8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Mengajari Yuan Zhen.


__ADS_3

Bab 66. Mengajari Yuan Zhen.


Suara lenguhan keras di dalam kamar terdengar hingga keluar kabin. Banyak orang yang mendengarnya keheranan, sebab di dalam kamar ternyata ada penghuninya, padahal sesaat lalu telah diperiksa oleh prajurit dan kosong.


Ada dua orang pria penumpang menempelkan telinga di daun pintu kamar Cao Tian Jun. Lalu semakin banyak orang berdatangan karena kegaduhan di depan kamar itu. Banyak pria pergantian untuk menguping suara percintaan dua insan.


Sudah lebih dari empat batang dupa berlalu masih belum selesai bercintanya. Banyak pria penasaran dengan ketangguhan stamina Cao Tian Jun yang mampu membuat Yuan Zhen berkali-kali mencapai puncak kenikmatan, mereka ingin tahu resepnya agar bisa mengatasi pasangannya yang memiliki libido tinggi daripada pria.


Kejadian di depan pintu kamar Cao Tian Jun, dilaporkan oleh salah satu ABK, dia melaporkan kepada prajurit yang masih mencari keberadaan Putri Yuan Zhen.


Armada Kekaisaran Xia yang dipimpin oleh dua jenderal, mereka mengetahui Putri Yuan Zhen sedang menuju ke Kerajaan Bintang Laut, berkat informasi dari pusat Akademi Merpati Putih.


Prajurit yang mendapatkan laporan segera bergegas menuju ke kamar yang membuat kegaduhan pria. Kedatangan prajurit kekaisaran membuat orang-orang memberikan jalan, mereka ingin tahu siapa sosok pria hebat di ranjang.


Setibanya para prajurit, suara gaduh di dalam kamar sudah tidak lagi terdengar. Dengan segera salah satu prajurit menendang pintu, dan seketika terbuka lebar. Namun, apa yang mereka lihat hanya ruang yang kosong.


Akan tetapi, ranjang besi sudah acak-acakan dan terlihat ada yang darah segar membasahi sprei katun. Bisa ditebak, jika baru saja ada orang yang bercinta. Tapi permasalahannya, ke mana pasangan itu berada?


Banyak penumpang yang mengintip melalui celah dari tubuh prajurit, tapi tidak melihat pasangan yang baru bercinta.


"Aneh, ke mana mereka? Kita tadi sudah memeriksa kamar ini dan ranjang masih rapi. Setelah waktu empat batang dupa lewat, ranjang sudah acak-acakan dan ada darah seger. Aku yakin mereka masih berada di dalam kapal, segera cari mereka lebih jeli," kata seorang komandan kepada anak buahnya, dia memberikan perintah yang langsung ditanggapi.


Komandan tersebut berulang-ulang memeriksa kamar Cao Tian Jun, tetapi tetap saja tidak menemukan siapapun.


Karena Teknik Perubahan Wujud, jelas mereka tidak akan mengetahui keberadaan Cao Tian Jun yang berubah menjadi angin. Dia tidak peduli dengan kedatangan mereka. Cao Tian Jun melihat Yuan Zhen telah tidur karena sangat kelelahan.


Karena tongkatnya masih terbenam di dalam rahim milik Yuan Zhen, dia kembali memajukan mundurkan pantatnya tanpa peduli dengan Yuan Zhen yang sudah kelelahan, tetapi gerakannya sangat pelan.


Komandan meninggalkan kamar itu, dia menutup pintu dan memerintahkan dua prajuritnya untuk berjaga-jaga. Hanya satu-satunya kamar ini yang sangat aneh dan mencurigakan.


Cao Tian Jun berhenti menggerakkan pinggulnya, dia mengeluarkan Cincin Ikatan Hati dan menyelipkan di jari manis tangan kanan milk Yuan Zhen. Kemudian, dia membawa Yuan Zhen masuk ke dalam Cincin Dimensi Tak Terlihat. Sambil menggendong Yuan Zhen, dia memeriksa Nuwa Kecil yang masih tertidur. Lalu, dia menuju ke kamar pribadinya.


Setelah nyaman dan tenang berada di dalam kamar pribadi, kembali Cao Tian Jun dengan ganas bercinta dan membuat Yuan Zhen terbangun karena merasakan kenikmatan pada organ kewanitaannya.


"Ampun...!!" mohon Yuan Zhen setelah mencapai puncak kenikmatan untuk sekian kalinya, ia sudah tidak sanggup melayani keganasan Cao Tian Jun, seketika dia pingsan dengan wajah sangat pucat.


Permintaan tulus Yuan Zhen menyadarkan Cao Tian Jun yang terpengaruh sifat binatang, dia segera berhenti. Lalu duduk bersila tepat berada di kedua kaki Yuan Zhen yang masih terbuka lebar.

__ADS_1


Akhirnya, Cao Tian Jun merasakan peringatan Crown Stone akan bahayanya jika tidak mampu mengendalikan diri. Jika tidak teringat pesan gurunya, sudah dipastikan Yuan Zhen saat ini telah menjadi mayat karena kehabisan Energi Yin.


Setelah pengaruh sisi buruk Teknik Dual Cultivation mampu dikendalikan, Cao Tian Jun membuka mata. Dia merasakan kasihan kepada Yuan Zhen yang menjadi bahan percobaan Teknik Dual Cultivation. Dia mengeluarkan dua butir Pil Pemulih Energi, dan memasukkan ke dalam mulut Yuan Zhen.


"Aku pasti bertanggung-jawab atas perbuatanku ini!" janji Cao Tian Jun kepada Yuan Zhen jika hamil, dia sudah menjadikan putri raja ini sebagai istrinya, karena itu dia memberikan Cincin Ikatan Hati.


Cao Tian Jun membersikan tubuh Yuan Zhen yang basah karena keringat, dia dengan lembut membasuh tubuhnya setiap jengkal, bahkan bekas darah kegadisan juga dibersihkan. Setelah selesai, dia mengenakan pakaian milik Yuan Zhen.


Cao Tian Jun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sambil berendam, dia memikirkan semua hal yang baru dialaminya, dan tanpa sadar dia tertidur.


Setelah waktu dua batang dupa berlalu, Cao Tian bangun, dia mengenakan pakaian baru. Setelah melihat Yuan Zhen yang masih pingsan, dia memeriksa Nuwa Kecil karena keheranan, biasanya adiknya selalu aktif.


Saat berada di dalam kamar pribadi milik Nuwa Kecil, dia memeriksa tubuhnya dan terkejut mengetahui adiknya ternyata sedang berkultivasi, dia tahu karena Nuwa Kecil baru saja menerobos, bahkan kekuatannya melebihinya.


"Siapa kamu?" batin Cao Tian Jun yang makin penasaran dengan identitas Nuwa Kecil, tetapi dia yakin suatu saat nanti adiknya akan berbicara sendiri tanpa harus ditanya.


Seperti biasa, Cao Tian Jun memasakkan untuk adiknya, dia sengaja memasak tanpa diminta. Setelah itu, dia merasakan Yuan Zhen telah sadarkan diri. Segera Cao Tian Jun menemuinya.


Setibanya di kamar, dia melihat Yuan Zhen yang kebingungan dengan tempatnya berada, tempat yang bukan di kapal angkut. Setelah itu, dia merasakan organ kewanitaannya terasa perih dan teringat jelas telah berhubungan intim dengan Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun segera menghampirinya dan membuat Yuan Zhen menangis sejadi-jadinya karena kesuciannya telah direnggut. Cao Tian Jun segera menenangkan hatinya dan berjanji akan menikahi secara sah.


Karena tidak menemukan jawaban, dia berkata kepada Cao Tian Jun, "kamu harus berani menghadapi ayahku, dan tidak bisa ditunda lagi. Untuk sementara waktu, urusanmu ke Perguruan Mata Dewa harus ditunda!"


Cao Tian Jun yang merasa bersalah, hanya bisa mengangguk sebagai jawaban, dia sebagai pria harus mampu bertanggung jawab atas perbuatannya. Ya, memang urusannya bisa ditunda untuk sementara waktu sampai permasalahan ini terselesaikan.


"Kita ada di mana?" tanya Yuan Zhen sambil melihat sekeliling kamar.


"Ini tempat rahasiaku... Hanya orang yang memiliki Cincin Ikatan Hati yang diperbolehkan berada di tempat ini!" jawab Cao Tian Jun sambil menunjuk jari lentik Yuan Zhen yang sudah terselip cincin.


Entah kenapa Yuan Zhen tiba-tiba menjadi bahagia melihat Cincin Ikatan Hati yang tampak sederhana tapi mengandung makna dalam, ia seakan-akan telah menjadi istri sah.


Tiba-tiba Cao Tian Jun mencium kening Yuan Zhen. Tapi anehnya, Yuan Zhen tidak berusaha menghindar, bahkan mengembangkan senyuman hangat.


"Mau aku mandikan atau mandi sendiri?" tanya Cao Tian Jun yang ingin merawat Yuan Zhen sebagai bentuk tanggung jawabnya.


"Aku sudah dewasa, masa perlu dimandikan!" sahut Yuan Zhen yang berpura-pura kesal, tapi sebenarnya ia ingin tertawa namun malu karena sesaat lalu baru saja menangis.

__ADS_1


Yuan Zhen segera beranjak dari tempat tidur, ia menuju ke kamar mandi. Sebelum menutup pintu, sempat-sempatnya dia menjulurkan lidahnya kepada Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun geleng-geleng kepala, lalu dia keluar dari kamarnya untuk meramu Pil Kultivasi dan Pemulih Energi, dia tidak akan menyia-nyiakan waktu hanya menunggu kapal angkut tiba di Dermaga Bunga Lou.


Tapi, dia akan membuat Pil Kultivasi dibawah tingkat Emperor karena keterbatasan waktu. Jika dia membuat pil di atas tingkat Emperor, maka akan membutuhkan banyak waktu dan stamina.


Ketika Cao Tian Jun berada di Gedung Alkemis, Yuan Zhen memeriksa seluruh Mansion. Raut wajahnya seketika menjadi jelek karena melihat salah satu kamar milik seorang wanita, ada lukisan seorang wanita yang sangat cantik, dan itu adalah lukisan Fang Yin.


"Dasar Playboy!" kegeraman Yuan Zhen, dan kembali memeriksa kamar di dalam Mansion satu demi satu, ia makin marah saat tahu ada tujuh kamar milik wanita dan satu kamar yang ada seorang anak sedang tertidur.


Yuan Zhen bergegas mencari Cao Tian Jun untuk meminta kejelasan. Baru keluar dari dalam Mansion, dia mencium aroma pil dan terkejut jika ada seorang ahli Alkemis. Dengan rasa keingintahuan, ia bergegas menuju ke arah sumber aroma wangi dari pil.


Setibanya di gedung Alkemis, ia melihat Cao Tian Jun dengan santainya meramu pil; sambil duduk di kursi dan menyilangkan kaki kanan bertumpu pada kaki kiri, hanya dengan satu tangan kiri yang mengarah pada tungku untuk mengendalikan api yang membakar ramuan.


Mengetahui jika Cao Tian Jun adalah seorang ahli Alkemis, rasa marahnya seketika lenyap dan berganti bahagia.


"Wajar jika dia memiliki banyak kekasih, tidak heran... Tidak heran! Tidak hanya tampan tapi kemampuannya juga mendukung!" batin Yuan Zhen, ada rasa bangga di hati memiliki seorang suami yang ahli dalam Alkemis.


"Ayo sini, aku ajari," kata Cao Tian Jun yang melihat Yuan Zhen baru tiba.


Dengan senang hati Yuan Zhen bergegas menghampiri Cao Tian Jun, ia juga ingin belajar menjadi seorang Alkemis, profesi pekerjaan yang diinginkan banyak orang.


Cao Tian Jun melirik Yuan Zhen yang sifatnya telah berubah lebih lembut daripada sebelumnya. Di dalam hatinya, dia berkata, "tongkat naga sakti memang manjur untuk menaklukkan wanita sombong seperti dia. Hmm...! Keperjakaanku akhirnya hilang juga!"


Yuan Zhen berdiri di samping kiri Cao Tian Jun, ia menunggu metode apa yang akan diterimanya agar bisa menjadi Alkemis.


"Setelah kita berhubungan int-- Hmm... Hmm!" Cao Tian Jun keceplosan berbicara, dia segera berdehem untuk mengalihkan pendengaran Yuan Zhen agar tidak tersinggung, "aku tahu kamu memiliki akar elemen tanah, dan tidak ada bakat untuk menjadi seorang Alkemis...," lanjutnya.


Yuan Zhen menjadi lemas karena tahu kekurangannya. Sebelum ia bertanya apakah ada cara lain untuk menjadi Alkemis, Cao Tian Jun kembali berbicara.


"Tapi bukan berarti tidak bisa menjadi Alkemis. Aku ada metode untuk membangkitkan elemen api dan kayu, tetapi membutuhkan sumber daya yang berunsur sama, agar kamu memiliki kedua elemen itu."


Dua unsur itu sangat penting bagi seorang Alkemis, tanpa memiliki elemen kayu dan api tidak mungkin seseorang menjadi Alkemis. Seketika wajah Yuan Zhen berseri-seri. Walaupun tidak tahu metode apa itu, entah kenapa hatinya sangat mempercayai ucapan Cao Tian Jun.


"Selama perjalanan menuju ke rumah, kita bisa mencari tanaman atau binatang yang memiliki elemen api dan kayu. Di Daratan Benua Timur Tengah, binatang mistik masih tergolong melimpah," ucap Yuan Zhen yang langsung memiliki rencana.


"Bagus kalau begitu! Untuk saat ini, kamu belajar teori mengenali jenis-jenis tanaman dan lain sebagainya, kamu harus tahu setiap karateristik tanaman dan juga harus hafal kegunaannya...," Cao Tian Jun mengeluarkan beberapa gulungan bambu yang berisi tentang pengetahuan berbagai tanaman roh dan obat, lalu memberikan kepada Yuan Zhen sambil menjelaskan.

__ADS_1


Yuan Zhen segera menerimanya, dia duduk di kursi sambil membuka satu gulungan bambu, ia tahu syarat utama untuk menjadi Alkemis...


__ADS_2