8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Memiliki Crown Stone.


__ADS_3

Bab 53. Memiliki Crown Stone.


Ketua Yin Bao segera melanjutkan perayaan untuk Leluhur Yin yang sempat tertunda. Perayaan itu sangat meriah dan hanya ada wanita yang merayakannya.


Sepeninggal para pimpinan Sekte Yin dari Pagoda Emas, Bunga Lotus tempat bersemayamnya Crown Stone perlahan berputar. Lalu, setelah beberapa putaran, muncul seorang pria yang melayang di tengah Bunga Lotus, pria itu adalah Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun masih tak sadarkan diri, demikian juga dengan Nuwa Kecil yang terpengaruh oleh cahaya Crown Stone.


Ketika Cao Tian Jun pingsan, dia seperti mengalami sebuah mimpi, mimpi di suatu tempat yang sangat familiar. Dia melihat sesosok pria sangat tampan dan mirip dengannya. Bukan hanya mirip, melainkan seperti dirinya sendiri. Pria yang dilihatnya mengenakan zirah perang berwarna keemasan.


Dihadapan pria itu, banyak Dewa Dewi yang berlutut, mereka tampak sangat ketakutan khususnya bagi pria. Tapi bagi wanita, pria itu menjadi pujaannya.


Tubuh pria itu dikelilingi Tujuh Batu Keabadian, di mana setiap batu tersebut memiliki fungsi yang berbeda.


"Dulu aku adalah Dewa Binatang. Karena hidupku yang abadi, maka aku mendeklarasikan diri sebagai Dewa Abadi."


Cao Tian Jun mendengar perkataan pria itu yang mengaku sebagai Dewa Abadi. Dia tersenyum tipis akan perkataan pria itu, lalu bergumam, "tidak ada yang namanya abadi."


Tiba-tiba pria itu menatap tajam ke arah Cao Tian Jun, seakan-akan mendengar suaranya yang sangat lirih. Jelas Cao Tian Jun kaget, serta ketakutan dengan pria itu yang mengeluarkan aura kekuatan, kekuatan yang tidak diketahui pada tingkatan apa.


"Ya, tidak ada yang abadi, bahkan waktu juga tidak abadi. Yang abadi adalah kekosongan, asal muasal sebelum adanya waktu. Waktu tidak berlaku bagi kekosongan, karena kekosongan itu bersifat mutlak," ucap Dewa Abadi yang tatapan menjadi lembut.


Apa yang dikatakan oleh Dewa Abadi memang benar, bahwa konsep waktu tidak berlaku bagi kekosongan. Kekosongan atau kehampaan adalah awal terciptanya alam semesta.


Cao Tian Jun merenungi perkataan Dewa Abadi yang sulit untuk dimengerti. Selama bersama gurunya, tidak pernah mendengar tentang pengetahuan ini.


"Lalu kenapa Anda mendeklarasikan diri sebagai Dewa Abadi, jika abadi itu tidak ada?" tanya Cao Tian Jun yang ingin penjelasan.


"Kamu lihat ketujuh batu yang memutari tubuhku ini, kan? Ya, karena batu inilah aku tidak bisa mati. Tubuhku memang bisa dihancurkan, tapi tidak dengan berarti dengan jiwaku. Jiwaku akan tetap terus hidup untuk selamanya...." terang Dewa Abadi.


Mengetahui Batu Keabadian mampu membuat seseorang tidak bisa mati, Cao Tian Jun teringat perkataan guru. Waktu itu gurunya bercerita setelah dia selesai berlatih.


Sebelum dia kembali bertanya kepada Dewa Abadi, tiba-tiba kedua matanya menjadi buram untuk beberapa saat. Setelah itu, kedua matanya kembali pulih. Cao Tian Jun kebingungan karena telah berada di tempat lain, tempat yang sangat familiar.


Dia melihat dirinya sendiri ketika masih kecil bersama gurunya yang sedang tiduran di tempat favoritnya, di ranjang bambu.


"Ada seseorang Dewa yang sangat kuat dan tidak bisa mati. Tapi, justru karena hal itu, kematiannya sangat berarti untuk menyelamatkan alam semesta dari pemusnahan. Suatu saat nanti, kamu akan mengetahui siapa dia," kata Tian Long tanpa membuka matanya.


Perkataan Tian Long sewaktu Cao Tian Jun masih kecil, dan jelas dia tidak tahu maksud gurunya. Karena waktu itu dia masih belia dan sangat menyukai cerita legenda, rasa penasarannya sangat tinggi.

__ADS_1


"Guru, siapa Dewa itu?" tanya Cao Tian Jun sambil duduk di tanah.


Tian Long membuka matanya perlahan, lalu menatap wajah Cao Tian Jun dengan penuh kasih sayang.


"Seandainya Dewa itu adalah kamu, apakah kamu mau mengorbankan diri untuk menyelamatkan alam semesta?" tanya balik Tian Long sebelum menjawab.


"Tidak mau, Saya masih kecil dan belum banyak mengerti tentang dunia ini!" jawab Cao Tian Jun sambil menggelengkan kepalanya berulangkali.


Siapapun pasti tidak akan mau mati, termasuk Cao Tian Jun. Dia masih anak-anak dan jelas ingin menikmati masa kecilnya. Tian Long tersenyum dengan jawaban muridnya.


"Bahkan demi orang-orang yang kamu sayangi, kamu tetap tidak mau menyelamatkan alam semesta?" Tian Long bertanya agar Cao Tian Jun mengerti arti cinta kasih sesama kehidupan.


"Jika ibu dan ayahku masih hidup, terutama demi Guru, jelas Saya mau mengorbankan diri. Saya tidak ingin kehilangan Guru, kehilangan kedua orang tua sudah sangat menyakitkan hatiku...!" jawab Cao Tian Jun dengan tulus, kedua matanya berlinang air mata karena sejak bayi tidak melihat kedua orang tuanya.


Cao Tian Jun dewasa yang melihat masa kecilnya ikut meneteskan air mata, bukan karena mendengar perkataannya sewaktu dia kecil, melainkan merindukan gurunya. Dia melihat gurunya memeluk dirinya yang kecil.


"Guru!" suara paruh Cao Tian Jun yang menahan kerinduannya, dia segera berlutut di samping gurunya.


Sayangnya, Tian Long tidak mendengarkan suara panggilannya, maupun melihatnya yang sedang berlutut. Tiba-tiba dia kembali merasakan rasa sakit kepala yang luar biasa.


"Arghh!! Guru... Sakit sekali!!" teriakan Cao Tian Jun sambil berguling-guling di tanah dengan memegang kepalanya.


"Menyelamatkan kehidupan dan alam semesta itu memang perbuatan yang sangat mulia. Akan tetapi, perbuatan mulia juga tidak semudah yang dibayangkan. Kamu akan mengalami banyak penderitaan ketika waktunya tiba."


Setelah mendengarkan perkataan gurunya, rasa sakit kepala berangsur-angsur mereda. Namun tubuhnya sangat lemah, dia melihat sekitarnya dengan pandangan buram.


Saat ini, Cao Tian Jun telah sadarkan diri, dan tetap berada di dalam Bunga Lotus yang juga masih berputar-putar. Pagoda Emas kembali mengeluarkan cahaya yang terang, tapi itu hanya sesaat dan kembali seperti semula.


Keanehan pada Pagoda Emas, membingungkan semua orang yang berada di luar. Ketua Yin Jiali yang ditugaskan untuk menjaga Pagoda Emas segera masuk untuk memeriksa keanehan ini.


Setibanya di puncak Pagoda Emas, ia tidak melihat sesuatu yang memicu keanehan, Bunga Lotus tetap berada di tempat.


"Ada apa dengan Pagoda Emas ini?" gumam Ketua Yin Jiali yang kebingungan.


Karena tidak ada yang mencurigakan, ia kembali keluar dari puncak Pagoda Emas. Sebelum menutup pintu, ia kembali memeriksa Bunga Lotus.


Sepeninggalan Ketua Yin Jiali, Bunga Lotus perlahan mulai mekar. Setelah semua daun terbuka lebar, terlihat Cao Tian Jun yang sedang meringkuk di tengahnya, tubuhnya menggigil seperti orang yang sedang kedinginan.


Dari daun Bunga Lotus keluar energi kekuatan jiwa, energi itu memasuki tubuh Cao Tian Jun. Rasa dingin sesegera menghilang, dan rasa sakit kepala seketika itu juga ikut menghilang.

__ADS_1


Spontan Cao Tian Jun duduk bersila karena dantian-nya bergejolak, tanda akan menerobos. Dia tidak tahu karena hal apa bisa meningkatkan kekuatan, tapi dia merasakan energi yang besar memasuki tubuhnya.


Luapan energi terobosan sampai keluar dari puncak Pagoda Emas, dan lagi-lagi mengejutkan banyak orang. Selain itu, Pagoda Emas juga terguncang hebat ketika Cao Tian Jun menerobos, dia tidak hanya naik tahap demi tahap, melainkan langsung naik satu tingkat. Dari tingkat Supreme Immortal level 5 naik ke tingkat Deity level puncak.


Ketua Yin Jiali dengan tergesa-gesa menuju ke puncak Pagoda Emas bersama para prajurit. Matriark Sekte Yin yang akan memasuki tempat makam leluhur Yin segera mengurungkan niatnya karena Pagoda Emas.


Dia bersama orang-orang penting menuju ke Pagoda Emas. Mereka juga merasakan aura kekuatan tingkat Deity level puncak, dan kebingungan siapa yang telah menerobos.


Sedangkan Ketua Yin Jiali, saat ini tidak bisa membuka pintu, padahal sesaat yang lalu masih mudah dibuka. Ia sudah sekuat tenaga untuk membukanya, bahkan memukul daun pintu agar hancur, tetapi juga tidak mampu.


"Apa yang terjadi!?" Ketua Yin Jiali sangat kesal dengan keanehan pada Pagoda Emas yang belum pernah terjadi.


"Ketua, hari ini kan perayaan untuk Leluhur Yin, kemungkinan karena pria itu yang menganggu acara hari ini, maka itu membuat arwah Leluhur Yin menjadi marah," argumen dari salah satu prajurit wanita.


Sebelum Ketua Yin Jiali berbicara, Matriark Yin An telah tiba bersama banyak orang, ia langsung menyahut, "bisa jadi. Karena ulah pria itu membuat arwah Leluhur Yin menjadi murka."


"Matriark!" serempak Ketua Yin Jiali dan prajurit wanita menyapa.


Matriark Yin An mengangguk sebagai balasan, lalu ia memberikan perintah kepada para prajurit, "kalian jaga setiap pintu jendela Pagoda Emas!"


"Baik, Matriark."


Semua prajurit wanita bergegas mematuhi perintah pemimpin Sekte Yin. Kemudian, Matriark Yin An bersama bawahannya bekerjasama untuk membuka pintu.


Sedangkan Cao Tian Jun yang berada di dalam ruang puncak Pagoda Emas sedang menyetabilkan pondasi setelah terobosan secara instan. Ternyata, dia tidak hanya mendapatkan kekuatan saja, tapi juga mendapatkan pengetahuan tentang basis kultivasi kekuatan jiwa, basis kultivasi yang berbeda dari kultivator manapun.


Jika dia mengingat masa lalu sebagai seorang Dewa Abadi, pengetahuan ini bukanlah hal yang baru, karena dialah si pencipta basis kultivasi kekuatan jiwa.


Kekuatan jiwa merupakan pengganti energi spiritual, tapi bukan berarti menghilangkan energi spiritual. Cao Tian Jun masih bisa menggunakan kekuatan spiritual.


Dengan kata lain, dia memiliki dua energi, energi spiritual dan energi kekuatan jiwa. Basis kultivasi awal juga tidak menghilang, tapi untuk memperkuat fisiknya, sebab fisiknya diibaratkan sebagai senjata, sedang energi kekuatan jiwa dan spritual adalah amunisinya.


Kekuatan jiwa terbagi menjadi 8 tingkatan, setiap tingkat dibagi menjadi 4 tahapan; tahap rendah, menengah, atas dan puncak.


Tingkat pertama adalah Danau, yang berasal dari Power Root Stone. Kedua adalah Api, yang berasal dari Crown Stone. Ketiga adalah Angin, yang berasal dari Solar Plexus. Keempat adalah Gunung, yang berasal dari Sacral Stone. Kelima adalah Air, yang berasal dari Heart Stone. Keenam adalah Petir, yang berasal dari Throat Stone. Ketujuh adalah Bumi, yang berasal dari Third Eye Stone. Dan yang terakhir adalah Langit, yang berasal dari Law Stone.


Khusus yang terakhir, Law Stone bersemayam di dalam jiwa Cao Tian Jun. Sayangnya, dia belum mengetahui karena tersembunyi di dalam jiwanya.


Setelah menstabilkan pondasi kekuatannya, Cao Tian Jun seharusnya sudah menjalani Kesengsaraan Petir agar bisa menerobos ke tingkat yang lebih tinggi. Berhubungan belum menjalani Kesengsaraan Petir, kekuatan yang dipergunakan hanya separuhnya, dengan kata lain dia masih berada di puncak Supreme Immortal.

__ADS_1


Namun, sebelum menjalani Kesengsaraan Petir, di tengah antara kedua alisnya muncul Bunga Lotus, lambang Reinkarnasi dan Kelahiran. Munculnya lambang tersebut dikarenakan Crown Stone telah menyatu dengan Cao Tian Jun.


__ADS_2