
Bab 166. Cao Tian Jun Difitnah.
Mereka datang setelah kepergian rombongan Leluhur Xia yang meninggalkan base camp Kekaisaran Xia. Kedatangan mereka, jelas membuat semua orang menjadi waspada dan juga panik, sebab kalah jumlah dan kekuatan jika mereka berniat untuk merebut Stempel Giok Maharaja.
Xue Delun Hai memerintahkan kepada Xue Li Xia untuk memberitahukan hal ini kepada Cao Tian Jun. Lalu dia menemui para penguasa bersama dengan Patriark Fang, Bai Guan dan para Patriark keluarga besar Tim Phoenix.
Xue Li Xia segera menuju ke kamar milik Cao Tian Jun. Setelah mengetuk pintu, tidak berselang lama Mu Bingyun membukanya.
"Gawat! Kita terkepung!" Xue Li Xia segera melaporkan kondisi saat ini di luar kapal angkasa milik Ao Zhen Juan.
"Kita sudah tahu! Ayo masuk!" ucap Mu Bingyun yang tidak panik.
Xue Li Xia melihat Matriark Yin An, Pelindung Yin Xiu dan Fang Yin yang juga ada di dalam satu kamar. Anehnya, ia tidak melihat Cao Tian Jun bersama mereka.
"Di mana dia?" tanya Xue Li Xia kepada Fang Yin.
"Sedang menyiapkan pasukannya!" Xia Junsu menjawab sebelum Fang Yin.
"Menyiapkan pasukan?" Xue Li Xia jelas kebingungan. Sepengetahuannya, ia tidak pernah melihat Cao Tian Jun memiliki pasukan dan juga bukan seorang penguasa. Apalagi Cao Tian Jun bukan dari kalangan pejabat yang memiliki kekuatan militer.
"Ayo kita keluar, nanti kita juga akan tahu apa yang akan dilakukannya!" ajak Matriark Yin An yang segera keluar dari kamar bersama Pelindung Yin Xiu. Semua wanita muda itu segera mengikutinya...
Di luar kapal angkasa, Xue Delun Hai, Patriark Fang dan Bai Guan menemui para penguasa. Di belakang mereka berdiri Patriark keluarga besar Tim Phoenix. Salah satunya adalah Patriark Mu ayah dari Mu Bingyun, seorang ahli Alkemis dan juga anggota Guild Teratai Biru.
Selain Patriark Mu, ada juga anak perempuan tertuanya, yaitu Mu Yenny, kakak pertama dari Mu Bingyun. Suaminya adalah Jenderal Mata Elang. Usianya 37 tahun, tetapi wajahnya masih terlihat usia 22 tahun.
"Di mana anak muda bernama Cao Tian Jun itu?" tanya Kaisar Cao kepada Patriark Fang karena Fang Yin adalah kekasih dari Cao Tian Jun.
"Ada urusan apa Anda mencari menantuku?" tanya balik Patriark Fang yang seolah-olah tidak ingat jika telah menerima lamaran dari Pangeran Zeming.
"Mertua, apa maksud Anda? Apakah Anda menghina kita dengan memutuskan pertunangan sepihak yang sudah direstui!" kegeraman Pangeran Zeming yang tidak terima harga diri keluarga besar Kekaisaran Yao diinjak-injak dimuka umum.
"Bukankah kau yang menghina diri sendiri dengan kalah dari orang di pihak Pangeran Lin Gan! Ingat, syarat dariku yang harus kau penuhi, dan kau telah gagal!" sela Fang Yin yang baru keluar dari kapal angkasa milik Ao Zhen Juan.
Diingatkan oleh Fang Yin, di dalam hati Pangeran Zeming jelas sangat malu, dan ini juga syarat yang tidak bisa dipenuhinya agar lamarannya diterima oleh Fang Yin.
Fang Yin melirik Pangeran Lin Gan karena tahu ada kesepakatan dengan Cao Tian Jun. Ketika Cao Tian Jun telah kembali ke dalam kamar pribadinya, ia segera bercerita tentang kesepakatan diantara mereka (Cao Tian Jun dan Pangeran Lin Gan). Setelah itu, dia juga mengatakan telah bertemu dengan Pelindung Hidden Palace yang adalah tujuh Dewa Dewi utusan dari Alam Suci.
__ADS_1
Pangeran Lin Gan membuang muka saat melihat lirikan mata Fang Yin, dia tidak menceritakan kesepakatan ini kepada Kaisar Dao ayahnya, sebab tidak mungkin ayahnya mau memenuhi keinginan Cao Tian Jun.
"Kata siapa aku gagal? Lawanku sudah pasti orang tua yang menyamar menjadi anak muda, jelas tidak masuk persyaratan sebagai generasi muda!" dalih Pangeran Zeming yang tidak mengakui kekalahannya.
Dengan Cao Tian Jun yang mengenakan jubah penyamaran, sekilas tidak terlihat penampilannya tua atau muda. Tetapi, jika dilihat dari struktur tulang dan kulit tangannya, sudah pasti jika masih berusia muda.
"Orang itu memang sudah tua!" imbuh Pangeran Lin Gan agar meyakinkan semua orang siapa sosok yang mengalahkan Pangeran Zeming.
"Tidak mungkin?!" sahut Fang Yin dengan nada ketus sambil melotot ke arah Pangeran Lin Gan, ia sebenarnya sudah sangat marah karena ucapan kedua pangeran itu.
"Dia memeras diriku, memaksaku untuk memberikannya gelar kehormatan Duke. Apa jasanya kepada negara sampai harus mendapatkan gelar Duke? Itu tidak masuk akal, dan kita semua tahu itu!" alibi Pangeran Lin Gan saat Kaisar Dao meliriknya.
Apa yang dikatakan oleh Pangeran Lin Gan memang benar. Seseorang yang menerima gelar Duke harus memiliki kontribusi besar terhadap negara, salah satunya berperang melawan musuh yang ingin menjajah, atau memberikan keuntungan besar bagi negara. Sedangkan Cao Tian Jun, dia tidak memiliki syarat apapun untuk mendapatkan gelar kehormatan sebagai Duke.
Padahal, keinginan Cao Tian Jun bukan gelar kebangsawanan, melainkan wilayah yang luasnya setara dengan kekuasaan gelar Duke. Tujuannya, wilayah itu dijadikan markas untuk pasukannya dalam menguasai seluruh wilayah Kekaisaran Dao.
Untuk menjadi penguasa tunggal di Continent Twins Moon, langkah pertama adalah memiliki kekuatan militer. Dan, tidak mungkin Cao Tian Jun seorang diri menguasai Continent Twins Moon.
Patriark Fang mengangkat tangan kanan sebelum Fang Yin putrinya membalas perkataan Pangeran Lin Gan.
"Menangkap Cao Tian Jun karena telah membuat kita rugi besar!" jawaban Kaisar Dao, padahal sebenarnya ingin merebut Stempel Giok Maharaja, dan ingin tahu rahasia Cao Tian Jun yang begitu cepat mendapatkannya.
Jika mengetahui rahasianya, jelas akan sangat bermanfaat bagi keturunannya saat Hidden Palace muncul kembali. Tidak hanya Kaisar Yao saja yang ingin mengetahui rahasia ini, tetapi semua orang yang sedang mencari Cao Tian Jun.
"Dia juga yang telah menyewa jasa Paviliun Bunga Kematian untuk menculik kedua putraku!" sambung Kaisar Cao yang dengan sengaja memfitnah Cao Tian Jun.
Ucapannya sontak membuat semua orang terkejut mendengarnya. Namun, mengetahui perjalanan hidup Cao Tian Jun semenjak menginjakkan kaki di Kota Naga Hitam hingga menjadi murid Akademi Merpati Putih kelas dua, tidak mungkin Cao Tian Jun melakukan hal ini, dan jelas tidak mungkin mengenal putra mahkota dari Dinasti Cao.
"Maaf, atas dasar apa muridku melakukan hal ini?" selidik Bai Guan yang jelas tidak mempercayai ucapan Kaisar Cao.
"Anda sebagai seorang pemimpin janganlah membuat tuduhan yang tidak masuk akal!" teguran dari Xue Delun Hai.
Kaisar Cao yang memang dengan sengaja memfitnah, tampak tidak sedikitpun malu ditegur oleh Xue Delun Hai, justru ia tersenyum tipis sambil melihatnya.
Kemudian, datang seorang pria yang mengenakan topeng dan jubah penyamaran, dia adalah anggota dari Paviliun Bunga Kematian. Dia diutus oleh pemimpin Kuil Tangan Setan untuk menangkap Cao Tian Jun dengan mendukung Kaisar Cao.
Setelah Conglin berdiskusi dengan pimpinan dari Kuil Tangan Setan mengenai penculikan putra mahkota Dinasti Cao, dan juga kejadian yang merugikan pihak Kuil Tangan Setan. Mereka menyimpulkan bahwa pelakunya adalah orang lain yang dengan sengaja menggunakan wajah Pangeran Shi.
__ADS_1
Dan, setelah melihat kejadian hari ini, di mana Cao Tian Jun tidak dikeluarkan dari Hidden Palace. Mereka sepakat untuk menjadikan Cao Tian Jun sebagai kambing hitam, dan alasannya sangat banyak yang menguatkannya sebagai pelaku.
"Benar, Tuan Muda Cao Tian Jun yang telah menyewa kami untuk menculik Pangeran Shi dan Pangeran Yang!" keterangan anggota Paviliun Bunga Kematian setelah berhenti di belakang Kaisar Cao.
Sekali lagi semua orang yang mendukung Cao Tian Jun terkejut, bahkan semua wanitanya juga tercengang. Ucapan mereka membuat gaduh dengan berbisik-bisik untuk menganalisa kejadian ini.
Namun anehnya, kenapa Infomasi penyewa jasa Paviliun Bunga Kematian sampai dibongkar dimuka umum? Seharusnya privasi penyewa jasa dijaga ketat oleh pihak Paviliun Bunga Kematian, hal ini yang membuat semua orang semakin yakin bahwa Cao Tian Jun dengan sengaja difitnah.
"Wah, kredibilitas Paviliun Bunga Kematian sudah rusak! Mengambil keuntungan dari penyewa dan korban. Anda benar-benar hebat!" sindiran Matriark Yin An yang sudah tidak bisa berdiam diri kekasihnya difitnah.
Semua cemoohan terlontar dari mulut pendukung Cao Tian Jun, bahkan murid dari Sekte Yin dan Akademi Merpati Putih kelas tidak lagi takut dengan Paviliun Bunga Kematian.
"Jika tujuan kalian datang ke sini hanya ingin merebut Stempel Giok Maharaja, kata saja, jangan berbelit-belit seperti ini!" ucap Pelindung Yin Xiu yang geram dengan sifat para penguasa yang serakah ini.
Pihak Kaisar Cao, Kaisar Yao, Kaisar Dao dan anggota Paviliun Bunga Kematian jelas malu karena tidak bisa menyembunyikan keinginannya, walaupun telah berusaha untuk mengkambing hitamkan Cao Tian Jun.
Kaisar Cao yang tidak sabaran, serta tidak ingin terus malu, dia maju, lalu berkata dengan tegas dan disertai dengan ancaman.
"Ya, kedatanganku hanya untuk mengambil Stempel Giok Maharaja. Anak muda seperti Cao Tian Jun tidak layak untuk mendapatkan harta berharga ini, sangat disia-siakan! Panggil dia dan serahkan Stempel Giok Maharaja. Jika tidak, aku tidak segan-segan membunuh kalian semua!"
Ancaman Kaisar Cao memantik kemarahan pihak Cao Tian Jun. Xue Delun Hai yang terkenal sangat sabar sampai tangannya gemetaran menahan amarahnya.
"Dengan kekuatannya di tingkat God Warrior, akan sia-sia Stempel Giok Maharaja. Lebih baik, dilelang agar tidak membuat masalah semakin panas dan menjadi pertumpahan darah!" imbuh Kaisar Yao yang sedikit lebih bijak saat berkata, dia tidak ingin bersinggungan dengan pihak Klan Fang dan Akademi Sihir Yin Yang.
Jika dipikir-pikir, ucap Kaisar Yao memang tepat. Dengan Stempel Giok Maharaja yang mampu memberikan kekuatan sebanyak dua tingkat, maka akan disayangkan jika digunakan oleh Cao Tian Jun. Jika digunakan pihak yang lebih kuat, jelas lebih besar manfaatnya.
Selain itu, jika dilelang, sudah pasti Cao Tian Jun akan mendapatkan banyak harta, tidak lagi memiliki banyak musuh, serta tidak akan terjadi pertumpahan darah.
Tetapi, pertanyaan di pihak lawan, apakah benar Cao Tian Jun memiliki Stempel Giok Maharaja?
Sedangkan dipikirkan pihak pendukung Cao Tian Jun, apakah Cao Tian Jun mau menyerahkan Stempel Giok Maharaja?
"Aku lebih memilih untuk tidak menyerahkan Stempel Giok Maharaja! Ayo berperang!"
Tiba-tiba suara Cao Tian Jun menyela. Semua orang melihat ke arah barat. Mereka tercengang saat melihat kapal angkasa milik Kekaisaran Shima yang jumlahnya lebih dari 1.000 unit. Sedangkan Cao Tian Jun berdiri di ujung dek kapal milik Ratu Shima, berdiri bersama dengan Ratu Shima.
Yang paling mengerikan bukanlah pasukan Kekaisaran Shima yang jumlahnya mencapai lebih dari 100 ribu prajurit, melainkan hampir dua juta lebih binatang mistik terbang di belakang armada kapal angkasa Kekaisaran Shima.
__ADS_1