8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Menjadi Target Humanoid.


__ADS_3

Bab 30. Menjadi Target Humanoid.


Di saat Cao Tian Jun sedang mengobrol dengan wanita-wanita cantik, terdengar suara salah satu guru memanggil semua orang. Guru Junior Chu Sying Chun yang tahu tujuan pemanggilan, segera mengajak semua murid.


Sesampainya di lokasi guru yang memanggil, Guru Senior Dong Jian berbicara kepada semua orang, "kita butuh bantuan kalian untuk mengalirkan energi spiritual pada Formasi Perlindungan, tapi setelah wakil ketua Chen Taoran mengaktifkan Formasi."


Kemudian, Chen Taoran mulai mengaktifkan Formasi Array dengan kedua tangan bergerak-gerak seperti sedang melukis di udara. Setelah beberapa saat, semua Batu Formasi dan bahan-bahan yang telah dipendam di tanah mengeluarkan sinar.


Tidak berselang lama, bahan-bahan Formasi Array saling terhubung, di mana sinar kebiruan mencakup luas wilayah Desa Bunga. Kemudian, para Guru Senior mengalirkan energi spiritual pada bahan-bahan tersebut, dan diikuti oleh semua orang.


Dengan bekerja sama, akhirnya Desa Bunga terselimuti energi spiritual, bentuknya seperti kubah besar, dan itu adalah Formasi Perlindungan. Setelah itu, Chen Taoran mengajak semua orang kembali ke bukit kapur. Rencananya, gua tambang juga akan dipasangi Formasi Perlindungan agar aman.


Dalam sehari itu hingga malam, semua orang sibuk dengan membuat Formasi Array. Saat tengah malam, gua tambang seperti Desa Bunga. Ketika malam hari, terlihat jelas bukit kapur bercahaya redup, cahaya berwarna kebiruan yang berasal dari Formasi Array.


Setelah itu, semua orang kembali ke kapal angkasa dan Desa Bunga. Wajah-wajah mereka penuh dengan kebanggaan karena berhasil membuat prestasi di Desa Bunga.


Cao Tian Jun kembali ke kamarnya, di mana dia tidak segera tidur, sebab ingin sekali berendam untuk relaksasi. Demikian juga dengan Fang Yin, Chu Sying dan Tim Phoenix.


Setelah aktivitas seharian, jelas tubuh mereka penuh keringat yang lengket di kulit, tidak nyaman jika harus tidur sebelum bersih.


"Tan bersaudara.... Haruskah hari ini aku pergi ke Kota Naga Hitam untuk membunuh Tan Wong?" gumam Cao Tian Jun sambil menikmati tubuhnya yang terendam air.


Ya, setelah Chu Sying menceritakan tentang targetnya, Cao Tian Jun ingin sesegera mungkin menyelesaikan misi dari gurunya. Dari cerita itu, Tang Wong telah kembali ke Kerajaan Lentera, sedangkan Tang Cheng masih berada di Kota Naga Hitam sebagai pemimpinnya.


Karena Kerajaan Lentera jauh dari lokasinya saat ini, maka Cao Tian Jun ingin menghilangkan Tan Cheng terlebih dahulu karena lokasinya dekat.


Cao Tian Jun belum mengetahui bahwa targetnya adalah penyebab dirinya hampir terbunuh. Jika tahu Tan bersaudara adalah pengkhianat, sudah dipastikan dia akan murka, dan tanpa pikir panjang sudah pasti akan meninggalkan Desa Bunga.


Dia berpikir sejenak sebelum memutuskan apakah malam ini harus pergi ke Kota Naga Hitam, atau menunggu setelah kembali ke Akademi Merpati Putih?


"Lebih baik malam ini saja aku selesaikan Tan itu." Keputusan Cao Tian Jun dengan segera keluar dari kamar mandi.


Saat keluar, dia melihat Chu Sying sudah menunggu dengan duduk di kursi. Melihat pakaian Chu Sying yang berbeda, Cao Tian Jun menelan salivannya karena pakaian itu sangatlah tipis.


Tubuh indah Chu Sying terlihat begitu menggiurkannya; dada tidak terlalu besar, tapi padat berisi, terlihat samar-samar pakaian dalamnya dan juga pelindung dada yang berwarna merah.


Karena dia adalah pria normal, Mr P nya segera berdiri. Tapi, dia tetap diam mematung sambil menikmati tubuh indah Chu Sying.


Chu Sying yang diperhatikan oleh Cao Tian Jun, ia tersenyum senang. Dia berdiri sambil merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku, padahal ingin memamerkan keindahan tubuhnya. Ia yakin, walaupun Cao Tian Jun polos, tidak mungkin tidak tergiur dengan seorang wanita cantik yang menggunakan pakaian tidur tipis.


Tanpa sengaja, Chu Sying melihat tonjolan di balik pakaian bawah milik Cao Tian Jun, ia yang pernah menyentuhnya seketika malu. Wajahnya merah seperti tomat, tapi berusaha untuk tetap tenang.

__ADS_1


"Kamu mau tidur?" tanya Chu Sying sambil melirik tonjolan itu.


"Kamu mau menemaniku?" tanya balik Cao Tian Jun sambil berjalan menghampirinya.


Detak jantung Chu Sying berdebar-debar, ingin rasanya mundur tapi berat untuk melangkah kaki. Di saat Cao Tian Jun dekat dengannya, dan merasakan napasnya, dia merasakan juga tonjolan itu menyentuh perutnya.


Chu Sying memejamkan mata ketika Cao Tian Jun mendekati wajahnya. Dia pikir akan dicium bibirnya, tapi nyatanya malah memeluknya dengan erat. Dada bertemu dada, dan membuat kedua insan itu saling merasakan detak jantung yang berdebar-debar.


Cao Tian Jun mencium aroma wangi khas seorang gadis muda, dan membuatnya semakin ingin berhubungan intim. Demikian juga dengan Chu Sying yang tidak ingin lepas dari pelukan Cao Tian Jun.


Tiba-tiba, gagang pintu terdengar. Segera kedua orang itu memisahkan diri dan saling menjaga jarak. Kemudian, melihat pintu terbuka. Masuk Fang Yin dan Guru Junior Chu Sying Chun yang telah selesai mandi.


Guru Junior Chu Sying Chun tidak jauh berbeda dengan adiknya, di mana pakaian tidur juga tipis dan memperlihatkan tubuhnya. Bentuk tubuh yang lebih mengiurkan daripada Chu Sying yang masih berusia 15 tahun


Sedangkan Fang Yin, ia memang mengganti pakaiannya, tapi pakaian tidurnya masih sopan dan tidak memperlihatkan tubuhnya seperti Chu bersaudari.


"Apakah kalian juga mau tidur denganku?" tanya Cao Tian Jun yang ingin sekali tidur dengan tiga wanita cantik.


"Tidak. Tadi, Fang Yin mendapatkan berita dari Guru Senior Dong Jian, katanya besok kita akan kembali ke akademi!" jawab Guru Junior Chu Sying Chun dengan segera, ia tidak berharap Cao Tian Jun akan bertanya seperti itu.


Seandainya ia sendirian dengan Cao Tian Jun, kemungkinan besar tidak akan menolak untuk tidur bersama. Berhubung ada Fang Yin, ia jelas tidak berani karena sudah diperingatkan oleh ayahnya agar tidak ingin melukai hati seorang nona muda dari Klan Fang.


"Baguslah!" sahut Cao Tian Jun sambil mendekat tempat tidur, dia membaringkan tubuhnya sambil melihat tiga wanita cantik.


Sayangnya, rencana tidak semudah yang dibayangkan, sebab Tim Phoenix berniat untuk tinggal bersamanya jika mendapatkan izin dari pemimpin akademi.


Guru Junior Chu Sying Chun menarik pergelangan tangan adiknya agar keluar dari kamar pribadi Cao Tian Jun. Walaupun Chu Sying tidak mau, ia juga masih belum usia matang untuk berhubungan intim.


Tersisa Fang Yin dan Cao Tian Jun di kamar, terlihat wajah Fang Yin begitu senang bisa berduaan. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu bisa tercapai.


"Ayo, sini!" pinta Cao Tian Jun sambil menggeser tubuhnya agar Fang Yin rebahan di sebelahnya.


Dengan senang hati, Fang Yin menghampiri Cao Tian Jun, ia merebahkan diri sambil menatap atap kamar. Tiba-tiba, Cao Tian Jun memeluknya sambil membenamkan wajah di lehernya.


Tercium aroma wangi yang menggoda Cao Tian Jun, dia pun mencium leher Fang Yin. Ciuman Cao Tian Jun membuat Fang Yin bergidik geli, serta detak jantung yang berdebar-debar.


"Sebelum kamu berusia 17 tahun, jangan sekali-kali berhubungan dengan pria!" 


Tiba-tiba, Fang Yin teringat akan pesan ayahnya, ia segera beranjak dari tempat tidur dan berlari keluar kamar. Cao Tian Jun yang melihat hanya bisa cemberut karena tidak bisa meluapkan keinginannya sebagai pria.


Yan Yan yang melihatnya tersenyum senang karena semua wanita menjauhi Cao Tian Jun. Ia segera berubah menjadi wujud manusia. Lalu mengunci pintu agar tidak lagi dimasuki.

__ADS_1


Kemudian, ia membaringkan tubuhnya di samping Cao Tian Jun sambil berbicara, "kamu harus hati-hati! Ular Giok Kuning yang berniat menutup jalan keluar di gua waktu itu, hanya untuk menangkapmu."


Peringatan Yan Yan membuat Cao Tian Jun tidak bisa tenang, lalu dia pun bertanya, "apa istimewanya denganku sehingga menjadi target mereka?"


"Ya... Karena kamu istimewa. Bagi pria, kamu adalah ancaman. Tapi bagi wanita, kamu diibaratkan seperti sebuah anugerah alam yang dihadirkan untuk kaum wanita!" jawab Yan Yan yang sedikit kebingungannya.


Sejujurnya, Yan Yan enggan memberitahukan kebenaran yang membuat Cao Tian Jun menjadi daya tarik bagi kehidupan, terutama bagi Ras Humanoid. Aroma yang dikeluarkan dari tubuh Cao Tian Jun mudah tercium oleh binatang jenis apapun.


Cao Tian Jun memikirkan perkataan Yan Yan, dia menduga karena garis darahnya yang unik, menjadi daya tarik tersendiri, unik karena memiliki dua garis darah, yaitu Ras Manusia dan Ras Naga.


"Apa karena garis darah Naga?" batin Cao Tian Jun sambil berpura-pura memijat keningnya, padahal dia sedang menyentuh tanduk naga yang disembunyikan.


Yan Yan yang tidak lagi berbicara, membuat Cao Tian Jun melihatnya. Ternyata, Yan Yan sudah tertidur pulas. Kemudian, dia menyelimuti seluruh tubuh Yan Yan dengan selimut tebal yang telah tersedia, dan dia pun ikut memejamkan mata hingga tertidur.


Di kamar pribadi milik Fang Yin, muncul seseorang pria tua, dia adalah pengawal pribadinya yang bernam Fang Guotin. Fang Guotin bukan sekedar pengawal biasa, dia sudah menjaga Fang Yin semenjak balita, dan sudah menganggapnya sebagai seorang putri kandungnya sendiri.


"Nona Muda!" sapa Fang Guotin


Fang Yin tidak terkejut dengan kehadiran Fang Guotin yang tiba-tiba karena sudah terbiasa.


"Bagaimana hasil penyelidikannya, Paman?" tanya Fang Yin yang sifatnya berubah ketika berhadapan dengan pengawalnya, tegas dan berwibawa.


"Ular Giok Kuning telah berada di gua itu sudah cukup lama, dia bertugas untuk menguasai Desa Bunga karena Batu Formasi. Namun, itu tanpa sepengetahuan Ratu Ular Surgawi. Dia bekerjasama dengan Kepala Suku Xi untuk mengekploitasi kekayaan Desa Bunga!" terang Fang Guotin setelah penyelidikan singkat.


Fang Yin berpikir sejenak, ia mengulas tentang segala hal yang telah terjadi selama bersama Cao Tian Jun.


"Apa ada informasi lain?" tanyanya setelah berpikir.


"Iya, Nona Muda. Cao Tian Jun menjadi target Suku Ular dan Raja Kelelawar. Itu dikarenakan Pilar Prestasi Heptagon Chaos yang beresonansi. Entah apa tujuan mereka untuk menargetkan Tuan Muda Jun!" jawab Fang Guotin dengan jujur.


Sebelum Fang Yin kembali bertanya, Fang Guotin terlebih dahulu bertanya, "apakah layak Tuan Muda Jun menjadi pendamping Anda? Banyak pria muda dari klan kita yang lebih berbakat dari dia! Saya harap Nona Muda mempertimbangkan pilihan ini!"


Raut wajah Fang Yin seketika berubah menjadi jelek karena perkataan Fang Guotin. Ia menatap tajam ke arah pamannya, dan membuat Fang Guotin tersenyum masam.


"Layak atau tidak, Paman sudah melihatnya sendiri. Dia lebih berbakat dari pria manapun di Klan Fang, bahkan di Benua Timur!" ujar Fang Yin dengan nada ketus.


"Paman cari tahu identitas sebenarnya Cao Tian Jun ini!" perintahnya.


Fang Guotin menghela napas berat, dia tahu betul sifatnya; keras kepala, tegas, dan sulit untuk merubahnya. Sekali memilih satu hal, pilihannya tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Fang Guotin langsung lenyap dari hadapan Fang Yin, dia tidak berani sedikitpun menolak perintahnya.


Fang Yin membaringkan tubuhnya kembali, lalu dia tersenyum bahagia saat teringat kejadian sesaat lalu di kamar Cao Tian Jun.

__ADS_1


"Bersabarlah! Setelah melepaskan masa remajaku, kita bisa bersama untuk selamanya!" gumam Fang Yin dan memejamkan mata dengan hati yang bahagia.


__ADS_2