8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Demi Tim.


__ADS_3

Bab 24. Demi Tim.


Guru Senior dan Junior yang berasal dari pusat Akademi Merpati Putih terlihat cemburu dengan keberuntungan pemimpin akademi Chu Xing-fu. Selain para guru dari pusat, beberapa guru lainnya juga terlihat iri.


Namun, tidak semua guru iri, ada salah satu Guru Senior dari pusat Akademi Merpati yang tahu jurus apa yang digunakan oleh Cao Tian Jun, dia melihat bola energi petir berwarna ungu dan merupakan ciri khas dari Kitab Halilintar Ungu. Guru Senior itu adalah wakil Ketua Balai Bela Diri dari pusat, dia bernama Chen Taoran.


"Siapa namanya?" tanya Chen Taoran kepada Guru Senior Dong Jian.


"Dia murid baru, namanya Cao Tian Jun!" jawab Guru Senior Dong Jian dengan singkat.


"Dia mampu menggunakan Kitab Halilintar Ungu dengan sempurna... Bolehkah aku berbicara dengannya empat mata?" izin Chen Taoran yang ingin mengetahui bagaimana cara Cao Tian Jun memahami Kitab Halilintar Ungu.


Guru Senior Dong Jian tidak segera menjawab, sebab mempertimbangkan keinginan Chen Taoran. Dia sebenarnya juga ingin tahu bagaimana caranya Cao Tian Jun mempraktikkan Kitab Halilintar Ungu dengan cepat. Selain itu, Akademi Merpati Putih kelas dua harus mengetahui terlebih dahulu sebelum diketahui oleh pusat akademi.


"Coba nanti aku bicara dengannya terlebih dahulu!" jawab Guru Senior Dong Jian yang tampak enggan mengizinkan Chen Taoran mengetahui terlebih dahulu.


Seketika wajah Chen Taoran menjadi muram, tapi segera dihilangkan. Karena statusnya lebih tinggi dari kelas dua, dia bisa saja merebut Cao Tian Jun dari pemimpin akademi Chu Xing-fu.


Sebenarnya, Kitab Halilintar Ungu diturunkan dari pusat untuk kelas dua dikarenakan dianggap teknik cacat, sebab selama ini hanya bisa dipelajari sampai jurus ketiga. Dan, Kitab Halilintar Ungu dijadikan identitas diri bagi Akademi Merpati Putih kelas dua.


Selain Kitab Halilintar Ungu, Kitab Sutera Langit juga dikatakan cacat, sebab kitab tersebut diperuntukkan bagi wanita, dan hanya ada beberapa wanita yang mampu mempelajarinya sampai jurus ketiga juga


Bisa dikatakan bahwa Akademi Merpati Putih kelas dua hanya tempat untuk membuang teknik cacat, dengan kata lain tidak berguna. Sebagai ciri khas bagi pusat, maka komite akademi mematenkan Kitab Halilintar Ungu pada jurus ketiga. Dan sebelum Cao Tian Jun, hanya Kaisar Xia dan putranya yang mampu mempelajarinya.


Sedangkan, yang dikeluarkan oleh Cao Tian Jun adalah jurus keenam, yaitu jurus Halilintar Menghanguskan Neraka, di mana jurus ini mampu menyerang lawan lebih dari dua lawan.


Untuk jurusan ketiga, yaitu Neraka Halilintar, adalah teknik aktif yang terfokus pada satu lawan. Jurus keempat Halilintar Musim Dingin, adalah teknik pasif saat mendapatkan serangan dari lawan dengan jumlah lebih dari satu. Jurus ini seperti kubah yang akan melindungi si penggunanya. Jurus kelima, yaitu Halilintar Membelah Angin, teknik pasif untuk melarikan diri dari lawannya, jurus ini mampu meningkatkan kecepatan.


"Sebenarnya aku tidak perlu izin untuk berbicara dengannya!" cemoohan Chen Taoran yang tidak sabar ingin mengetahuinya.


Guru Senior Dong Jian menggelengkan kepalanya, setelah itu dia berkata, "dia murid baru, dan menjadi Murid Dalam. Jika Anda memaksa kehendak, aku khawatir dia meninggalkan akademi kita. Jika diketahui oleh pihak lain, siapa yang akan dirugikan? Toh, lambat laun dia juga akan pindah ke pusat!"


Penuturan Guru Senior Dong Jian membuat Chen Taoran seketika diam, apa yang dikatakannya memang benar. Kehilangan Cao Tian Jun merupakan kerugian besar, sebab telah berhasil mempelajari Kitab Halilintar Ungu.


"Jadikan dia Murid Inti dengan segera. Setelah tiga bulan berlalu, antar dia ke pusat!" perintah Chen Taoran yang ingin segera memiliki Cao Tian Jun.


"Kita tidak bisa memutuskan hal ini, perlu berbicara dengan pimpinan dulu!" sahut Guru Senior Zhan Bowen yang juga tidak ingin pusat memiliki Cao Tian Jun.


Mendengar perbincangan Chen Taoran dan Guru Senior, membuat yang lainnya senang, dan berharap Cao Tian Jun tidak betah berada di Akademi Merpati Putih kelas dua.

__ADS_1


Sedangkan Guru Junior Chu Sying Chun terlihat cemas, dia juga tidak ingin Cao Tian Jun buru-buru menuju ke pusat, sebab akan menjadi kebanggaan akademi cabang, dan juga dia menaruh hati kepada Cao Tian Jun.


Di saat Chen Taoran dan Guru Senior berdebat masalah Cao Tian Jun, Raja Kelelawar memperhatikan murid yang sedang diperbincangkan, tapi bukan karena kehebatannya, melainkan merasakan aura seseorang yang dikenalinya. Akan tetapi, dia tidak mengenali sosok Cao Tian Jun.


Saat ini, Raja Kelelawar belum sepenuhnya mengerahkan seluruh pasukannya, sebab dia menunggu jawaban dari wakil ketua Bela diri dari Sekolah Surga Kesembilan. Dia berdiri di atas puncak pohon sambil melihat para guru.


"Waktu telah habis, di mana putriku?" tanya Raja Kelelawar dengan suara yang keras.


"Sudah aku katakan, Putri Su tidak bersama kami... Ya, terakhir kita lihat, Putri Su sedang mencari tanaman obat di wilayah kita, tapi bukan berarti kita menculiknya!" sanggah wakil ketua bela diri yang bernama Ji Guang.


"Bohong!? Pengawal putriku melihat salah satu muridmu mengajaknya, dan aku yakin dia menculik putriku! Serahkan muridmu dan juga putriku, atau hari ini dan setelah Desa Bunga aku musnahkan, giliran Kerajaan Surga Kesembilan!" bentak Raja Kelelawar yang disertai dengan ancaman, dia sudah kehilangan kesabaran.


Raja Kelelawar memerintahkan pasukannya yang bertarung untuk berkumpul. Lalu tanpa sepengetahuan siapapun, dia memerintahkan binatang mistik Kerbau Emas menjauhkan Tim Phoenix dari pengawasan para guru.


Ancam dari Raja Kelelawar membuat semua orang menjadi serius, sebab itu bukan sekadar ancaman omong kosong. Semua murid yang bertarung segera mundur karena perintah dari para Guru Senior.


Cao Tian Jun yang keasikan menggunakan jurus Halilintar Menghanguskan Neraka, dia tidak mengindahkan perintah Guru Senior Zhan Bowen, dia bersama timnya terus memburu binatang mistik Kerbau Emas.


Guru Senior Zhan Bowen sangat kesal saat perintahnya tidak dipatuhi oleh Tim Phoenix, dia melihat gelagat buruk Raja Kelelawar. Para guru juga kesal dengan Cao Tian Jun, terutama Guru Junior Chu Sying Chun.


Raja Kelelawar tersenyum melihat Tim Phoenix semakin jauh dari pengawasan dari para guru, dia secara diam-diam memerintahkan pasukannya untuk mengejar Tim Phoenix. Rencananya, Tim Phoenix akan dijadikan sandera sampai Putri Su kembali.


"Anak-anak itu ...!" geram Guru Senior Zhan Bowen, "ayo, kita susul mereka, aku merasa Raja Kelelawar berniat buruk pada murid kita!" lanjutnya dengan mengajak para guru.


Mau tidak mau, para guru melawan pasukan Kelelawar Penghisap Darah, mereka juga di bantu oleh para guru dari pusat Akademi Merpati Putih. Kehilangan murid berprestasi seperti Tim Phoenix juga akan merugikan pihak pusat, sebab murid-murid adalah aset penting bagi keberlangsungan semua organisasi pendidikan dan juga pemerintahan.


Cao Tian Jun belum menyadari jika dia mengejar binatang mistik sampai ke perbatasan wilayahnya Ratu Ular Surgawi. Xue Yue yang sadar telah jauh dari Desa Bunga segera berteriak keras kepada Cao Tian Jun.


"Mundur, kita terlalu jauh dari para guru!"


Cao Tian Jun yang mendengar teriakan Xue Yue. Lalu dia kembali bersama timnya.


"Kamu jangan bernafsu untuk memburu binatang mistik, misi kita telah sukses! Ayo, kita kembali!" tegur Xue Yue yang menahan kekesalannya terhadap Cao Tian Jun.


Ya, misi mereka telah berhasil karena membunuh lebih dari sepuluh ekor binatang mistik. Inti binatang mistik akan menjadi bukti keberhasilan mereka. Dan, kelebihan inti binatang bisa ditukarkan dengan koin emas atau poin kontribusi.


Cao Tian Jun tersenyum masam sambil garuk-garuk kepala karena ditegur. Kemudian, dia melihat binatang mistik telah jauh dari posisinya.


"Saat ini kita telah memasuki perbatasan wilayah Ratu Ular Surgawi, hati-hati!" peringatan Xue Yue.

__ADS_1


"Cepat kembali sebelum Suku Ular mengetahui keberadaan kita!" ajak Xiao Yu yang ketakutan.


Di saat Tim Phoenix membalikkan badan, mereka melihat pasukan Kelelawar menuju ke arahnya. Jumlahnya tidak sebanding dengan Tim Phoenix yang berjumlah delapan orang, sedangkan pasukan Kelelawar Penghisap Darah mencapai ratusan ekor.


Pasukan Kelelawar membentuk formasi bulan sabit untuk memblokir jalan bagi Tim Phoenix. Semua orang kebingungan harus bagaimana mengatasinya, di belakang adalah wilayah Ratu Ular Surgawi. Jika kabur ke Black Dessert, sama saja mengirimkan nyawa. Seandainya tetap bersikeras untuk melawan pasukan Kelelawar, maka hasilnya sama saja, sama-sama bernasib buruk.


"Gawat! Kita tidak bisa kembali, bagaimana ini?" seruan Chu Sying yang ketakutan.


Tim Phoenix juga merasakan hal yang sama seperti Chu Sying. Hanya Fang Yin yang tetap tenang walaupun mengetahui timnya tidak bisa kembali ke Desa Bunga.


Cao Tian Jun merasa bersalah telah membawa timnya jauh dari Desa Bunga. Oleh karena itu, dia berinisiatif maju untuk melawan pasukan Kelelawar.


"Percuma kita melawannya, kita kalah jumlah!" ujar Xue Yue sambil menahan pergelangan tangan kanan Cao Tian Jun agar tidak memaksakan diri melawan pasukan Kelelawar yang dipimpin oleh seorang jenderal.


"Lalu apa yang harus kita lakukan, menyerah tanpa adanya perlawanan?" tanya Cao Tian Jun yang bersikeras untuk melawan pasukan Kelelawar. Xue Yue dan Tim Phoenix merenungi perkataannya.


Seandainya dia sendirian, maka tidak khawatir dengan pasukan Kelelawar, sebab dia memiliki banyak cara untuk kabur. Sambil menunggu jawab, Cao Tian Jun memutar otak untuk menyelamatkan timnya.


"Kalian kan memiliki Teknik Langkah Bayangan Merpati, pergunakan untuk mengecoh mereka. Dan...." kata Cao Tian Jun dan berhenti berbicara saat mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya, padahal dia mengambil jimat dari cincin dimensi yang tidak terlihat, jimat tersebut mampu digunakan untuk berteleportasi sejauh tiga kilometer.


"Dan ini adalah jimat teleportasi... Kalian sudah pasti tahu cara menggunakannya, bukan?" lanjutnya sambil memberikan jimat teleportasi kepada timnya, setiap orang di beri satu jimat.


Dengan senang hati Tim Phoenix menerima jimat teleportasi yang harganya sangat mahal. Jimat teleportasi merupakan salah satu alat penyelamat diri yang sangat penting. Karena harganya sangat mahal, jarang sekali murid maupun Guru Junior membelinya.


Dan harga satu buah jimat teleportasi sebesar 25 poin kontribusi. Bisa dihitung dengan mudah seberapa besar biaya untuk membeli jimat teleportasi yang dikeluarkan oleh Cao Tian Jun.


"Bagaimana denganmu, apakah kamu memilikinya?" tanya Xue Yue yang tidak melihat Cao Tian Jun mengeluarkan jimat teleportasi.


"Jangan khawatir, aku sudah memilikinya!" jawab Cao Tian Jun.


Sebelum Xue Yue, Fang Yin dan timnya bertanya kepadanya, dia kembali berbicara, "aku akan menyerang mereka terlebih dahulu untuk mengalihkan perhatian. Ketika aku menyerang mereka, kalian segera menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati, lalu gunakan jimat teleportasi."


Pengaturan Cao Tian Jun memang benar, dan timnya mengangguk sebagai jawaban. Namun, Fang Yin mengernyitkan dahinya karena merasa Cao Tian Jun berbohong.


Sebelum Fang Yin berbicara, Cao Tian Jun terbang dengan sangat cepat untuk menyambut pasukan Kelelawar. Xue Yue, Fang Yin dan timnya menggelengkan kepala karena tidak bisa mencegah Cao Tian Jun.


Mereka melihat Cao Tian Jun mengeluarkan enam bayangan. Setiap bayangan mengeluarkan lima bola energi petir, lalu melemparkannya ke arah pasukan Kelelawar.


"Ayo, kita jangan sia-sia pengorbanannya!" ucap Fang Yin yang berusaha memercayai Cao Tian Jun, ia menepis pikiran negatif dihatinya. Ia juga segera mengeluarkan satu bayangan sesuai kemampuannya.

__ADS_1


Segera diikuti oleh timnya, ada yang mampu mengeluarkan dua bayangan, ada juga yang mengeluarkan tiga bayangan seperti Xue Yue dan Xiao Yu. Setelah itu, mereka mengalirkan energi spiritual ke jimat teleportasi untuk mengaktifkannya.


Seketika tubuh asli Tim Phoenix menghilang, dan muncul saat jaraknya dari pasukan Kelelawar, sejauh tiga kilometer dan dekat dengan Desa Bunga.


__ADS_2