8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
God Warrior Level 9.


__ADS_3

Bab 140. God Warrior Level 9.


Semua orang semakin takjub melihat Cao Tian Jun masih berdiri kokoh walaupun telah tersambar petir sebanyak delapan kali. Tidak ada pakaiannya yang sobek, bahkan sehelai rambut tidak tersentuh. Justru dia menyerap petir itu.


Xia Junsu sebagai seorang ibu, sangat bahagia melihat putranya sehebat ini, lebih hebat dari suaminya, Tian Sun. Apalagi melihat putranya dikelilingi oleh orang-orang kuat yang selalu siap untuk melindungi.


"Seandainya ayahmu masih hidup, betapa bahagianya dia!" batin Xia Junsu sambil menahan air mata bahagia.


Kaisar Xia mendekati putrinya, dia berbicara dengan lirih bernada marah, "kenapa kau keluar dari Pagoda Penyesalan, siapa yang memberikan perintah?"


"Anda tidak berhak mengatur-atur hidupku?!" bentakan Xia Junsu yang menggunakan komunikasi telepati.


Kaisar Xia tersenyum sinis dibentak oleh putrinya. Ingin rasanya menampar putrinya ini jika tidak ada orang. Selama ini, dia tahu jika putrinya ini sering menyelinap keluar dari Pagoda Penyesalan, namun tidak pernah sekalipun menegur putrinya ini.


Lalu dia berkata dengan komunikasi telepati, "dekati Cao Tian Jun, dan jadikan kekasihmu. Jika berhasil, kau terbebas dari hukuman!"


"Apa tujuanmu?" selidik Xia Junsu yang tidak ingin putranya dimanfaatkan oleh Kaisar Xia.


"Kitab Halilintar Ungu yang kuinginkan. Aku dengar-dengar dia mampu meningkatkan teknik ini. Sebagai hadiahnya, suamimu bebas dari hukumannya!" jawab Kaisar Xia sambil melirik putrinya yang terkejut.


Xia Junsu terkejut karena suaminya masih hidup. Dia pikir suaminya juga dibunuh oleh ayahnya. Selama ini, dia hanya mendengar bahwa suami terbunuh karena tidak mau menyerahkan Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga.


Padahal, Kaisar Xia berbohong, dia tahu Tian Sun telah kabur dari Jurang Kematian, hingga saat ini tidak tahu keberadaannya. Dia telah mengerahkan banyak upaya untuk menangkap Tian Sun.


"Jadi... Suamiku masih hidup?" Xia Junsu masih tidak percaya dengan ayahnya, tubuhnya gemetaran tidak karuan, pikirannya menjadi kacau.


Seandainya suaminya masih hidup, dan tahu jika dirinya berhubungan intim dengan putranya sendiri, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh suaminya. Saat ini, dihatinya sangat kacau, antara bahagia, merasa bersalah, dan segala macam emosi bermuculan di hatinya.


"Jika tidak tahan, kita jauhi tempat ini!" ajakan Ao Zhen Juan yang melihat Xia Junsu sahabat ini gemetaran, seakan-akan tidak mampu menahan kengerian Kesengsaraan Petir, tetapi dia tahu jika sahabat menjadi seperti ini karena Kaisar Xia.


Kaisar Xia melirik Ao Zhen Juan, lalu berbicara dengan komunikasi telepati, "sampai detik ini kau tidak mau tunduk kepadaku ... Mulai saat ini, kau bebas dariku!"


Ao Zhen Juan tersenyum sinis mendengar ucapannya. Dia tahu maksudnya, yang mana Kaisar Xia tidak ingin malu dihadapan semua orang karena gagal memiliki wilayah Kerajaan Bintang Laut.


Kemudian, Kaisar Xia berbicara kepada putrinya, "dia masih hidup. Selama kau mendapatkan apa yang kuinginkan, suamimu bebas dari hukumannya!"


Kaisar Xia kembali ke arah rombongannya tanpa perlu mendengar jawaban dari putrinya, sebab dia tahu putrinya akan melakukan apapun asal suaminya dibebaskan.


Bai Guan, Chu Xing-fu dan beberapa orang melihat Kaisar Xia yang sedang berkomunikasi dengan Xia Junsu. Melihat Xia Junsu yang gemetaran, sudah pasti ada masalah diantara ayah dan anak, walaupun tidak tahu apa yang dibicarakan mereka.


"Hati-hati! Jangan sampai Kaisar Xia memanfaatkan kepolosan Cao Tian Jun!" peringatan Patriark Wang Liang kepada Bai Guan, dia menggunakan komunikasi telepati.

__ADS_1


Bai Guan mengangguk paham dan melihat ke langit. Semua orang menghentikan pembicaraan karena awan hitam kembali muncul tornado api petir yang menukik ke arah Cao Tian Jun.


Kali ini berbeda dari sebelumnya, yang mana awan hitam bercampur dengan api mengarah ke Cao Tian Jun, seakan-akan mengikuti pusaran tornado api petir.


Teratai es api petir segera melindungi Cao Tian Jun, menutup seperti kuncup bunga. Kemudian tornado menghantam teratai itu hingga suara ledakan energi memekakkan telinga siapapun. Kemudian, awan hitam api menutup teratai es api petir.


Kini, semua orang tidak bisa melihat Cao Tian Jun yang berada di dalam teratai itu. Kecuali Ratu Ular Surgawi yang masih melihatnya dengan jelas, ia tercengang melihat teratai es muncul retakan.


Boom...


Ledakan super besar ketika teratai es api petir meledak. Ledakannya sampai mendorong Ratu Ular Surgawi dan Xue Delun Hai. Jantung semua orang seolah-olah ingin melompat karena kaget dengan suara ledakan itu.


Setelah ledakan itu, turun hujan salju yang berasal dari teratai es, dan awan hitam api petir segera menghilang. Pegunungan Lima Jari kembali tenang, namun Kesengsaraan Petir meninggalkan kerusakan lingkungan. Perlahan salju menutup pegunungan itu.


Walaupun awan hitam telah menghilang, lokasi pusat ledakan itu masih tertutupi asap putih tebal. Ratu Ular Surgawi segera melesat ke arah lokasi Cao Tian Jun karena khawatir. Demikian juga dengan semua Xia Junsu dan semua kekasihnya yang berani mendekat wilayah Pegunungan Lima Jari.


Namun, setelah asap putih tebal dihilangkan oleh Ratu Ular Surgawi dengan lambaian tangan kanan, kekhwatiran mereka tidak terjadi, Cao Tian Jun baik-baik saja, hanya saja pakaiannya yang compang-camping.


Segera Ratu Ular Surgawi memeluk erat Cao Tian Jun yang disambut dengan hangat. Perlahan mereka turun ke tanah tanpa melepaskan pelukannya.


Xue Delun Hai geleng-geleng kepala melihat kehebatan Cao Tian Jun. Dia juga tidak menyangka bahwa Ratu Ular Surgawi yang terkenal kejam dan tegas menjadi jinak ditangan pria muda ini.


Ucapan selamat atas keberhasilan Cao Tian Jun melewati Kesengsaraan Petir terlontar dari mulut semua orang...


Yang belum diketahui oleh semua orang, kekuatan Cao Tian Jun tidak berhenti di tingkat God Warrior level 1, melainkan di level 9. Seandainya Cao Tian Jun adalah kultivator dengan dantian yang normal, kekuatannya lebih dari itu.


Namun, Cao Tian Jun tidak kecewa, sebab peningkatan ini sudah luar biasa baginya. Dan, dengan menyatunya Batu Keabadian, dia akan lebih mudah meningkatkan kekuatannya, apalagi jika ada energi kabut hitam.


Ketika Cao Tian Jun kewalahan menghadapi antuasiasme setiap orang yang memujinya, dia merasakan getaran pada Cincin Dimensinya, yang mana kesadarannya melihat dua gulungan bambu bergetar, menandakan bahwa akan ada perintah baru dari gurunya.


Kemudian, banyak pertanyaan yang terlontar dari mulut para pimpinan itu. Pertanyaan mereka terkait dengan Pasukan Kegelapan. Mereka ingin tahu bagaimana kejadiannya sehingga sampai terjadi Kesengsaraan Petir.


Ratu Ular Surgawi yang melihat Cao Tian Jun kesulitan untuk menjawab, segera mengambil alih situasi. Dia mengatakan, bahwa Cao Tian Jun dengan sengaja menyerap energi kabut hitam dan Pasukan Kegelapan, tujuannya ingin menyelamatkan Benua Timur dari kehancuran.


Justru karena berlebihan menyerap energi kabut hitam, dampaknya hampir dikendalikan oleh kabut hitam sehingga menjadi raksasa. Cao Tian Jun melihat Ratu Ular Surgawi yang berubah total semenjak kejadian ini, dia hanya bisa mengucapkan terima kasih atas bantuannya, tapi diucapkan dengan cara komunikasi telepati.


"Anda satu-satunya generasi muda paling berkat di daratan Benua Timur ini. Saya secara pribadi akan mengadakan perayaan untuk Anda di istana. Ini sebagai bentuk rasa terima kasih saya karena Anda telah mengalahkan Pasukan Kegelapan," kata Leluhur Xia kepada Cao Tian.


"Tidak perlu di istana, di akademinya saja!" sela Ratu Ular Surgawi yang tidak ingin Cao Tian Jun dimanfaatkan oleh Leluhur Xia dan Kaisar Xia, "dirayakan dua hari lagi setelah suamiku menyetabilkan pondasi kekuatannya!" lanjutnya yang ingin memberikan waktu kepada suaminya.


Setelah peningkatan dratis, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membiasakan diri dengan kekuatan barunya, memahami setiap tingkatan kekuatan dari tingkat Profound God, Ancient God dan God Warrior.

__ADS_1


Jika tidak dipahami dengan benar di setiap tingkatan kekuatan, maka akan kesulitan memaksimalkan kekuatan tingkat God Warrior. Hal ini akan menghambat bakatnya, bahkan memperlambat basis kultivasinya.


Dan, Cao Tian memang membutuhkan waktu setelah menyatu dengan tujuh Batu Keabadian, dan juga memeriksa gulungan bambu.


Di dalam hati Leluhur Xia dan Kaisar Xia, jelas sangat tidak senang dengan perkataan Ratu Ular Surgawi. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah dalam hal basis kultivasi. Apalagi dengan adanya Xue Delun Hai, mereka seperti pecundang dihadapan kedua orang ini.


Bai Guan, Tim Phoenix dan banyak orang bisa bernafas lega karena Ratu Ular Surgawi menggagalkan rencana Leluhur Xia dan Kaisar Xia. Mereka lega sekaligus senang karena perayaan ini diadakan di Akademi Merpati Putih kelas dua.


"Tidak masalah diadakan di manapun tempatnya! Baiklah, saya akan perintahkan orang untuk mempersiapkan perayaan ini di Akademi Merpati Putih kelas dua. Kalau begitu, saya undur diri, kita akan bertemu dua hari lagi."


Leluhur Xia rombongannya segera kembali ke Kekaisaran Xia, mereka tidak ingin semakin dipermalukan oleh Ratu Ular Surgawi.


"Yang Mulia Ratu, Kepala Suku Xue, silakan singgah di tempat kami!" tawaran Bai Guan yang ingin menjamu dua orang kuat yang telah banyak membantu Cao Tian Jun.


Tanpa kehadiran Ratu Ular Surgawi dan Xue Delun Hai, entah apa yang terjadi pada Cao Tian Jun. Apalagi terlihat jelas bahwa Leluhur Xia dan Kaisar Xia memiliki rencana buruk.


"Maaf, saya akan hadir di perayaan saja. Saat ini, ada yang perlu saya lakukan!" penolakan Xue Delun Hai dengan sopan, dia tahu tujuan dari Bai Guan yang ingin menjalani hubungan dengan Suku Es.


"Xue Li Xia yang akan tetap di sini!" imbuhnya sambil melihat keturunannya.


Xue Li Xia tersipu malu karena tahu tujuan Leluhur Xue Delun Hai. Dia memberanikan diri mendekati Cao Tian Jun yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, terutama Ratu Ular Surgawi dan Xia Junsu yang kecantikannya membuat semua kaum wanita menjadi minder. Serigala Salju mengikutinya, berjalan dengan membusungkan dadanya.


Tiba-tiba Xue Delun Hai dan rombongannya menghilang dari hadapan semua orang, hanya meninggalkan serpihan es di tempat mereka.


"Jangan lupakan kita. Kami hari ini akan membantu mendekorasi ruangan yang akan dijadikan tempat perayaan!" teguran Matriark Yin An yang juga datang bersama Yin Meili para ketua dan Murid Inti.


Bai Guan tertawa bahagia karena banyak orang penting yang kini menjadi pendukung Akademi Merpati Putih kelas dua, dan semua ini karena Cao Tian Jun.


Kemudian, Cao Tian Jun berjalan bersama Ratu Ular Surgawi dan Xia Junsu, lalu diikuti oleh semua orang yang kebanyakan wanita daripada pria.


Di saat kembali ke akademi, Ratu Ular Surgawi bertepuk tangan sekali. Lalu bermunculan banyak wanita ular yang berpenampilan menarik hati pria. Mereka adalah orang-orang terpilih yang menjadi kepercayaannya.


Semua orang sedikit kaget dengan kemunculan wanita ular yang cantik dan seksi. Semua wanita yang mencintai Cao Tian Jun dibuat khawatir karena kedatangan mereka. Tetapi yang paling dikhawatirkan adalah Ratu Ular Surgawi yang kecantikannya bisa membuat pria mimisan.


"Jaga ketat akademi!" perintah Ratu Ular Surgawi kepada semua ajudannya.


"Laksanakan, Yang Mulia Ratu!" Segera wanita ular itu menghilang.


"Kemana She Shimo?" tanya Cao Tian Jun yang pura-pura tidak tahu yang sebenarnya, dia masih tidak terima telah ditipu waktu itu.


Ratu Ular Surgawi melotot melihat Cao Tian Jun. Bukannya takut, Cao Tian Jun malah tertawa sambil melanjutkan perjalanannya. Xia Junsu ingin rasanya menangis karena bahagia sambil memeluk putranya ini yang prestasinya melebihi Tian Sun...

__ADS_1


__ADS_2