
Bab 90. Bentrok Dengan Perwira Muda.
Aksi Cao Tian Jun yang heroik disaksikan oleh banyak orang, terutama tiga wanita yang disegani di Kerajaan Bintang Laut. Namun, melihat senjata yang dipegang oleh Panglima Perang, mereka seketika kegirangan, dan langsung menebak jika pria muda berkulit coklat adalah Cao Tian Jun yang menyamar.
Setelah berhasil mengalahkan musuhnya dan banyak prajurit melarikan diri, Cao Tian Jun kembali dengan wujud aslinya. Semua prajurit Kerajaan Bintang Laut, para petinggi dan penduduk bersorak-sorai melihat Putera Mahkota dan Panglima Perang berhasil memporak-porandakan musuh.
Di saat Cao Tian Jun masuk ke dalam Formasi Perlindungan, segera Permaisuri Yuan dan Selir Yi memeluknya dihadapan banyak orang.
Ratu Juan hanya bisa menepuk pundak Cao Tian Jun sebagai bentuk apresiasi terhadap jasanya hari ini. Semua orang memberikan tepuk tangan kepada dua pahlawan kerajaan.
Kemudian, Cao Tian Jun melihat semua penduduk dan semua orang, lalu dia berkata, "kapal mereka masih bisa diperbaiki dan akan menjadi bagian kekuatan militer kerajaan... Selama adanya Formasi Perlindungan, kita semua akan aman. Besok, saja akan kembali ke akademi untuk mengikuti kompetisi. Mohon dukungan serta restu!"
Serempak semua orang berbicara, "panjang umur Yang Mulia Putera Mahkota, segala jalannya diberkahi oleh Surga!"
Ratu Juan, Permaisuri Yuan, Selir Yi dan Panglima Perang ikut terharu melihat kecintaan penduduk terhadap Putera Mahkota, suatu momen yang belum terjadi semenjak kepemimpinan Raja Yuan.
Ratu Juan menyambung perkataan Cao Tian Jun, ia berbicara kepada semua penduduk dan petinggi kerajaan, "Putera Mahkota mengemban misi untuk mengharumkan nama kerajaan kita. Dengan namanya dikenali dan memiliki segudang prestasi, Daratan Benua Timur Tengah tidak akan lagi diremehkan, tidak lagi hanya sebagai sapi perah. Kita sebagai penduduk asli, selama Putera Mahkota mengemban misi, kita harus bahu-membahu memulihkan kerajaan ini, kita harus bekerja keras untuk mencapai kemuliaan. Kita layak dihormati dan disegani oleh Kekaisaran Xia."
Perkataan Ratu Juan yang penuh dengan semangat, membuat semua orang bersorak-sorai dan semangatnya ikut terpacu.
Kemudian, Cao Tian Jun mengeluarkan sembilan boneka wayang dan meletakkan di depan para penduduk, dia berpesan, "ini akan menjadi pelindung kerajaan selama saya pergi. Jadi, kalian akan aman selama beraktivitas, dan dengan tenang menjalani rutinitas."
Ratu Juan tersenyum, dan melihat ke arah Panglima Perang yang akan bertanggung jawab atas boneka wayang. Panglima Perang paham, dan memerintahkan para prajurit untuk membawa masuk kapal angkasa milik musuh.
Kemudian, Ratu Juan menyimpan sembilan boneka wayang yang kembali menjadi bentuk kecil. Setelah itu, Cao Tian Jun beserta ketiga wanitanya menuju ke istana.
Hari ini adalah hari terakhir dia tinggal di Kerajaan Bintang Laut, entah kapan dia akan kembali. Yang jelas, dia akan kembali setelah mengikuti kompetisi dan namanya terkenal di seluruh penjuru Benua Timur.
Di malam harinya, Cao Tian Jun membuat ketiga wanitanya puas dengan pelayanannya, memenuhi rahim mereka dengan Energi Yang, sampai-sampai mereka tidak bisa berjalan dengan normal; dada, perut dan bahkan organ kewanitaannya penuh dengan ****** bibir.
Di saat hari menjelang subuh, Cao Tian berpamitan kepada empat orang penting di kerajaan. Setelah berpelukan dengan perasaan enggan berpisah, Cao Tian Jun keluar dari istana tanpa sepengetahuan banyak orang, dia pergi dengan diiringi berlinang air mata ketiga wanitanya.
Permaisuri Yuan sebenarnya ingin ikut, tapi dirinya tahu jika telah menjadi buruan Kekaisaran Xia. Dan juga, ia tidak ingin rencana Ratu Juan terkuak sebelum kerajaan sepenuhnya pulih, dan mampu melawan musuh-musuhnya.
Panglima Perang menahan air matanya karena kepergian Cao Tian Jun, dia berkata sambil melihat punggung Putera Mahkota, "di saat beliau kembali, semuanya sudah berubah!"
"Cahaya surga selalu menyinari Putera Mahkota!" doa Ratu Juan...
__ADS_1
Setelah keluar dari Formasi Array tanpa diketahui oleh penjaga, Cao Tian Jun menoleh ke belakang untuk melihat keluarga barunya.
"Aku pasti kembali."
Setelah berucap, dia berteleportasi dan telah muncul di dalam kamarnya, tepatnya berada di Akademi Merpati Putih kelas dua. Segera Cao Tian Jun menyimpan boneka wayang yang mirip dengannya.
Setelah itu, dia mengenakan seragam murid dalam akademi dan melihat dirinya di cermin. Dia tersenyum hangat saat mengingat kejadian selama beberapa hari ini, banyak pengalaman yang telah dialaminya.
Mulai pertemuan dengan Yuan Zhen, lalu bertemu dengan Ratu Juan di puncak pohon mati dan seterusnya. Semua pengalaman itu membuatnya menjadi lebih dewasa.
Namun, senyumannya segera menghilang karena teringat dengan masalahnya. Karena energi kabut hitam yang memenuhi dantian-nya, dia tidak bisa lagi menyerap Energi Yin milik ketiga wanitanya.
"Pasti adalah jalan untuk menyelesaikan masalahku ini!" keyakinan Cao Tian Jun yang tidak putus asa hanya kerena masalah ini.
Lalu, dia membuka pintu kamar, melihat ke dalam kamar ketujuh wanitanya yang kosong. Kemudian, dia turun dari lantai dua dan melihat ketujuh wanitanya sedang berkumpul, di ruang tamu ada juga Guru Junior Chu Sying Chun.
Melihat Cao Tian Jun yang telah selesai dari kultivasi tertutup, membuat Fang Yin segera melompat kegirangan dan memeluknya. Lalu disusul dengan Chu Sying, Xue Yue, Zhou Qionglin, Mu Bingyun, Li Jiancheng dan Xiao Yu, secara bergantian.
Mereka meneteskan air mata bahagia karena sudah lama tidak bertemu dengan Cao Tian Jun. Guru Junior Chu Sying Chun tanpa malu juga memeluk Cao Tian Jun setelah Xiao Yu, dia masih mengingat jelas ketika Cao Tian Jun mencium pipinya waktu malam lalu. Ciuman pertamanya yang telah dicuri oleh Cao Tian Jun.
Namun yang menjadi pertanyaan mereka, selama ini mereka tidak merasakan energi terobosan seperti yang dialami oleh kultivator pada umumnya. Segera Fang Yin bertanya dan disusul dengan lainnya.
Dicecar dengan banyak pertanyaan, Cao Tian Jun dengan tenang menjawab, dia beralasan bahwa dengan sengaja menekan terobosan karena ingin memperkuat pondasi kekuatannya. Dengan kata lain, dia mampu melawan seseorang yang memiliki kekuatan lebih tinggi 3 level, dan dengan sengaja tidak mengungkapkan kekuatan yang sebenarnya.
Di saat Cao Tian Jun sedang menjawab pertanyaan semua wanitanya, datang dua orang tamu tak diundang, pria dan wanita. Mereka adalah utusan dari Raja Kelelawar, Putri Yan Fen dan Perwira Muda Yan Genjo.
Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix terlihat kesal dengan kehadiran mereka. Dalam beberapa hari ini selalu terganggu dengan kedatangan mereka yang ingin bertemu dengan Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun melihat kedatangan kedua perwira itu yang memasuki halaman rumah, dia bertanya "siapa mereka?"
Guru Junior Chu Sying Chun segera menjawab, "mereka adalah Perwira Muda dari Kerajaan Kelelawar, Putri Yan Fen dan Yan Genjo. Dalam beberapa hari ini, mereka sering datang ingin bertemu denganmu!"
"Ada urusan apa mereka ingin bertemu denganku?" tanya Cao Tian Jun yang memang tidak tahu apa-apa semenjak pergi ke Kerajaan Bintang Laut.
Segera Fang Yin menceritakan tujuan kedatangan Raja Kelelawar bersama pasukannya, mereka mencari keberadaan Putri Su, di mana Cao Tian Jun diduga mengetahui keberadaan Putri Su dan sempat bersamanya.
Setelah Fang Yin bercerita, Cao Tian Jun berpikir sejenak. Dia menduga jika Nuwa Kecil adalah Putri Su, Putri Su adalah Yan Yan temannya semasa kecil. Yang membuatnya bertanya-tanya, apakah Yan Yan adalah perwujudan dari Ular Langit Tujuh Warna?
__ADS_1
"Setelah dia terbangun, aku akan bertanya!" batin Cao Tian Jun.
"Selama di Pegunungan Lima Jari, kita menjadi saksi, jika kamu tidak bersama Putri Su. Kecuali ...!" kata Chu Sying dan langsung berhenti berbicara ketika mulutnya dibekap oleh Fang Yin karena dua utusan sudah dekat dengan pintu rumah.
"Kalian di sini saja!" pinta Cao Tian Jun yang ingin menemui kedua perwira itu.
Setelah berada di luar pintu rumah. Kedua perwira itu terkejut melihat Cao Tian Jun yang lebih muda dari perkiraannya, mereka pikir targetnya sudah lebih dari 25 tahun.
"Apakah benar kau adalah Cao Tian Jun, murid yang berada di Pengunungan Lima Jari beberapa waktu lalu?" tanya Yan Genjo.
"Benar. Memangnya kenapa?" jawab Cao Tian Jun dan bertanya balik, dia sengaja tidak mempersilakan mereka masuk ke rumah.
"Salah satu prajurit kelelawar melihatmu bersama seorang gadis kecil, dia adalah Putri Su. Sekarang di mana dia?" Putri Yan Fen langsung bertanya ke intinya, sesuai dengan tujuannya tinggal di akademi.
Cao Tian Jun tersenyum masam sambil menggelengkan kepalanya, dia telah dibohongi oleh seorang gadis kecil yang mengaku sebagai anak yatim-piatu.
"Selama di Pegunungan Lima Jari, kita hanya berdelapan orang dan tidak ada gadis kecil yang kamu katakan itu! Tanyakan saja pada wanitaku?" Cao Tian Jun sengaja berbohong karena telah berjanji kepada Nuwa Kecil untuk selalu melindunginya.
Selain itu, dia ingin tahu kebenaran dari mulut Nuwa Kecil, kenapa membohonginya? Dan juga, dia dan Nuwa Kecil telah menjadi kakak beradik yang tidak akan terpisahkan.
Kedua perwira itu terlihat tidak suka dengan jawaban Cao Tian Jun, sebab selama ini menunggu tidak membuahkan hasil apapun. Sangat menyebalkan tinggal di akademi, mereka seperti seorang tawanan yang selalu diawasi. Dan, Tim Phoenix juga selalu berkata sama jika tidak bersama Putri Su.
"Tidak mungkin prajurit kelelawar itu berbohong kepada Raja Kelelawar! Aku akan masuk ke dalam untuk mencarinya!" sahut Yan Genjo dan segera masuk ke dalam tanpa perlu diizinkan oleh Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun jelas kesal dengan tindakan Yan Genjo. Ketika Yan Genjo akan mendorong tubuhnya agar menyingkir dari depan pintu, dia terlebih dulu memukul perutnya.
Bang...
Seketika Yan Genjo terpenting ke belakang dalam sekali pukulan tangan kiri Cao Tian Jun, dia menabrak dinding halaman rumah. Yan Genjo tidak melihat gerakan tangan kiri Cao Tian Jun yang sangat cepat, sebab itu dia dengan mudah terkena pukulan.
Putri Yan Fen, Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix tercengang melihat Yan Genjo menabrak dinding halaman rumah. Mereka juga tidak melihat gerakan tangan milik Cao Tian Jun.
Putri Yan Fen tidak terima rekannya dipukul, ia segera menyerang Cao Tian Jun dengan kekuatan penuh. Namun, tiba-tiba Cao Tian Jun sudah berada di depan matanya, dan langsung membenturkan dahi ke dahinya.
"Aduh...!" Putri Yan Fen terhuyung-huyung ke belakang sambil memegang dahinya yang sakit, kedua matanya berkunang-kunang dan merasakan pusing.
Yan Genjo segera bangkit dan melihat Putri Yan Fen yang hampir terjatuh ke belakang. Dia sangat marah besar dengan mengeluarkan basis kultivasi. Aura kekuatannya dirasakan oleh seluruh penghuni Akademi Merpati Putih kelas dua.
__ADS_1