
Bab 179. Melawan Pemburu.
Dua hari berlalu, setelah kemarahan Tian Jun di Lembah Ular yang berdekatan dengan Jembatan Ming Yao.
Banyak kultivator kuat telah tiba di wilayah Benua Tengah, mereka adalah orang-orang yang memburu Tian Jun. Mereka tidak berhenti setelah perjalanan jauh, segera menuju ke arah wilayah Kerajaan Sihir karena targetnya berada di sana.
Karena terlalu banyaknya kultivator yang memburu Tian Jun, mata-mata dari Kerajaan Sihir dan Klan Fang mengetahui pergerakan mereka. Mata-mata segera mengabarkan berita penting ini kepada pemimpinnya...
...****************...
Selama berada di dalam Dunia Jiwa untuk berkultivasi ganda, Tim Phoenix banyak bertanya mengenai kejadian di Lembah Ular, dan pertanyaan mereka sama.
Tian Jun menceritakan apa yang terjadi sehingga dirinya tiba-tiba menjadi sangat kuat. Waktu Mu Bingyun diserang oleh Long Yung, dia jelas sangat marah.
Ketika kemarahannya memuncak, dia melihat seekor Burung Merpati Putih yang terbang di depan matanya. Anehnya, Tim Phoenix yang berada di dekatnya tidak melihat Burung Merpati Putih di depan Tian Jun.
Sebelum Long Yung menyerang, tiba-tiba Burung Merpati Putih masuk ke dalam bola matanya. Setelah itu, dia tidak bisa lagi mengendalikan diri sendiri. Tetapi, dia sadar bahwa tubuhnya dikendalikan oleh Merpati Putih. Walaupun sadar, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena dalam kendali.
Merpati Putih menggunakan seluruh energinya untuk mengeluarkan kekuatannya yang tertidur, dan kekuatan itulah yang mampu mengalahkan Long Yung dan musuh dengan mudah.
Hebatnya lagi, seluruh energinya habis hanya karena mengeluarkan kekuatan tertidur sebesar kurang dari satu persen. Jika kekuatannya lebih tinggi, sudah pasti seluruh orang yang berada di Benua Tengah merasakannya, bahkan bisa saja Benua Tengah menjadi sejarah.
Setelah energi spiritual dan Kekuatan Jiwa terkuras, saat itu Tian Jun menjadi lemas dan tak sadarkan diri. Sampai hari ini, Tian Jun tidak tahu siapa Burung Merpati Putih itu, dan tidak tahu bagaimana cara untuk membangkitkan kekuatannya yang tertidur.
Tetapi, Tian Jun menyimpulkan bahwa kekuatannya yang tertidur bisa bangun saat kemarahannya terpicu, seperti saat Mu Bingyun diserang oleh Long Yung.
Setelah panjang lebar menceritakan kondisinya waktu itu, Tian Jun yang telah memulihkan seluruh energinya, segera mengajak Tim Phoenix keluar dari dalam Dunia Jiwanya.
Saat ini, Tian Jun bertemu dengan semua keluarga besar Fang Yin, di ruang pertemuan keluarga. Dia, Xia Junsu dan Tim Phoenix telah mengetahui keinginan Patriark Fang yang segera diadakan acara pernikahan.
Tian Jun berkenalan dengan ibu mertuanya yang kecantikannya tidak kalah dari Fang Yin, tetap awet muda walaupun usianya di atas kepala lima. Lalu berkenalan dengan semua keluarga besar Fang.
Setelah perkenalan yang diselingi dengan hidangan ringan, Matriark Fang membuka pembicaraan utama mengenai pernikahan.
"Hari yang baik di Bulan Monyet, di hari ketujuh awal bulan. Menurut Anda bagaimana?"
Tian Jun menghela nafas panjang karena acara pernikahannya sama dengan yang telah ditentukan oleh keluarga besar Wang. Jika dihitung-hitung di mulai dengan hari ini, maka acara pernikahan akan terjadi dalam waktu 3 bulan lebih 6 hari.
Jika acara pernikahan diadakan serempak, bagaimana caranya untuk bisa berada di dua tempat secara bersamaan? Hal ini yang membuat Tian Jun pusing memikirkannya.
Mendengar keinginan Matriark Fang, Wang Mei juga ikut pusing memikirkan hari pernikahan yang sama. Ini masih dua wanita yang akan menikah dengan Tian Jun, belum dengan yang lainnya. Karena bulan Monyet merupakan hari yang baik untuk diadakan acara pernikahan, sudah pasti akan menjadi pilihan.
Xia Junsu segera menjawab saat mengetahui putranya dan Wang Mei terlihat bingung.
"Wang Mei putri dari Patriark Wang Liang, keluarganya juga telah menentukan hari baik yang sama. Ini belum yang lain, sudah pasti akan menentukan hari yang sama. Ini usulanku, bagaimana jika acara pernikahan diadakan di satu tempat secara bersamaan? Hal ini akan lebih banyak menghemat energi dan biaya jika diadakan secara besar-besaran!"
Matriark Fang dan semua orang melihat wajah-wajah Tim Phoenix yang tersipu malu, termasuk Fang Yin yang tidak mau melepaskan tangan kanan Tian Jun.
Keluarga Besar Fang mengenali Tim Phoenix berasal dari keluarga terpandang di Benua Timur. Dan, usulan dari Xia Junsu memang sangat tepat. Dengan seluruh keluarga besar bekerja sama, jelas menghemat energi dan biaya.
"Usulan yang bagus! Tinggal kita bicarakan hal ini dengan Ratu Shima, Matriark Yin dan Xue Delun Hai. Untuk mempertemukan mereka secara bersamaan, merupakan hal yang sulit...," Patriark Fang mendukung usulan Xia Junsu, ia berhenti berbicara karena berpikir bahwa cara untuk mempertemukan ketiga orang kuat itu.
Semua orang juga ikut memikirkan hal ini. Lalu semua mata melihat ke arah Tian Jun. Hanya Tian Jun satu-satunya orang yang bisa mengumpulkan banyak orang kuat dalam satu waktu dan tempat, termasuk musuhnya.
Tian Jun yang menjadi pusat perhatian garuk-garuk kepala karena tidak tahu harus bagaimana, dan harus berkata apa.
Semua mata melihat ke luar ruang pertemuan karena ada yang datang dengan terburu-buru. Dan orang itu adalah mata-mata. Orang itu membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin klan.
"Ada apa, katakan?" tanya Patriark Fang dengan nada tenang.
"Banyak kultivator dari benua lain menuju ke tempat ini. Kemungkinan besar tujuan mereka karena Tuan Muda Jun!" lapor mata-mata.
Semua orang tidak terkejut menerima berita buruk ini, sebab sudah menduga jika Stempel Giok Maharaja akan memicu gelombang keserakahan. Apalagi sudah berhadapan dengan anggota Paviliun Bunga Kematian di Pulau Paus Biru yang menargetkan Tian Jun.
Patriark Fang melambaikan tangan sebagai tanda bahwa mata-mata bisa kembali melanjutkan tugasnya. Setelah mata-mata keluar dari ruang pertemuan keluarga, dia berkata kepada semua orang.
"Aku akan menemui adikku. Bersiaplah untuk menghadapi serangan lawan! Kita bertemu di pinta pertahanan Jembatan Fang Yao."
Setelah berbicara, Patriark Fang dan dua tetua klan segera menuju ke Kerajaan Sihir. Penguasa Kerajaan Sihir adalah adik kedua dari Patriark Fang, namanya Fang Bo Jin - Raja Fang.
Walaupun Patriark Fang bukannya seorang raja, dia masih menjadi pemimpin utama dari keluarga besar Fang. Setiap perintah dan ucapnya selalu dipatuhi oleh keluarganya.
Matriark Fang segera mengajak semua orang yang bisa bertarung menuju ke Jembatan Fang Yao sesuai perintah, termasuk Tian Jun dan Tim Phoenix.
Sebagai penyebab masalah ini, Tian Jun jelas tidak mungkin berpangku tangan melihat musuh menyerang Kerajaan Fang. Dia justru bersemangat untuk melawan mereka dan berharap bisa marah besar seperti waktu itu.
__ADS_1
"Tuan, apakah kita tidak menggunakan Dragon Spaceship?" tanya Miao Miao yang sudah menjelajahi Dunia Jiwa milik Tian Jun.
Tim Phoenix menatap wajah Tian Jun dengan berkedip-kedip, berharap untuk mengeluarkan kapal angkasa berbentuk naga. Xia Junsu tersenyum melihat putranya yang enggan menunjukkan kekayaan kepada semua orang.
Dengan menggunakan Dragon Spaceship, jarak antara Benua Tengah dan Benua Timur bisa ditempuh dalam waktu kurang dari sehari, dan itu baru setengah kecepatan.
Saat berada di dalam Dunia Jiwa, Tim Phoenix tidak hanya berkultivasi dan berlatih, di saat bosan, mereka menjajal semua benda aneh yang sudah ada di Dunia Jiwa, termasuk Dragon Spaceship yang memiliki kecepatan suara dan pertahanan kuat.
Jika Tian Jun mengingat masa lalunya sebagai seorang Dewa Binatang Yang Abadi, dia akan tahu asal-usul Dragon Spaceship. Dragon Spaceship yang diciptakan oleh Fucang Long (Naga Tanah) sewaktu berada di Alam Tianwu.
Bentuk dari Dragon Spaceship; bagian depannya berbentuk kepala naga, dan belakang menyerupai ekor Naga. Bagian samping kanan dan kirinya terdapat dua pasang turbin sebagai daya dorong, bisa digerakkan naik turun, dan untuk menghindari serangan lawan. Panjang keseluruhan mencapai 250 meter dan lebar diameter tengahnya 120 meter, memiliki dua kabin.
Dragon Spaceship, mampu menampung 500 jiwa dan 100 anak buah kapal. Mampu menahan serangan kekuatan tingkat True Delta. Hanya saja tidak dikhususkan untuk menyerang, hanya digunakan untuk transportasi berkecepatan tinggi, memiliki dua meriam berkekuatan sedang sebagai pertahanan. Walaupun hanya memiliki dua meriam, kekuatannya mampu menumbangkan setingkat Half Theta.
Tim Phoenix telah mempelajari penggunaan Dragon Spaceship. Justru Tian Jun yang sebagian pemiliknya tidak bisa mengontrol kendali kapal angkasanya.
Semua wanitanya merayu Tian Jun agar mengeluarkan Dragon Spaceship, mereka beralasan bahwa wanita cantik harus menggunakan sesuatu yang hebat.
Mau tidak mau, Tian Jun akhirnya menyerah dan mengeluarkan Dragon Spaceship. Tapi sebelum itu, dia harus menuju ke tempat lapangan parkir kapal angkasa. Dia bersama dengan Tim Phoenix, Matriark Fang dan keluarga besar Fang menuju lapangan.
Setelah tiba, Tian Jun sekali lagi melihat Tim Phoenix agar mengurungkan keinginannya. Sayangnya, Tim Phoenix mengancam tidak akan mau dijadikan sebagai alat untuk memulihkan energi Kekuatan Jiwa.
Swosh...
Dragon Spaceship keluar dari dalam Dunia Jiwanya, melayang di udara dengan ketinggian dua meter dari permukaan tanah. Semua orang yang belum pernah melihatnya jelas terkagum-kagum melihat kemegahan Dragon Spaceship yang berukuran besar.
Tanpa diminta, Tim Phoenix segera melompat ke atas Dragon Spaceship, lalu disusul oleh Tian Jun yang tidak bersemangat karena telah menunjukkan kekayaannya. Matriark Yin dan keluarga segera naik, mereka semakin mengagumi kemegahan kapal ini karena sangat kuat. Mereka segera masuk ke dalam kabin kapal untuk melihat-lihat.
Xia Junsu segera mengendalikan Dragon Spaceship, melaju dengan kecepatan rendah, dengan ketinggian 2.000 meter dari permukaan tanah. Saat Dragon Spaceship melintas wilayah Klan Fang, jelas menarik perhatian orang banyak yang menuju ke Jembatan Fang Yao.
"Langsung saja kita hadang mereka!" pinta Tian Jun yang tidak ingin Jembatan Fang Yao menjadi tempat pertarungan.
Xia Junsu hanya mengangguk sebagai jawaban, lalu meningkatkan kecepatan hingga mencapai 1 Mach. Dengan lembut Dragon Spaceship melesat dengan sangat cepat.
Tidak butuh waktu lama, Dragon Spaceship telah keluar dari wilayah Kerajaan Sihir, melintas sepanjang jalur Lembah Ular. Tim Phoenix telah siap dengan busur di tangan.
Senjata mereka merupakan bagian dari Winged Golden Armor Ring. Dengan pikiran, mereka bisa mendapatkan senjata sesuai dengan keinginan. Berhubung berada di atas Dragon Spaceship, senjata busur lebih efektif saat menyerang lawan yang berada di luar area kapal, dan juga memiliki jangkauan serang yang jauh
Matriark Yin dan keluarga melongo melihat Tim Phoenix begitu anggun mengenakan zirah perang bersayap yang berwarna keemasan. Apalagi melihat Fang Yin putrinya yang semakin memancarkan aura seorang ratu yang siap bertarung di medan tempur.
Saat berada di tengah antara dua jembatan penghubung, tampak terlihat banyak orang yang terbang menggunakan pedang sebagai alat transportasi. Melintasi jalur Lembah Ular. Melihat gelagat buruk, serta merasakan aura niat membunuh, jelas mereka adalah orang-orang yang mengincar Tian Jun.
Xia Junsu dengan lihai menggerakkan dua tuas turbin untuk merubah posisi kapal agar menyamping. Dengan posisi menyamping menghadap sasaran, Dìyù Nuan bisa membidik lawan.
Kemudian, Xia Junsu mengurangi kecepatan Dragon Spaceship agar memudahkan Tim Phoenix membidik lawannya. Setelah itu, ia mengaktifkan proyektor pelindung agar serangan lawan tidak mengenai Tim Phoenix dan keluarga besar Fang.
Melihat Dragon Spaceship yang berbentuk unik, berukuran besar, serta terlihat sangat kuat, semua musuh yang mempercepat pedang terbang untuk merebut Dragon Spaceship, apalagi melihat target utamanya berada di atas kepala naga.
Saat jarak lawan dalam jangkauan tembakan meriam, Miao Miao dan Dìyù Nuan segera melepaskan tembakan ke musuh yang bergerombol. Sedangkan Tim Phoenix siap mengeliminasi musuh yang belum tewas.
Melihat serangan dari Dragon Spaceship, musuh seolah-olah tidak menganggapnya bahaya, apalagi peluru meriam yang melesat ke arahnya terlihat lambat. Mereka mengeluarkan senjata andalan untuk menangkis serangan lawan tanpa mengurangi kecepatannya.
Boom boom...
Akan tetapi, melihat peluru meriam yang tiba-tiba meledak sebelum mengenai sasaran, membuat lawan tertawa, mereka pikir peluru berbentuk lonjong memajang telah gagal. Akan tetapi, setelah peluru meledak, serpihannya proyektil tajam melesat ke arah mereka yang ditargetkan.
Saking cepatnya, dan juga target syok melihatnya, ribuan proyektil peluru tajam menembus tubuh mereka. Setelah tertanam di tubuh, proyektil peluru meledak.
Boom boom boom....
Rentetan ledakan keras dari peluru meriam mengenai sasaran yang berkelompok, seketika tubuh mereka menjadi daging cincang, darah berhamburan seperti air hujan. Dampak dari ledakan proyektil peluru, mengenai musuh yang berada di sekitarnya.
Melihat dua meriam yang sangat mengerikan daya penghancurnya, membuat Matriark Yin dan keluarganya tercengang, tubuh mereka gemetaran karena takut terkenal peluru meriam.
Tian Jun dan Tim Phoenix sendiri sampai melongo melihat dua meriam memiliki daya perusak yang mengerikan. Mereka pikir, spesifikasi Dragon Spaceship yang belum pernah diuji, tidak sehebat ini, dan tidak mungkin memiliki daya penghancur yang mampu menumbangkan kekuatan Tingkat Half Theta.
Nyatanya, setingkat Half Alfa level 4 yang ditargetkan oleh Miao Miao, seperti kerupuk saat terkena proyektil peluru meriam.
Dengan pikiran, tangan Tian Jun memegang busur yang juga bagian dari Winged Golden Armor Ring. Dia memadukan anak panah energi dengan petir. Jumlah anak panah petir sesuai dengan targetnya yang lolos dari ledakan peluru meriam.
Kemudian, dia mengarahkan busurnya ke langit, lalu melepaskan anak panah petir. Suara menggelegar keras ketika anak panah itu dilepaskan. Kemudian, dari langit turun serat-serat petir yang menyerupai anak panah.
Cedarrr... Cedarrr...
Akibat serangan kuat dari dua meriam sebelumnya, masih mengejutkan lawan, dan kaget ketika petir menyambar-nyambar. Mereka mendongak dan melihat petir seperti hujan yang turun dengan sangat cepat.
__ADS_1
Boom boom boom...
Rentetan suara ledakan ketika petir meledak musuh yang terkena. Mereka yang memiliki kekuatan tinggi, segera menangkis setiap petir yang akan mengenainya.
Fang Yin dengan energi sihirnya, membuat anak panah seperti jarum berukuran besar dengan jumlah tiga. Kemudian, melepaskan anak panahnya yang melesat seperti angin. Tiga anak panah itu berubah menjadi ribuan jarum yang melesat ke musuhnya.
Melihat Fang Yin yang sudah menyerang, Tim Phoenix tidak ketinggalan, mereka menggunakan elemen api, air dan es yang menjadi andalannya. Kemampuan mereka semakin meningkat karena dukungan dari Winged Golden Armor Ring. Akibatnya, targetnya kewalahan menangkis setiap serangan Tim Phoenix.
Yang terlambat menangkis dan menghindar, seketika terjatuh dari pedang terbangnya. Apalagi Miao Miao dan Dìyù Nuan kembali melepaskan peluru meriam yang semakin membuat lawan kalang kabut dibuatnya.
Matriark Yin dan keluarganya sampai dibuat melongo melihat kehebatan Tim Phoenix, terutama kehebatan Fang Yin yang semakin mumpuni semenjak bersama dengan Tian Jun.
Gerakan mereka yang kompak, seperti sudah berlatih selama bertahun-tahun, lebih terkoordinasi daripada prajurit berpengalaman. Dan, yang membuat mereka semakin kagum, serangan lawan tidak sedikitpun menggetarkan Dragon Spaceship, sebab membentur proyektor pelindung yang meredam serangannya.
Seakan-akan Dragon Spaceship diciptakan oleh Xia Junsu, ia dengan lihai menggerakkan turbin ke samping belakang, sehingga Dragon Spaceship yang melintang itu bergerak maju mendekati lawan.
Dengan posisi dua meriam berada di sisi kanan dan kiri, sedangkan Tian Jun dan Tim Phoenix berada di tengah-tengahnya, membuat serangan semakin mengacaukan formasi lawan yang datang dari depan.
Melihat serangan dari Dragon Spaceship yang mengerikan, membuat para pemburu kepala Tian Jun segera mundur, menjauh dari jangkauan dua meriam dan anak panah.
"Aku, Cao Tian Jun ada di sini, kenapa kalian mundur?" ejekan Tian Jun melihat lawan yang menjauhi Dragon Spaceship.
Namun, karena lawan takut, dan tidak bisa menyerang karena Dragon Spaceship yang memiliki pertahanan sekuat kultivator tingkat True Delta, mereka tidak menjawab. Jika Tian Jun keluar dari Dragon Spaceship, jelas mereka tidak akan banyak bicara dan segera membunuh targetnya.
"Ayo serang aku!" tantangan Tian Jun sambil melambaikan tangan kirinya ke arah Xia Junsu, dia ingin agar Dragon Spaceship ditingkatkan kecepatannya untuk mendekati para pemburu yang menjauhinya.
Dengan posisi melintang di tengah-tengah Lembah Ular, Dragon Spaceship dengan lembut melaju kencang ke arah para pemburu. Matriark Yin menggagumi Xia Junsu yang handal dalam mengendalikan Dragon Spaceship, dia segera masuk ke dalam ruang kendali kapal untuk belajar.
Sedangkan para pemburu, mereka segera menjauhi Dragon Spaceship yang mendekati. Mereka tidak mau mati konyol selama Tian Jun berada di dalam kapal. Namun, mereka tercengang karena Dragon Spaceship sudah sangat dekat, dan dalam jangkauan untuk menembak...
Patriark Fang, Raja Raja, para murid dan guru, serta 2.000 prajurit, baru tiba di Jembatan Ming Yao. Mereka melongo melihat Dragon Spaceship yang ditumpangi oleh Tim Phoenix memburu musuh. Mereka ketinggalan melihat kehebatan Dragon Spaceship dan serangan Tim Phoenix.
Mereka segera menyusul Tim Phoenix melalui jalur di atas tebing Lembah Ular. Mereka sengaja tidak turun ke lembah karena lebih mudah menyerang lawan dari atas tebing.
Akan tetapi, saat dekat dengan wilayah Kerajaan Ming, mereka melihat Raja Ming dan 10.000 prajurit yang siap untuk menyerang. Yang membuat Patriark Fang dan Raja Fang keheranan, siapa yang akan menjadi lawan Raja Ming.
Apakah Raja Ming membantu Kerajaan Sihir, atau sebaliknya? Jika Raja Ming ikut menargetkan Tian Jun, jelas perang antar kerajaan yang bersebelahan tidak mungkin dihindari.
Tebing Lembah Ular merupakan jalur bebas, sekaligus garis perbatasan antara dua kerajaan. Karena Raja Ming dan pasukannya berada di tebing jalur bebas, maka Patriark Fang dan Raja Fang berinisiatif untuk menemui mereka, dengan maksud bertanya tentang tujuan mereka.
Raja Ming bersama dengan jenderalnya juga menemui Patriark Fang. Saat jarak terpaut 20 meter, mereka berhenti.
"Sudah lama kita tidak bertemu seperti ini! Apakah Anda bertujuan untuk membantu kami atau sebaliknya?" tanpa berbasa-basi, Patriark Fang bertanya kepada Raja Ming.
"500 miliar koin emas, siapa yang mau menolaknya? Apalagi memiliki Stempel Giok Maharaja, bodoh yang menolaknya juga!" jawab Raja Ming yang tidak menutupi tujuannya menargetkan Tian Jun.
Patriark Fang dan rombongannya tidak menyangka bahwa kepala Tian Jun bernilai sangat tinggi. Mereka pikir, para pemburu menginginkan Stempel Giok Maharaja, dan tidak sampai senilai itu.
Dengan angka 500 miliar koin emas, siapapun orangnya sudah pasti akan mampu untuk menguasai suatu wilayah. Ucapan Raja Ming sudah sangat jelas bahwa telah mendeklarasikan perang terhadap Kerajaan Sihir yang mendukung Tian Jun.
"Aku lupa kapan terakhir kita berperang! Seingatku, perang terakhir dimenangkan oleh pihak kita. Ya, walaupun kita rugi besar yang kehilangan 5 ribu prajurit. Setidaknya pihak lawan juga dirugikan dengan kehilangan 15 ribu prajurit!" Raja Fang mengungkit masa lalu yang memalukan bagi Kerajaan Ming.
Raja Ming tertawa karena Raja Fang membuka luka lama yang terjadi 2.531 tahun lalu. Waktu itu, Kerajaan Ming kalah besar karena Kerajaan Sihir didukung oleh Leluhur Yao secara diam-diam.
Jika bukan karena ikut campur tangan dari Fang He Mei, jelas Leluhur Yao tidak mungkin ikut campur dalam urusan kerajaan. Karena dukungan dari Fang He Mei, akibatnya Kerajaan Ming menelan kekalahan besar.
Medan perang waktu itu di tempat yang sama, di tempat saat ini mereka berdiri. Disinilah banyak kisah yang memilukan hati pada waktu itu. Dua kerajaan berperang karena masalah umum, yaitu memperluas wilayah kekuasaannya agar lebih banyak sumber daya yang didapatkan.
Dua kerajaan itu dipisahkan oleh Sungai Buaya Zong yang dulu berukuran kecil. Menjadi besar karena adanya Buaya Zong yang dikutuk oleh Fang He Mei.
Karena Zong Lin takut kepada Fang He Mei karena kutukan, dia memperluas sungai dengan memakan wilayah Kerajaan Ming. Akibatnya, jelas wilayah Kerajaan Ming menjadi berkurang. Raja Ming menyalahkan Klan Fang karena mengutuk Zong Lin menjadi buaya yang memperluas sungai.
Karena tidak terima, Raja Ming merebut wilayah Kerajaan Sihir sebagai ganti rugi. Raja Fang jelas tidak mungkin tinggal diam, dia mempertahankan wilayah bagian barat yang hampir dikuasai oleh Raja Ming...
"Itu dulu saat Fang He Mei masih hidup. Saat ini, kalian bukanlah apa-apa yang perlu ditakuti. Masa lalu hanyalah pembelajaran hidup. Kalian menjadi hebat karena adanya dukungan dari belakangnya! Cobalah berdiri sendiri bertarung melawan kejamnya dunia, kalian akan tahu bagaimana rasanya berjuang sendiri!"
Ucapan Raja Ming merupakan sindiran halus tetapi menyakitkan bagi Patriark Fang rombongannya. Namun, Patriark Fang tidak mau kalah dalam berkata-kata.
"Dukungan juga merupakan keberuntungan! Hari ini dan seterusnya, kami, keluarga besar Fang akan selalu beruntung karena kami berlaku adil kepada siapapun! Cao Tian Jun suami dari Ratu Shima dan Fang Yin putriku... Merekalah keberuntungan kami! Lihat di belakang kalian!"
Patriark Fang tidak menyebutkan nama asli menantunya, agar tidak menimbulkan masalah baru yang terkait dengan dua Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga.
Tian Jun sendiri sudah tidak menggunakan dua ciptaan ayahnya dikarenakan telah memiliki Batu Keabadian dan Kekuatan Jiwa Semesta. Apalagi asal-usul kedua kitab itu berasal dari Batu Keabadian.
Walaupun tidak membutuhkan kedua kitab itu, dia tidak menurunkan kepada Tim Phoenix, dengan alasan karena terciptanya kitab itu atas jerih payah dari Tian Sun. Gara-gara kedua kitab juga, keluarga besar Tian dimusnahkan oleh musuh ayahnya.
__ADS_1
Mendengar balasan dari Patriark Fang, Raja Ming terlihat gelisah karena Tian Jun adalah suami dari Ratu Shima. Mereka segera membalikkan badan dan melihat Dragon Spaceship sudah berada di belakang, dan siap untuk melepaskan tembakan meriam.
Dalam benak Raja Ming, "apakah masa lalu terulang lagi?"