
Bab 162. Dewi Alam Semesta.
Cao Tian Jun dan Tim Phoenix melihat gua yang ternyata lebih kecil, lebih tepatnya bukan gua, melainkan lorong. Lorong itu bisa dilewati asal merangkak, hanya muat satu orang.
"Apakah benar ini jalan lainnya?" tanya Cao Tian Jun kepada Naga Hitam yang hanya mengangguk sebagai jawaban.
Cao Tian Jun berjongkok di depan lorong Kecil itu untuk melihat ke dalam. Dengan Mata Surgawi, lorong itu berkelok-kelok, gelap dan mengarah ke atas. Setelah itu dia berdiri dan membalikkan badan.
"Ikut masuk atau tinggal di dalam cincin dimensi?" tawaran Cao Tian Jun kepada Tim Phoenix.
Melihat lorong yang berukuran kecil, jelas semua wanita enggan untuk memasukinya, apalagi lorong itu sangat panjang serta kotor. Semua wanita sepakat untuk tinggal di dalam cincin dimensi. Cao Tian Jun yang segera memasukkan mereka.
Setelah itu, dia berubah menjadi udara dan memasuki lorong itu. Dengan menjadi udara, ia dengan mudah dan sangat cepat saat menyusuri lorong. Namun, semakin masuk ke dalam, lorong semakin kecil, dan jelas tidak mungkin siapapun yang bisa melewatinya, kecuali binatang berukuran kecil seperti tikus.
Setelah beberapa waktu menyusuri lorong, dia melihat lorong menjadi bercabang dua, lorong kanan mengarah ke atas, dan lorong berikutnya mengarah ke bawah. Cao Tian Jun menduga jalan keluar ke permukaan tanah adalah lorong kanan.
Karena penasaran dengan lorong yang kiri akan membawanya ke mana, dia memutuskan untuk masuk ke lorong kiri. Ketika menyusuri lorong yang kiri, ukurannya semakin sempit, dan hanya bisa dilewati oleh seekor semut. Hal ini semakin membuatnya penasaran akan berakhir di mana ujung lorong ini.
Lorong kecil ini menjorok ke bawah, lebih jauh ke dalam daripada awal ketika masuk. Suhu lorong juga semakin panas dikarenakan berada di bawah gunung. Setelah sekian lama mengikuti lorong seukuran semut, Cao Tian Jun akhirnya melihat cahaya.
Saat berada di ujung lorong, dia tercengang karena melihat ada ruang bawah tanah yang menyimpan banyak harta. Harta itu tertata rapi, emas batangan tersusun rapi, banyak lemari kayu yang digunakan untuk menyimpan kotak, dan kotak kayu itu berisi tanaman langka yang sudah dikeringkan.
Banyak juga senjata berbagai jenis, dari tingkat Armament Grade Beast hingga Artefak Bintang 5. Dia juga melihat banyak Inti Binatang yang tersimpan di dalam peti harta.
Satu hal yang menarik perhatian Cao Tian Jun, yang mana ia melihat ruangan yang mengeluarkan hawa dingin. Ruangan itu berpintu besi berbentuk bulat, di tengah pintu itu terdapat roda untuk membukanya.
Di atas pintu ruang es itu terdapat sebuah lambang, berbentuk cakar besi yang memiliki tiga jari.
"Tangan Setan!" gumam Cao Tian Jun saat membaca tulisan di bawah lambang itu.
Xia Junsu, Pelindung Yin Xiu, Matriark Yin An dan para tetua Sekte Yin terkejut membaca lambang Kuil Tangan Setan. Mereka buru-buru meminta Cao Tian Jun untuk segera meninggalkan ruangan penyimpanan harta milik Kuil Tangan Setan.
Sayangnya, Cao Tian Jun yang mengindahkan peringatan mereka yang berada di dalam cincin dimensinya. Dia segera keluar dari lorong dan mengambil semua harta milik Kuil Tangan Setan. Harta itu telah dikumpulkan oleh pemimpin Kuil Tangan Setan dari generasi ke generasi berikutnya.
__ADS_1
Cao Tian Jun memasukkan semua harta itu ke dalam cincin dimensinya. Semua wanita yang mengenal nama Kuil Tangan Setan, awalnya takut kini berubah menjadi senang karena harta ini sangatlah banyak, harta yang bisa untuk membeli seluruh wilayah di Continent Twins Moon.
Setelah beberapa jam menjarah harta milik Kuil Tangan Setan, dia akhirnya selesai juga. Ruangan yang awalnya penuh dengan harta sejenis apapun, kini telah kosong dan menyisakan lemari kayu dan pintu besi.
Karena penasaran dengan apa yang ada di dalam pintu besi, Cao Tian Jun memegang roda dan memutarnya searah jarum jam. Ketika pintu besi itu terbuka, menyeruak hawa dingin dari dalamnya.
Ketika Cao Tian Jun membuka pintu besi itu, dia melihat dua orang yang duduk bersila dengan memejamkan mata, duduk di atas tugu setinggi 2 meter. Di tengah kedua orang itu terdapat tabung setingkat 3 meter yang berisi cairan berwarna kebiruan.
Di dalam tabung itu terdapat seseorang wanita yang sangat-sangat cantik, rambut panjang tergerai dan berwarna hitam, tinggi badan mencapai 175 cm, dagu runcing, tubuh proporsional, usianya 17 tahun. Intinya, wanita itu sangat cantik melebihi siapapun yang pernah dilihatnya. Bahkan Ratu Ular Surgawi jauh kalah cantik.
Wanita cantik itu telanjang bulat, tampak tertidur. Karena terpesona dengan kecantikan wanita di dalam tabung cairan itu, Cao Tian Jun belum menyadari jika kedua orang itu terbangun dan melihatnya, mampu melihat wujudnya yang menjadi udara.
Mereka adalah pelindung Kuil Tangan Setan yang selalu menjaga ruang harta, terutama menjaga wanita cantik itu. Nama julukannya adalah Tangan Surga untuk pria tua di sebelah kanan, dan pria tua di sebelah kiri adalah si Tangan Neraka. Sedangkan untuk kekuatannya, tidak perlu diragukan lagi, mereka berdua yang ditakuti oleh Ratu Ular Surgawi.
"Pencuri?!" bentakan kedua orang itu secara spontan saat melihat ruang harta telah kosong.
Cao Tian Jun langsung tersadar dan segera kabur dengan menggunakan skill teleportasi ketika kedua orang tua itu menyerangnya.
Boom boom...
Semua orang yang berada di depan Jembatan Batu Melayang sampai kaget karena mendengar suara ledakan keras dari bawah gunung, suaranya seperti letupan gunung berapi yang akan meletus.
Mereka segera melihat ke arah Hidden Palace yang berada di puncak gunung, namun istana itu baik-baik saja walaupun tanah berguncang hebat. Mereka segera memutuskan untuk segera berganti melewati Jembatan Batu Melayang, sebab terdapat retakan di bawah puncak gunung.
Sedangkan Cao Tian Jun, ia muncul di tempat lorong yang bercabang. Detak jantungnya berdebar-debar karena hampir saja terbunuh jika terlambat kabur. Dia dengan panik segera melesat ke arah lorong kanan yang menuju ke atas, dia melupakan kecantikan wanita itu yang hampir membuatnya terbunuh...
...****************...
Tangan Surga dan Tangan Neraka yang murka karena gagal membunuh Cao Tian Jun segera keluar dari ruangannya. Namun, mereka terhenti ketika melihat wanita di dalam tabung cairan membuka matanya.
"Dewi Alam Semesta!" sapaan kedua pria tua itu sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.
Tiba-tiba tabung cairan itu hancur berkeping-keping, dan cairan itu mengenai kedua Pelindung Kuil Tangan Setan. Wanita cantik itu keluar dari tabung cairan yang telah hancur, tubuhnya mengeluarkan serat-serat petir yang menutupi tubuh telanjangnya.
__ADS_1
Kedua kakinya tidak menempel di lantai, jalan melayang mendekati kedua Pelindung Kuil Tangan Setan. Setelah berada di depan kedua pelindung itu, kedua ujung jari telunjuknya mengarah ke kepala mereka.
Keluar sinar dari ujung jarinya yang mengenai kepala Pelindung Kuil Tangan Setan. Tubuh mereka mengigil saat terkena sinar. Mereka pikir akan dibunuh oleh Dewi Alam Semesta, namun nyatanya tidak, fisik mereka yang tua dengan cepat berubah menjadi muda.
"Cari Hati Dunia di Planet Bumi! Untuk pria muda itu, aku ingin bermain-main dengannya!" perintah Dewi Alam Semesta.
"Laksanakan, Dewi Alam Semesta!" jawab Pelindung Kuil Tangan Setan yang segera menghilang dari hadapan Dewi Alam Semesta.
Dewi Alam Semesta tersenyum saat mengingat perbuatan Cao Tian Jun yang menjarah harta milik Kuil Tangan Setan, walaupun dia memejamkan mata, dia tahu apa yang terjadi di luar.
Dewi Alam Semesta nama lainnya adalah Dewa Alam Semesta, dia terlahir kembali karena Cao Tian Jun mengembalikan waktu yang berpengaruh terhadap seluruh Alam Jagat Raya.
"Terima kasih telah membuatku terlahir kembali! Setelah kekuatanku pulih sepenuhnya, Tahta Trimurti akan menjadi milikku. Saat ini, aku akan bermain-main dengan calon pilihan kalian!" gumam Dewi Alam Semesta yang membicarakan Dewa Tertinggi dan Cao Tian Jun.
Kemudian, dia melihat dua tugu yang dijadikan tempat berkultivasi bagi Pelindung Kuil Tangan Setan. Dengan kedipan mata, dua tugu itu mengeluarkan cahaya yang menyelimuti tubuh. Dalam sekejap mata, Dewi Alam Semesta menghilang...
...****************...
Cao Tian Jun akhirnya keluar dari lorong sempit. Dia segera membaringkan tubuh di tanah karena hampir saja terbunuh, dia melihat langit yang berubah menjadi mendung.
Anehnya, mendung bukan karena awan hitam yang akan hujan, melainkan kabut hitam yang sangat pekat, menutupi seluruh wilayah Mystical Beast Mountain.
"Apa ini ulah The King Of Dark Matter?" gumam Cao Tian Jun yang merasa keheranan, sebab kabut hitam itu bukan seperti yang pernah dilihat maupun dirasakan.
Sebelumnya, kabut hitam bisa diserapnya, namun kali ini kabut hitam itu tidak bisa diserapnya. Setelah itu, dia melihat kabut hitam itu membentuk gumpalan awan, tampak seperti awan hitam pada umumnya.
Melihat perubahan itu, membuat Cao Tian Jun salah menerka. Dia mengabaikannya fenomena aneh ini dengan melihat ke arah Jembatan Batu Melayang yang berada di bawahnya.
Beberapa orang sedang berusaha untuk melewati Jembatan Batu Melayang. Sebelum mereka berhasil melewati jembatan, Cao Tian Jun segera berdiri.
Namun, saat akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia merasakan tubuhnya menjadi sangat berat, seperti tertekan medan gravitasi. Karena tekanan gravitasi, wujudnya menjadi udara bisa terlihat oleh siapapun.
Beberapa orang yang sedang berada di ujung Jembatan Batu Melayang melihatnya. Mereka segera berteriak kepada semua orang sambil menunjuk ke arah atas.
__ADS_1
Cao Tian Jun dengan susah payah melangkahkan kakinya, langkah kakinya seperti seorang bayi yang baru berjalan. Setiap kali kaki melangkah ke tanah, tanah itu sampai tercetak kakinya, bukti bahwa medan gravitasi di sekitar puncak gunung sangat kuat.
Apa yang dialami oleh Cao Tian Jun adalah ujian setelah berhasil melewati Jembatan Batu Melayang, yaitu mampu melawan tekanan gravitasi bumi. Dua ujian ini bertujuan agar tidak banyak orang yang berhasil masuk ke dalam Hidden Palace.