaimana Leluhur Yao bisa kembali muda dan memiliki kekuatan yang mengerikan.
Tetapi, Leluhur Yao tidak mau menjawab, dia hanya menjawab bahwa kekuatannya berkat pemberian dari Dewa Perusak. Kaisar Yao tidak tahu siapa itu Dewa Perusak, jelas selalu bertanya-tanya. Tapi, mendengar namanya saja sudah pasti dewa itu adalah orang yang ambisius dan kejam.
Dan, Kaisar Yao memutuskan untuk melihat apa yang dilakukan oleh Leluhur Yao yang sifatnya telah berubah total semenjak bangun dari tidur panjangnya.
"Entah, Anda lebih mengerti atau memang bodoh, rakyat adalah kekuatan suatu pemerintahan! Jika Anda jadikan rakyat umpan meriam, bagaimana kelanjutan pemerintah ini?" keluhan Kaisar Yao sembari melihat penduduknya menjadi Pasukan Kegelapan, ia menghela nafas berat dan masuk ke dalam kamarnya.
Dia melihat istrinya yang tertidur pulas setelah melayaninya. Ada rasa bersalah karena tidak bisa menjadi sosok seorang pemimpin yang ditakuti, disegani dan menjadi contoh bagi istri dan anak-anaknya.
Dia pun teringat akan sumpah dari Fang He Mei yang mengutuk keluarga besar Yao, dan kutukan itu terjadi juga karena perbuatan leluhurnya yang tercela.
Semenjak kutukan itu, dominasi Kekaisaran Yao lambat laun menurun. Demikian juga dengan generasi muda dari Dinasti Yao, yang kalah dari generasi muda dari tempat lain di luar Kekaisaran Yao.
Selain merosotnya prestasi generasi muda, generasi tua juga mulai kehilangan taringnya sehingga kerajaan-kerajaan di sekitarnya mulai ikut mengatur hukum kekaisaran. Seperti halnya Kerajaan Sihir, yang lebih kuat, kaya, dan meminta kepada Kaisar Yao untuk tidak terlalu dalam ikut campur dalam urusan pemerintahan kerajaan.
Itu belum termasuk Kerajaan Niao (Angsa), Kerajaan Long, Ming dan Li, mereka lambat laun mengikuti Kerajaan Sihir, lebih kuat dari Kekaisaran Yao. Kondisi seperti ini, membuat Kaisar Yao seperti Singa yang tidak memiliki taring dan cakar, benar-benar tidak berdaya.
Dia bisa bertahan selama ini, berkat dukungan dari Leluhur Yao, selalu menggunakan namanya untuk membuat para raja segan. Jika tidak ada leluhurnya, kemungkinan besar semenjak dulu Kekaisaran Yao sudah digulingkan.
"Stempel Giok Maharaja, hanya itu satu-satunya jalan agar aku kuat, tidak seperti ini lemah dan diremehkan!" tekad Kaisar Yao yang harus segera mendapatkan Stempel Giok Maharaja.
__ADS_1
Lalu dia kembali menuju ke balkon, melihat penduduknya yang berubah menjadi Pasukan Kegelapan. Karena dirinya menjadi lemah, dia berharap leluhurnya bisa menguasai tubuh Cao Tian Jun.
Tidak ada lagi rasa kasihan melihat penduduk karena keinginannya untuk menjadi kuat. Di dalam hatinya, pengaturan dari leluhurnya ternyata tepat.