
Bab 165. Mendapatkan Stempel Giok Maharaja.
Cao Tian Jun mendengarkan kisah masa lalunya dari Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih, kisah perjalanan hidup Dewa Binatang hingga menjadi Dewa Abadi yang ditakuti oleh seluruh alam semesta.
Dia mendengar sambil menatap lukisan Dewa Binatang Yang Abadi di dalam istana Dunia Jiwanya. Namun, dari awal kisah perjalanan hidup masa lalunya, tidak ada satupun cerita itu yang diingatnya, dan dia seakan-akan hanya mendengar cerita dongeng dari kehebatan seorang Dewa Abadi yang menggemparkan seluruh dunia.
"Setelah Dewa Abadi melepaskan tujuh Batu Keabadian yang kini sudah Anda miliki, terjadilah peperangan antara penguasa Alam Suci yang merebut Batu Keabadian. Akibatnya, Dewa Tertinggi menjadi murka, muncullah Petir Semesta yang menghancurkan banyak planet. Sebelum Petir Semesta menghancurkan apapun di dunia ini, kakek Anda God Of Partikel menyerang Dewa Abadi hingga terhisap ke dalam Petir Semesta...," Dewi Kedamaian berhenti bercerita untuk menarik nafas karena pada titik ini hatinya terasa sakit karena suaminya harus menebus kesalahan sendiri.
"Tetapi kami yakin Dewa Abadi masih hidup walaupun terhisap ke dalam Petir Semesta, sebab Batu Keabadian masih ada. Oleh sebab itu, saat God Of Partikel memerintahkan kita untuk mengamankan Batu Keabadian, kita sebagai Pelindung Alam Suci dengan senang hati menerima tugas ini. Hingga akhirnya Anda mengungkapkan diri di Hidden Palace!" Dewi Kasih melanjutkan ceritanya.
Memang Dewa Abadi tidak bisa terbunuh selama Batu Keabadian masih ada, walaupun tujuh Batu Keabadian dihancurkan, tidak dengan Law Stone sebagai Batu Keabadian utama yang bersemayam di dalam jiwanya.
Dengan petunjuk dari tujuh Batu Keabadian yang jatuh ke Continent Twins Moon, Dewi Kedamaian, Dewi Kasih dan kelima Dewa Pelindung Alam Suci selalu menunggu kelahiran Dewa Abadi. Namun, Pelindung Alam Suci tidak pernah menemukan sosok bayi reinkarnasi dari Dewa Abadi.
Selama ini, tujuh Pelindung Alam Suci tidak pergi dari Continent Twins Moon, melainkan tinggal di Hidden Palace. Selalu menunggu Dewa Abadi. Hingga tercetuslah ide untuk membuat Stempel Giok Maharaja untuk menarik perhatian banyak orang di Continent Twins Moon, dan tujuan utamanya adalah untuk menemukan Dewa Abadi.
Setelah Dewi Kasih selesai bercerita, dia melayang menuju ke lukisan Dewa Binatang Yang Abadi. Kemudian, dia mengetuk lukisan itu. Tiba-tiba lukisan itu berubah menjadi besar, sebesar dinding istana.
Cao Tian Jun yang terpesona melihat lukisan Dewa Binatang Yang Abadi dikelilingi oleh ratusan wanita cantik, dan jutaan wanita yang mengenakan zirah perang bersayap berbaris rapi di belakangnya. Lukisan itu seakan-akan nyata karena bisa bergerak, benar-benar hidup.
"Lebih dari 800 istri utama yang berada di barisan terdepan bersama Dewa Abadi. Di belakangnya itu juga istrinya, adalah Pasukan Phoniex, wanita-wanita kuat yang siap untuk melindungi Dewa Abadi dengan nyawa," kata Dewi Kasih sambil menyentuh lukisan dirinya yang berada di barisan terdepan sebagai istri utama dari Dewa Abadi.
Cao Tian Jun melongo mendengar cerita ini. Yang dipikirkannya, bagaimana caranya Dewa Abadi mampu melayani jutaan wanita itu? Apakah dari semua wanita itu tidak saling cemburu, maupun berkhianat?
"Apakah tidak ada orang yang menggunakan nama Dewa Binatang Yang Abadi?" tanya Cao Tian Jun yang ingin tahu karena Hidden Palace sudah lama ada di dunia ini.
"Ada. Dia juga istrimu!" jawab Dewi Kedamaian sambil melihat wajah Cao Tian Jun yang berada di sisi kanannya.
"Istriku? Siapa?" Cao Tian Jun keheranan karena tidak tahu siapa istrinya yang dimaksudkan oleh Dewi Kedamaian.
"Celestial She, Putri Anda dan Celestial Snake yang bernama Shimo She Meili. Ini orangnya."
Dewi Kasih menunjukkan lukisan Shimo She Meili yang paling enerjik dari semua istri Dewa Abadi. Cao Tian Jun melihat lukisan Shimo She Meili yang sedang berada di gendongan punggung Dewa Abadi, tampak hidup sambil mengigit telinga Dewa Abadi.
Wajah dari Shimo She Meili sangat mirip dengan Ratu Ular Surgawi penguasa Kekaisaran Shima dan Black Dessert. Ada rasa haru di hati Cao Tian Jun saat melihat lukisan Dewa Abadi bersama dengan jutaan istri, mereka tampak sangat bahagia.
"Ratu Ular Surgawi? Lalu, ke mana semua wanita di lukisan itu?" selidik Cao Tian Jun karena tidak melihat satupun wanita di lukisan itu ada di dalam Dunia Jiwanya.
Secara bersamaan, Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian menghela nafas berat karena pertanyaan ini yang tidak diceritakan, sebab kisah itu sangat menyakitkan hati.
Dengan bijak dan tidak ingin mengatakan kebenaran masa lalu, Dewi Kedamaian menjawab, "mereka bereinkarnasi untuk menjalani siklus Samsara kehidupan!"
"Siklus Samsara Kehidupan? Berarti mereka menjalani kehidupan sampai 7 kali?" tanya Cao Tian Jun sesuai dengan pengetahuannya.
"Siklus Samsara 7 Kehidupan untuk manusia fana. Bagi seorang Dewa dan Dewi, mereka harus menjalani Siklus Samsara 9 Kehidupan untuk menyempurnakan roh dan jiwanya!" interupsi dari Dewi Kedamaian agar Cao Tian Jun lebih mengerti tentang hal ini.
__ADS_1
"Banyak sekali! Apakah mereka semua sudah selesai menjalani semua siklus Samsara kehidupan? Jika begitu, apakah aku saat ini sudah menjalani reinkarnasi yang ke berapa?" cecar Cao Tian Jun yang ingin lebih tahu tentang dirinya dan semua istrinya itu.
"Ada yang gagal, dan juga yang sukses menjalani semua siklus Samsara kehidupan. Yang gagal menjalani siklus Samsara ke-8, mereka akan menjadi Dewa biasa, tidak abadi. Jika basis kultivasi tidak meningkat lagi, mereka akan menua...," Dewi Kasih menjelaskan tentang hal ini kepada Cao Tian Jun, ia selalu melihat kebahagiaan di lukisan itu.
Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian salah satu dari banyaknya istri Dewa Abadi yang berhasil menjalani siklus Samsara 9 Kehidupan, sehingga mereka selalu awet muda. Selain itu, kekuatan mereka berada di atas ranah Half Super Omega. Ranah kultivasi yang jauh dari kekuatan Cao Tian Jun saat ini.
Sedangkan yang tidak berhasil menjalani siklus Samsara kehidupan ke-8 karena berbagai penyebab, maka di kehidupannya mendatang akan menjadi Dewa biasa. Agar tetap selalu abadi, maka harus meningkatkan kekuatannya agar tidak menua.
"Apakah Anda sudah mengingat masa lalu?" tanya Dewi Kedamaian saat melihat Cao Tian Jun melamun.
Cao Tian Jun melihat wajah dan seluruh tubuh Dewi Kedamaian yang tidak bisa dilihatnya karena terhalangi oleh cahaya aura kekuatan.
"Maaf, saya tidak ingat apapun!" sesal Cao Tian Jun sambil melihat kembali ke lukisan.
"Mungkin ini karena Anda telah melebihi 9 siklus Samsara kehidupan. Menurut legenda, jika seseorang yang melebihi 9 siklus, dia akan menjadi manusia baru, kehidupan baru dan kisah yang juga baru. Namun, kehidupan baru ini akan memiliki banyak tantangan yang lebih berat dari sebelumnya. Yang--"
"Jadi karena ini aku tidak mengingat apapun! Siapa legenda itu?" sela Cao Tian Jun sebelum Dewi Kedamaian selesai berbicara.
"Dewa Tertinggi!" sahut Dewi Kasih yang tidak sanggup lagi melihat lukisan masa lalunya saat berkumpul di Planet Peliades.
Cao Tian Jun mengerutkan keningnya karena tidak tahu siapa itu Dewa Tertinggi. Seandainya dia tahu bahwa gurunya adalah salah satu dari Dewa Tertinggi, sudah pasti akan syok.
Sebelum Cao Tian Jun lebih banyak bertanya, Dewi Kedamaian berbicara terlebih dahulu, "kami tidak bisa berlama-lama berada di dekat Anda karena perbedaan kekuatan. Jika kekuatan Anda setara dengan kita, atau sedikit lebih rendah dari kita, Anda akan bisa melihat kita dan juga selamanya bisa bersama lagi."
Setelah berbicara, ia mengeluarkan kotak besi berisi Stempel Giok Maharaja, dan memberikan kepada Cao Tian Jun.
Entah kenapa hatinya terasa berat saat kedua wanita ini yang mengaku sebagai istrinya akan pergi. Dia menerima kotak yang berisi Stempel Giok Maharaja.
"Terima kasih banyak!!" ucap Cao Tian Jun sambil menatap wajah bercahaya Dewi Kedamaian dan Dewi Kasih.
Tiba-tiba, kedua wanita itu mendekati Cao Tian Jun dan berbisik dengan nada genit.
"Jika kekuatan Anda setara dengan kita. Kami akan melayani Anda selayaknya istri!"
Cao Tian Jun sedikit terkejut sambil melihat kedua istrinya yang sudah menjauhinya. Dia tersenyum sambil mengangguk sebagai respon.
"Aku pasti akan menyusul kekuatan kalian dengan segera," kata Cao Tian Jun.
Akan tetapi, Dewi Kedamaian tiba-tiba berkata dengan nada serius, "hati-hati dengan seorang wanita yang bernama Lao Yi. Dia akan mempermainkan Anda. Hanya Infomasi ini yang bisa kita berikan!"
Setelah berbicara, kedua mata Cao Tian Jun menjadi buram. Sedangkan kedua istrinya itu menghilang dari Dunia Jiwa. Dan, dia sudah berada di kamar pribadi yang ada di dalam kapal angkasa milik Ao Zhen Juan.
Cao Tian Jun terkejut karena sudah berada di dalam kamarnya. Perkataan Dewi Kedamaian membuatnya penasaran dengan wanita yang bernama Lao Yi.
"Siapa itu Lao Yi?" gumam Cao Tian Jun yang tidak mendapat informasi secara detail.
__ADS_1
"Keluar kita!"
Akhirnya semua wanita yang berada di dalam cincin dimensi bisa melihat apapun yang ada di luar. Mereka sempat panik karena khawatir sesuatu terjadi kepada Cao Tian Jun. Namun, saat melihat Cao Tian Jun telah kembali ke base camp, Chu Sying segera meminta keluar dari dalam cincin dimensi.
Setelah semua wanita itu keluar dari Cincin Dimensi, mereka segera bertanya kepada Cao Tian Jun apa yang terjadi di pemakaman
kuno...
Setelah Hidden Palace meninggalkan Continent Twins Moon, semua orang tiba-tiba dikeluarkan dari wilayah Mystical Beast Mountain, kembali ke tempat perkemahannya masing-masing. Kejadian ini membuat siapapun orangnya menjadi kebingungan, sebab perburuan ini sangatlah singkat.
Jika dahulu, perburuan di Mystical Beast Mountain bisa mencapai berbulan-bulan, tetapi kali ini hanya berlangsung sangat singkat, hanya satu hari setelah Formasi Array Wall Moon terbuka. Saat ini, Formasi Array Wall Moon telah melindungi seluruh wilayah Mystical Beast Mountain..
Kejadian ini jelas membuat banyak orang yang tidak banyak mendapatkan harta berharga di Mystical Beast Mountain. Alhasil, sosok berjubah hitam menjadi sasaran kemarahan mereka.
Cao Tian Jun yang dijadikan sebagai kambing hitam atas kerugian mereka yang telah menggelontorkan biaya besar untuk menuju ke pulau Mystical Beast Mountain.
Kaisar Yao yang tahu identitas asli Cao Tian Jun yang menyamar, karena marah, ia segera menyebarkan informasi ini kepada semua orang. Termasuk kepada musuhnya.
Jelas Kaisar Yao sangat marah, sebab dirinya hampir berhasil melewati ujian pertama di dalam Hidden Palace, namun tiba-tiba dikeluarkan tanpa sebab. Ketika mengetahui jika Cao Tian Jun dan Fang Yin tidak dikeluarkan dari Hidden Palace, dia langsung meluapkan kemarahannya.
Kemarahannya semakin menjadi-jadi saat dikeluarkan dari Mystical Beast Mountain, dan tidak mendapatkan apapun yang berharga.
Namun, ada beberapa orang yang senang jika sosok berjubah hitam itu adalah Cao Tian Jun, mereka adalah Patriark Fang, Xue Delun Hai, Xue Li Xia, Fang Guotin. Termasuk Bai Guan dan seluruh rombongannya.
Leluhur Xia juga sangat marah saat tahu Cao Tian Jun masih hidup, dan menyebabkan kerugian besar. Bagaimana tidak rugi besar, dia telah menjual wilayah Kerajaan Bintang Laut sebagai model ekspedisi ini, tetapi tidak mendapatkan untung apapun dari perburuan. Selain itu, kerugian terbesarnya karena Kaisar Xia yang dalam keadaan kritis.
Tetapi, karena melihat Bai Guan didukung oleh keluarga besar Tim Phoenix, Sekte Yin, dan bahkan Suka Es juga datang untuk mendukung Cao Tian Jun, dia jelas tidak berani meluapkan kemarahannya.
Sebelum menjadi sasaran kemarahan dari penguasa dari benua lain, Leluhur Xia memerintahkan kepada semua rombongannya untuk kembali ke Benua Timur.
Bai Guan menghela nafas berat karena melihat kemarahan Leluhur Xia. Dia dan banyak orang melindungi kapal angkasa milik Ao Zhen Juan agar tidak diserang oleh Leluhur Xia dan banyak orang.
Yang menjadi pertanyaan besar bagi semua orang yang berpartisipasi dalam perburuan ini, siapakah orang yang mendapat Stempel Giok Maharaja, apakah Cao Tian Jun atau Fang Yin?
Saat ini, Klan Fang dan rombongannya menunggu Cao Tian Jun di kapal angkasa milik Ao Zhen Juan. Hanya Cao Tian Jun yang tahu keberadaan Fang Yin. Patriark Fang dan Fang Guotin yakin Cao Tian Jun bersama dengan Putri Fang Yin.
Namun, semua orang sudah menebak bahwa Cao Tian Jun adalah orang yang mendapatkan Stempel Giok Maharaja, sebab semua kejadian ini bersumber darinya.
Xue Delun Hai, Bai Guan, Patriark Fang, dan beberapa Patriark dari keluarga besar Tim Phoenix berdiskusi mengenai Cao Tian Jun yang akan menjadi pemimpin tunggal di Continent Twins Moon. Intinya, mereka akan mendukung Cao Tian Jun menjadi penguasa tunggal.
Tetapi permasalahan terbesar, Cao Tian Jun akan mendapatkan perlawanan sengit dari para penguasa di Continent Twins Moon, apalagi kekuatannya masih berada di tingkat God Warrior, jelas bukan lawan dari para penguasa itu.
Walaupun tahu konsekuensinya, mereka masih tetap mendukung Cao Tian Jun dikarenakan banyak hal positif yang dimilikinya. Pertama, usia masih muda dengan kekuatan melebihi sepantarannya. Kedua, memiliki profesi lebih dari dua, sebagai Alkemis, ahli bela diri, dan Pandai Besi. Dan masih banyak hal yang membuat Cao Tian mendapatkan dukungan dari banyak orang.
Namun, saat Xue Delun Hai, Patriark Fang, Bai Guan dan keluarga besar Tim Phoenix sedang berdiskusi, datang rombongan dari Kekaisaran Dao, Kekaisaran Yao, dan Kekaisaran Cao yang mengepung perkemahannya.
__ADS_1
Mereka datang setelah kepergian rombongan Leluhur Xia yang meninggalkan base camp Kekaisaran Xia. Kedatangan mereka, jelas membuat semua orang menjadi waspada dan juga panik, sebab kalah jumlah dan kekuatan.