
Bab 125. Mendapatkan Api Putih.
Kedatangan Leluhur Xia membuat Naga Putih menjadi marah dan meraung-raung keras, dia marah karena Leluhur Xia tidak melakukan tugasnya dengan baik sehingga ada penyusup yang memasuki wilayahnya.
"Kau telah lalai menjaga sarangku! Serang dia!?" bentak Naga Putih yang ternyata bisa berbicara.
Leluhur Xia kebingungan karena tidak ada satupun orang yang memasuki ruangannya. Namun, dia teringat dengan keributan yang dibuat oleh satu boneka wayang. Dia segera mengerti bahwa keributan barusan hanyalah untuk mengalihkan perhatiannya saja.
"Tunggu, berikan aku waktu untuk menjelaskan ...!" pinta Leluhur Xia ketika Lava Monster bergerak menyerangnya.
Namun, Naga Putih tidak menghiraukannya. Mau tidak mau, Leluhur Xia harus mengalahkan Lava Monster yang sudah menyemburkan cairan magma.
Leluhur Xia menghindari semburan Lava Monster, lalu melepaskan pukulan berenergi. Suara ledakan energi ketika pukulannya mengenai Lava Monster terdekat.
Keributan yang terjadi di dasar lantai Pagoda Api Putih jelas dirasakan oleh para penjaga dan semua orang yang berkultivasi. Mereka bergegas menuju ke dunia bawah tanah.
Cao Tian Jun perlahan mengendalikan Cincin Dimensi untuk menjauhi pertarungan antara Leluhur Xia dan Lava Monster. Karena Naga Putih tidak keluar dari sarangnya, dia berinisiatif untuk mendekatinya.
Naga Putih tidak mengetahui jika didekati oleh Cincin Dimensi, sebab dia terfokus kepada Leluhur Xia yang mengalahkan anak buahnya satu per satu.
Lava Monster akhirnya dikalahkan oleh Leluhur Xia karena kalah dalam hal basis kultivasi. Tetapi, sekali lagi Naga Putih memanggil anak buahnya yang lain, yang lebih kuat dari sebelumnya. Dia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Leluhur Xia sebagai bentuk hukuman.
Jauh sebelum Cao Tian Jun terlahir di rahim Xia Junsu, Leluhur Xia mendirikan kekaisaran di tengah Benua Timur dikarenakan menemukan Api Putih yang sangat langka, Api Putih yang bisa memberikan manfaat bagi kultivator pemilik elemen api.
Awalnya, Leluhur Xia berniat untuk mendapatkan Api Putih untuk dirinya sendiri, namun dia tidak mampu menjinakkannya. Daripada berlarut-larut dalam pertarungan tanpa hasil, maka antara Leluhur Xia dan Api Putih menjalin kesepakatan yang saling menguntungkan.
Yang mana Api Putih akan memberikan energi panasnya asal mendapatkan binatang sebagai makanan. Selain itu, dia meminta kepada Leluhur Xia untuk selalu menjaga sarangnya.
Leluhur Xia jelas senang karena mudah untuk memberikan makanan kepada Api Putih, dia secara pribadi menjaga dunia bawah yang menjadi sarang Naga Putih. Selama menjaga sarangnya, Leluhur Xia juga menyerap energi Api Putih hingga sekarang.
Mendengar raungan Naga Putih, keluar dari dalam magma binatang seperti Gurita yang ukurannya sangatlah besar; diameter kepalanya mencapai 4 meter, memiliki banyak tentakel, seluruh tubuhnya juga mengeluarkan api, dan itu adalah Giant Lava Kraken.
Leluhur Xia hanya bisa menghela nafas berat karena tahu karakter Naga Putih yang mudah tersinggung, dan sulit untuk meredam emosinya. Semua orang yang baru masuk ke dalam dunia bawah tanah tercengang melihat leluhurnya mengalahkan banyak Lava Monster, mereka juga melihat binatang lainnya yang dikalahkan oleh boneka wayang.
"Keluar dari sini!" perintah Leluhur Xia dengan tegas kepada semua orang yang baru saja masuk, dia tidak ingin Naga Putih semakin marah karena kehadiran mereka.
Dengan tergesa-gesa semua orang berebut untuk keluar dari dalam dunia bawah tanah ketika melihat Giant Lava Monster yang menjulurkan tentakelnya. Namun, beberapa penjaga Pagoda Api Putih berteriak minta tolong saat tubuhnya dililit tentakel.
Boom...
Ledakan keras ketika Leluhur Xia melepaskan pukulan berenergi ke arah tentakel yang melilit tubuh para penjaga. Sayangnya, dua penjaga pagoda tidak berhasil diselamatkan, dan Giant Lava Kraken memakannya.
Cao Tian Jun telah berada di belakang Naga Putih yang fokus melihat Leluhur Xia sedang bertarung dengan Giant Lava Kraken. Dia keluar dari dalam Cincin Dimensi dengan wujud menjadi udara.
__ADS_1
Kemudian, Cao Tian Jun mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya. Merasakan bahaya dari belakang, Naga Putih secara naluri mengayunkan ekornya, namun tubuhnya tidak bisa digerakkan karena diselimuti oleh energi Kekuatan Jiwa.
"Roarrr...!" raungan Naga Putih yang sangat keras, lebih keras dari sebelumnya, ia merasakan kepalanya pusing yang teramat.
Giant Lava Kraken segera mundur sebelum Leluhur Xia mengalahkannya, dia ingin melindungi Naga Putih. Kemudian, keluar dari dalam magma monster lain, bentuk fisiknya seperti orangutan, kedua lengannya panjang, tubuhnya terbuat batu yang mengeluarkan api, tinggi badan mencapai 4 meter, monster itu adalah Golem Lava.
Leluhur Xia terkejut melihat Golem Lava yang tidak pernah diketahui, ia tidak menyangka bahwa di dunia bawah ini bersembunyi Golem Lava. Lalu dia melihat Naga Putih yang kesakitan tanpa ada penyebabnya.
"Mungkin dia kesakitan karena terlalu banyak mengeluarkan energi untuk mengendalikan semua monster ini!" tebakan Leluhur Xia, lalu dia mengembangkan senyuman karena berharap Naga Putih bisa dijinakkan.
Giant Lava Kraken dan Golem Lava mengelilingi sarang Naga Putih, mereka tidak berani mendekat pemimpinnya. Secara perlahan, tubuh Naga Putih mengecil akibat pengaruh dari Kekuatan Jiwa.
Leluhur Xia bersiap-siap untuk terbang secepat mungkin, dia akan mengambil Naga Putih yang akan kembali ke wujud asli. Setelah beberapa waktu, Naga Putih akhirnya kembali menjadi Api Putih.
Api Putih melayang di atas Bunga Teratai. Giant Lava Kraken dan Golem Lava kebingungan melihat pemimpinnya yang tampak lemah. Mereka segera memasuki sarang untuk merebut Api Putih.
Leluhur Xia segera terbang dengan kecepatan tinggi sebelum kedua monster itu mendapat Api Putih. Namun, Giant Lava Kraken dan Golem Lava membalikkan badan saat merasakan kedatangan Leluhur Xia.
Boom boom boom...
Ledakan hebat ketika Leluhur Xia melepaskan pukulan bertubi-tubi ke arah monster. Pertarungan sengit pun terjadi di dunia bawah tanah, magma bergejolak hebat karena dampak pertarungan mereka.
Cao Tian Jun melihat pertarungan mereka, dia kelelahan setelah mengeluarkan banyak energi Kekuatan Jiwa, wajahnya sangat pucat dan nafas terengah-engah.
"Penguasa akan diketahui mereka jika hamba keluar. Persiapkan diri Anda!" ujar Crown Stone.
"Aku sudah siap!" jawab Cao Tian Jun, dia segera menelan Pil Pemulih Energi Kekuatan Jiwa yang tersisa satu butir.
Dalam sekejap mata, wajahnya yang pucat kembali ceria karena efek dari Pil Pemulih Energi Kekuatan Jiwa. Kemudian, Crown Stone segera bertindak dengan keluar dari tubuh Cao Tian Jun, lalu menyelimuti Api Putih dengan Kekuatan Jiwa.
Kemunculan Cao Tian Jun dirasakan oleh Leluhur Xia dan kedua monster lava. Mereka berhenti bertarung dan melihat Api Putih yang masuk kedalam dantian pria muda berjerawat.
"Jadi kau yang membuat keributan!?" bentakan Leluhur Xia yang segera melepaskan pukulan berenergi tinggi.
Giant Lava Kraken dan Golem Lava juga menyerang Cao Tian Jun secepat mungkin sebelum menyatu dengan Api Putih.
Cao Tian Jun melihat mereka. Sebelum pukulan berenergi dan kedua monster lava mendekat, dia segera berteleportasi secara acak karena panik.
Boom boom...
Ledakan keras ketika serangan dari Leluhur Xia dan monster lava tepat mengenai sasaran. Bunga Teratai kristal hancur berkeping-keping. Namun, mereka terkejut karena tidak melihat mayat Cao Tian Jun.
"Sialan, dia menggunakan skill teleportasi!?" bentakan keras dari Leluhur Xia yang tidak menyangka si pencuri Api Putih memiliki Teknik Teleportasi.
__ADS_1
Giant Lava Kraken dan Golem Lava melampiaskan kemarahannya kepada Leluhur Xia. Namun, sebelum mereka menyerang, Leluhur Xia juga menggunakan skill teleportasi dan muncul di luar Pagoda Api Putih.
Menghilangnya Api Putih, mengakibatkan Pagoda Api Putih berguncang hebat. Semua orang yang berada di dalam dengan panik keluar. Setelah semua orang keluar, Pagoda Api Putih akhirnya runtuh dan menutupi dunia bawah tanah.
Leluhur Xia jelas murka. Sebelum memerintahkan semua orang untuk mencari keberadaan pria muda berjerawat, datang Jenderal Barat Xia Woo dengan tergesa-gesa, dia melaporkan bahwa Pasukan Kegelapan menyerang Kota Tiga Pagoda.
Leluhur Xia melihat ke arah gerbang di Kota Tiga Pagoda, dan melihat pertempuran. Dia segera memerintahkan Jenderal Barat Xia Woo untuk mengerahkan seluruh prajurit kekaisaran, lalu memerintahkan semua Guru Senior, Junior dan murid akademi untuk mencari keberadaan pria muda berjerawat...
Xia Junsu tersenyum melihat runtuhnya Pagoda Api Putih, dia semakin senang melihat Pasukan Kegelapan menyerang Kota Tiga Pagoda. Namun, dia mendengar suara "Gedebuk" di belakang seperti orang terjatuh.
Ia membalikkan badan dan melihat seorang pria muda berjerawat berada di kamarnya, dengan posisi telentang di lantai, nafas terengah-engah, dan keringat membasahi wajahnya.
"Siapa kamu?" tanyanya dengan nada lembut.
Sambil tetap telentang, Cao Tian Jun melihat Senior Junsu. Dia tidak menyangka akan muncul di tempat ini. Sambil melambai-lambaikan tangannya, dia menyapa, "halo!"
Xia Junsu diam membeku karena karena suaranya sangat mirip dengan putranya. Dia segera mengamati seluruh tubuh Cao Tian Jun dari ujung rambut hingga kaki.
"Tian Jun!" seruan Xia Junsu yang tidak menyangka pria muda berjerawat ini adalah putranya yang menyamar, dia melihat kedua matanya yang tidak ada duanya di dunia ini.
Cao Tian Jun segera berdiri karena penyamaran bisa diketahui oleh Senior Junsu, lalu pura-pura keheranan, "siapa dia? Namaku Jun Tian."
Xia Junsu tersenyum karena Cao Tian Jun tidak bisa berbohong, ingin rasanya tertawa karena melihat tingkah putranya yang panik, apalagi menggunakan nama penyamaran yang sengaja di balik.
"Jun Tian... Tetapi, bagusan nama Tian Jun," kata Xia Junsu sambil mendekatinya.
Cao Tian Jun bertanya-tanya di dalam hatinya, "wanita ini... Bagaimana dia mengetahui nama asliku, siapa dia?"
Selain gurunya Tian Long, tidak ada seorang pun yang mengetahui nama aslinya, bahkan ketiga istrinya dan juga kekasihnya tidak tahu. Pikirannya semakin penasaran dengan identitas dari Senior Junsu.
"Penguasa, Anda harus segera menyatu dengan Api Putih sebelum kekuatannya kembali pulih!" peringatan dari Crown Stone yang terdengar di benak Cao Tian Jun.
Jika Api Putih telah memulihkan kekuatannya, maka Cao Tian Jun akan kesulitan saat proses asimilasi, sebab Api Putih tidak akan mau dijinakkan oleh siapapun, dia hanya mau tunduk kepada orang yang lebih kuat darinya.
"Maaf, saya pergi dulu!" pamit Cao Tian Jun sebelum Xia Junsu mendekati.
"Tunggu...!" cegah Xia Junsu, tetapi ia terlambat karena Cao Tian Jun menghilang dari pandangannya dengan menggunakan skill teleportasi.
Segera Xia Junsu menuju ke balkon untuk mencari keberadaan putranya, namun tidak menemukan jejak dari skill teleportasi. Dia meneteskan air mata karena masih merindukan putranya.
Segera Xia Junsu mengusap air mata saat melihat Jenderal Shimo (Ratu Ular Surgawi) menuju ke arah puing-puing Pagoda Api Putih. Dia segera mengemasi barang-barangnya, sebab tahu jika Kekaisaran Xia tidak akan bertahan lama menghadapi serangan Pasukan Kegelapan.
"Ao Zhen Juan, aku datang!" gumam Xia Junsu yang memanggil nama sahabatnya. Ia segera membuat lingkaran sinar teleportasi...
__ADS_1