
Bab 38. Madu Kumbang Api.
Cao Tian Jun dan Yan Yan telah berada di dekat gua Kumbang Api, mereka bersembunyi di balik dedaunan sambil melihat sekitarnya, di mana ada beberapa Kumbang Api jenis kasta prajurit dan kasta pekerja,
Kumbang Api prajurit yang memiliki kepala lebih besar dari Kumbang Api pemburu. Gua itu dijaga oleh Kumbang Api prajurit yang terbang mondar-mandir di depan pintu masuk.
Sedangkan Kumbang Api pekerja ukurannya lebih kecil dari Kumbang Api pemburu, mereka bertugas untuk mencari bunga dan dedaunan, jumlahnya lebih banyak dari Kumbang Api pemburu, tapi mereka tidak berbahaya walaupun memiliki sepasang capit.
"Bagaimana kita bisa masuk?" tanya Yan Yan yang sebenarnya enggan mengikuti Cao Tian Jun, ia tahu bahayanya jika ketahuan koloni Kumbang Api.
"Seperti tadi ...!" jawab Cao Tian Jun sambil mengeluarkan Buah Naga dan membelahnya menjadi dua bagian.
Setelah ditaburi cairan aroma afrodisiak pada Buah Naga, dia melemparkan ke bawah, agak jauh dari pintu masuk ke gua. Yan Yan selalu memperhatikan Cao Tian Jun karena tahu rencananya.
Setelah beberapa saat, aroma afrodisiak tercium Kumbang Api prajurit dan pekerja. Mereka terbang ke arah Buah Naga, dan banyak yang keluar dari gua saat mencium aroma afrodisiak.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Cao Tian Jun dan Yan Yan dengan terbang masuk ke gua. Saat berada di dalam gua, mereka berdua berubah menjadi nyamuk agar tidak terlihat oleh Kumbang Api yang kemungkinan besar masih ada di dalam gua.
Awalnya gua tidak terlalu besar, hanya seukuran orang dewasa. Namun semakin masuk ke dalam, ukuran gua semakin lebar. Selain itu dinding gua dilapisi oleh cairan yang lengket, jika terkena akan kesulitan untuk melepaskan diri. Cairan itu memantulkan cahaya yang berasal dari luar, sehingga terlihat berwarna-warni.
Cao Tian Jun dan Yan Yan yang tahu cairan itu, mereka tidak berani mendekat dinding gua, mereka terbang agak jauh dari atap gua.
Sesampainya di ujung gua, mereka berdua terkejut melihat di dalamnya, dimana terdapat gundukan tanah yang terbuat dari madu yang menggumpal seperti getah. Di atas gundukan getah madu berdiam ratu Kumbang Api, ukurannya lima kali lebih besar dari Kumbang Api prajurit dan pemburu, bisa dikatakan seukuran orang dewasa.
Di pusat gua masih banyak Kumbang Api prajurit, pemburu, dan lebih banyak Kumbang Api pekerja. Sang ratu dilayani oleh Kumbang Api pekerja yang memberikan makan dari saripati bunga dan dedaunan.
Dengan komunikasi telepati, Yan Yan bertanya, "bagaimana kita bisa mendapatkan madu Kumbang Api?"
__ADS_1
Ya, gundukan tanah yang terbuat dari madu itulah yang dicari-cari oleh banyak orang. Di dalamnya terdapat cairan madu Kumbang Api. Untuk mendapatkannya harus melubangi gundukan madu getah, baru bisa mendapatkannya.
Selain kesulitan dalam mendapatkan cairan madu Kumbang Api, kekuatan Kumbang Api prajurit setara dengan kultivator tingkat Earth Immortal. Sedangkan sang ratu Kumbang Api setara dengan kultivator tingkat Supreme Immortal, satu tingkat di bawah Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun tidak segera menjawab, dia memejamkan mata ketika mendapatkan ingatan yang aneh. Dia seakan-akan mampu meningkatkan Teknik Perubahan Wujud menjadi lebih sempurna.
Dikehidupan masa lalunya sebagai seorang Dewa Binatang dan sebelum menjadi Dewa Abadi, dia pernah menciptakan Teknik Perubahan Wujud yang lebih hebat dari milik Yan Yan, tekniknya mampu berubah menjadi atom-atom.
"Apa ini karena andrenalin meningkat sehingga aku bisa menyempurnakan Teknik Perubahan Wujud?" batin Cao Tian Jun yang belum mengingat masa lalunya, dia mengira karena tekanan kondisi saat ini hingga mendapatkan pencerahan dalam Teknik Perubahan Wujud.
Karena penasaran dengan ingatan yang sekilas seperti halusinasi, dia mencoba untuk berubah menjadi wujud angin. Dan, dia pun berubah menjadi angin dalam sejenak mata.
Yan Yan yang berada di dekatnya jelas kaget karena tidak melihat Cao Tian Jun, seperti menghilang tanpa memicu gerakan apapun, bahkan tidak merasakan auranya. Ia berpikir jika Cao Tian Jun menggunakan Teknik Teleportasi.
"Kamu dimana?" panggil Yan Yan yang menggunakan komunikasi telepati.
Sontak Yan Yan kaget, bukan karena dipegang oleh Cao Tian Jun, tapi suaranya sangat dekat dengannya tanpa bisa dilihat. Seketika Yan Yan juga berubah menjadi angin karena dipegang oleh Cao Tian Jun.
Yan Yan melihat tubuhnya yang berubah menjadi angin, ia ingin sekali bertanya jika tidak berada di sarang Kumbang Api. Jadi, ia hanya menyimpan rasa penasaran di hatinya.
"Dengan ini kita bisa mengambil madu Kumbang Api. Sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi," kata Cao Tian Jun sambil melihat gundukan getah madu.
Karena Cao Tian Jun berbicara, Yan Yan yang sudah memiliki banyak pernyataan segera bertanya. Sayangnya, Cao Tian Jun telah melesat ke arah gundukan getah madu sambil memegang dirinya.
Ingin rasanya Yan Yan menghentikan Cao Tian Jun, tapi ia berusaha untuk mempercayai segala tindakannya. Mereka berdua masuk ke dalam gundukan getah madu melalu celah-celah yang berbentuk tabung.
Saat berada di dalam gundukan getah madu, Cao Tian Jun dan Yan Yan melihat cairan madu Kumbang Api yang sangat melimpah.
__ADS_1
"Pegang pakaianku agar kamu tidak terlihat ratu Kumbang Api dan koloninya," kata Cao Tian Jun.
Yan Yan jelas kebingungan, bagaimana caranya dia bisa memegang angin, tapi anehnya bisa melihat diri sendiri dan Cao Tian Jun. Tanpa banyak bicara ia memegang pakaian Cao Tian, dan ternyata bisa karena Cao Tian Jun masih memegangnya.
Setelah itu, Cao Tian Jun mengeluarkan banyak botol giok kosong. Dia mengisi botol giok dengan cairan madu Kumbang Api. Yan Yan yang tahu rasanya madu Kumbang Api, dengan tangan kirinya mengambil madu, ia memasukkan ke dalam mulutnya sendiri.
"Enak sekali ini... Ini asli madu Kumbang Api sebelum dicampur dengan air," kata Yan Yan dan kembali mengambil madu.
Yan Yan pernah mengkonsumsi madu Kumbang Api, tapi yang sudah tercampur. Jelas rasanya beda dengan yang masih murni. Tujuan dicampur dengan air agar madu Kumbang Api bisa diperbanyak, dan itu salah satu trik nakal dari penjual yang ingin mendapatkan keuntungan besar. Selain itu, madu Kumbang Api sangat sulit didapatkan dan juga langka.
Yan Yan seperti kehausan saat meminum madu Kumbang Api, ia selalu mengembangkan senyuman senang setelah meminumnya. Cao Tian Jun juga ikut meminum madu setelah banyak menampung cairan madu Kumbang Api di botol giok.
Sayangnya, ratu Kumbang Api mengetahui jika madunya ada yang mengambilnya, dimana ia merasakan jelas jika cairan madu berkurang sangat banyak. Dengan cepat ratu Kumbang Api memasukkan capitnya untuk mencabik-cabik si pencuri.
"Awas!" teriak Yan Yan saat melihat capit sang ratu Kumbang Api mengarah ke arah mereka.
Cao Tian Jun segera memegang pergelangan tangan Yan Yan, lalu mereka berdua berteleportasi sebelum terkena serangan capit ratu Kumbang Api.
Cao Tian Jun dan Yan Yan muncul di luar gua, tepatnya berada di posisi mereka sebelum masuk ke dalam gua, mereka berdua kembali menjadi wujud aslinya. Setelah itu mereka berdua tertawa puas telah berhasil mendapatkan madu Kumbang Api dalam jumlah besar.
"Kamu hebat! Dengan kemampuanmu, kita bisa menjadi pencuri hebat," kata Yan Yan yang sangat beruntung bisa bersama Cao Tian Jun, dan pilihannya tidak salah.
Cao Tian Jun langsung membantah, dia tidak suka dibilang pencuri, "kita bukan pencuri, tapi memanfaatkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang."
Yan Yan tertawa kecil karena ucapan Cao Tian Jun, sebab apa bedanya dengan pencuri yang juga memanfaatkan sesuatu bukan miliknya.
"Ya, ya, ya... Terserah kamu! Yang pasti kemampuanmu kali ini diluar ekspektasiku, bagaimana kamu melakukannya?" akhirnya Yan Yan tidak bisa memendam rasa penasaran.
__ADS_1
Sebelum Cao Tian Jun menjawab, banyak sekali Kumbang Api berdatangan ke arahnya. Cao Tian Jun segera memegang pinggang ramping Yan Yan, dan segera berteleportasi sejauh mungkin dari Kumbang Api yang terlihat sangat marah.