8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Dua Tugas Baru, dan Dunia Jiwa.


__ADS_3

Bab 141. Dua Tugas Baru, dan Dunia Jiwa.


Setelah berada di akademi, Cao Tian Jun meminta waktu untuk menyetabilkan kondisi pasca peningkatan kekuatan. Ratu Ular Surgawi, Xia Junsu dan semua wanitanya menjaga kediamannya. Banyak wanita ular yang menjaga kediamannya diluar.


Kedatangan banyak orang penting di akademi membuat semua orang menjadi sibuk, para guru dan murid bekerjasama untuk membuat perayaan ini menjadi meriam. Berkat Cao Tian Jun, Akademi Merpati Putih kelas dua menjadi daya tarik bagi kultivator.


Cao Tian Jun memasuki kamar pribadinya. Dia segera mengeluarkan boneka wayang sebagai pengganti posisinya. Dia masuk ke dalam cincin dimensi.


Segera Cao Tian Jun membuka dua gulungan bambu yang bergetar. Ternyata, satu gulungan bambu adalah perintah keempat, yang memberikan perintah untuk membuat prestasi. Di gulungan bambu itu tidak ada lagi tulisan gurunya (Tian Long), yang artinya misinya meraih prestasi telah sukses.


Cao Tian Jun tersenyum bahagia karena misinya telah berhasil lebih cepat dari batas waktu yang telah ditentukan, 5 tahun. Kemudian, dia membuka gulungan bambu yang ketujuh. Dia segera membukakan karena ingin tahu perintah guru yang selanjutnya.


"Adakalanya menjadi terkenal itu tidak baik, menimbulkan potensi yang membahayakan diri sendiri. Musuh yang lebih kuat akan selalu berdatangan. Muridku, untuk mencapai kekuatan tertinggi, kamu harus bertindak tegas terhadap setiap musuh. Jangan sekali-kali melepaskan macan yang telah dikalahkan untuk kembali ke hutan. Perintah selanjutnya, eliminasi Kaisar Xia, Leluhur Xia, dan siapapun yang menghalangi langkahmu. Waspadalah terhadap siapapun yang berada di dekatmu! Waktu tak terbatas!"


Cao Tian Jun geleng-geleng kepala karena misinya semakin sulit untuk dikerjakan. Walaupun kekuatannya telah meningkat dratis, tetapi musuhnya juga semakin kuat. Kekuatan Kaisar Xia setara dengannya, dan Leluhur Xia tidak perlu diragukan lagi.


Baru saja menutup gulungan bambu perintah ketujuh, gulungan bambu lain bergetar. Segera Cao Tian membuka gulungan itu, dan di dalamnya terdapat gulungan dari kulit binatang. Kulit binatang ternyata adalah peta Continent Twins Moon, petanya sangat detail dan terperinci.


Setelah melihat peta, dia membaca perintah gurunya, misi kedelapan.


"Untuk menjamin keselamatan orang-orang yang dikasihi, satu-satunya jalan adalah menjadi Marahaja di Continent Twins Moon. Untuk mencapai tujuan itu, pastinya akan mengorbankan banyak jiwa yang dikasihi. Taklukan seluruh penguasa di benua ini. Waktu tak terbatas."


Seketika tubuh Cao Tian Jun menjadi lemas karena misinya ini lebih sulit. Misinya kali ini mau tidak mau harus berhadapan dengan Ratu Ular Surgawi dan Xue Delun Hai. Sedangkan penguasa Dinasti Cao di Benua Barat, Dinasti Yao di Benua Tengah, dan Dinasti Dao di Benua Utara, Cao Tian Jun belum mengetahui kekuatan mereka.


Belum lagi harus berhadapan dengan Klan Fang. Jelas dia tidak ingin melawan Fang Yin kekasihnya.


"Guru, apakah tidak waktu untukku bersantai menikmati hidup? Apakah harus perlu menjadi penguasa tunggal?" keluh kesah Cao Tian Jun yang tidak ingin menjadi penguasa di Continent Twins Moon.


Baginya, hidup bersama orang yang dikasihinya dengan damai sudah lebih dari cukup, tidak perlu mencari musuh baru. Dengan tugasnya kali ini, jelas dia akan memiliki banyak musuh baru.


Menjadi Maharaja atas para Kaisar dan Raja, jelas tidak semudah membalikkan tangan dan ucapkan. Namun, dia tiba-tiba teringat akan sesuatu, yaitu perburuan di wilayah Mystical Beast Mountain.


"Apakah tugas ini berkaitan dengan Stempel Giok Maharaja?" tebakan Cao Tian Jun, dia tahu tentang hal ini dari Fang Yin.


Dengan memiliki stempel Giok Maharaja, maka akan diakui oleh para penguasa. Namun masalahnya, seandainya berhasil memiliki benda ini, sama saja mendatang musuh yang tidak mau tunduk kepadanya. Hal ini sama saja membahayakan orang yang dikasihinya.


"Anda sungguh aneh, Guru! Anda menyarankan saya untuk melindungi orang-orang yang dikasihi, tetapi tugas ini justru mendatang malapetaka. Apakah Anda menulis perintah ini dalam keadaan sehat?" protes Cao Tian Jun kepada gurunya sambil melihat ke atas.

__ADS_1


Seandainya, Tian Long ada didekatnya, sudah pasti Cao Tian Jun tidak berani protes. Dulu, waktu gurunya masih ada, jika dia sedikit protes, mengeluh dan membantah, langsung diberikan hukuman berat. Dan hukumannya tidak normal bagi seorang anak.


Tiba-tiba gulungan bambu yang kedelapan melesat ke arah kepalanya, memukuli Cao Tian Jun berkali-kali. Dia tidak bisa menghindari pukulan dari gulungan bambu.


Bukannya meminta maaf karena telah protes, Cao Tian Jun malah tertawa. Dia sangat bahagia karena merasakan gurunya selalu ada untuknya. Perlakuan seperti inilah sudah sering dialami ketika masih anak-anak, bahkan sering mendapatkan hukuman lebih berat dari ini. Akhirnya gulungan bambu berhenti memukuli kepala Cao Tian Jun.


Dia menatap atap kamarnya karena merindukan gurunya. Semenjak bayi, hanya gurunya yang selalu mendampingi. Dia meringkuk sambil meneteskan air mata. Tanpa sadar, Cao Tian Jun tertidur.


Ketika Cao Tian Jun tertidur, muncul seorang pria tua yang tubuhnya seperti asap putih, dan itu adalah tubuh kesadaran. Pria itu tidak lain adalah Tian Long si Dewa Pemelihara, yang dikenal dengan sebutan Universe Lightning.


"Guru akan selalu ada untukmu sampai kamu duduk di singgasana Trimurti. Gadis kecil itu, akan selalu mendampingimu dalam perjalanan menuju ke Tahta Trimurti. Muridku, hanya kamu satu-satunya orang yang mampu mengalahkan Dewa Perusak. Guru dan Dewa Pencipta akan bertarung denganmu saat waktu itu tiba. Persiapkan dirimu!" setelah berbicara, Dewa Pemelihara menghilang.


Tahta Trimurti adalah tempat duduk bagi Dewa Tertinggi di Alam Jagat Raya. Tugasnya memantau perkembangan kehidupan. Dan Cao Tian Jun si Dewa Abadi yang akan menggantikan posisi Dewa Perusak, salah satu dari tiga Dewa Tertinggi.


Gadis kecil yang disebutkan oleh Dewa Perusak adalah Celestial She si Ratu Ular Surgawi, alias Ratu Shima. Dan Dewa Pemelihara sepertinya telah mengetahui apa yang akan dilalui oleh Cao Tian Jun.


Untuk mencapai tujuan duduk di Tahta Trimurti, Dewa Abadi harus menyelesaikan 696 misi, dan sudah memiliki kekuatan tingkat tertinggi, yaitu berada di tingkat The Great Creator. Saat ini, dia telah menyelesaikan 6 misi, tersisa 690 gulungan bambu yang masih tersegel.


"Guru!!" Cao Tian Jun terbangun karena mendengarkan suara gurunya, dia segera melihat sekitarnya.


"Ternyata hanya mimpi!" gumamnya karena tidak melihat siapapun.


"Aku sudah siap!" Cao Tian Jun berbicara kepada tujuh Batu Keabadian yang akan membawanya ke tempat lain untuk bertemu dengan Law Stone.


Seketika Cao Tian Jun menghilang dari Cincin Dimensinya. Tidak berselang lama, dia telah muncul di dunia lain. Dia tercengang karena melihat dunia ini begitu indah, subur dan melimpah akan oksigennya. Dunia ini lebih besar dari Planet Continent Twins Moon.


Selain itu, banyak sekali tanaman langka, pohon Buah Suci, emas yang berbentuk gunung, dan segalanya meterial alam melimpah ruah, meterial yang belum diketahui oleh Cao Tian Jun.


Di langit dia melihat delapan Batu Keabadian yang seperti bulan beda warna. Tujuh Batu Keabadian mengelilingi Law Stone yang berada di tengah. Dan Batu Keabadian itu saling terhubung dengan energi Kekuatan Jiwa, energi itu seperti rantai.


Kemudian, dia melihat ke sisi kanannya, yang mana terdapat sebuah benda berukuran besar melayang di udara. Benda itu adalah Istana Dewa Binatang Yang Abadi. Wilayah istana itu lebih besar dari wilayah Kerajaan Lentera.


Yang anehnya, di dunia ini tidak ada manusia satupun, yang ada justru binatang mitologi dalam jumlah besar. Semua binatang berlutut karena kedatangan penguasanya. Cao Tian Jun melihat binatang-binatang itu tidak pernah ada di Benua Timur.


Yang membuatnya tidak bisa berkata-kata, dia melihat banyak jenis naga berbeda-beda, ukuran besar, ada yang di darat dan di udara. Telinganya berdenging mendengar raungan semua binatang yang kegirangan.


"Sudah lama kita tidak berkomunikasi, Penguasa!" sapaan dari Law Stone, ketika berbicara mengeluarkan cahaya berkedip-kedip.

__ADS_1


Cao Tian Jun diam saja karena bingung harus berkata apa dengan situasinya ini. Melihat dunia ini yang kaya raya daripada kekayaan siapapun, jelas dia menjadi linglung.


"Dunia ini adalah Dunia Jiwa, milik Anda. Dengan kata lain, dunia ini berada di dalam jiwa Anda. Tempat ini menyediakan apapun yang Anda butuhkan. Jika di dunia luar tidak ada, di tempat ini selalu tersedia. Dunia ini juga menjadi tempat berlindung bagi Anda dan orang lain...," Law Stone memperkenalkan Dunia Jiwa ini kepada Cao Tian Jun.


Seandainya Cao Tian Jun mengingat semua ini, Batu Keabadian tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang Dunia Jiwa dan cara menggunakannya. Tetapi, Law Stone dengan sabar menjelaskan semua ini.


Cao Tian Jun hanya diam karena pikirannya belum siap untuk melihat semua ini, dia benar-benar seperti berada di dalam mimpi. Dipikirannya saat ini, antara percaya dan tidak.


Dengan adanya Dunia Jiwa ini, Cao Tian Jun tidak perlu mencapai kekuatan tingkat Almighty God untuk memilikinya, sebab dia sejak awal sudah memiliki dunia ini.


Setelah Law Stone selesai menjelaskan, Cao Tian Jun terduduk di tanah dengan tubuh lemas, dia syok karena memiliki kekayaan diluar ekspektasinya....


...****************...


Di dalam kamar pribadi Cao Tian Jun.


Ratu Ular Surgawi dan banyak wanita berada di dalam kamarnya. Mereka melihat boneka wayang yang menyerupai Cao Tian Jun.


"Dia pasti berada di dalam cincin dimensinya!" tebakan Chu Sying yang kini sudah tahu kelicikan Cao Tian Jun yang selalu menipu mereka dengan cara ini.


Xia Junsu tersenyum karena tahu putranya memiliki Cincin Dimensi Tak Terlihat, cincin pemberian dari Tian Sun suaminya. Dia tidak tahu darimana suaminya mendapatkan cincin dimensi ini.


Tian Sun mendapatkan Cincin Dimensi Tak Terlihat dari ibu kandungnya yang bernama Tian Xiu Jun. Dan dia tidak pernah menceritakan hal ini kepada Xia Junsu. Tian Xiu Jun mendapatkan cincin ini dari Tian Fai ayahnya, dan Tian Fai mendapatkan cincin ini dari Dewa Binatang Yang Abadi.


Ratu Ular Surgawi memejamkan mata untuk melacak keberadaan Cincin Dimensi Tak Terlihat. Setelah beberapa saat, dia tidak menemukannya di dalam kamar ini.


"Aku tidak merasakan adanya Cincin Dimensi di tempat ini! Kemana dia?" ucap Ratu Ular Surgawi sambil bertanya kepada semua wanita.


Sehebat dan sekuat apapun Ratu Ular Surgawi, jelas tidak akan menemukan Cincin Dimensi Tak Terlihat, sebab Cao Tian Jun dan cincinnya berada di dalam Dunia Jiwa.


Dunia Jiwa bisa dirasakan oleh pihak luar, asal kekuatannya berada di atas tingkat Half Super Omega. Tanpa memiliki kekuatan itu, siapapun orangnya tidak akan mungkin menemukan Dunia Jiwa tingkat tinggi.


Mereka ingin menemui Cao Tian Jun karena akan membuatkan pakaian khusus yang akan digunakan dalam perayaan ini. Bagi wanita, mereka harus memberikan yang terbaik bagi kekasihnya yang telah menjadi perhatian mata semua orang.


Mereka tidak ingin melihat Cao Tian Jun yang suka berpakaian asal-asalan, harus sebaiknya mungkin dan mewah, sebab Cao Tian Jun telah menjadi salah satu orang kuat di Benua Timur.


"Mungkin dia berada di tempat lain untuk melatih kekuatan barunya!" interupsi dari Xia Junsu yang sebenarnya tidak ingin putranya terganggu dengan masalah sepele ini.

__ADS_1


"Anda mungkin benar. Baiklah, kita lakukan hal lain. Ayo keluar!" Ratu Ular Surgawi segera keluar dari kamar, tetapi, dia semakin penasaran dengan apa yang dimiliki oleh Cao Tian Jun.


...****************...


__ADS_2