8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Pangeran Yang Dari Dinasti Cao.


__ADS_3

Bab 147. Pangeran Yang Dari Dinasti Cao.


Setelah semua wanita mendapatkan Winged Golden Armor Ring, mereka meneteskan darah sebagai bentuk ikatan jiwa. Tubuh mereka diselimuti oleh cahaya keemasan saat tetesan darah dihisap oleh cincin.


Kemudian, Cao Tian Jun mengeluarkan banyak boneka wayang dengan penampilan yang sama seperti kekasihnya. Meletakkannya boneka wayang di kamar mereka. Setelah itu, dia membawa semua kekasihnya ke dalam Dunia Jiwanya. Saat berada di dalam mereka langsung syok melihat Dunia Jiwa seperti negeri dongeng.


Sambil berkeliling, Cao Tian Jun menjelaskan semua yang ada di Dunia Jiwanya ini kepada semua wanitanya. Dia juga memberikan banyak sumber daya alam seperti Esensi Naga Bumi, pil dan apapun yang dibutuhkan mereka untuk meningkatkan kekuatan.


Semua wanita itu memilih kamar yang ada di Istana Dewa Binatang Yang Abadi. Kemudian, Cao Tian Jun keluar dari dalam Dunia Jiwanya. Dia membantu mengamankan jalur perjalanan menuju ke Mystical Beast Mountain.


Ketika siang hari, dia selalu masuk ke dalam Dunia Jiwanya untuk meningkatkan kekuatan dan melihat perkembangan kekasihnya. Serangan binatang air sering terjadi ketika malam hari yang disertai hujan badai. Namun, karena kehadiran Cao Tian Jun, semua serangan itu berhasil diatasi.


Dia melakukan hal yang sama, sampai pada hari yang ke-8. Akhirnya armada kapal angkasa akademi tiba di pesisir pantai wilayah Mystical Beast Mountain, tepat berada di lokasi yang telah ditentukan.


Saat ini, armada kapal angkasa akademi berkumpul dengan yang lainnya, datang paling terlambat karena banyaknya halangan. Mereka berkumpul di sisi Barat Laut dari Mystical Beast Mountain. Tempat ini yang akan menjadi base camp selama perburuan.


Di pesisir pantai penuh dengan kapal angkasa dari Benua Timur, jumlahnya mencapai ratusan unik kapal dan berbaris rapi.


Tidak hanya pemburu dari Benua Timur saja yang sudah datang, hampir semua pemburu yang berasal dari manapun telah datang lebih awal. Di sisi Utara dari base camp Kekaisaran Xia, telah berkumpul banyak orang yang berasal dari Sekte 5 Dewa.


Di sisi Barat dari Kekaisaran Xia adalah base camp Dinasti Cao, musuh bebuyutan. Di bagian Barat Daya adalah perkemahan dari Kekaisaran Shima, dan Suku Ular dari wilayah Black Dessert.


Di bagian Selatan telah ditempati oleh Paviliun Bunga Kematian. Tidak jauh dari mereka adalah base camp Kekaisaran Dao. Di bagian Tenggara tempat yang sudah lama dikuasai oleh Klan Fang. Selain mereka, ada juga Suku Es.


Menurut catatan sejarah Klan Fang dan Suku Es adalah sahabat, leluhur mereka dulu yang membentuk persahabatan ini. Ikatan persahabatan itu hingga kini terjalin dengan baik, tanpa ada perselisihan meskipun sudah terjalin ribuan tahun.


Di bagian Timur base camp dari Kekaisaran Yao, diapit oleh Klan Fang dan Sekte 5 Dewa. Tempat-tempat yang menjadi base camp sangatlah luas. Menuju ke base camp yang lainnya membutuhkan waktu berhari-hari jika berjalan kaki. Jika dilihat dari peta, Mystical Beast Mountain memang terlihat kecil, namun yang sebenarnya sangatlah luas jika dilihat dari pesisir pantainya.


Mystical Beast Mountain terlihat kecil karena adanya dinding energi Formasi Array. Dinding ini dikenal dengan sebutan Wall Moon. Formasi Array ini akan menghilang ketika muncul bulan sempurna. Saat ini, semua orang tidak bisa melihat menebus dinding Formasi Array, yang mereka lihat hanyalah pasir pesisir pantai.


Cao Tian Jun dan 12 wanitanya berdiri di ujung dek kapal saat kapal angkasa mendarat di pesisir pantai. Mereka melihat sekelilingnya yang telah berdiri banyak tenda untuk para prajurit. Sebagian orang-orang penting menggunakan kapal angkasa sebagai tempat tinggal sementara.


Cao Tian Jun menggunakan topeng emas yang hanya memperlihatkan mata hingga keningnya, dengan pakaian sama. Bahkan pakaiannya juga digunakan oleh kekasihnya, tetapi khusus pakaian perempuan.


Ao Zhen Juan dan Xia Junsu tersenyum melihat Cao Tian Jun menjadi model fashion yang diikuti oleh para gadis. Mau tidak mau, mereka berdua mengikuti trend fashion anak muda agar tidak ketinggalan zaman.


Semua orang yang melihat mereka melongo karena penampilannya yang berbeda dan mencolok. Namun melihat pin identitas tersemat di dada, mereka tahu jika anak-anak itu dari Akademi Merpati Putih kelas dua.


Sekte Yin juga melihat Tim Phoenix yang kini beranggotakan 13 orang. Xia Junsu yang menjadi pemimpin Tim Phoenix karena paling kuat. Sedangkan Cao Tian Jun, sengaja disembunyikan. Tetapi, tetap saja berdiri di depan seolah-olah pemimpinnya.

__ADS_1


Tubuhnya yang tinggi jelas mudah dilihat walaupun menggunakan topi zaman modern. Bai Guan dan Chu Xing-fu geleng-geleng kepala melihat murid-muridnya ini yang terlalu mencolok perhatian mata.


"Kalian ini ... Bagaimana orang tidak mengenali kalian!" Bai Guan tidak tahu harus berkata apa kepada murid ini, dia tidak ingin Tim Phoenix menjadi incaran rival perburuan. Terutama tidak ingin Cao Tian Jun yang masih hidup diketahui oleh siapapun.


Tim Phoenix mengarahkan jari telunjuknya ke arah Chu Sying sebagai orang yang memprovokasi mereka. Gara-gara Chu Sying yang meniru gaya Cao Tian Jun, akhirnya semua tim juga mengikutinya. Tidak terkecuali Ao Zhen Juan dan Xia Junsu yang paling dewasa diantara Tim Phoenix, mereka juga mengikuti.


"Paman, ini fashion baru di zaman ini. Ini juga sebagai identitas baru kita!" alasan Chu Sying.


"Yang penting kalian jaga jarak dari rival dan bisa menjaga diri!" pesan Bai Guan dan segera menuju ke kapal angkasa milik Kaisar Xia yang terlihat sibuk dan panik.


Semua mata tertuju di kapal angkasa itu. Leluhur Xia terlihat berjalan mondar-mandir di ujung dek kapal, dan sering melihat ke arah Wall Moon yang belum terbuka.


"Apa yang terjadi?" tanya Guru Junior Chu Sying Chun kepada Chu Xing-fu ayahnya.


"Dalam perjalanan menuju ke tempat ini, ada pembunuh bayaran yang menargetkan Yang Mulia Kaisar Xia...!" jawab Chu Xing-fu yang menceritakan kejadian ini.


Kecuali Cao Tian Jun karena sebagai pelakunya, Tim Phoenix jelas terkejut mendengar berita ini. Semua orang seketika menuduh Paviliun Bunga Kematian sebagai pelakunya. Yang menjadi pertanyaan besar bagi semua orang, siapa yang menyewa jasa mereka untuk membunuh Kaisar Xia?


Mengingat historis kelam yang masih berlangsung hingga kini, semua orang menduga jika si penyewa jasa Paviliun Bunga Kematian adalah Dinasti Cao. Siapapun orangnya sudah pasti menuduh mereka, sebab permusuhan Kekaisaran Cao dan Kekaisaran Xia sudah lama berlangsung.


Seandainya jarak antara kedua kekaisaran itu berdekatan dan tidak dipisahkan oleh Laut Barat yang juga terkenal berbahaya, sudah pasti setiap hari akan terjadi peperangan perebutan wilayah.


Yang menjadi daya tarik Benua Timur bagi mata penguasa dunia ini adalah Batu Keabadian. Untung saja semua orang di Benua Timur selalu kompak ketika penguasa lain berniat untuk menguasai tempat kelahirannya ini.


Salah satu perang besar di Benua Timur terjadi di wilayah Kerajaan Lentera, dan Raja Yan Haocun menjadi korban peperangan itu. Wilayah ini adalah tempat yang mudah dijangkau oleh Dinasti Cao karena dekat.


Sayangnya, dalam perburuan kali ini, pihak dari Kerajaan Lentera tidak ada yang berpartisipasi, sebab Raja Yan Ju Long dan Yan Denglong telah tewas. Saat ini, para putra mahkota Kerajaan Lentera saling berebut tahta kerajaan. Untung saja peperangan mereka tidak sampai mempengaruhi geopolitik di sekitarnya, dan ini juga karena Leluhur Xia telah memberikan peringatan keras agar tidak mencari dukungan di luar lingkup mereka.


"Jika pelakunya mereka, apakah Dinasti Cao akan menyerang Benua Timur?" gumam Guru Junior Wang Mei.


"Semoga tidak terjadi! Benua Timur bisa berkembang pesat tanpa adanya peperangan!" harapan Chu Xing-fu yang belum siap untuk menghadapi kekuatan militer Dinasti Cao yang terkenal kuat.


"Jika aku menjadi penguasa dunia ini, semuanya pasti damai!" harapan Cao Tian Jun yang harus terjadi, sebab ini juga misi dari gurunya.


Tim Phoenix dan Chu Xing-fu menatap mata Cao Tian Jun yang terlihat serius. Mereka seakan-akan melihat masa depan Cao Tian Jun yang mampu merealisasikan ucapannya.


"Anda pasti bisa! Hanya butuh waktu untuk berkembang!" dukungan Chu Xing-fu.


Cao Tian Jun tersenyum dibalik topengnya, dia turun dari kapal angkasa, dia menuju ke arah Wall Moon yang energi Formasi Array yang terlihat mulai memudar. Semua Tim Phoenix segera menyusulnya.

__ADS_1


Chu Xing-fu mengerutkan keningnya karena merasakan aura Tim Phoenix jauh lebih kuat dari sebelumnya. Dan anehnya, dia tidak bisa lagi melihat kekuatan mereka.


"Apakah mereka...!" tebakan Chu Xing-fu yang menduga jika Tim Phoenix telah meningkatkan kekuatan karena dukungan dari Cao Tian Jun.


Semenjak kemunculan Ratu Ular Surgawi yang ternyata adalah istri dari Cao Tian Jun. Semua orang tidak ada yang berani mengusik Akademi Merpati Putih kelas dua. Walaupun Cao Tian Jun dianggap telah tewas, tetap saja tidak ada yang berani mengusik akademi.


Datangnya Tim Phoenix dengan penampilan baru, menarik perhatian kaum muda-mudi. Sekte Yin yang selalu memperhatikan fashion, jelas yang paling tertarik. Tim Yin Meili segera mendekati Tim Phoenix.


Ketika Cao Tian Jun melihat ke belakang, Tim Yin Meili seketika diam membeku, sebab sangat familiar dengan Cao Tian Jun, satu-satunya pria di Tim Phoenix.


"Cao Tian--"


"Husst!!" Cao Tian Jun meletakkan jari telunjuk tangan kanan di bibirnya sendiri agar Yin Meili diam.


Yin Meili dengan terburu-buru mendekati Cao Tian Jun, lalu berbicara dengan suara lirih, "ini benar kamu?" tanyanya yang masih tidak percaya bahwa Cao Tian Jun masih hidup.


"Jangan berisik!" bisik Mu Bingyun sambil menutup mulut Yin Meili, "ini rahasia!" lanjutnya sambil melihat sekelilingnya, ia khawatir jika Tim Yin Meili menarik perhatian orang banyak.


Xia Junsu geleng-geleng kepala melihat putranya dikelilingi wanita, tidak seperti ayahnya yang selalu setia kepada satu wanita. Dia juga tidak menyalahkan putranya yang menjadi daya tarik bagi kaum wanita.


Yang menjadi pertanyaan besar di hati Xia Junsu, sejak kapan putranya ini memiliki kekayaan sebesar ini, kekayaan yang mampu membeli seluruh dunia?


Xia Junsu teringat saat Tian Fai mertuanya bercerita tentang Dewa Binatang, bahwa Dewa itu wajahnya sangat mirip dengan putranya ini. "Jangan-jangan putraku ini titisan dari Dewa Binatang?" dugaan Xia Junsu.


Dibalik topengnya, Xia Junsu mengembangkan senyuman bahagia. Jika benar putranya adalah titisan dari Dewa Binatang, sudah pasti akan mengikuti prestasi leluhurnya. Dia melihat Yin Meili memeluk Cao Tian Jun sambil meneteskan air mata.


Buru-buru Tim Phoenix dan Tim Yin Meili menjadikan tubuh sebagai penutup agar Cao Tian Jun yang memeluk Yin Meili tidak dilihat oleh orang lain.


Cao Tian Jun melepaskan pelukannya saat merasakan aura niat membunuh yang pekat dari arah Barat. Semua orang mengikuti pandangannya.


Datang banyak orang yang berasal dari Dinasti Cao, ratusan murid, puluhan guru, dan ribuan prajurit. Mereka mengikuti pangeran dari Kekaisaran Cao, namanya adalah Cao Xin Yang - Pangeran Yang.


Pangeran Yang adalah putra kedua dari Kaisar Cao. Ayahnya bernama lengkap Cao Zhaoyang Hong. Kedatangan Pangeran Yang untuk menantang para jenius dari Benua Timur.


Segera prajurit Kekaisaran Xia memblokir jalan mereka yang akan memasuki perbatasan base camp. Rombongan Pangeran Yang berhenti dan melihat semua orang yang berada di belakang para prajurit.


"Aku datang dengan damai!" ucap Pangeran Yang dengan suara lantang, lalu ia melihat ajudannya untuk mengutarakan tujuan kedatangan di base camp dari Benua Timur.


Ucapan Pangeran Yang seketika mendapatkan cibiran dari banyak orang. Siapapun tahu tujuannya yang ingin pamer kekuatan, kekayaan, dan jelasnya membuat masalah.

__ADS_1


Ajudan Pangeran Yang berjalan menuju ke arah para prajurit. Namun, dia tidak segera mengutarakan tujuannya karena melihat kedatangan Pangeran Anming - Xia Anming.


Pangeran Anming adalah putri kedua dari Kaisar Xia dan Permasuri Gu Jiang. Kakaknya adalah Xia Cheung - Pangeran Cheung. Pangeran Cheung dan Permasuri Gu Jiang tidak ikut dalam ekspedisi karena harus menjaga wilayah Kekaisaran Xia.


__ADS_2