8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Kemarahan Chu Sying.


__ADS_3

Bab 148. Kemarahan Chu Sying.


Pangeran Anming berhenti di depan ajudan Pangeran Yang. Kemudian, dengan suara lantang ajudan itu mengutarakan tujuannya.


Seperti yang sudah diduga-duga banyak orang, tujuan Pangeran Yang menantang generasi muda untuk saling bertanding satu lawan satu. Jika salah satu pihak ada kalah, maka tidak diperbolehkan untuk ikut dalam perburuan.


Tujuan Pangeran Yang sebenarnya tidak ingin ada banyak pemburu, sebab akan mengurangi hasil perburuan ini. Dia juga akan menantang generasi lain yang berasal dari Dinasti Dao, Dinasti Yao dan yang lainnya.


Pangeran Yang sengaja membawa banyak orang untuk mengeliminasi generasi muda yang terlemah, dan juga membuat lawan yang kuat kelelahan. Setelah lawan yang tangguh kelelahan, dia akan mengeluarkan generasi muda terkuat yang menjadi andalannya.


Strategi ini bukan hal yang baru di dunia ini, tetapi sangat efektif untuk melemahkan kekuatan lawan dan mengetahui kelemahannya. Yang sulit ditebak dari strategi ini adalah kekuatan lawan yang sengaja disembunyikan, akan menjadi kartun terbaik dan dikeluarkan pada saat yang tepat.


"Apa hadiahnya jika menang? Dan apa aturannya?" tanya Pangeran Anming sambil menatap tajam ke arah Pangeran Yang.


Dia tidak ingin tantangan ini tanpa ada hasilnya, yang kalah harus mendapatkan kompensasi sebagai hasil jerih payahnya. Hadiah juga akan menjadi motivasi bagi para petarung. Aturan juga penting untuk mengetahui skema pihak penantang


"Sabar, budakku yang akan memberitahukan kepada kalian semua!" sahut Pangeran Yang dengan nada tenang, seolah-olah telah mengetahui hasil tantangan ini.


Menurut catatan sejarah dari generasi ke generasi berikutnya, Kekaisaran Xia tidak pernah sekalipun menang dalam pertandingan antar generasi muda.


Yang perlu diketahui, setelah semua turnamen yang diselenggarakan di Benua Timur berakhir, akan ada turnamen antar benua. Turnamen ini menghadirkan juara pertama hingga peringkat 20 besar dari generasi muda, turnamen ini juga melibatkan Guru Junior yang juga berprestasi.


Berhubungan adanya perburuan di Mystical Beast Mountain, maka turnamen diundur. Setelah turnamen di dalam wilayah masing-masing selesai diselenggarakan, maka turnamen antar benua dibuka. Turnamen ini disebut Turnamen Continent Twins Moon.


Tuan rumah penyelenggaraan Turnamen Continent Twins Moon di tahun ini dari Dinasti Yao. Tuan rumah akan selalu bergilir. Tetapi, hanya Kekaisaran Xia yang selalu menolak menjadi Tuan rumah. Alasannya sederhana, Kaisar Xia khawatir turnamen ini akan menjadi alat bagi para penguasa untuk menguasai wilayahnya.


Kedatangan banyak pihak luar akan sulit untuk dipantau gerak-geriknya. Jika hanya mengamankan para peserta turnamen masih mudah dilakukan. Namun, jika yang hadir adalah orang-orang yang kuat dan berniat memetakan wilayah Benua Timur, itu akan sulit untuk dicegah, dan membahayakan bagi Kekaisaran Xia.


Ajudan itu tidak sedikitpun tersinggung karena dianggap sebagai budak, sebab statusnya memang rendah, hal biasa di wilayah Dinasti Cao. Jika ingin dipandang dan dihormati, satu-satunya jalan adalah membuat prestasi agar meningkatkan status sosialnya.


"Peserta yang akan bertarung minimal 40 generasi muda dari usia 17 tahun hingga 30 tahun. Dilarang menggunakan racun dan teknik terlarang. Jika sudah merasa akan kalah, segeralah menyerah dengan keluar dari garis arena pertandingan. Jika terlambat dan terbunuh, pihak kita tidak akan bertanggung jawab. Pihak yang kalah atau menyerah tetap akan mendapatkan kompensasi...,"


Panjang lebar ajudan itu menjelaskan aturan dan hadiah yang akan diterima oleh pihak pemenang. Namun, yang membuat para murid dan guru sedikit terkejut, karena sesama petarung diperbolehkan untuk saling membunuh selama di dalam garis arena.


Awalnya pihak Benua Timur enggan untuk menerima tantangan ini. Namun, semuanya menjadi berubah saat ajudan itu menyebutkan hadiah yang sangat besar. Juara pertama tantangan ini akan mendapatkan Artefak Bintang 1 tahap rendah, 10 juta koin emas, dan buah 10 Batu Roh.


Juara kedua akan mendapatkan Armament Immortal tahap puncak, 9 juta koin emas, 9 Batu Roh, dan seterusnya. Pihak yang kalah akan mendapatkan 500 ribu koin emas sebagai kompensasinya, dan tidak diperbolehkan ikut dalam perburuan.


Satu hal yang tidak ada di hadiah ini, yaitu Pil Kultivasi. Biasanya, Pil Kultivasi selalu menjadi bagian dari hadiah. Pihak Pangeran Yang jelas tidak akan mengeluarkan hadiah Pil Kultivasi, sebab tidak ingin pihak lawan menjadi kuat.


Cao Tian Jun dan Tim Phoenix tidak sedikitpun tertarik dengan hadiahnya, tetapi berminat untuk mengalahkan generasi muda pihak penantang. Semenjak Cao Tian Jun yang memiliki kekayaan super melimpah, Tim Phoenix tidak lagi kekurangan, bahkan saat ini berlebihan.


Di cincin dimensi milik mereka, penuh dengan sumber alam. Hanya satu yang tidak mereka miliki, yaitu Pil Kultivasi. Mereka bisa memiliki Pil Kultivasi, tetapi harus meramunya terlebih dahulu. Untuk masalah tanaman sebagai bahan baku meramu pil, mereka tidak kekurangan. Yang diperlukan adalah keterampilan dalam meramu pil.


Masalahnya keterampilan telah teratasi, Cao Tian Jun adalah andalan mereka. Mu Bingyun juga seorang Alkemis, walaupun masih di tingkatan rendah, kemampuannya masih sangat dibutuhkan.


Belum lagi masih ada Ao Zhen Juan, Yuan Zhen dan Yi Panyun, yang juga seorang Alkemis yang lebih tinggi dari Mu Bingyun. Secara keseluruhan Tim Phoenix saat ini tidak kekurangan sedikitpun. Mereka adalah generasi muda terkaya di Continent Twins Moon karena Cao Tian Jun.

__ADS_1


Karena Cao Tian Jun, Tim Phoenix akan mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi kekasihnya ini, sebab kekasihnya ini yang menjadi sumber kekayaan mereka, masa depan mereka, dan harapan mereka. Tanpa Cao Tian Jun, mereka hanya wanita biasa...


Bai Guan, Chu Xing-fu dan semua guru berkumpul untuk melihat generasi muda yang akan bertarung. Mereka akan bergerak jika murid maupun Guru Junior dalam keadaan berbahaya.


Khususnya bagi Bai Guan dan pihak Akademi Merpati Putih kelas dua, mereka tidak khawatir karena adanya Cao Tian Jun yang menjadi andalan mereka. Dari Sekte Yin juga menaruh harapannya kepada Cao Tian Jun yang telah diketahui masih hidup dari Tim Yin Meili, bukan dari mulut Yin Meili.


"Saudara, tugasmu melindungiku jika dalam bahaya, oke!" ucap Wang Lee yang ingin menunjukkan kebolehannya dalam pertarungan ini.


"Tidak tahu malu! Pria harus mampu menjaga diri sendiri!" cemoohan Wang Mei yang tahu adiknya ini berniat untuk memperalat kekasihnya.


Generasi muda dari Akademi Merpati Putih kelas menertawakan Wang Lee yang hanya takut kepada kakak perempuannya.


"Tenang saja, selama ada aku, kamu akan aman! Asal aku tidak melupakanmu!" sahut Cao Tian Jun yang semakin membuat semua orang tertawa.


Dia duduk di kursi agar dirinya tidak diketahui oleh orang lain. Tim Phoenix dan Tim Yin Meili menjadikan tubuhnya sebagai penghalang mata pihak lain. Bahkan semua murid dari Akademi Merpati Putih kelas dua juga melindungi Cao Tian Jun.


Dari semua pemimpin institusi pendidikan, ada satu pemimpin yang tidak tahu malu, berkumpul dengan Tim Phoenix, yaitu Matriark Yin An yang duduk di sisi kanan Cao Tian Jun.


Bai Guan dan Chu Xing-fu hanya tertawa melihat kekonyolan muridnya dan Matriark Yin An yang tidak tahu malu...


Ajudan itu membuat lingkaran besar di pasir sebagai garis arena. Garis arena pertandingan dibuat di tengah-tengah perbatasan base camp antar dua kekaisaran. Semua orang mengumpat berkali-kali karena lingkaran besar itu lebih condong ke pihak lawan. Dengan kata lain, pihak lawan diuntungkan dengan tempat bertarung yang lebih luas.


"Itu tidak adil!" bentakan keras dari salah satu murid dari Perguruan Hitam Kelam.


"Ini sudah adil! Kita pihak yang menyediakan hadiah. Lalu apa yang merugikan kalian?" celetuk salah satu orang pihak Pangeran Yang.


"Sekalian saja arena pertandingan di wilayah kalian!" cibiran dari Chu Sying yang tersulut emosinya, ia berjalan mendekati perbatasan wilayah.


Kemudian, semua mata melihat ke arah Tim Phoenix dan Tim Yin Meili. Walaupun Tim Phoenix memakai topeng, wajah cantik sulit untuk disembunyikan.


Dan semakin membuat pria tergoda dengan kecantikan yang berkumpul. Kedua tim itu jelas risih dengan tatapan mata para pria yang seakan-akan menelanjangi tubuhnya.


"Nona cantik, siapa nama Anda? Aku Pangeran Yang, putra kedua dari Kaisar Cao, salah satu putra yang akan menduduki tahta!" sapaan Pangeran Yang, yang dengan jelas ucapannya memamerkan status.


Chu Sying menyentuh ujung topi lebarnya, lalu melipatkan kedua tangan di dadanya. Tampak jelas dadanya yang besar di mata pria. Banyak pria yang bersiul keras karena Chu Sying.


Chu Sying dengan bangga berbicara, "siapa namaku itu tidak penting! Kau bisa memanggilku dengan sebutan Dewi Pesona!"


Pengeran Yang bertepuk tangan karena suka dengan sebutan Chu Sying, lalu suara siulan semakin keras terdengar. Chu Sying menjadi jijik melihat pihak musuh yang tidak menghormati seorang wanita.


"Dewi Pesona, jadilah kekasihku, aku jamin kehidupanmu akan makmur!" ucap Pangeran Yang.


"Setelah puas kau buang, bukan? Justru kau tidak sedikitpun layak untukku!" cemoohan dari Chu Sying yang menolak Pangeran Yang dengan cara kasar.


Semua orang tahu tabiat buruk Pangeran Yang yang suka mempermainkan wanita. Dia juga terkenal suka merebut istri orang dengan cara kasar. Seperti yang dikatakan oleh Chu Sying, setelah puas akan dibuang. Yang paling terburuk bagi korbannya, akan dijual atau dilelang sebagai budak nafsu.


"Baru kali ini aku diperlakukan seperti ini!? Jika kau berani, masuk ke dalam arena! Jika kalah, kau harus melayaniku di ranjang sampai aku puas. Selanjutnya, kau harus melayani para budakku!" bentakan Pangeran Yang yang ucapannya sangat melecehkan Chu Sying.

__ADS_1


Cao Tian Jun yang diam saja seketika murka karena Pangeran Yang melecehkan kekasihnya. Sebelum berdiri, bahunya ditahan oleh Xia Junsu dan Matriark Yin.


"Tenang! Lebih baik mengalahkan lawan dengan elegan itu lebih menyakitkan!" ucap Matriark Yin An agar Cao Tian Jun tidak terprovokasi dengan perkataan Pangeran Yang.


"Dia bukan levelmu. Jauh darimu!" imbuh Xia Junsu sambil memegang tangan putranya yang gemetaran karena amarah.


Cao Tian Jun menatap tajam ke arah Pangeran Yang, dia telah memasukkan pria itu ke dalam daftar orang yang harus dieliminasi. Karena misinya menjadi penguasa tunggal di Continent Twins Moon, maka Pangeran Yang harus dieksekusi dalam waktu dekat.


Chu Xing-fu sebagai seorang ayah jelas murka karena perkataan Pangeran Yang. Dia sebagai seorang ayah tidak pernah sekalipun mengucapakan kata buruk kepada keluarga dan orang lain. Namun, dia menahan amarahnya karena tahu Chu Sying putrinya mampu mengatasi penghina ini.


"Ucapanmu itu tidak mencerminkan kepribadian seorang berstatus mulia! Cao Xin Yang, lebih baik kau turun dari tunggangan dan bertarung denganku!" Pangeran Anming jelas tidak ingin rakyatnya dihina seperti ini, dia menantang Pangeran Yang.


Pangeran Anming tidak jauh beda sifatnya dengan Pangeran Yang, tetapi dia masih memiliki garis bawah kesopanan yang masih dipegang teguh. Melecehkan wanita sama saja menghina ibunya. Dia memang sering gonta-ganti pasangan, namun selalu menghargai pasangan dengan memberikan kompensasi sebagai ganti kenakalannya.


"Hahaha!!" Pangeran Yang menertawakan Pangeran Anming, tawanya itu jelas merupakan hinaan.


"Kau bukan lawanku! Biarkan budakku yang melawanmu, atau Dewa Pesona yang ternodai itu menggantikan posisimu!" hinaan Pangeran Yang yang semakin menjadi-jadi.


Ucapan Pangeran Yang memang nyata, dia lebih kuat dari Pangeran Anming. Kekuatannya berada di tingkat Great Principle Golden Immortal level 8. Sedangkan Pangeran Anming, kekuatannya berada di tingkat Golden Immortal level 4. Jelas jauh kesengajaan diantara mereka berdua.


Tubuh Chu Sying gemetaran karena sangat marah, dia segera masuk ke garis arena pertandingan sambil menatap tajam Pangeran Yang.


"Maju satu-satu atau semuanya masuk ke dalam arena!?" bentakan keras Chu Sying yang menantang semua musuhnya.


Dia telah mendapatkan apapun dari Cao Tian Jun, jelas tidak ingin membuat kekasih kecewa karena tidak berbuat sesuatu setelah dihina. Hinaan mereka sama saja menjatuhkan harga dirinya dan juga Cao Tian Jun.


Semua pria di pihak Dinasti Cao menertawakan tantangan Chu Sying. Seorang wanita melawan puluhan generasi muda jelas bualan semata karena emosi. Apalagi mereka melihat Chu Sying hanya menang dalam kecantikan dan penampilan, terlihat tidak memiliki basis kultivasi tinggi.


"Tidak perlu semua orang yang melawanmu, cukup aku seorang diri! Mengeroyok seorang wanita, sama saja menjatuhkan harga diri kita sebagai pria dari Dinasti Cao!"


Maju ke arena seorang pria tinggi besar dengan usia 23 tahun, membawa pedang besar di bahunya, dia adalah Lei Jianjing dari Perguruan Jalur Langit. Kekuatannya berada di tingkat Profound Immortal level 7.


Lei Jianjing tersenyum tipis melihat Chu Sying dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kemudian dia berkata, "aku Lei--"


Seketika Lei Jianjing berhenti berbicara karena syok melihat Chu Sying melesat ke arah dengan sangat cepat. Segera dia mengayunkan pedang besar untuk melukai Chu Sying. Sayangnya, dia terlambat dan...


Swosh... Bang...


Lei Jianjing terpental ke belakang dan hampir menabrak rekan-rekannya, dadanya terkena pukulan Chu Sying. Dia seketika terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar.


Semua orang tercengang melihat kecepatan Chu Sying yang sulit dilihat dengan mata telanjang. Jika Chu Sying tidak berdiri di arena, sudah pasti semua orang mengira bahwa yang menyerang Lei Jianjing adalah pihak lain.


"Terlalu lemah!" hinaan Chu Sying sambil membersihkan kepalan tangan kanan dengan sapu tangan, dia melirik Lei Jianjing yang kesulitan berdiri sambil memegang dada.


Inilah yang dimaksudkan oleh Matriark Yin An, mengalahkan lawan dengan cara elegan. Diremehkan, namun mampu mengalahkan lawan dengan mudah dan cepat.


Chu Xing-fu sebagai seorang ayah langsung tertawa bahagia melihat putrinya menjadi semakin kuat semenjak bersama Cao Tian Jun. Kemarahannya sesaat lalu langsung menghilang karena putrinya membalas hinaan lawan dengan cara yang indah.

__ADS_1


Walaupun Chu Sying tidak mengeluarkan basis kultivasinya, kekuatannya di tingkat Golden Immortal level 1 dengan jelas terlihat saat tangannya membentur dada Lei Jianjing.


Bai Guan menatap Cao Tian Jun yang masih duduk dan dilindungi oleh tubuh murid-muridnya. Dia ingin tahu bagaimana caranya Cao Tian Jun meningkatkan kekuatan Chu Sying dan yang lainnya, metode apa yang digunakan muridnya ini?


__ADS_2