
Bab 122. Keributan Di Kekaisaran Xia.
Setelah bertransaksi, She Shimo mengajak Cao Tian menuju ke tokonya, toko yang khusus untuk menjual senjata. Tidak berselang lama, Cao Tian Jun melihat toko senjata yang menjadi saingan berat bagi Toko Spirit Armament, nama tokonya adalah Armament Immortal.
She Shimo menyerahkan cincin dimensi kepada pegawainya, isinya adalah senjata yang baru dibelinya dari Cao Tian Jun. Melihat banyak pria berprilaku layaknya wanita, membuat Cao Tian keheranan dan makin jijik.
"Naikkan 5% dari harga umum. Semua senjata yang kubeli lebih baik dari Toko Spirit Armament!" perintah She Shimo kepada pegawainya.
"Sesuai kehen--"
She Shimo melotot karena pegawainya hampir keceplosan berbicara. Segera pegawai itu pergi karena tahu arti tatapan matanya. She Shimo melirik Cao Tian Jun yang tidak memperhatikannya.
"Apa yang kamu cari?" tanya She Shimo saat Cao Tian Jun yang sedang melihat-lihat senjata yang dipajang.
"Apakah di toko ini menjual Artefak Bintang?" jawab Cao Tian Jun.
"Artefak Bintang sangat langka dan harga termurah mencapai miliaran koin emas. Jika mau, aku punya Armament Grade Immortal berbagai tingkatan!" jelas She Shimo dengan nada santai.
Cao Tian Jun menghela nafas berat karena dirinya begitu miskin di Benua Timur. Memiliki keahlian tetapi dibatasi oleh aturan, membuatnya ingin sekali mengumpat berkali-kali. She Shimo tersenyum melihat reaksinya yang tidak berdaya.
"Bagaimana? Jika mau, aku akan menjual Armament Grade Immortal tahap puncak, dengan harga diskon. Seharga 709 juta, itu harga yang paling murah di benua ini!" tawaran She Shimo sambil memberikan daftar harga Armament.
Cao Tian Jun menerimanya, dan terkejut melihat harga Armament Grade Immortal mencapai 845 juta koin emas. Lalu melihat daftar harga Armament Grade Beast tahap rendah mencapai 10 ribu koin emas, dan grade Fairy tahap puncak seharga 315 juta.
"Sialan, aku ditipu!" batin Cao Tian Jun karena memiliki Grade Fairy sebanyak 10 senjata, tetap semua senjatanya dihargai oleh She Shimo senilai 200 juta koin emas.
Karena kesal, Cao Tian Jun melemparkan daftar harga Armament ke arah She Shimo, lalu dia keluar dari toko. She Shimo jelas terkejut dengan sikapnya.
"Tunggu!" cegah She Shimo sebelum membuka pintu toko.
"Apakah semua pedagang itu penipu?!" kegeraman Cao Tian Jun sambil membalikkan badan.
"Apakah kamu tahu kenapa aku mengajakmu ke sini dan memberikan daftar harga?" tanya She Shimo sebelum memberikan penjelasan.
Semenjak Cao Tian Jun berada di Toko Spirit Armament, She Shimo selalu melihatnya, dan menduga jika Cao Tian Jun tidak tahu apa-apa tentang aturan di Continent Twins Moon, benar-benar terlihat lugu.
"Aku baru mengenalmu, bagaimana bisa tahu jalan pikiranmu!" sahut Cao Tian Jun dengan nada ketus, "ya, kuakui aku bodoh! Tetapi, jangan sekali-kali membodohi seorang yang ahli dalam banyak bidang ...!" lanjutnya yang langsung berhenti berbicara karena keceplosan.
Segera dia keluar dari Toko Armament Immortal. She Shimo segera mengejarnya. Namun yang mengejutkannya dia tidak melihat Cao Tian Jun.
"Kenapa kamu begitu emosional! Padahal aku ingin memberimu Artefak Bintang secara gratis!" sungut She Shimo yang suaranya berubah menjadi wanita.
__ADS_1
Inilah tujuan She Shimo yang mengajak Cao Tian Jun ke tokonya, dia akan memberikan Artefak Bintang sebagai ganti senjata yang dibelinya. Dia segera menuju ke arah Perguruan Sembilan Kematian...
Dengan berubah wujud menjadi udara, Cao Tian Jun melesat ke arah Pagoda Emas yang dikuasai oleh Perguruan Sembilan Kematian. Di dalam hatinya, dia selalu menyalahkan diri karena tidak tahu apa-apa sehingga dengan mudah tertipu.
Tidak berselang lama, dia melihat Pagoda Emas yang menjadi tujuannya. Dia juga melihat Liao Jingguo pemimpin Perguruan Sembilan Kematian, ada juga wakilnya dan beberapa Guru.
Mereka memarahi penjaga Pagoda Emas yang lalai dalam bekerja. Mendengar Liao Jingguo yang marah, Cao Tian Jun masuk ke dalam lantai 7 dari Pagoda Emas.
Seketika dia diam membeku karena tidak melihat Sacral Stone. Di dalam lantai 7, dia tidak melihat apapun selain wadah untuk Batu Keabadian yang berbentuk Bunga Tulip terbuat emas.
"Siapa yang mengambilnya?" katanya dengan suara lirih, "bisakah kamu berkomunikasi dengan Sacral Stone?" tanyanya kepada Crown Stone.
"Di luar jangkauan panca indera kami, Penguasa! Tetapi, kami merasakan jejak energi dari Sacral Stone, diambil oleh seseorang dua hari yang lalu!" jawab Crown Stone.
"Kenapa aku harus mengikuti hati yang penuh dendam!" sesal Cao Tian Jun karena tidak segera mengambil Sacral Stone.
Seandainya tahu akan menjadi seperti ini, dia tidak akan membuang waktu untuk membuat boneka wayang.
"Apakah The King Of Dark Matter yang mengambilnya?" dugaan Cao Tian Jun.
"Bisa jadi! Tetapi, jika orang itu telah mengambilnya, kami sudah pasti akan merasakan energi dari Sacral Stone...," jelas Crown Stone dan berhenti sejenak, "kecuali jika orang itu menyimpannya ke dalam Dunia Jiwa, kami lebih sulit untuk merasakan Sacral Stone." Lanjutnya.
Cao Tian Jun mengerutkan keningnya karena tidak tahu tentang Dunia Jiwa, dia pun bertanya tentang Dunia Jiwa. Crown Stone menjelaskan bahwa Dunia Jiwa bisa didapatkan ketika kekuatan telah mencapai tingkat Almighty God.
Panjang lebar Crown Stone menjelaskan. Cao Tian Jun menghela nafas tak berdaya karena Sacral Stone sudah pasti diambil oleh The King Of Dark Matter, dia menduga jika musuhnya ini memiliki Dunia Jiwa.
Khawatir jika Batu Keabadian yang lain juga telah diambil, Cao Tian Jun segera keluar dari Pagoda Emas. Dia terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kekaisaran Xia.
Kekaisaran Xia berdekatan dengan Perguruan Sembilan Kematian, dibatasi oleh Sungai Kuning. Karena kekhawatirannya, dia belum menyadari jika sedang diikuti oleh She Shimo.
Terbang selama sehari hingga menjelang malam, akhirnya Cao Tian Jun akhirnya tiba di Kekaisaran Xia, tepatnya berada di Kota Tiga Pagoda. Dia berhenti di puncak pohon. Dengan Mata Surgawi-nya, dia melihat tiga pagoda yang bangunannya sangat mirip, dua pagoda berlantai tujuh dan yang berada di tengah berlantai lima.
Pagoda berlantai tujuh adalah Pagoda Emas dan Pagoda Penyesalan. Sedangkan yang berada di tengah adalah Pagoda Api Putih. Pagoda Api Putih sangat terkenal karena menjadi tempat para praktisi bela diri untuk berkultivasi dan meningkatkan kualitas apinya.
Cao Tian Jun bernafas lega karena di dalam Pagoda Emas masih ada Heart Stone. Lalu dia merasakan energi dari Api Putih yang keluar dari pagoda berlantai lima. Samar-samar, dia mendengar raungan Naga yang keluar dari Pagoda Api Putih, lalu terkejut melihat seekor Naga energi spiritual memutari pagoda.
"Api Putih!" gumamnya karena tidak memiliki Api Putih yang berada di peringkat 5, dia memiliki Api Biru peringkat 4.
"Aku harus mendapatkan Inti Api Putih!" keinginan Cao Tian Jun setelah mendapatkan Heart Stone.
Kemudian, dia melihat Pagoda Penyesalan, dan terkejut karena melihat wanita yang dikenalnya, yang tidak lain adalah Senior Junsu. Dia kembali teringat ketika kejadian malam itu saat berada di Pulau Misterius.
__ADS_1
Xia Junsu yang merasakan ada yang mengawasi segera melihat ke luar jendela, tetapi tidak melihat siapapun. Kembali dia menyulam pakaian untuk diberikan kepada putranya.
Cao Tian Jun menggelengkan kepalanya agar kembali fokus pada tujuannya. Segera dia menuju ke Pagoda Emas untuk mengambil Heart Stone. Seperti sebelumnya, Pagoda Emas juga dijaga ketat oleh prajurit pilihan.
Sebelum masuk ke langit 7, Cao Tian Jun melihat Tian Sun yang menjadi kabut hitam terlebih dahulu masuk tanpa memicu reaksi dari Formasi Perlindungan. Khawatir musuhnya mendapatkan Batu Keabadian, dia meminta Crown Stone untuk berkomunikasi dengan Heart Stone.
"Penguasa, alihkan perhatian orang itu sebelum mengambil Heart Stone!" pinta Crown Stone yang tahu keinginan tuannya.
Tanpa membuang waktu, Cao Tian Jun melepaskan pukulan berenergi ke arah lantai 7 dari Pagoda Emas. Sedangkan Crown Stone segera berkomunikasi dengan Heart Stone agar membuat replika dirinya.
Boom...
Ledakan hebat ketika Pagoda Emas terkena pukulan berenergi. Setelah membuat keributan, Cao Tian Jun bersembunyi di Cincin Dimensinya. She Shimo yang mengikutinya kebingungan karena kehilangan jejak di depan mata.
Ledakan energi itu membuat para prajurit Kekaisaran Xia menuju ke lantai 7, dan sebagian prajurit yang berada di luar segera terbang untuk mencari pelakunya.
Tian Sun segera keluar sebelum mendapatkan Heart Stone. Baru saja keluar, dia dikejutkan oleh She Shimo yang telah melepaskan pukulan berenergi ke arahnya.
Boom...
Pukulan dari She Shimo meleset dan mengenai Pagoda Emas. Tian Sun segera kabur karena tahu siapa orang yang menyerangnya.
"Pencuri itu kabur ke sana!" teriakan She Shimo kepada para prajurit yang baru saja datang.
Prajurit itu mengenali She Shimo dan mempercayainya, mereka buru-buru mengejar Tian Sun. Keadaan menjadi kacau balau karena perbuatan Cao Tian Jun yang membuat keributan.
Xia Junsu berdiri di jendela untuk melihat keributan, dia melihat Tian Sun suaminya yang tidak lagi dikenali karena menjadi kabut hitam. Sedangkan Tian Sun tidak melihat istrinya karena takut dengan She Shimo.
Banyak orang yang melihat Tian Sun dikejar oleh banyak prajurit Kekaisaran Xia. Banyak orang geleng-geleng kepala karena sudah sering melihat kejadian seperti ini.
Cao Tian Jun tersenyum puas melihat musuhnya gagal mendapatkan Heart Stone. Lalu dia melihat She Shimo yang berada dekat dengan Cincin Dimensinya yang tidak terlihat oleh siapapun.
Karena tidak menemukan keberadaan Cao Tian Jun, She Shimo menuju ke istana Kekaisaran Xia untuk menemui Kaisar Xia. Dia dikawal oleh empat prajurit.
Cao Tian Jun bernafas lega karena She Shimo tidak membunuhnya ketika berada di Toko Armament Immortal, dia tidak menyangka orang yang telah menipunya sangatlah kuat sampai-sampai membuat musuhnya ketakutan setengah mati.
"Apakah sudah siap?" tanya Cao Tian Jun kepada Crown Stone, dia ingin segera mendapatkan Heart Stone, lalu berlanjut untuk mengambil Api Putih.
"Heart Stone sudah siap, tetapi di dalam lantai 7 dijaga ketat. Lebih baik diambil ketika situasi tenang!" jawab Crown Stone.
Karena lantai 7 dijaga ketat, membuat Heart Stone tidak mengeluarkan replika dirinya. Cao Tian Jun dengan sabar menunggu situasi tenang setelah keributan yang dibuatnya.
__ADS_1
Sambil menunggu, Cao Tian Jun banyak bertanya kepada Crown Stone mengenai aturan di Continent Twins Moon, tata cara bertransaksi, tentang struktur kekuatan di Kekaisaran Xia, dan apapun yang tidak diketahuinya.
Yang mengejutkannya, Crown Stone mengungkapkan bahwa She Shimo adalah Ratu Ular Surgawi, dan nama Shimo diambil dari nama Dewa Abadi. Selebihnya, Crown Stone tidak menceritakan apapun kepada Cao Tian Jun, dia hanya menjawab dan memberikan penjelasan ketika ditanya saja.