
Bab 117. Kelicikan Tabib Tao.
Desa Bunga begitu tenang di malam hari, membuat Cao Tian Jun betah. Ketenangan ini berkat kontribusi semua guru untuk membangun Formasi Perlindungan.
Memang masih ada beberapa binatang mistik yang menyerang Desa Bunga, tetapi selalu gagal karena tidak mampu menerobos Formasi Perlindungan setingkat Saint.
Ketika Tabib Tao menceritakan kehidupan di Desa Bunga, justru Cao Tian memikirkan hal lain. Mengingat telah mendapatkan Throat Stone, wajahnya berseri-seri karena telah memiliki empat dari tujuh Batu Keabadian. Dengan memiliki semuanya, maka masalah dantian-nya akan terselesaikan.
Dengan terselesaikan masalahnya, maka kekuatannya juga akan naik secara dratis. Saat ini, dia memang tidak meningkatkan kekuatan walaupun telah menyatu dengan Batu Keabadian, tetapi nanti.
Saat ini, Cao Tian Jun dan Tabib Tao duduk di kursi ruang tamu. Selain mereka, ada dua wanita, usia 40 tahun dan 20 tahun. Wanita dewasa itu adalah istri Tabib Tao, bernama Meng Xiu. Sedangkan wanita muda itu adalah anak angkat mereka, namanya Tao Lien.
Karena Cao Tian Jun sudah terbiasa melihat wanita cantik, kecantikan mereka tidak sedikitpun menggoda hatinya. Dia hanya memberikan senyuman sebagai bentuk penghormatan saja.
"Penduduk desa memanggil saya Tabib Tao. Siapa nama Tuan Muda?" tanyanya dengan sopan santun.
"Jun Tian, panggil saja Tian!" jawab Cao Tian Jun yang membalikkan namanya.
Tabib Tao melihat putrinya dan berkata, "ambilkan 2 kg Batu Formasi kelas menengah untuk Tuan Muda Tian!"
Tao Lien bergegas mengambil Batu Formasi pesan Cao Tian Jun. Sebenarnya, Cao Tian Jun tidak kekurangan Batu Formasi, tetapi memang dengan sengaja membeli untuk persediaannya yang akan membuat banyak boneka wayang (robot).
"Tuan Muda Tian, saya tahu Anda pasti sangat sibuk. Tetapi, bisakah Anda mengajarkan penduduk secara singkat tentang ilmu Formasi Array?" pinta Tabib Tao yang ingin penduduknya memiliki ketrampilan.
"Apakah kekaisaran tidak mengirimkan tenaga ahli untuk mendidik penduduk?" tanya balik Cao Tian Jun sebelum mengiyakannya.
Tabib Tao menghela nafas panjang karena ada beban berat dihatinya. Setelah itu dia menjawab, "sejujurnya, kekaisaran tidak menginginkan penduduk di sini menjadi lebih pintar dari mereka. Karena itu, permintaan saya selalu tidak ditanggapi...,"
Tabib Tao menceritakan keluh kesahnya kepada Cao Tian Jun terkait SDM penduduk Desa Bunga yang tergolong rendah. Walaupun penduduk saat ini hidup makmur, mereka bodoh dalam hal ini. Sudah sering kali penduduk tertipu oleh para ahli Formasi Array saat bertransaksi Batu Formasi.
Antusias penduduk desa sangat besar terkait ilmu Formasi Array, semua itu dikarenakan sumber daya alamnya yang melimpah. Sedikit saja penduduk diberikan wawasan, maka dengan cepat memahaminya.
Tabib Tao sebenarnya ingin memanggil tenaga ahli dari guru Formasi Array, tetapi tarifnya yang tidak masuk akal, dan itu semuanya juga karena perintah Kaisar Xia yang melarang siapapun untuk mengajar penduduk Desa Bunga.
Kemakmuran penduduk saat ini tidak luput dari kecerdasan Tabib Tao, yang mana selalu mengajarkan penduduk bagaimana cara mendapatkan Batu Formasi secara diam-diam, dan dijual ke tempat lain yang tidak terkait dengan pemerintah pusat.
Mengetahui permasalahan Desa Bunga, Cao Tian Jun mengeluarkan dua belas gulungan bambu. Gulungan bambu itu memuat tentang ilmu Formasi Array dari tingkat Beginner hingga tingkat Master tahap puncak. Gulungan bambu itu tidak menarik perhatian karena terlihat usang, dan tanpa ada keterangan apapun.
"Kepala Desa bisa pelajari terlebih dahulu semua isi dari gulungan bambu ini. Pahami dan praktikan. Jika gagal, ulangi lagi. Setelah sukses, baru sebarkan ke penduduk!" Cao Tian Jun meletakkan gulungan bambu di meja tamu.
__ADS_1
Bagi Cao Tian Jun, gulungan bambu itu sudah tidak lagi dibutuhkannya karena sudah dipelajari, bahkan peringkat keahliannya dalam Formasi Array berada di tingkat Peri Benua (Fairy Continent) tahap puncak.
Tabib Tao dan istrinya diam membeku melihat semua gulungan bambu di meja tamu. Mereka tidak menyangka ilmu pengetahuan seperti ini diberikan begitu saja, padahal jika dijual sangat mahal harganya.
"Pelajari empat gulungan bambu ini terlebih dahulu. Jika telah berhasil membuat Formasi Array tingkat Beginner, baru tingkat selanjutnya!" jelas Cao Tian Jun sambil memisahkan dua belas gulungan bambu sesuai tingkatan agar tidak membingungkan Tabib Tao.
"I-ini... Ini ... Bagaimana caranya saya membalas kebaikan Anda? Ini terlalu mendadak... Tidak, tidak... Tetapi ini terlalu mahal harganya!" Tabib Tao sampai kebingungan harus berkata apa karena pemberiannya tidak terpikirkan.
"Sebagai gantinya, jika suatu hari nanti saya datang kembali, saya ingin melihat penduduk desa telah menjadi seorang ahli Formasi Array. Apakah Anda sanggup memenuhinya?" Cao Tian Jun tidak pelit untuk berbagi pengetahuan, sebab gurunya juga melakukan hal yang sama.
"Tentu, tentu saja saya pasti memenuhi persyaratan ini!" jawab Tabib Tao dengan segera karena terlalu senangnya, lalu melihat istrinya dan berkata, "berikan kamar terbaik untuk Tuan Muda Tian. Layani dengan sebaik-baiknya dan penuhi semua keinginan dermawan kita!"
"Tetapi, aku kan--"
"Sudahlah, layani Tuan Muda Tian sebaik mungkin. Kebaikannya tidak bisa dibayar dengan apapun!" sela Tabib Tao
Meng Xiu menatap wajah suaminya, sebab tidak menyangka harus melayani tamunya seperti seorang suami. Tetapi, melihat wajah Cao Tian Jun yang manis serta gagah karena berkulit coklat, hatinya menjadi luluh.
Padahal Meng Xiu telah salah paham mengartikan perkataan suaminya yang memperlakukan Cao Tian Jun sebagai seorang tamu terhormat, bukan seperti yang dipikirkan olehnya.
Sebaliknya dengan Tabib Tao, dia pikir istrinya malas menjamu tamu seperti biasanya. Karena itu, dia menyela ucapannya istrinya sebelum mencari-cari alasan.
Sedangkan Cao Tian Jun yang melihat mereka, hanya menganggap permintaan Tabib Tao hal yang wajar saja, dan tidak sedikitpun memiliki pikiran kotor.
"Kamu dan Ibumu, layani Tuan Muda Tian sebaik mungkin. Jangan buat Beliau kecewa!" perintah Tabib Tao.
Tao Lien menatap wajah manis Cao Tian Jun, ia tersipu malu karena pikirannya tidak jauh beda dengan ibunya. Dia hanya mengangguk sebagai jawaban atas perintah ayahnya.
"Tuan Muda Tian, saya mohon jangan membayar sepeserpun untuk Batu Formasi ini. Tolong!" ucap Tabib Tao dengan tulus sambil memberikan bungkusan kain.
"Saya menerimanya dengan senang hati!" jawab Cao Tian Jun sambil menerima bungkusan kain.
"Tuan Muda, mari ikuti kami!" pinta Meng Xiu dengan nada manja.
Cao Tian Jun segera beranjak dari tempat duduknya sambil membawa bungkusan kain. Dia mengikuti ibu dan anak itu yang naik ke lantai 3. Dia melihat Tao Lien yang selalu meliriknya dengan tatapan genit, dan melihat Meng Xiu selalu berjalan dengan pinggul yang dengan sengaja menggodanya. Kedua wanita itu sudah memikirkan hal yang liar saat nanti melayani Cao Tian Jun.
"Apakah mereka selalu seperti ini kepada setiap tamu?" batin Cao Tian Jun.
Dia mengembangkan senyuman tanpa diketahui ibu dan anak itu. Jika pemikiran tidak salah, sebagai pria normal dan tidak munafik, jelas tidak akan menolak apalagi kedua wanita ini memberikan layanan ekstra
__ADS_1
Sepeninggalan Cao Tian Jun, Tabib Tao mengambil semua gulungan bambu, lalu keluar dari kediamannya menuju ke rumah wakilnya untuk bersama-sama mempelajari ilmu Formasi Array.
Saat berada di dalam kamar, Cao Tian Jun melihat ruangan kamarnya yang nyaman, tidak kalah dari Penginapan Fánróng; cahayanya redup menambah suasana ketenangan, satu ranjang berukuran besar, kamar mandi dalam, meja tamu, satu sofa panjang, dan dua sofa untuk satu orang, bisa dikatakan lengkap layaknya penginapan kelas atas.
"Tuan Muda, apa perlu relaksasi otot?" tanya Meng Xiu yang ingin memijat tubuh Cao Tian Jun.
"Ada ya layanan ekstra ini?" tanya Cao Tian Jun yang keheranan karena tidak pernah dipijat maupun mendapatkan pelayanan seperti ini sepanjang umurnya.
"Khusus untuk Anda!" jawab Meng Xiu sambil merapatkan tubuh hingga dadanya menyentuh lengan kanan Cao Tian Jun.
Tao Lien melihat ibunya yang berubah dratis, hal yang tidak pernah dilihatnya selama ini. Lebih genit dan menggoda, bahkan tidak pernah dilakukan untuk ayahnya.
"Baiklah. Apa yang harus kulakukan?"
"Baringkan tubuh Anda. Selanjutnya kami yang akan melayani Anda!" jawab Meng Xiu.
Cao Tian Jun tersenyum melihat Meng Xiu yang tingginya mencapai 167 cm, dengan dada membusung indah berukuran 36. Lalu melihat Tao Lien yang lebih pendek dari ibunya, dengan tinggi badan 165 cm, ukuran dada sedikit lebih kecil dari ibunya.
Cao Tian Jun membaringkan tubuhnya dengan telungkup, dan menantikan apa yang akan dilakukan oleh ibu dan anak ini. Yang mengejutkannya, Meng Xiu melepaskan semua pakaian tanpa rasa malu.
Melihat tubuh Meng Xiu yang telanjang bulat, Cao Tian Jun menelan salivannya, organ intimnya yang lebat dan tembem, serta tubuhnya yang montok. Lalu dia melihat Tao Lien yang juga mengikuti Meng Xiu, sedikit lebih kurus tapi menggiurkan bagi laki-laki, organ intim halus tanpa sehelai rambut.
Kemudian, setelah kedua wanita itu telanjang bulat, mereka melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Cao Tian Jun. Anehnya, Cao Tian Jun seperti terhipnotis saat melihat kedua pupil mereka yang berubah seperti ular, dia tidak sedikitpun menolak ketika dilepaskan pakaiannya, bahkan berinisiatif untuk membantunya.
Setelah pakaiannya terlepas, tiba-tiba ibu dan anak itu dengan cepat mengigit lehernya. Cao Tian Jun yang tidak waspada, seketika memukul mereka. Meng Xiu dan Tao Lien terjatuh dari tempat tidur.
"Sialan kali--" Cao Tian Jun tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena racun ular telah meracuni otaknya, dia pun akhirnya pingsan.
Kedua wanita itu segera bangkit dan tubuhnya berubah menjadi setengah manusia setengah ular. Mereka memakai pakaiannya. Setelah itu, memakaikan pakaian milik Cao Tian Jun.
"Sangat mudah!" ujar Meng Xiu dengan nada bangga...
Di luar Desa Bunga, datang segerombolan orang yang aneh, tubuh manusia dengan kaki menyerupai ular, membawa senjata tombak dan pedang. Mereka adalah Suku Ular Xi, jumlahnya mencapai 300 orang, yang langsung dipimpin oleh Kepala Suku Xi.
Kepala Suku Xi adalah orang yang bekerja sama dengan jenderal dari Kerajaan Kelelawar untuk menangkap Cao Tian Jun, tetapi mereka gagal menangkapnya.
Penjaga Desa Bunga melihat mereka, dan segera membuka pintu Formasi Perlindungan agar mereka bisa masuk. Salah satu penjaga mengantarkan Kepala Suku Xi yang ingin menemui Tabib Tao.
"Saudara Xi, aku sudah menerima pesan Ratu Ular Surgawi. Saat ini, dia sudah datang dan dilayani oleh penyihir," kata Tabib Tao saat melihat Kepala Suku Xi masuk ke rumah wakilnya.
__ADS_1
"Ayo, segera bawa dia untuk menghadap kepada Sang Ratu!" perintah Kepala Suku Xi.
Segera, Tabib Tao, Kepala Suku Xi, dan semua orang itu menuju ke kediaman Tabib Tao...