
Bab 185. Penyelamatan.
...****************...
Masa lalu Pendekar Pedang - Ling Dao Kai. Ling nama panggilan semasa remaja dulu sebelum menjadi seperti saat ini. Ibunya adalah seorang pelayan di istana Kekaisaran Dao, namanya adalah Li Yu.
Li Yu satu-satunya pelayan istana yang berwajah paling cantik dari semua pelayan. Li Yu merupakan kerabat jauh dari Raja Li saat ini. Karena kecantikannya, membuat Kaisar Dao jatuh hati. Berhubungan kesenjangan status sosial yang jauh berbeda, membuat Kaisar Dao malu untuk mempersuntingnya.
Secara diam-diam, Kaisar Dao memerintahkan pelayan istana yang lain untuk memberikan obat tidur di minuman milik Li Yu, tujuannya hanya untuk menikmati tubuh Li Yu. Singkat cerita, Li Yu pun hamil diluar nikah karena perbuatan busuk dari Kaisar Dao.
Karena tidak ingin membuat malu keluarga besar Li, Li Yu memutuskan untuk meninggalkan istana, dia hidup jauh dari hiruk pikuk kehidupan di perkotaan. Dia yang hamil muda memutuskan untuk tinggal di pegunungan sampai melahirkan.
Selama tinggal seorang diri di pegunungan, Li Yu bertemu dengan seorang petualang yang baik hati, namanya adalah Ling Gho, paman dari Ling Dong yang berada di Akademi Merpati Putih kelas dua.
Ling Gho pun jatuh cinta kepada Li Yu, dan mau menerima apa adanya. Karena ketulusan hatinya, maka Li Yu pun menerima cintanya. Mereka menikah di kediaman keluarga besar Ling. Sampai akhirnya lahirlah Ling Dao Kai.
Setelah kelahiran Ling Dao Kai, Kaisar Dao pun mengetahui jika Li Yu hamil karenanya dan memiliki anak laki-laki. Karena tidak ingin Ling Dao Kai membalas dendam kepadanya, dan juga merebut tahtanya, Kaisar Dao memutuskan untuk membunuh Li Yu dan Ling Dao Kai.
Mengetahui niat buruk Kaisar Dao, Ling Gho segera membawa istri dan putranya meninggalkan keluarga besar Ling. Mereka bersembunyi di Desa Bunga dengan mengganti namanya agar tidak mudah diketahui oleh para pembunuh bayaran, hingga akhirnya Ling Dao Kai beranjak dewasa dan sangat berbakat.
Selama persembunyian, Ling Gho dan Li Yu tidak pernah menceritakan masa lalunya kepada putranya. Tetapi, saat Ling Dao Kai berusia 19 tahun, kedua orang tuanya dibunuh oleh pembunuh bayaran dari Paviliun Bunga Kematian.
Diburu oleh Paviliun Bunga Kematian, Ling Dao Kai jelas melarikan diri ke Ibu Kota Kekaisaran Xia. Di Ibu Kota, dia memutuskan untuk mendaftar diri sebagai prajurit agar aman dari kejaran pembunuh bayaran.
Menjadi seorang prajurit Kekaisaran Xia. Dia menunjukkan semua kemampuannya agar sesegera mungkin menjadi seorang perwira. Dan akhirnya dia menjadi perwira tinggi. Hingga suatu ketika, dia bertemu dengan Xia Junsu yang membuatnya jatuh cinta.
Namun, dia harus bersaing dengan Tian Sun yang juga mencintai Xia Junsu. Karena persaingan cinta, Tian Sun dan Ling Dao Kai pun bertarung demi harga diri sebagai seorang pria. Pertarungan itu disaksikan oleh Kaisar Xia dan banyak orang penting.
Karena pertarungan itu sangat sengit dan imbang, Tian Sun terpaksa harus mengeluarkan jurus dari Kitab Tujuh Lapis Langit. Dia akhirnya mengalahkan Ling Dao Kai, tapi tidak membunuhnya karena berstatus seorang perwira.
Setelah pertarungan itu, Kaisar Xia merestui hubungan antara putrinya dan Tian Sun. Tujuannya merestui hubungan itu karena menginginkan Kitab Tujuh Lapis Langit. Awalnya, Kaisar Xia tidak menanggapi desas-desus bahwa Tian Sun berhasil menciptakan dua teknik bela diri. Setelah melihatnya sendiri, dia akhirnya percaya.
Dari situlah awal mula Tian Sun menjadi perburuan banyak orang karena Kitab Tujuh Lapis Langit dan Kitab Pelangi Surga.
Sedangkan Ling Dao Kai yang kalah, dia memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai perwira. Dia pun memulai untuk berpetualang demi meningkatkan kekuatan. Kekalahan dari Tian Sun telah motivasinya.
Setelah beberapa tahun berpetualang di Benua Timur, Ling Dao Kai bertemu dengan Ratu Ular Surgawi. Dia pun kembali jatuh cinta untuk kedua kalinya. Sayangnya, Ratu Ular Surgawi dengan tegas menolaknya.
Karena tidak terima ditolak, Ling Dao Kai dengan bodohnya menantang Ratu Ular Surgawi untuk bertarung. Jika dia menang, maka Ratu Ular Surgawi harus menjadi istrinya. Jika dia kalah, dia siap mati.
Sayangnya, Ling Dao Kai justru dengan mudah dikalahkan oleh salah satu pengawal Ratu Ular Surgawi. Untung saja, Ratu Ular Surgawi tidak memerintahkan pengawalnya untuk membunuh Ling Dao Kai.
Sejak kekalahannya dari seorang pengawal wanita, Ling Dao Kai memutuskan untuk kembali fokus meningkatkan kekuatan. Dia meninggalkan Benua Timur dan menuju ke wilayah Dinasti Dao.
Di Dinasti Dao, namanya menjadi terkenal karena basis kultivasinya meningkatkan dratis hanya dalam beberapa puluh tahun, dan banyak mengalahkan kultivator kuat pada waktu itu.
Setelah menjadi terkenal dengan sebutan Pendekar Pedang, dia bertemu dengan seorang pelayan istana yang pernah memberikan obat tidur kepada Li Yu.
Pelayan itu menceritakan masa lalu Li Yu. Mengetahui rahasia masa lalu ibunya, jelas Ling Dao Kai sangat marah dan akan membunuh Kaisar Dao, serta menggulingkan pemerintahan Kekaisaran Dao.
Sayangnya, dia kesulitan untuk membunuh Kaisar Dao yang memiliki banyak kekuatan militer. Agar bisa mencapai tujuannya itu, dia terus menantang semua kultivator kuat demi mendapatkan harta milik lawannya.
__ADS_1
Karena prestasinya, yang akhirnya membuat Ling Dao Kai memiliki banyak musuh. Oleh karena itu, namanya masuk ke dalam daftar di Paviliun Bunga Kematian.
Setelah menjadi terkenal, Ling Dao Kai mulai masuk ke dalam lingkup istana Kekaisaran Dao, dia menjadi pelatih para prajurit. Niatnya untuk mengamati gerak-gerik Kaisar Dao dan pengawalnya yang terkenal kuat.
Untuk menggulingkan kekuasaan Dinasti Dao, dia harus memiliki banyak kekayaan, kekayaannya saat ini belum cukup untuk menyuap para pejabat istana.
Dia secara diam-diam memutuskan untuk bergabung dengan Paviliun Bunga Kematian, menjadi seorang pembunuh bayaran. Dia menggunakan nama samaran dan wajahnya ditutupi dengan topeng.
Setelah beberapa tahun menjadi pembunuh bayaran, dia mendapatkan misi untuk membunuh Tian Jun. Mengetahui informasi tentang targetnya yang kaya raya, dan juga suami dari Ratu Shima alias Ratu Ular Surgawi, jelas Ling Dao Kai tidak akan membuang kesempatan ini untuk mendapatkan kekayaan.
Selain itu, dia menaruh dendam kepada Ratu Ular Surgawi dan Xia Junsu. Membunuh Tian Jun merupakan salah satu tujuan hidupnya saat ini. Dia pun bergegas menuju ke Benua Tengah untuk membunuh Tian Jun, sekaligus bertemu dengan keluarga Li yang masih menjadi kerabat jauh dari ibunya...
...****************...
Pasukan Kegelapan dan pasukan Kerajaan Niao telah tiba di Gurun Liyao, gurun yang menjadi perbatasan antara dua kerajaan. Leluhur Yao harus melewati Gurun Liyao dikarenakan jalur tebing Lembah Ular diblokir dengan api oleh pihak Kerajaan Li. Tujuan Raja Li jelas agar Pasukan Kegelapan tidak bisa melewati Gerbang Jembatan Li Yao.
Bisa dipastikan bahwa api yang memblokir jalur tebing sangatlah panas dan sulit dipadamkan. Mau tidak mau, Leluhur Yao dan Raja Niao harus melewati Gurun Liyao agar sampai di wilayah Kerajaan Li.
Saat ini, Leluhur Yao bersama dengan Raja Niao berhadapan dengan Raja Li. Raja Li tidak sendirian, ia bersama dengan Pendekar Pedang - Ling Dao Kai yang sangat terkenal di Continent Twins Moon, selain Ratu Shima.
Raja Li dan Pendekar Pedang melihat jumlah pasukan lawan yang lebih banyak, lebih dari dua juta prajurit. Namun, mereka tidak gentar menghadapi lawan yang menang jumlah, sebab Pasukan Kegelapan lemah dalam hal basis kultivasi, yang mereka waspadai adalah pasukan Kerajaan Niao, Leluhur Yao dan Raja Niao.
Leluhur Yao terheran di dalam hatinya karena Pendekar Pedang ada di Benua Tengah dan mendukung Raja Li. Namun, melihat di belakang musuhnya itu banyak orang-orang yang memburu kepala Tian Jun, ia menduga jika Pendekar Pedang juga memburu Tian Jun.
"Aku tahu tujuanmu... Karena tujuan kita sama, yaitu membunuh Cao Tian Jun, alangkah baiknya jika kita bekerja sama saja. Kita tahu dia memiliki pendukung kuat di belakangnya yang tidak bisa kita lama sendiri!" ajakan Leluhur Yao yang ingin memanfaatkan kemampuan Pendekar Pedang untuk melawan Kerajaan Sihir.
Namun, ucapannya juga masuk akal. Dengan Tian Jun didukung oleh Ratu Shima, Xue Delun Hai dan Kerajaan Sihir, sudah pasti sulit untuk membunuhnya.
"Apa untungnya bagi kami?" tanya Pendekar Pedang.
"Jelas untung besar jika kita berhasil membunuhnya! Kita tahu dia memiliki banyak kekayaan yang berasal dari Mystical Beast Mountain, Stempel Giok Maharaja, dan masih banyak lagi hartanya yang tidak bisa disebutkan. Hartanya kita bagi rata. Selain itu, kalian bisa menduduki salah satu wilayah dari Kerajaan Sihir atau Kerajaan Ming!" jawab Leluhur Yao dengan entengnya.
Penawaran Leluhur Yao jelas menarik hati Pendekar Pedang, Raja Li dan para pembunuh bayaran. Pendekar Pedang jelas membutuhkan wilayah untuk membangun kekuatan militer dan kekayaan. Sedangkan Raja Li, sejak zaman leluhurnya sangat menginginkan wilayah Kerajaan Ming.
"Kita buat perjanjian!" pintu Raja Li yang tidak ingin Leluhur Yao mengingkari ucapannya.
Leluhur Yao menoleh ke kirinya untuk melihat Raja Niao yang mengangguk setuju. Kemudian, mereka membuat surat perjanjian kesepakatan bersama untuk membunuh Tian Jun dan pendukungnya yang ada di Benua Tengah...
...****************...
Setelah mempersiapkan penampungan bagi semua orang di Kota Kiew, Tian Jun mencari tempat yang jauh dari murid-murid Perguruan Sihir Wushi. Tidak butuh waktu lama dia menemukan tempat yang sepi. Dia segera mengeluarkan Tim Phoenix dari dalam Dunia Jiwanya.
"Winged Golden Armor Ring anti energi sihir. Tetapi, tetaplah hati-hati melawan mereka!" pesan Tian Jun sebelum Tim Phoenix menyebar untuk menumbangkan murid-murid dari Perguruan Sihir Wushi.
Mereka mengangguk paham dan segera menyebar ke arah titik-titik lokasi murid Perguruan Sihir Wushi yang mengamankan Kota Kiew.
Tidak butuh waktu lama, Tim Phoenix yang beranggotakan 19 wanita bertarung dengan 100 murid Perguruan Sihir Wushi. Ledakan energi spiritual dan sihir saling beradu terdengar keras.
Anak-anak dan semua wanita yang di sandera dengan jelas melihat pertarungan mereka. Melihat Fang Yin, mereka kegirangan karena sudah pasti akan ditolong.
Murid-murid Perguruan Sihir Wushi tidak mampu menandingi Tim Phoenix, karena Xia Junsu, Fang Yin, Li Jiancheng, Ao Fengying, Yin Cang dan Dìyù Nuan juga seorang penyihir, segala sihir tidak melukai Tim Phoenix karena zirah perang bersayap.
__ADS_1
Bahkan, saat semua murid itu berubah menjadi Burung Gagak agar meningkatkan Kecepatannya dalam bertarung, Tim Phoenix masih saja dengan mudah mengalahkan mereka.
Sedangkan Tian Jun, segera menemui para sandera yang akan diselamatkan. Karena penampilannya yang sangat tampan dan terlihat bukan seperti orang jahat, serta mengaku sebagai suami dari Fang Yin, dia tidak kesulitan untuk meyakinkan mereka, dan segera memasukkan mereka ke dalam cincin dimensinya...
Karena 100 murid itu terhubung dengan mata Niao Wushi, jelas gurunya mengetahui. Niao Wushi jelas marah karena satu per satu muridnya terbunuh. Dari 100 muridnya, yang terisa saat ini tinggal 67 murid. Dia segera berteleportasi sebelum muridnya terbunuh semua, dan muncul di dalam Kota Kiew.
"Kalian mencari kematian!?" bentakan Niao Wushi yang mengejutkan Tim Phoenix saat bertarung, dia melihat Fang Yin yang baru saja membunuh muridnya.
Fang Yin dan Tim Phoenix segera berkumpul. Mereka melihat Niao Wushi yang berpenampilan mengerikan, membawa tongkat yang terbuat dari tulang manusia.
Demikian juga dengan 66 murid Perguruan Sihir Wushi yang segera berkumpul dengan gurunya. Dalam hati semua murid itu, mereka mengagumi Tim Phoenix yang memiliki penampilan cantik berbeda-beda, serta kemampuan yang mumpuni.
Xia Junsu dan Fang Yin maju mendekati Niao Wushi, mereka diikuti oleh Tim Phoenix yang berada di belakangnya.
"Kekejaman Anda dari dulu hingga sekarang benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi! Hari ini Anda harus mati!?" kegeraman Fang Yin yang tidak sedikit takut kepada Niao Wushi, walaupun tahu jika lawannya ini memiliki kemampuan sihir di peringkat ke-7 tahap menengah - di tingkat Sacred-level Divination Witch.
Sedangkan Fang Yin jauh di bawahnya, kemampuannya masih berada di peringkat ke-3 tahap puncak, Master Grade Magic. Jelas bukan tandingan Niao Wushi. Tetapi, Tim Phoenix memiliki Xia Junsu yang peringkatnya setara dengan Niao Wushi.
Niao Wushi tidak menghiraukan perkataan Fang Yin, yang diwaspadai adalah Tian Jun. Melihat Tian Jun tidak ada diantara mereka, dia sedikit tenang hatinya.
"Lalu mau apa, membunuhku? Ayo lakukan!" tantangan Niao Wushi sambil menghentakkan tongkat sihir ke tanah.
Lalu muncul dari dalam tanah banyak kerangka manusia, dan segera menyerang Tim Phoenix.
Xia Junsu tersenyum tipis melihat musuhnya itu, dia juga menghentakkan tongkat sihir ke tanah. Kemudian, keluar akar-akar pohon yang menjerat kerangka manusia yang akan menyerangnya. Kerangka manusia itu hancur, tetapi tulangnya dengan cepat menyatu.
Xue Li Xia segera menggunakan elemen es andalannya untuk membekukan kerangka manusia yang menyerang. Tim Phoenix segera menyerang murid-murid Niao Wushi...
Tian Jun mengetahui kedatangan Niao Wushi, tapi dia tidak khawatir karena Tim Phoenix telah dibekali dengan Winged Golden Armor Ring, serta memiliki Xia Junsu. Dia fokus untuk menyelamatkan anak-anak dan semua wanita yang jumlahnya sangat banyak.
Dia merasakan sihir hitam dan putih saling beradu kehebatan. Jika dia tidak dilarang untuk ikut campur melawan Niao Wushi, jelas ingin menguji kekuatan Niao Wushi dengan menggunakan Kekuatan Jiwa Semesta.
Ada satu wanita cantik yang sudah bersuami, wanita itu yang selalu menenangkan hati semua sandera. Wanita itu bernama Zhang Xinyu, usia 36 tahun, memiliki seorang putri usia 15 tahun, nama Feng Meiyu. Suaminya menjadi salah satu dari Pasukan Kegelapan.
"Tuan muda, terima kasih sudah menyelamatkan kita!" ucap Zhang Xinyu sambil membungkukkan badan sebagai rasa syukur atas pertolongan Tian Jun.
"Sudah tugas kita saling menyelamatkan! Apakah sudah tidak ada lagi sandera?" sahut Tian Jun dan bertanya.
"Banyak yang sudah dibunuh oleh prajurit karena memberontak ...!" jawab Zhang Xinyu sambil menunjuk ke arah belakang rumah penduduk.
Tian Jun mengikuti jari telunjuk dari Zhang Xinyu, lalu terkejut melihat tumpukan mayat anak-anak dan banyak wanita.
"Biadab?!" kegeraman Tian Jun sambil mengepalkan kedua tangannya.
Dia menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hatinya. Kemudian, dia melihat Zhang Xinyu sambil berjanji, "aku akan membalaskan dendam mereka!"
"Apakah Tuan bisa menyelamatkan keluarga kita yang menjadi mayat hidup?" tanya Zhang Xinyu yang penuh harap.
Namun, Tian Jun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Dia tahu siapapun yang menyerap kabut hitam tidak bisa lagi diselamatkannya. Zhang Xinyu dan putrinya menangis saling berpelukan.
Kemudian, disaat ibu dan anak itu menangis, Tian Jun memasukkan mereka ke dalam cincin dimensinya. Setelah itu, dia berlanjut hingga semua sandera tidak ada lagi di Kota Kiew. Setelah tugasnya beres, dia membakar semua mayat yang menumpuk.
__ADS_1