8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kehebatan Tian Sun.


__ADS_3

Bab 80. Kehebatan The King Dark Matter.


Cao Tian Jun yang berada di puncak menara pengawas, melihat peperangan itu yang sangat sengit. Walaupun jumlah binatang mistik lebih banyak dan bertambah kuat berkat menyerap kabut hitam, pasukan Kekaisaran Xia masih mampu mengimbangi.


Dengan Mata Surgawi, Cao Tian Jun melihat ketiga kekasihnya yang telah siap bertempur, lalu memeriksa Panglima Perang yang juga telah siap untuk menyerang.


Kemudian, Cao Tian Jun terfokus pada Tian Sun yang memiliki Third Eye Stone. Dia bertekad bagaimanapun caranya, dia harus mendapatkan Batu Keabadian itu, dia tidak peduli harus kehilangan robot yang akan menjadi umpan meriam.


Tetapi sejujurnya di dalam hatinya, dia merasa ngeri melihat peperangan ini, sebab peristiwa ini baru pertama kali dialaminya. Entah kenapa, kengerian itu seketika menguap begitu saja, seakan-akan peperangan ini adalah hal yang biasa.


Lambat laun pasukan Kekaisaran Xia mulai berjatuhan, sebab setiap kali binatang mistik mati dan tanpa sadari menghirup kabut hitam sehingga membuat tubuh mereka menjadi lemas serta sulit untuk digerakkan, dan akhirnya satu per satu prajurit terbunuh.


Tian Sun selalu tertawa puas melihat kedua jenderal tersebut kewalahan menghadapi Raja Yuan dan Lin Zhaoyang Hong. Dia tidak peduli dengan pasukannya yang mati, karena mampu membangkitkan pasukannya.


Setelah tahu penyebab kekalahan pasukannya, kedua jenderal itu memerintahkan pasukannya untuk menutup indera penciuman agar tidak menghirup kabut hitam.


Ledakan energi terus-menerus menggema di luar Gerbang Utara, hingga hari akan menjelang sore. Akhirnya, Tian Sun memerintahkan Long Hou untuk menyerang setelah melihat Raja Yuan dan Lin Zhaoyang terluka.


Long Hou menyemburkan api yang membakar tubuh para prajurit, bahkan mengenai binatang mistik. Dan, target utamanya adalah kedua jenderal kekaisaran yang membuat Raja Yuan kehilangan tangan kanan dan pinggang Lin Zhaoyang terluka sabetan pedang. Walaupun terluka, mereka berdua masih mampu melawan kedua jenderal itu.


Dengan Long Hou menyerang, kedua jenderal tersebut tersudut. Mereka memerintahkan pasukannya yang tersisa segera mundur. Tian Sun kembali menertawakan mereka, lalu dia memerintahkan sebagian pasukannya untuk mengejar.


Melihat kedua belah pihak musuhnya telah kehilangan banyak pasukan, Cao Tian Jun mengeluarkan bendera hijau sebagai tanda untuk memulai penyergapan.


Panglima Perang segera keluar dari persembunyiannya bersama prajuritnya, serta didukung oleh robot. Serangan mendadak ini, membuat kalang kabut kedua jenderal itu. Dari belakang dikejar oleh binatang mistik, dari depan mereka melihat seorang pria yang menutupi wajahnya membawa banyak boneka wayang (robot).


Permaisuri Juan segera keluar dari Gerbang Utara, menargetkan pasukan binatang mistik. Putri Yuan Zhen dan Yi Panyun juga keluar dari persembunyiannya, mereka menyerang dari sisi kanan dan kiri.


Tian Sun jelas terkejut telah disergap oleh Permaisuri Juan yang membawa banyak boneka wayang. Dia segera memerintahkan Long Hou menghancurkan boneka wayang, dia juga turun dari punggung Long Hou untuk ikut bertarung.


Akan tetapi, tiba-tiba Tian Sun dihadang oleh Cao Tian Jun yang menyamar sebagai seorang pria muda berkulit coklat. Cao Tian Jun memerintahkan 100 robotnya untuk menyerang Tian Sun.


"Sialan Xia itu, benar-benar licik?!" umpatan Tian Sun kepada Kaisar Xia.


Dia berpikir munculnya Permaisuri Juan dan Cao Tian Jun karena siasat dari Kaisar Xia. Jika tidak ada boneka wayang yang memiliki kekuatan tingkat Deity, dia bisa dengan mudah mengalahkan musuhnya.


Walaupun Tian Sun lebih kuat dari boneka wayang, dia tidak mungkin mampu mengalahkan banyak boneka wayang. Jika hanya ada 10 atau lebih boneka wayang, dia masih dengan mudah mengalahkannya. Selain itu, boneka wayang adalah benda mati dan tidak terpengaruh dengan kabut hitam yang menjadi andalannya.

__ADS_1


Cao Tian Jun menunggu kesempatan untuk mengeksekusi Tian Sun, dia menunggu lawannya kesakitan ketika Third Eye Stone melepaskan diri.


Dengan 100 boneka wayang yang menyerang secara bersamaan, Tian Sun jelas kewalahan dibuatnya, mau tidak mau harus mengeluarkan segala kemampuannya.


Namun ternyata, fisik boneka wayang di luar ekspektasinya. Setiap kali boneka wayang terkena serangannya, selalu dengan cepat bangkit dan kembali menyerang. Akhirnya, Kitab Tujuh Lapis Langit dikeluarkan dan mampu membuat boneka wayang terluka.


Cao Tian Jun yang melihat teknik bela diri dari Kitab Tujuh Lapis Langit itu jelas terkejut, dia hafal betul setiap gerakannya. Dia menduga-duga jika musuhnya ini bagian dari keluarga besar marga Tian.


Namun, demi mendapatkan Third Eye Stone, dia menghiraukannya, dan menunggu musuhnya kesakitan. Di sisi lain, Permaisuri Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun membuat binatang mistik tumbang dengan mudah.


Karena tahu siapa yang mengendalikan boneka wayang, Tian Sun melirik ke arah Cao Tian Jun. Dengan tuannya dibunuh, maka secara otomatis bonekanya juga tidak aktif.


Tiba-tiba, Tian Sun berubah menjadi kabut hitam, lalu melesat ke arah Cao Tian Jun. Jelas Cao Tian Jun yang kaget dan segera mundur sambil mengeluarkan teknik bela diri dari Kitab Kultivasi Delapan Hukum Jiwa.


Banyak bola-bola energi Kunang-kunang mengelilinginya, lalu menyerang lawannya. Baru kali ini dia mengeluarkan banyak bola energi Kunang-kunang agar bisa sesegera mungkin mengalahkan Tian Sun.


Demikian juga dengan Tian Sun, yang awal kaget dengan serangan bola energi Kunang-kunang itu. Untuk mengatasi serangan lawannya, dia mengendalikan kabut hitam yang berubah menjadi kelelawar.


Boom boom boom boom...


"Sialan, energi apa ini?!" umpatan Tian Sun, tidak menyangka seseorang pemuda yang basis kultivasi lebih rendah mampu membuatnya seperti ini.


Lengahnya Tian Sun karena terkena energi kekuatan jiwa, dimanfaatkan oleh Cao Tian Jun, dia kembali menyerang dengan kekuatan penuh.


Pertarungan mereka berdua membuat Permaisuri Juan dan yang lainnya mundur sambil tetap menyerang binatang mistik. Banyak binatang mistik yang langsung tumbang karena terkena gelombang kejut bola energi Kunang-kunang.


Bola energi Kunang-kunang tersebut mengandung kekuatan jiwa, kekuatan jiwa yang menjadi kelemahan binatang jenis apapun, bahkan manusia yang terkena gelombang kejutnya merasakan sakit kepala.


Cao Tian Jun dan Tian Sun terus melepaskan serangan tanpa henti. Walaupun musuhnya jauh lebih kuat, Cao Tian Jun lebih unggul, karena dibantu oleh boneka wayang, dan juga unggul dalam kekuatan jiwa.


Karena tidak mampu mengalahkan musuhnya dengan cepat, akhirnya Tian Sun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu Third Eye Stone yang bersemayam di telapak tangan.


Sambil menghindari serangan boneka wayang dan Cao Tian Jun, dia mengarahkan telapak tangannya ke arah Cao Tian Jun. Sebelum bola energi Kunang-kunang berbenturan dengan kabut hitam kelelawar, tangan kanannya menyerap bola energi Kunang-kunang.


Sontak membuat Cao Tian Jun yang kini terkejut, dia segera mundur ketika tubuhnya akan terhisap ke dalam telapak tangan musuhnya. Tian Sun tertawa melihat musuhnya berusaha melarikan diri. Sambil tertawa, dia melepaskan pukulan dengan tangan kiri ke arah boneka wayang.


Karena teknik bela diri dari Kitab Tujuh Lapis Langit, boneka wayang yang terkena serangan di bagian kepala langsung berjatuhan, sedangkan yang tidak terkena bagian vitalnya masih bangkit dan kembali menyerang.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak bisa menggunakan teleportasi?" batin Cao Tian Jun yang gagal menggunakan skill teleportasinya, dia ingin menggunakan skill Penghentian Waktu tapi percuma karena lawan lebih kuat dalam hal basis kultivasi.


Jika boneka wayang tidak menganggu pergerakan Tian Sun, sudah dipastikan Cao Tian Jun dengan mudah terhisap ke dalam telapak tangan kanan musuhnya.


Melihat Cao Tian Jun yang berusaha keras lepas dari hisapan tangan kanan musuhnya, Permaisuri Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun memerintahkan boneka wayang untuk membantu.


Dengan banyaknya boneka wayang yang menyerang, Tian Sun kehilangan kendali atas tangan kanannya, tapi dia tidak akan melepaskan Cao Tian Jun dengan mudah, dia berubah menjadi kabut hitam dan melesat ke arah musuhnya.


Cao Tian Jun juga berubah menjadi angin dan melesat menjauhi musuhnya. Tian Sun segera berhenti saat tidak melihat Cao Tian Jun. Seandainya suasananya tenang, dia akan mampu mendeteksi keberadaan Cao Tian Jun dengan mengandalkan panca inderanya


Karena musuhnya menghilang, Tian Sun mengincar Permaisuri Juan yang mengendalikan boneka wayang. Akan tetapi, boneka wayang selalu menghalanginya.


Satu per satu boneka wayang dikalahkan oleh Tian Sun yang mengandalkan Third Eye Stone, dan tangan kiri melepaskan pukulan berenergi tinggi, yang kekuatannya berasal dari Kitab Tujuh Lapis Langit.


Dengan kedua kemampuannya itu, banyaknya boneka wayang yang berjatuhan.


Sedangkan Cao Tian Jun, dia tidak jauh dari posisi Tian Sun, terpaut jarak 30 meter, dia segera berkomunikasi dengan Crown Stone, "kapan Third Eye Stone keluar dari tubuhnya?"


"Sebentar lagi, Penguasa. Tunggu sampai energinya berkurang 50 persen lebih!" jawab Crown Stone.


Dengan berkurangnya stamina lawan, maka Third Eye Stone mampu melepaskan diri dari penguasaan Tian Sun. Jika dipaksakan keluar dari telapak tangan Tian Sun, itu akan sia-sia karena mudah dikendalikan.


"Kalian segera bersembunyi, biarkan boneka wayang saja yang menyerang!" perintah Cao Tian Jun yang tidak ingin kekasihnya menjadi sasaran musuh yang berada di atas angin.


Walaupun Permaisuri Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun tidak mengetahui keberadaan Cao Tian Jun, mereka tetap mematuhinya dengan segera bersembunyi bersama prajurit.


Kini, semua boneka wayang yang tersisa dalam kendali Cao Tian Jun. Dengan kendalinya, boneka wayang lebih kuat dan teroganisir dalam penyerangan.


Sayangnya, satu per satu boneka wayang mampu dikalahkan oleh Tian Sun. Untuk mengulur waktu, Cao Tian Jun bergegas memperbaiki boneka wayang yang rusak agar bisa menyerang kembali.


Tian Sun terlihat puas dengan tertawa, dia menjadikan boneka wayang sebagai bahan latihan. Dia belum menyadari jika Cao Tian Jun yang berubah menjadi angin sedang memperbaiki boneka wayang.


Panglima Perang telah berhasil mengalahkan kedua jenderal Kekaisaran Xia, lalu dia membantu Cao Tian Jun dengan mengerahkan boneka wayang untuk menyerang Tian Sun.


Kedatangan Panglima Perang membuat The King Dark Matter berhenti tertawa, dia menjadi kesal karena masih ada banyak boneka wayang. Apalagi melihat boneka wayang yang sudah dikalahkan bangkit kembali dan menyerangnya.


Cao Tian Jun juga memerintahkan Panglima Perang untuk bersembunyi, tugas mereka telah selesai setelah mengalahkan pasukan Kekaisaran Xia dan juga binatang mistik. Saat ini, dia harus sabar menunggu energi musuhnya berkurang sambil terus memperbaiki robotnya.

__ADS_1


__ADS_2