8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Pasukan Kegelapan.


__ADS_3

Bab 123. Pasukan Kegelapan.


...****************...


Di Jurang Kematian.


Terdapat banyak orang dan binatang mistik yang tampak seperti patung, mereka adalah budak The King Of Dark Matter, dan akan bergerak jika diperintahkan oleh Tian Sun.


"Sialan, kenapa dia selalu ada dimana-mana?!" amarah Tian Sun yang berhasil lolos dari kejaran prajurit.


Sebenarnya, dia tidak takut dengan para prajurit, tetap yang ditakutinya adalah Ratu Ular Surgawi yang menyamar sebagai She Shimo.


"Sudah kukatakan, tingkatan kekuatan melebihi tingkat Almighty God. Sayangnya, kamu tidak sabaran dan terlalu percaya diri!" teguran dari Yao Lao.


"Ya sudah, antar aku untuk menemui Dewa!" perintah Tian Sun.


Dewa yang disebut oleh Tian Sun adalah Lord Dark Matter, dan nama lainnya adalah Dewa Perusak. Sedangkan Yao Lao adalah utusannya yang telah menyatu dengan Tian Sun.


Semenjak bertemu dengan Dewa Perusak, Tian Sun telah banyak mendapatkan manfaatnya, salah satunya mendapatkan kekuatan secara instan.


"Apakah sudah siap merasakan siksaan selama satu tahun untuk peningkatan kekuatan secara instan?" tanya utusan dari Dewa Perusak.


"Iya!" jawab Tian Sun dengan tegas.


Kemudian, muncul lubang hitam dihadapannya. Tian Sun segera masuk ke dalam lubang hitam. Dia terkejut karena Yao Lao keluar dari dalam tubuhnya dengan menyamar sebagai dirinya.


"Kenapa kamu tidak ikut?" tanya Tian Sun karena curiga.


"Menyelesaikan tugasmu yang gagal! Nanti kita akan bertemu lagi!" jawab Yao Lao dan melambaikan tangan untuk mengirim Tian Sun menemui Dewa Perusak.


"Tunggu ...!" cegah Tian Sun tetapi terlambat.


"Memiliki perasaan, sama saja merusak rencana dan masa depan kita!" gumam Yao Lao sambil duduk di kursi yang terbuat dari batu.


Bagi Yao Lao, Tian Sun terlalu lambat untuk menguasai Benua Timur. Selain itu, dia masih memiliki perasaan seperti manusia sehingga setiap rencananya selalu tertunda.


Yao Lao telah mendapatkan dua teknik andalan dari Tian Sun, karena itu dia tidak lagi mematuhi perintahnya. Dia juga mendapatkan perintah dari Dewa Perusak untuk mendapatkan benda yang dicuri oleh Celestial Snake, yaitu Hati Dunia.


Hati Dunia terlahir dari buah pemikiran Trimurti yang masih melekat pada cinta kasih terhadap duniawi. Hati Dunia inilah yang dibutuhkan oleh Dewa Perusak untuk meningkatkan kekuatannya, dan menjadi satu-satunya penguasa seluruh alam.


Celestial Snake mengambil Hati Dunia sebelum bertemu dengan Dewa Abadi (Dewa Binatang). Dia mengambilnya dari Pagoda Berlian yang menyegel Dewa Perusak. Oleh karena itu, Dewa Perusak memerintahkan kepada Tian Bo si Dewa Langit untuk menangkap Celestial Snake dalam keadaan hidup atau mati.


Sayangnya, setelah membunuh Celestial Snake, Tian Bo gagal mendapatkan Hati Dunia yang hilang entah kemana.


Yao Lao segera memerintahkan pasukannya yang disebut Pasukan Kegelapan untuk menyerang Kekaisaran Xia. Tujuannya agar cepat menguasai Continent Twins Moon. Dengan menguasai Continent Twins Moon, maka dia akan lebih mudah untuk menemukan Hati Dunia.


Sedangkan untuk Batu Keabadian, dianggap tidak terlalu berharga bagi Dewa Perusak. Yao Lao memerintahkan Tian Sun untuk mengambilnya hanya sebagai pemicu semangat dalam membalas dendam.


Manusia dan binatang mistik yang diam mematung tiba-tiba bergerak setelah diperintahkan oleh Yao Lao. Mereka keluar dari Jurang Kematian dan menyebar.


"Bunuh siapapun yang bergerak dan jadikan mereka bagian dari Pasukan Kegelapan!" perintah Yao Lao sambil melayang di udara.

__ADS_1


Pasukan Kegelapan bergerak ke arah timur, barat, selatan dan utara. Mereka seperti koloni semut ketika keluar dari dalam Jurang Kematian.


Dan wilayah terdekat dari Jurang Kematian adalah wilayah Perguruan Hitam Kelam...


...****************...


Di wilayah Perguruan Hitam Kelam, dipimpin oleh Yu Zhong yang saat ini sedang bertempur dengan pasukan Kerajaan Kelelawar. Kini, perguruan itu sementara dipimpin oleh Luan Jin sebagai wakilnya.


Berlarian seseorang Guru Junior di dalam Gedung Kepemimpinan dengan tergesa-gesa. Wajahnya terlihat sangat panik karena pertempuran hebat di wilayah Iron Hill (Bukti Besi).


Di Kota Bukit Besi dipimpin oleh seorang Duke, Duke Yu Jie, adik dari Yu Zhong. Duke Yu Jie bertempur dengan Pasukan Kegelapan.


"Pemimpin... Pemimpin!" teriakan dari Guru Junior sebelum memasuki ruang pertemuan.


Luan Jin dan semua ketua keheranan melihat Guru Junior yang wajahnya sangat pucat. Murid dan guru yang berada di sepanjang jalur ke ruang pertemuan juga keheranan melihat Guru Junior itu.


"Ada apa? Apakah kau tidak lihat kita sedang ada rapat, hah?!" bentakan Luan Jin


Guru Junior segera membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Segera dia melapor, "Kota Bukit Besi diserang oleh mahkluk mengerikan yang terkontaminasi oleh kabut hitam. Duke Yu Jie dan pasukannya saat ini terkepung!"


"The King Of Dark Matter!!" seruan Luan Jin dan semua ketua.


"Benar, Pemimpin!" jawab Guru Junior.


"Sialan, cepat sekali dia ada di sini!" Luan Jin terkejut mendengar laporannya.


Dia dan semua orang yang berada di Benua Timur telah mendengar berita bahwa Kerajaan Bintang Laut telah dikuasai oleh The King Of Dark Matter. Oleh karena itu, semua orang terkejut karena The King Of Dark Matter secepat ini telah memasuki wilayah Kekaisaran Xia, padahal lautan Black Vortex yang menjadi perbatasan sangatlah luas, seharusnya membutuhkan waktu lama bagi Pasukan Kegelapan untuk melintasinya.


Semua orang penting keluar dari ruang pertemuan untuk memobilisasi murid dan guru untuk melawan Pasukan Kegelapan...


...****************...


Di Kota Tiga Pagoda, masuk dalam wilayah pusat Kekaisaran Xia. Jarak antara kota itu dan Pagoda Emas terpaut 10 km, sedang dengan jarak dari istana Ibu Kota terpaut 125 km.


Situasi di Pagoda Emas kembali tenang setelah Tian Sun kabur. Cao Tian Jun akhirnya keluar dari dalam Cincin Dimensi saat malam hari, dia bergegas menuju ke langit 7 dari Pagoda Emas untuk mendapatkan Heart Stone. Sebelum masuk, dia melihat sekelilingnya karena khawatir dengan Ratu Ular Surgawi yang selalu menjengkelkannya.


"Suatu hari nanti, akan kutampar pantatmu!" kegeraman Cao Tian Jun dan masuk melalui celah jendela di lantai 7.


Di dalam ruang lantai 7, dia melihat dua Heart Stone, replika dan asli. Seperti sebelumnya, Crown Stone keluar dari tubuhnya dan menyelimuti Heart Stone yang asli dengan energi Kekuatan Jiwa.


Cao Tian Jun diam sambil melihat dua Batu Keabadian itu. Tidak berselang lama, Crown Stone menarik Heart Stone agar masuk ke dalam tubuhnya. Cao Tian Jun memejamkan mata untuk terhubung dengan Heart Stone.


Dia tersenyum penuh kemenangan karena mendapatkan kemampuan mutlak dari Heart Stone, yang mana tidak lagi khawatir menggunakan Teknik Teleportasi berulang-ulang.


Sebelum menyatu dengan Heart Stone, dia tidak bisa dengan bebas menggunakan Teknik Teleportasi karena membutuhkan waktu untuk bisa digunakan lagi.


"Tinggal Solar Plexus dan Sacral Stone yang belum aku dapatkan. Semoga Sacral Stone bisa segera kudapatkan!" harapannya agar tidak kesulitan untuk mendapatkan Batu Keabadian yang dibawa oleh Tian Sun.


"Bisakah kalian berkomunikasi dengan Solar Plexus?" tanya Cao Tian Jun sebelum keluar dari Pagoda Emas.


Dia pikir bahwa selama berada di dalam Pagoda Emas, Batu Keabadian bisa saling berkomunikasi. Batu Keabadian yang dimilikinya tidak segera menjawab, sebab sedang berkomunikasi.

__ADS_1


"Solar Plexus masih ada di tempatnya. Situasi Pagoda Emas di sana tidak dalam penjaga yang ketat. Penguasa bisa sewaktu-waktu mengambilnya!" jawab Crown Stone.


Cao Tian Jun tersenyum senang mendengar jawabannya. Lalu dia berkata, "sebelum mengambilnya, terlebih dahulu aku harus mendapatkan Api Putih!"


Mendapatkan Api Putih sangatlah penting baginya karena merupakan keharusan sebagai seorang ahli Alkemis dan Pandai Besi. Semakin tinggi kualitas apinya, hasilnya juga semakin berkualitas, dan tingkat keberhasilannya juga semakin tinggi.


Cao Tian Jun segera keluar dari Pagoda Emas dia melihat sekitarnya sebelum menuju ke Pagoda Api Putih. Saat melihat ke arah timur dari Kota Tiga Pagoda, dia mengerutkan kening karena samar-samar melihat kabut hitam yang bergerak ke arah kota.


"Apakah dia datang lagi untuk mengambil Heart Stone?"


Cao Tian Jun berpikir jika kabut hitam itu adalah musuhnya. Karena tidak mengaktifkan Mata Surgawi-nya, dia tidak tahu jika kabut hitam itu berasal dari tubuh Pasukan Kegelapan.


"Sayangnya, kau terlambat, aku sudah mendapatkannya!" Cao Tian Jun ingin rasanya tertawa jika tidak berada di tempat ini. Dia segera bergegas menuju ke Pagoda Api Putih.


Xia Junsu yang sedang melihat ke arah timur, segera memalingkan wajah untuk melihat keberadaan Cao Tian Jun. Nalurinya sebagai seorang ibu, merasakan aura dari putranya.


"Mungkin aku terlalu merindukannya!" gumam Xia Junsu yang segera menepis perasaannya. Ia kembali melihat ke arah pintu gerbang Kota Tiga Pagoda...


...****************...


Di istana Kekaisaran Xia.


Ratu Ular Surgawi tetap menyamar sebagai seorang pria yang bernama She Shimo, dengan jabatan sebagai seorang jenderal dari Kekaisaran Shima. Dia juga terkenal dengan nama lain, yaitu Ratu Shima, penguasa Benua Tengah.


Lokasi Benua Tengah berada di sisi selatan dari wilayah Kerajaan Bintang Laut, dipisahkan oleh Fallen Star Sea sebagai perbatasan dua kekaisaran.


Kekaisaran Shima juga disegani oleh semua penguasa di Continent Twins Moon, bukan hanya karena kekuatan dari Ratu Ular Surgawi, melainkan balatentara juga sangat kuat.


Ratu Ular Surgawi alias Ratu Shima alias She Shimo, harus meninggalkan kekaisaran hanya untuk menemukan pasangan Dao, sebab selama bertahun-tahun semua bawahannya tidak menemukan reinkarnasi dari Dewa Abadi. Oleh karena itu, dia meninggalkan singgasana agar sesegera mungkin menemukan Dewa Abadi.


Saat ini, Ratu Ular Surgawi bertemu dengan Kaisar Xia dan para pejabat istana, termasuk dua jenderal yang gagal menguasai Benua Timur Tengah. Dia menemui Kaisar Xia karena kedua jenderal yang gagal itu menawarkan wilayah Kerajaan Bintang Laut yang akan dijual. Oleh karena itu dan kebetulan masih berada di Benua Timur, dia menemui Kaisar Xia.


Jenderal Barat Xia Woo dan Jenderal Utara Xia Qiang menawarkan wilayah Kerajaan Bintang Laut saat menemui pemilik Toko Armament Immortal, dan pemilik toko itu adalah Kepala Suku She yang menyamar.


Menurut laporan dari administratif kota, Toko Armament Immortal dimiliki oleh salah satu pejabat yang berasal dari Kekaisaran Shima. Dan, Toko Armament Immortal sudah sangat terkenal di Benua Timur.


Sebelum bertemu dengan Kaisar Xia yang masih sibuk, Ratu Ular Surgawi dijamu dengan sangat istimewa oleh Permasuri Gu Jiang agar tidak tersinggung karena belum bisa bertemu dengan Kaisar Xia.


"Kalian yang mengundang pihak kita... Tetapi, saat aku datang, justru kalian menganggap diriku bukan apa-apa! Kalian pikir aku takut? Tidak sama sekali, aku bisa saja dengan mudah memporak-porandakan tempat ini?!" ancaman Ratu Ular Surgawi yang sangat marah karena sehari semalam tidak segera ditemui oleh Kaisar Xia.


"Jenderal Shimo, mohon redam emosi! Tidak ada maksud hati mengabaikan Anda. Sejujurnya, saya sibuk karena Kerajaan Lentera, Kerajaan Kelelawar sedang bertempur dengan Pasukan Ular. Saya harus ke sana kemari ... Anda sudah pasti tahu kesibukan saya dengan situasi seperti ini!" alasan Kaisar Xia.


Karena Ratu Ular Surgawi lihai dalam penyamaran, tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Ratu Ular Surgawi yang memiliki banyak nama. Dia tersenyum sinis sambil menatap tajam ke arah Kaisar Xia.


¹ "Aku berikan hatiku yang luas ini! Sesuai dengan harga sebelumnya, segera berikan dokumennya!" pinta Ratu Ular Surgawi yang ingin segera menyelesaikan tujuannya menemui Kaisar Xia.


Tanpa banyak bicara, Kaisar Xia segera mengeluarkan dokumen jual beli. Dihadapan semua orang penting, transaksi penjualan ditandatangani oleh pihak-pihak terkait...


Bersambung


...****************...

__ADS_1


(Note: ¹ Aku berikan hatiku yang luas adalah kiasan, yang artinya bersabar.)


__ADS_2