
Bab 172. Batu Giok Ukiran Naga.
Setelah Cao Tian Jun dan Tim Phoenix masuk ke Toko Dongxi, tiga pegawai toko segera menutup pintu, jendela, dan dengan segera menguncinya. Tindakan pegawai toko mengejutkan Cao Tian Jun dan kekasihnya.
Sebelum Fang Yin bertanya, keluar tiga orang dari dalam ruangan toko, mereka adalah pemilik toko yang bernama Dongxi dan pasangan suami-isteri yang dijuluki Bao Dong. Pemilik toko juga salah satu dari anggota Paviliun Bunga Kematian, dan mendapatkan tugas untuk membunuh Cao Tian Jun.
"Kita terjebak!" ucap Xia Junsu dengan suara lirih, tapi tidak membuatnya khawatir. Demikian juga dengan Cao Tian Jun dan Tim Phoenix yang masih tenang.
Cao Tian Jun melirik sekelilingnya untuk mencari jalan kabur, namun semua pintu telah diblokir oleh pegawai toko dan Bao Dong. Lalu dia melihat pasangan suami-istri, tetapi terfokus kepada si Bao.
"Apa maksud kalian?" tanya Fang Yin dengan nada ketus kepada pemilik toko.
Semua orang yang mengepung, tiba-tiba melepaskan pakaian luarnya, dan membuat Cao Tian Jun dan Tim Phoenix waspada. Namun, mereka tidak melakukan tindakan yang membahayakan, melainkan menunjukkan pakaian yang memiliki logo Paviliun Bunga Kematian.
Melihat logo itu dan tanpa perlu mereka menjawab, Cao Tian Jun tersenyum tipis karena tahu tujuan mereka yang ingin membunuhnya. Tim Phoenix segera melindungi kekasihnya karena ditargetkan.
Yang membuat Cao Tian Jun dan Tim Phoenix jijik, mereka melihat pasangan suami-istri itu berciuman di depan mata, menganggap tidak ada orang di dalam toko.
"Serahkan Stempel Giok Maharaja dan semua harta yang kau miliki!" pinta Dongxi dengan mengeluarkan aura kekuatan tingkat Half Alfa level 2, tujuannya agar Cao Tian Jun dan Tim Phoenix tidak bisa bergerak.
Akan tetapi, Dongxi, Bao Dong dan semua pegawai toko keheranan melihat Cao Tian Jun dan Tim Phoenix tidak tampak sedikitpun tertekan oleh aura kekuatan Half Alfa. Dan pikiran mereka sama, menduga bahwa anak-anak muda ini memiliki perlindungan diri.
"Apakah kau ingin melihat semua wanitamu ini merasakan kenikmatan di depan mata?" ancaman Dongxi karena Cao Tian Jun tidak menjawab.
"Paviliun Bunga Kematian memang perlu dimusnahkan, termasuk semua keluarganya walaupun tidak terlibat!" kegeraman Cao Tian Jun sambil mengepalkan kedua tangannya.
Bukannya takut, mereka menertawakan perkataan Cao Tian Jun, sebab anak-anak muda ini dianggap lemah, dan tidak mungkin mampu memusnahkan Paviliun Bunga Kematian.
"Kalian masuk!" perintah Cao Tian Jun kepada Tim Phoenix.
Segera Tim Phoenix menghilang dan muncul di dalam cincin dimensinya. Menghilangnya mereka jelas mengejutkan anggota Paviliun Bunga Kematian. Setelah itu...
Boom...
Cao Tian Jun mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di tingkat God Emperor level 9, dan akan segera menerobos ke tingkat God Sovereign. Toko Dongxi hancur berkeping-keping karena dampak aura kekuatannya.
Akan tetapi, anggota Paviliun Bunga Kematian baik-baik saja karena lebih kuat. Mereka menyunggingkan senyum mengejek seolah-olah Cao Tian Jun bukan lawan kuat.
Hancurnya Toko Dongxi jelas membuat orang yang berada di sekitarnya kaget. Mereka segera menjauhi toko yang sudah berantakan, dan melihat Cao Tian Jun yang dikepung oleh enam orang yang dikenali.
Tiba-tiba awan hitam berdatangan dari segala arah, berkumpul di atas Pulau Paus Biru. Fenomena ini membuat semua orang keheranan. Keheranan itu berubah menjadi ketakutan saat awan hitam mengeluarkan serat-serat petir, Pulau Paus Biru bergetar hebat seperti gempa bumi.
Yang mengejutkan semua orang, di belakang Cao Tian Jun muncul lingkaran besar berwarna pelangi, dan kedua lengannya memiliki tiga gelang pelangi. Tetapi, lingkaran pelangi itu berubah menjadi sepasang sayap. Mereka tidak tahu, jika Cao Tian Jun mengeluarkan Kekuatan Jiwa Semesta tingkat Angin.
Setelah Cao Tian Jun mengkonsumsi Pil Kultivasi Maharaja, kekuatan naik tiga tingkat, demikian juga dengan Kekuatan Jiwanya yang naik ke tingkat Angin tahap puncak.
Dampak keluarnya Kekuatan Jiwa Semesta, membuat semua orang yang berada di sekitarnya merasakan sakit kepala, wajahnya menjadi pucat. Banyak orang yang tidak mampu menahan rasa sakit kepala berguling-guling di tanah, yang tidak memiliki kemampuan seorang Alkemis, Formasi Array seketika pingsan.
Bahkan setingkat Half Alfa juga terpengaruhi oleh Kekuatan Jiwa Semesta, di mana mereka terhuyung-huyung sambil memegang kepalanya.
"Gelang pelangi ketiga, aktif!" gumam Cao Tian Jun.
Boom boom boom...
Gelombang energi Kekuatan Jiwa Semesta keluar dari tubuh Cao Tian Jun. Dampaknya, Toko Dongxi yang sudah rata menjadi kawah dengan Cao Tian Jun berada di tengahnya. Dongxi, Bao Dong dan tiga pegawai toko terpental ke segala arah. Demikian juga dengan semua orang yang berada di dekat toko. Bahkan Fang Guotin yang menggunakan skill penyamaran juga ikut terpental.
Kekuatan Cao Tian Jun membuat pemimpin Guild Perdagangan Multi, Patriark Fang dan beberapa orang penting segera berdatangan. Dan kebetulan anak buah dari Fang Guotin baru saja selesai melapor.
Namun, saat baru tiba, mereka merasakan sakit kepala, dan melihat aura kekuatan berwarna pelangi yang menyelimuti tubuh Cao Tian Jun.
"Tinju Angin Penghancur Gunung!!" teriakan Cao Tian Jun sambil mengepakkan sayapnya, lalu meninju berkali-kali di udara (serangan jarak jauh) ke arah Bao Dong.
Tinju energi Kekuatan Jiwa Semesta melesat ke Bao Dong dengan sangat cepat. Mereka yang merasakan sakit kepala, dengan susah payah segera menghindar.
Boom boom boom boom...
Rentetan suara ledakan ketika pukulan berenergi menghantam tanah hingga semakin membuat Pulau Paus Biru bergetar, lalu muncul retakan. Tanah yang terkena pukulan berenergi menjadi kawah besar.
Sedangkan Bao Dong, walaupun sudah secepat mungkin menghindar, mereka masih saja terlambat menghindari serangannya, tetapi lukanya tidak terlalu serius karena unggul dalam hal basis kultivasi.
Patriark Fang, Fang Guotin, pemimpin Guild Perdagangan Multi dan beberapa orang kuat tercengang karena kekuatan God Emperor mampu melukai kultivator Half Alfa.
Seperti yang diketahui, tingkat God Emperor berada jauh dari Half Alfa, berbeda empat tingkat dan level. Seharusnya, tidak mungkin Cao Tian Jun mampu melukai kultivator Half Alfa.
Melihat itu, mereka menduga bahwa kekuatan Cao Tian Jun bukan berasal dari basis kultivasi pada umumnya, melainkan kekuatan yang mengeluarkan cahaya pelangi itu.
"Aku bersumpah, Paviliun Bunga Kematian pasti aku musnahkan!" kemarahan Cao Tian Jun saat Bao Dong dan Dongxi akan menyerangnya, tapi dia lebih cepat dari mereka dengan segera melepaskan pukulan jarak jauh.
Cao Tian Jun sangat marah karena musuhnya menargetkan kekasihnya. Jika hanya dirinya yang menjadi sasaran mereka, dia tidak mungkin semarah ini. Demi melindungi kekasihnya, dia tidak peduli harus mengacaukan alam semesta, apalagi membunuh musuhnya ini.
Ucapan Cao Tian Jun, segera direspon oleh Patriark Fang yang langsung melepaskan pukulan jarak jauh ke arah anggota Paviliun Bunga Kematian.
Demikian juga dengan Fang Guotin, pemimpin Guild Perdagangan Multi, dan beberapa orang yang tidak suka dengan Paviliun Bunga Kematian, mereka mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengalahkan anggota Paviliun Bunga Kematian.
__ADS_1
Boom boom boom...
Rentetan suara ledakan ketika enam anggota Paviliun Bunga Kematian dihujani oleh serangan jarak jauh berenergi tinggi. Setelah asap putih tebal menghilang, Cao Tian Jun dan semua orang tidak melihat anggota Paviliun Bunga Kematian, tampaknya mereka telah kabur, kemungkinan besar menggunakan Giok Teleportasi.
Dengan Mata Surgawi, Cao Tian Jun mencari keberadaan mereka di seluruh sudut Pulau Paus Biru. Karena dia belum menyembunyikan Kekuatan Jiwa Semesta, tidak ada satu orang yang berani mendekat.
Setelah beberapa saat pencarian, Cao Tian Jun tidak menemukan enam anggota Paviliun Bunga Kematian. Dia segera menyembunyikan semua kekuatannya. Semua orang menghela nafas lega karena tidak lagi merasakan sakit kepala.
Tim Phoenix segera keluar dari dalam Cincin Dimensi, mengelilingi Cao Tian Jun, dan waspada terhadap semua orang. Karena Patriark Fang dan orang-orang penting mendekat, mereka mengendurkan kewaspadaannya.
Patriark Fang tersenyum melihat putrinya dan Tim Phoenix baik-baik saja. Lalu dia bertanya kepada Cao Tian Jun, "kekuatan apa yang Anda gunakan?"
Semua orang melihatnya karena ingin tahu, sebab Kekuatan Jiwa Semesta tidak ada di Continent Twins Moon, dan kekuatan itu sangatlah hebat dan mampu melukai kultivator Half Alfa.
"Ini bakat bawaan lahir, seperti halnya Tubuh Bawahan Es, Racun, Lima Elemen dan Tubuh Bawaan yang lainnya!" jawaban Cao Tian Jun yang berbohong, tetapi meyakinkan.
Tubuh Bawaan memang sangatlah langka, mereka memahami perkataan Cao Tian Jun. Dari 1.000 bayi yang lahir, belum tentu satu bayi memiliki Tubuh Bawaan.
"Anda memiliki dua Tubuh Bawaan? Bagaimana mungkin!" keterkejutan Patriark Fang yang mengetahui jika Cao Tian Jun memiliki Tubuh Bawaan Lima Elemen dari Xue Delun Hai, tetapi tidak menyangka jika memiliki yang lain.
"Tubuh Bawaan jenis apa yang satunya?" lanjutnya dengan bertanya karena ingin tahu.
"Tubuh Bawaan Jiwa Semesta!" jawaban Cao Tian Jun yang lagi-lagi berbohong.
Semua orang melongo mendengar jawabannya. Seseorang yang memiliki satu Tubuh Bawaan saja sudah sangat langka. Melihat ada sosok pria muda yang memiliki dua Tubuh Bawaan, merupakan berkah.
Pantas saja pria muda ini dikelilingi oleh banyak wanita cantik, dan pasti menginginkan anak dari pemilik Tubuh Bawaan. Berharap anaknya nanti memiliki bakat yang sama seperti ayahnya.
Memiliki Tubuh Bawaan, potensinya sangat besar, bakatnya di atas para jenius. Akhirnya semua orang mengerti, bagaimana caranya Cao Tian Jun yang masih sangat muda memiliki kekuatan melebihi generasi tua.
Xia Junsu sebagai ibu, ikuti terkejut. Ia tidak menyangka putranya memiliki Tubuh Bawaan Jiwa Semesta. Untuk Tubuh Bawaan Lima Elemen, dia sudah tahu semenjak putranya lahir.
"Pantas, Putraku ini jauh melebihi ayahnya!" batin Xia Junsu.
Setelah anggota Paviliun Bunga Kematian kabur, Cao Tian Jun memeriksa Toko Dongxi untuk mencari potongan batu giok, dia di bantu oleh Tim Phoenix. Semua orang kembali melanjutkan aktivitasnya, dan seolah-olah tidak terjadi apapun.
Melihat mereka yang tampak mencari sesuatu di puing-puing toko, Patriark Fang bertanya, "apa yang kalian cari?"
Cao Tian Jun mengeluarkan batu giok ukiran yang terbelah, lalu memberikan kepada Patriark Fang sambil berkata, "saya mencari sisa potongan ini."
Patriark Fang memeriksa potongan batu giok tersebut. Pemimpin Guild Perdagangan Multi cabang Pulau Paus Biru ikut melihatnya, orang itu adalah Mi Bowen.
"Aku merasa pernah melihat potongan batu giok ini, tapi di mana?" gumam Mi Bowen sambil mengingat-ingat.
"Aku penyimpanannya di gudang. Ayo ikuti aku!" ajak Mi Bowen.
Cao Tian Jun dan rombongannya segera mengikuti Mi Bowen menuju ke Guild Perdagangan Multi. Di saat perjalanan, Xia Junsu mengusulkan agar Cao Tian Jun mendaftarkan diri sebagai anggota Guild Perdagangan Multi.
Xia Junsu menjelaskan, bergabung dengan Guild Perdagangan Multi, akan sangat berguna di masa depan, sebab akan mudah untuk membuka usaha sendiri. Aturan ini seperti halnya dengan asosiasi yang lainnya.
"Apa syarat menjadi anggotanya?" tanya Cao Tian Jun.
Mi Bowen yang mendengar percakapan Xia Junsu dan Cao Tian Jun. Ia segera menyela pembicaraan mereka.
"Itu mudah, investasi saja dan Anda akan memiliki saham di Guild Perdagangan Multi. Minimal nilai investasinya 10 juta koin emas, angka itu sebesar 1% saham yang Anda miliki. Dari angka itu, setiap bulan Anda akan mendapatkan 100 ribu koin emas tanpa melakukan apapun. Setiap tahun, Anda akan mendapatkan 2% dari nilai investasi, dan bonus dari pembagian hasil akhir tahunan."
Cao Tian Jun yang mendengar penjelasan Mi Bowen hanya bisa garuk-garuk kepala karena tidak mengerti sistem perdagangan. Baginya, hanya tahu cara menjual seperti saat bertransaksi dengan Xue Li Xia yang kini menjadi kekasihnya.
"Kalian saja tangani hal ini!" pinta Cao Tian Jun yang pusing memikirkan aturan kerja sama dengan asosiasi.
Xia Junsu dan Xue Li Xia tertawa kecil melihat reaksi Cao Tian Jun yang tampak malas. Akhirnya mereka tiba di Guild Perdagangan Multi, gedungnya tidak terlalu mewah, bangunannya seperti rumah penduduk, tetapi berlantai lima.
Di Guild Perdagangan Multi, menyediakan kebutuhan setiap orang yang sedang dalam perjalanan jauh, pil, senjata dan lain sebagainya. Cao Tian Jun dan rombongannya berada di dalam ruang khusus tamu, duduk dan mengobrol sambil menunggu Mi Bowen.
Tidak berselang lama, Mi Bowen akhirnya datang bersama dengan seorang asistennya, seorang wanita muda dan seksi, namanya adalah Ao Fengying, kerabat dekat dengan Ao Zhen Juan.
Cao Tian Jun melihat Ao Fengying yang wajahnya mirip dengan Yuan Zhen istrinya. Namun hanya sekilas melihatnya, dan kembali melihat Mi Bowen yang sudah duduk. Dia tidak tahu jika Ao Fengying adalah adik busung dari Ao Zhen Juan istrinya.
Mi Bowen meletakkan di meja tamu sebuah kotak kecil yang berisi potongan batu giok ukiran, kotak kayu itu tampak biasa saja dan usang.
"Apakah Tuan Muda berminat menjadi anggota guild?" tanya Mi Bowen yang menganggap potongan batu giok itu tidak berharga.
"Iya. Saya dan semua kekasihku ini. Kami investasikan setiap orang senilai 2%," jawab Cao Tian Jun.
Mi Bowen tersenyum senang karena akan mendapatkan dana segar senilai 360 juta koin emas. Patriark Fang membelai jenggot sambil tersenyum bahagia melihat menantunya yang sudah memikirkan masa depan putrinya.
"Fengying, buatkan berkasnya!" perintah Mi Bowen kepada Ao Fengying yang mengangguk sebagai jawaban.
"Bisakah salah satu dari Anda mewakili untuk menulis identitas diri?" pinta Ao Fengying dengan sopan.
Xue Li Xia segera berdiri, lalu keluar dari ruang tamu bersama dengan Ao Fengying. Setelah kepergian mereka berdua, Cao Tian Jun bertanya kepada Mi Bowen.
"Apakah kotak kayu ini boleh saya buka?" tanya Cao Tian Jun yang sudah tahu isi kotak kayu, dia ingin tahu apa yang akan terjadi jika dua potongan batu giok disatukan.
__ADS_1
"Silakan. Gratis untuk Anda karena telah banyak berinvestasi!" ucap Mi Bowen sambil melihat Patriark Fang.
Patriark Fang yang paham dengan tatapan Mi Bowen segera beranjak dari tempat duduknya. Mereka berdua keluar dari ruang tamu untuk menyelesaikan urusan yang sempat tertunda karena pertarungan sesaat yang lalu.
Cao Tian Jun membuka kotak kayu, lalu mengambil potongan batu giok di dalamnya. Kemudian, dua mengeluarkan potongan batu giok yang dimilikinya. Dia meletakkan dua potongan batu giok itu di atas meja dan menyatukan sesuai dengan bentuk potongan.
Ketika disatukan, batu giok itu langsung merekat kuat, terbentuk sempurna dengan ukiran seekor naga, lalu mengeluarkan cahaya redup. Semua orang melihatnya dengan rasa penasaran. Namun setelah itu, tidak terjadi sesuatu pada batu giok.
"Tutup semua pintu agar cahaya tidak masuk!" pinta Cao Tian Jun.
Segera Mu Bingyun dan Li Jiancheng menutup jendela pintu. Ketika ruang tamu menjadi gelap, semua orang mendongak ke atas mengikuti sinar dari batu giok yang berada di atap ruang tamu.
"Batu Giok ini benar-benar sebuah peta," kata Wang Mei.
"Itu peta kuno wilayah Benua Tengah! Kalau tidak salah ingat, ini peta dibuat dari 800.000 tahun lalu" ungkap Fang Yin yang pernah melihat peta sejarah.
Peta itu berbeda dengan geografis alam Benua Tengah saat ini. Menjadi perhatian mata semua orang, di peta itu ada tanda silang pada satu tempat.
"Apakah kamu tahu di mana tanda silang itu?" tanya Cao Tian Jun yang buta pengetahuan tentang Benua Tengah.
Fang menyilangkan tangan kanan di perutnya untuk menopang sikut tangan kanannya yang membelai dagunya, ia sedang mengingat peta sejarah masa lalu.
"Kalau tidak salah, tanda silang itu berada di Padang Rumput Akar Naga. 800.000 tahun yang lalu, di tempat itu terdapat bukit yang bentuknya menyerupai seekor Naga. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya bukit itu menjadi padang rumput!" Ucap Fang Yin yang ragu-ragu karena peta yang dilihatnya ada berbeda besar.
"Nanti, kita kunjungi tempat itu," kata Cao Tian Jun yang segera menyimpan batu giok ukiran Naga saat mendengar suara langkah kaki mendekati ruang tamu.
Mu Bingyun dan Li Jiancheng segera membuka pintu jendela. Lalu kembali ke tempat duduknya. Tidak berselang lama, pintu ruang tamu dibuka oleh pegawai guild.
"Tuan Muda, para budak sudah selesai dirawat! Saat ini mereka ada di depan!" lapor pegawai itu kepada Cao Tian Jun.
"Aku akan segera ke sana!" respon Cao Tian Jun.
Pegawai itu segera menutup pintu ruang tamu. Cao Tian Jun kebingungan harus bagaimana harus memperlakukan mereka.
"Kita lihat dulu perubahan mereka setelah dirawat. Jika penampilan mereka baik, kita pekerjakan mereka untuk mengurus cincin dimensi-mu yang butuh dibersihkan" kata Xia Junsu yang melihat putranya bingung harus bertindak apa.
Cincin Dimensi milik Cao Tian Jun yang dipenuhi dengan harta dari Mystical Beast Mountain, masih banyak yang belum dibereskan oleh Tim Phoenix. Mereka hanya memilih harta paling berharga dan sering dipergunakan.
Demikian juga dengan Dunia Jiwanya yang seperti hutan lebat karena tidak adanya orang yang merawatnya. Dan dibutuhkan banyak orang untuk merawat Dunia Jiwanya. Khusus untuk Dunia Jiwanya, Cao Tian Jun tidak membutuhkan orang untuk merawatnya, sebab dia bisa saja dengan mudah merubah Dunia Jiwanya. Ia memang dengan sengaja membiarkan Dunia Jiwa tumbuh liar agar selalu tetap alami.
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix segera keluar dari ruang tamu. Ketika berada di ruang utama Guild Perdagangan Multi, mereka melihat 20 budak yang telah mengenakan pakaian baru, rapi dan penampilan mereka juga sudah bersih. Walaupun masih ada bekas luka yang masih terlihat, penampilan mereka telah berubah total, tidak lagi mengeluarkan bau busuk di badan mereka.
Yang menarik perhatian Cao Tian Jun dan semua orang, adalah dua wanita muda yang berasal dari Ras Kucing dan Ras Duyung. Wanita Ras Kucing itu memiliki telinga khasnya, tinggi badan 168 cm, rambut panjang sebahu berwarna biru, kulit kuning, wajahnya cantik dan terlihat enerjik, mata bulat berwarna kecoklatan.
Sedangkan wanita dari Ras Duyung itu, di lehernya terdapat sisik ikan, telinganya unik karena mirip insang ikan, tinggi badan 166 cm, tubuh kurus dengan kulit tubuh berwarna putih, rambut panjang sepinggang berwarna merah, mata sedikit sipit dan pupil berwarna biru.
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix melihat beberapa anak laki-laki dari usia 7 tahun hingga 13 tahun. Lalu melihat beberapa orang tua usia 78 tahun hingga 90 tahun. Sedangkan pria mudanya berusia 20 tahun hingga 35 tahun.
"Terima kasih Tuan Muda!" ucap serempak semua budak itu sambil membungkuk badan sebagai bentuk rasa terima kasihnya.
Cao Tian Jun tersenyum sambil mengangguk sebagai respon, lalu mengeluarkan kantong spasial berisi 200 ribu koin emas dan memberikan kepada keluarga yang merawat mereka.
"Terima kasih, Tuan Muda!" jawab Kepala Keluarga yang merawat. Mereka segera pergi dengan hati gembira karena tugasnya telah selesai.
Sekali lagi, Cao Tian Jun mengeluarkan 20 kantong spasial, setiap kantong berisi satu juta koin emas. Dia akan memberikan koin emas sebagai bentuk sedekah setelah mendapatkan banyak harta.
Tim Phoenix segera menerima kantong spasial dan membagikan kepada para budak. Mereka tampak bahagia karena kebaikan Cao Tian Jun. Tidak henti-hentinya mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Kalian bebas. Dengan modal kecil ini, kuharap kalian bisa digunakan sebagai modal untuk hidup," kata Cao Tian Jun yang enggan mempekerjakan para budak karena kebanyakan mereka adalah pria, anak-anak dan orang tua. Kecuali wanita dari Ras Kucing dan Ras Duyung yang akan dijadikan bagian dari keluarga besarnya.
Tanpa banyak bicara, semua budak itu membungkuk sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasihnya. Lalu mereka segera keluar dari Guild Perdagangan Multi. Tersisa dua wanita budak.
"Bolehkah saya melayani Anda seumur hidup?" harapan wanita dari Ras Kucing.
"Demikian juga dengan hamba. Izinkan hamba melayani Anda, Tuan Muda!" ucap wanita Ras Duyung dengan sangat sopan.
Cao Tian Jun melihat wajah semua kekasihnya untuk mendapatkan persetujuan. Dan mereka mengangguk sebagai jawaban.
"Dengan senang hati aku menerima kalian menjadi bagian dari keluarga besar kami!" ujar Cao Tian Jun yang membuat kedua wanita itu senang.
"Ayo, kita lanjutkan perjalanannya!" ajak Patriark Fang yang telah membeli bekal perjalanan.
Xue Li Xia juga baru selesai dengan Ao Fengying, membawa kartu identitas Guild Perdagangan Multi. Setelah berpamitan dengan Mi Bowen, Cao Tian Jun dan rombongannya segera meninggalkan Pulau Paus Biru.
Ao Fengying menata punggung Cao Tian Jun, tatapannya diketahui oleh Mi Bowen.
"Jika kamu ingin mengikuti mereka, aku mengizinkan!" ucap Mi Bowen yang tahu pikiran Ao Fengying.
Ao Fengying tersenyum senang. Dia membungkuk sebagai bentuk penghormatan kepada Mi Bowen. Segera menyusul Cao Tian Jun. Selama bersama dengan Xue Li Xia, Ao Fengying banyak bertanya mengenai Cao Tian Jun, dan siapa saja yang menjadi kekasihnya.
Ternyata, saudari jauhnya yang menjadi penguasa Kerajaan Bintang Laut adalah istri dari Cao Tian Jun. Oleh sebab itu, dia berharap bisa bertemu dengan Ao Zhen Juan dan menjadi bagian dari keluarga besar Cao Tian Jun.
Mi Bowen mengizinkan Ao Fengying mengikuti Cao Tian Jun dikarenakan untuk menjaga hubungan kerja sama ini. Dia juga banyak bertanya kepada Patriark Fang mengenai Cao Tian Jun...
__ADS_1