8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Perseteruan Antara Keluarga.


__ADS_3

Bab 131. Perseteruan Antara Keluarga Demi Stempel Giok Singa.


...****************...


Anggota Paviliun Bunga Kematian yang tidak kunjung datang membuat Ketua Wang Wen geram. Seharusnya mereka sudah selesai melakukan tugas untuk membunuh Cao Tian Jun. Namun, setelah menunggu selama satu batang dupa, mereka tidak kunjung tiba.


Ketua Wang Wen memerintahkan salah satu orang untuk memanggil mereka. Setelah menunggu kurang dari satu batang dupa, utusannya kembali dengan kabar buruk, yang mana kelima anggota Paviliun Bunga Kematian tidak berada di kamar.


"Sialan, mereka pasti kabur?!" kemarahan Ketua Wang Wen sambil mengeluarkan Siput Komunikasi, dia berkomunikasi dengan pemimpin Paviliun Bunga Kematian yang berjuluk Raja Hutan, dan panggilannya adalah Conglin.


"Tuan Conglin, anak buah Anda melarikan diri dari tugasnya. Apakah seperti ini profesionalisme cara kerja kalian?" Ketua Wang Wen jelas tidak terima mendapatkan pelayanan seperti ini.


Tidak berselang lama menunggu, Siput Komunikasi bergetar, lalu mengeluarkan suara seorang pria tua, yang tidak lain adalah pemimpin Paviliun Bunga Kematian.


"Kristal kehidupan mereka pecah ... Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, siapa yang membunuh mereka?"


Ketua Wang Wen dan pendukungnya terkejut mendengar berita ini. Mereka tahu arti kristal kehidupan yang merupakan benda untuk menyimpan energi spiritual. Dengan adanya kristal kehidupan, maka siapapun yang menyimpan energi spiritual bisa diketahui keadaannya.


Selain menyimpan energi spiritual, kristal kehidupan bisa melihat apapun yang terakhir dilihat oleh pemiliknya. Seandainya kristal kehidupan pecah, dengan kata lain si pemiliknya terbunuh, maka si pembunuh bisa diketahui. Ini hal umum di benua ini.


Ketua Wang Wen mendekati lubang Siput Komunikasi di bibirnya, lalu berbicara, "bagaimana aku tahu! Seharusnya Anda sudah mengetahui siapa pembunuhnya melalui pengelihatan terakhir mereka!"


Dia tidak mau disalahkan atas terbunuhnya anggota Paviliun Bunga Kematian. Setelah beberapa saat, Siput Komunikasi bergetar kembali.


"Jika aku tahu, aku tidak perlu bertanya!Pelakunya sangat terlatih dan berpengalaman. Kamu selidik siapa orang yang kuat berada di wilayahmu. Aku akan kirim orang yang lebih kuat untuk menangkapnya!"


Ketua Wang Wen dan pendukungnya kembali dibuat terkejut, mereka saling berpandangan. Karena Cao Tian Jun berubah menjadi udara ketika membunuh kelima anggota Paviliun Bunga Kematian, wajahnya tidak teridentifikasi oleh kristal kehidupan, sehingga pihak Paviliun Bunga Kematian tidak mengetahuinya.


"Apakah bocah itu pelakunya?" tebakan Ketua Wang Shirong yang menduga si pembunuh adalah Cao Tian Jun, sebab ketiga anggota Paviliun Bunga Kematian dengan mudah dipukuli tanpa bisa membalas.


"Membunuh lima orang yang memiliki kekuatan setara itu tidaklah mudah! Fisiknya memang kuat, tetapi belum tentu basis kultivasi juga tinggi. Dengan usianya, tidak mungkin bocah itu mampu mengalahkan mereka. Memangnya ada generasi dulu dan sekarang yang lebih jenius daripada Tian Sun?" Ketua Wang Wen berpendapat lain, sebab tidak mungkin Cao Tian Jun mampu membunuh anggota Paviliun Bunga Kematian dalam waktu singkat tanpa menimbulkan keributan.


Selain itu, ucapannya juga masuk akal. Tidak jarang seseorang memiliki fisik kuat, kebanyakan mereka anggota dari Kuil Atas Awan, yang merupakan tempatnya kultivator menempa fisik agar sekuat baja.


"Sekarang, lebih baik kita segera mengeliminasi Wang Liang dan keturunannya!" ajak Ketua Wang Wen yang tidak mungkin mundur untuk membunuh seluruh keluarga Patriark Wang Liang.


Untuk masalah mencari siapa pelaku pembunuh anggota Paviliun Bunga Kematian, bisa dilakukan nanti setelah membunuh rivalnya, pikir Ketua Wang Wen.

__ADS_1


Ketua Wang Wen memimpin jalan menuju ke kediaman Patriark Wang Liang...


...****************...


Patriark Wang Liang dan keluarganya sudah menunggu kedatangan Ketua Wang Wen. Karena mereka tidak kunjung datang, membuat banyak orang berpikir bahwa Ketua Wang Wen tidak datang karena anggota Paviliun Bunga Kematian telah tewas.


Patriark Wang Liang meminta semua pendukungnya agar tutup mulut mengenai masalah Cao Tian Jun yang telah membunuh anggota Paviliun Bunga Kematian, dia tidak ingin menantunya menjadi sasaran balas dendam pihak Paviliun Bunga Kematian.


Cao Tian Jun mengeluarkan botol giok berisi Pil Kultivasi tingkat Peri Benua tahap puncak. Pil ini dikhususkan untuk kekuatan tingkat Deity, mampu meningkatkan kekuatan sebanyak 1 level setiap butir pil hingga mencapai tingkat True God. Dan di dalam botol giok itu berisi 10 butir pil.


Dia memberikan botol giok itu kepada Patriark Wang Liang sambil berkata, "saya tidak tahu apakah ini layak sebagai hadiah atau maskawin. Anda bisa menilainya sendiri!"


Patriark Wang Liang tersenyum melihat kepolosan menantunya, dia menerima botol giok. Tim Phoenix, Wang Mei dan Chu Sying Chun melihatnya dengan rasa penasaran. Semua orang tahu botol giok itu berisi pil, tetapi tidak tahu jenis pil apa.


Ketika membuka penutup botol giok, aroma wangi khas Pil Kultivasi tingkat Peri Benua menyeruak masuk ke dalam hidung setiap orang disekitarnya. Spontan mereka terkejut.


Mencium aromanya saja membuat dantian setiap orang seperti kelaparan, berharap mendapatkan Pil Kultivasi tingkat Peri Benua tahap puncak. Patriark Wang Liang sampai gemetaran memegang botol giok, dia buru-buru menutup botol giok.


"Ini... Ini... Ini lebih dari sekedar maskawin. Apa... Apakah Anda seorang Alkemis tingkat Peri Benua?" Patriark Wang Liang sampai kebingungan harus berkata apa karena pemberian dari menantunya ini sangatlah berharga, jauh melebihi ekspektasinya.


Dia pikir menantunya ini memberikan pil setingkat Master. Namun kenyataannya, mencium aromanya saja mudah ditebak, di dalam botol giok ini sudah pasti berisi Pil Kultivasi tingkat Peri Benua tahap puncak.


Patriark Wang Liang menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hatinya, dia lega karena menantunya bukanlah seorang monster. Dan, ucapannya memang masuk akal karena tidak mungkin diusianya saat ini mencapai prestasi melebihi orang yang berumur ratusan tahun.


"Anda lebih membutuhkannya!" tolak Patriark Wang Liang karena tidak tahu jika kekuatan Cao Tian Jun berada di tingkat Golden God, jauh dari kekuatannya yang berada di tingkat Deity level 2.


"Ayah, saudara iparku ini di tingkat Golden God!" bisik Wang Lee, lalu dia menyunggingkan senyuman bangga sambil melirik Cao Tian Jun.


Patriark Wang Liang terhuyung-huyung ke belakang karena syok mendengar ini. Untung saja Wang Lee segera memegang lengannya sehingga tidak sampai terjatuh. Wang Mei yang berada di belakang Patriark Wang Liang juga menahan punggungnya.


Awalnya Patriark Wang Liang berpikir bahwa kekuatan Cao Tian Jun berada di atas kelima anggota Paviliun Bunga Kematian, oleh karena itu mampu membunuh mereka dengan mudah dan cepat. Ternyata, menantunya jauh lebih kuat darinya, sungguh memalukan.


Karena kelangkaan Pil Kultivasi tingkat Peri Benua membuat Patriark Wang Liang dan banyak kultivator stagnan di tingkat True God. Untuk meningkatkan kekuatan, biasanya kultivator berpetualang untuk mendapatkan keberuntungan. Jika berkultivasi secara normal dengan menyerap energi bumi dan langit akan membutuhkan waktu lama.


Namun, bukan berarti tidak ada Alkemis tingkat Peri Benua (Fairy Continent), hanya saja sulit untuk mendapatkan bahan-bahannya. Bahannya bisa didapatkan melalui jaringan Guild Teratai Biru yang ada di Benua Timur, tetapi harga bahan sangatlah mahal.


Di Kekaisaran Xia memiliki ladang tanaman langka yang dirawat secara khusus oleh para ahli Alkemis. Dan, banyak juga Alkemis di tingkat Peri Benua di sana. Apalagi di Guild Teratai Biru yang merupakan tempat berkumpulnya para Alkemis, ada yang berada di tingkat Ancestral Gods.

__ADS_1


Untuk mendapatkan Pil Kultivasi tingkat Peri Benua, biasanya melalui lelang, itupun sangat jarang. Seandainya memiliki bahan-bahannya, untuk menyewa Alkemis setingkat itu juga tidak murah, bisa-bisa menguras harta. Dan, itupun jika berhasil membuatnya, jika tidak maka kerugian besar bagi pemilik bahan.


Cao Tian Jun keheranan bagaimana Wang Lee dan Wang Mei mengetahui kekuatannya yang sebenarnya. Dia belum tahu jika seluruh anggota Akademi Merpati Putih kelas dua telah mengetahuinya juga.


"Apapun yang sudah saya berikan, saya tidak akan mengambilnya lagi. Jika Anda tidak mau, buang saja!" tolak Cao Tian Jun.


Patriark Wang Liang segera menyembunyikan botol giok sambil menjauhi anak dan juga istrinya yang menyodorkan tangan. Cao Tian Jun tersenyum melihat tingkah laku mertuanya seperti anak kecil yang takut kuenya direbut.


Namun, Cao Tian Jun pura-pura melihat ke depan saat kekasihnya tersenyum genit, yang artinya meminta Pil Kultivasi tingkat Peri Benua.


"Jatahku mana?" pinta Chu Sying sambil menempelkan dadanya di lengan Cao Tian Jun.


"Aku juga butuh, apakah kamu tidak peduli denganku yang masih berada di tingkat Celestial Immortal!" Chu Sying Chun juga menginginkan Pil Kultivasi.


Satu per satu kekasihnya meminta. Mau tidak mau, Cao Tian Jun akhirnya mengeluarkan tujuh botol giok berisi Pil Kultivasi tingkat King tahap puncak, setiap pil berisi sepuluh butir. Lalu memberikan kepada kekasihnya.


Tim Phoenix Chu Sying Chun dan Wang Mei tersenyum senang. Walaupun jauh lebih rendah dari tingkat Peri Benua, ini juga sangat besar nilainya.


Wang Lee tidak ketinggalan, dia juga minta, bahkan Jie Liangyi juga meminta. Mau tidak mau Cao Tian Jun mengeluarkan dua botol giok yang berisi sama.


Tiba-tiba Cao Tian Jun teringat akan janjinya kepada Xue Li Xia, dia menepuk keningnya sebagai bentuk reaksi. "Bagaimana aku sampai melupakan wanita cantik!" batinnya.


Kemudian, Ketua Wang Wen pun tiba dengan wajah yang tidak sedap dipandang. Dia dan pendukungnya mengeluarkan aura niat membunuh.


Patriark Wang Liang segera menghampirinya sebelum masuk ke dalam halaman rumah.


"Ada apa ini?" tanya Patriark Wang Liang dengan tegas, dia sengaja bertanya.


"Serahkan Stempel Giok Singa!" pinta Ketua Wang Wen yang tidak lagi menyembunyikan tujuannya, sebab lambat laun keluarganya ini akan mengetahuinya juga.


Dengan Patriark Wang Liang menyerahkan Stempel Giok Singa, maka secara otomatis akan turun dari kepemimpinan sebagai Patriark Klan.


"Aku hanya mengikuti aturan dan keputusan dari para tetua klan. Ingat, kita masih belum bersaing dalam pertarungan antara generasi muda!" tolak Patriark Wang Liang yang berdasarkan aturan klan.


Penolakan Patriark Wang Liang semakin membuat Ketua Wang Wen marah, dia mengeluarkan aura kekuatan tingkat True God level 3. Patriark Wang Liang jelas kaget karena adiknya ini telah menerobos 1 level. Pantas saja adiknya ini ingin menduduki jabatan pemimpin Klan Wang.


Bersambung.

__ADS_1


(Note; tetua adalah orang yang dituakan, seperti leluhur. Sedangkan ketua adalah jabatan atau gelar pada satu bidang keahlian.)


__ADS_2