8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Jati Diri Nuwa Kecil.


__ADS_3

Bab 51. Jati Diri Nuwa Kecil.


Cao Tian Jun dan Tim Phoenix kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Gunung Ibu Jari. Sedangkan Nuwa Kecil lebih nyaman berada di dalam Cincin Dimensi, ia hanya memantau kakak-kakaknya melalui Cermin Sihir.


Ketika keluar dari dalam gua, Cao Tian Jun dan semua wanitanya melihat di luar telah porak-poranda, dan melihat banyak jejak binatang mistik.


Sebelum semua orang bertanya-tanya, Fang Yin terlebih dahulu berbicara, "sepertinya para binatang mistik mengetahui jika kamu yang telah mengambil Buah Suci Leaping Toadstool! Dengan kondisi seperti ini, akan menyulitkan kita untuk mendapatkan bunga Aconite dan tanaman Gillyweed."


Cao Tian Jun segera merenung sejenak. Sedangkan semua wanita terlihat cemas jika Cao Tian Jun menjadi buruan binatang mistik.


"Kita harus berpisah jika begini. Aku akan mengalihkan perhatian mereka, sedangkan kalian segera untuk mendapatkan bunga Aconite dan tanaman Gillyweed!" rencana Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun tidak khawatir jika Tim Phoenix mengalami ancaman dari mana pun, sebab Cincin Ikatan Hati akan selalu melindungi mereka. Karena itu, memisahkan diri akan mempermudah pergerakan Tim Phoenix untuk menyelesaikan tujuannya.


"Ini mungkin rencana terbaik. Kita juga memiliki kristal bantuan. Jika kamu dalam keadaan tersudut, jangan lupa untuk segera pecah kristalnya!" pesan Fang Yin yang mendukung rencana.


"Tentu. Dengan kita memiliki dua benda penyelamatan, kita bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuan. Baiklah, aku akan alihkan perhatian binatang mistik, dan kalian sudah tahu apa yang harus dikerjakan. Setelah kalian berhasil mengumpulkan dua jenis tanaman itu, langsung saja kembali ke akademi," kata Cao Tian Jun.


"Beri kami waktu dua hari paling cepat mengumpulkan semua jenis tanaman. Setelah itu, berhasil atau tidaknya kita, kamu harus kembali juga!" Xue Yue ikut berbicara.


Chu Sying segera memeluk tubuh Cao Tian Jun, ia enggan berpisah. Cao Tian Jun membalas pelukannya, dan memberikan ciuman pada keningnya.


Lalu, Cao Tian Jun memeluk semua wanitanya dan juga memberikan ciuman di kening. Mereka akhirnya berpisah, Cao Tian bertugas mengalihkan perhatian binatang mistik, sedangkan Tim Phoenix melakukan tugasnya.


Namun yang tidak diketahui oleh Cao Tian Jun, Fang Yin memerintahkan dua pengawalnya untuk melindungi kekasihnya. Oleh karena itu, Fang Yin tidak khawatir jika Cao Tian Jun akan mengalami kendala.


Cao Tian Jun bergerak ke arah selatan sambil mengeluarkan auranya agar diketahui dua raja Pengunungan Lima Jari yang sedang mencarinya. Segera Tim Phoenix yang dipimpin oleh Fang Yin bergerak menuju ke Gunung Ibu Jari.


Aura milik Cao Tian Jun dengan jelas dirasakan oleh burung Gagak Mata Biru dan Anjing Ekor Api. Mereka segera mengejar sumber aura buruannya. Tidak hanya dua jenis binatang itu saja yang mengetahuinya, banyak Kera dan burung Elang Emas yang ikut segera mengejar Cao Tian Jun.


"Kepung itu pencuri!" perintah Raja Kera dengan suara yang keras.


Pegunungan Lima Jari menjadi kacau balau karena banyak binatang Kera yang melompat ke batang pohon, sedangkan angin kencang ketika burung Elang Emas melintas. Binatang mistik yang terusik pun ikut-ikutan untuk mengejar manusia si pembuat kekacauan.


Disaat Cao Tian Jun yang berusaha melepaskan diri dari kejaran banyaknya binatang mistik, Nuwa Kecil sedang berada di dalam kamar pribadinya, tubuhnya menggigil hebat. Secara perlahan tubuhnya yang kecil itu berubah menjadi seorang wanita cantik, yang tidak lain adalah Yan Yan.

__ADS_1


"Sial! Karena keinginanku untuk makan, berakhir seperti ini!" umpatan Yan Yan yang menyesal tidak mampu menahan keinginan untuk mengisi perutnya.


Waktu itu, ketika Cao Tian Jun dan Tim Phoenix beristirahat di dalam gua, Yan Yan diam-diam keluar dari gua untuk mencari makanan, ia gemar memakan korban pembunuh maupun binatang jenis apapun.


Sialnya, saat berubah menjadi sosok Ular Langit Tujuh Warna, dia melupakan kehadiran Fang Yin yang sudah lama mencari keberadaannya, padahal dia melihat sendiri ketika Fang Yin menyimpan kulit ular yang tidak lain miliknya.


Yan Yan juga yang memberitahukan kepada Cao Tian Jun tempat persembunyiannya selama ini, yaitu gua. Gua tempat dia selalu bersembunyi dari pihak jahat.


Yan Yan awalnya tidak mengetahui jika Fang Yin adalah seorang penyihir, dia pikir hanya murid biasa yang menyukai Cao Tian Jun.


"Sihir Yin Yang ini sangat mengerikan. Seandainya wanita itu tidak dibantu oleh orang lain, dia dengan mudah aku kalahkan! Untung saja tuanku memberikan Crescent Moon untuk melindungiku!" batin Yan Yan yang menaruh dendam kepada Fang Yin dan pengawalnya.


Setelah membatin, ia duduk bersila untuk menghilangkan sihir Yin Yang, sihir yang masih menempel di tubuhnya. Sayangnya, setelah beberapa waktu, sihir yang dikeluarkan oleh Fang Guotin tidak mampu dihilangkannya.


Kembali tubuh Yan Yan menggigil hebat, secara perlahan tubuhnya kembali menjadi sosok gadis kecil, yaitu sebagai Nuwa Kecil. Nuwa Kecil meneteskan air mata karena gagal menjadi manusia.


"Jika seperti ini terus-menerus, Pria busuk itu akan menemukanku dengan mudah!" gumamnya sambil mengusap air matanya.


Nuwa Kecil atau Yan Yan, ia sedang berpikir keras bagaimana caranya bisa menghilangkan sihir Yin Yang dengan cepat. Pria busuk yang dikatakan oleh Nuwa Kecil adalah Raja Kelelawar.


"Wujudku saat ini mungkin tidak diketahui oleh Fang Yin dan pengawalnya, tapi jika aku keseringan berkeliaran di luar ... Hah! Di sini saja aku akan tinggal, tempat ini juga tidak buruk sampai sihir ini menghilang lambat laun," ucap Nuwa Kecil sambil melihat Cermin Sihir di dalam kamarnya, ia memilih untuk tinggal di dalam Cincin Dimensi agar tidak diketahui oleh Raja Kelelawar.


Memang Yan Yan terkena sihir pada malam itu sehingga merubah wujudnya menjadi seorang gadis kecil karena Crescent Moon yang melindunginya. Jikalau tidak memiliki Crescent Moon, sudah dipastikan ia akan dijinakkan oleh Fang Yin, nasib buruk yang tidak ingin dialaminya.


Dengan kata lain, Yan Yan adalah Ular Langit Tujuh Warna, dia bisa berubah wujud menjadi Nuwa Kecil karena memiliki dua garis darah, garis darah manusia dan ular. Dan, Crescent Moon adalah pemberian dari Dewi Kasih agar mampu mengendalikan kekuatannya yang selalu membuat petaka bagi kehidupan.


Nuwa Kecil terlihat serius ketika Cao Tian Jun dikepung oleh binatang mistik Pegunungan Lima Jari, namun ia tidak khawatir karena tahu Cao Tian Jun mampu berteleportasi.


Akan tetapi, yang membuat Nuwa Kecil menjadi cemas, dia melihat Cao Tian Jun tidak segera menggunakan skillnya, malahan melawan langsung para binatang Kera.


Setiap kali Cao Tian Jun mengalahkan binatang mistik, dia segera menyimpannya ke dalam Cincin Dimensi. Nuwa Kecil segera keluar dari kamarnya untuk melihat ke mana binatang mistik yang dikalahkan.


Setelah keluar dari Mansion, dia melihat binatang mistik berkumpul di satu tempat yang berbentuk seperti kurungan, kurungan yang terbuat dari dinding energi. Jarak antara Mansion dan kurungan sejauh 750 meter.


"Sejak kapan ada Formasi Perlindungan di sini!" Nuwa Kecil bermonolog sambil melihat binatang mistik yang terpenjara di dalam Formasi Perlindungan. Sebelumnya, ia tidak melihat ada Formasi Perlindungan ditempat ini.

__ADS_1


Mengingat tentang Cao Tian Jun, Nuwa Kecil terlihat menjadi sedih karena tidak bisa menepati janjinya untuk selalu mendampingi. Dia juga mengingatkan janji pribadinya ketika usianya 17 tahun.


"Tahu begini, kenapa waktu itu aku harus berbohong jika usiaku baru 15 tahun!" sesal Nuwa Kecil dengan suara kecil.


Sebenarnya Nuwa Kecil telah mencapai usia ribuan tahun, dia bisa hidup abadi dikarenakan kemampuannya yang selalu berganti kulit setiap 100 tahun sekali.


"Aku perkirakan 2 atau 3 tahun lagi sihir Yin Yang akan menghilang. Ketika itu tiba, aku tidak mau berbohong lagi, dan akan memberikan apapun yang diinginkan oleh kekasihku!" batin Nuwa Kecil sambil berjalan ke arah Mansion.


Sihir Yin Yang memang akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Nuwa Kecil.


Saat ini Cao Tian Jun terus bertarung dengan binatang mistik yang menyerangnya, dia tidak membunuh mereka dikarenakan memiliki harga jual tinggi. Dengan kekuatannya saat ini, dia mampu mengalahkan binatang mistik.


Namun, ketika Raja Kera dan Raja Gale ikut menyerangnya, dia segera menggunakan Langkah Bayangan Merpati untuk kabur, dan juga berubah wujud menjadi angin ketika jaraknya sangat jauh dari dua raja tersebut.


Hal itu terusan diulangi lagi oleh Cao Tian Jun, dia juga selalu memilih binatang mistik yang memiliki kekuatan rendah untuk dikalahkan, dan selalu menyimpannya di dalam Cincin Dimensi untuk dijual.


Raja Kera dan Raja Gale makin besar amarahnya karena sulitnya untuk menangkap si pencuri. Mereka berdua berkeyakinan jika si pencuri masih membawa Buah Suci Leaping Toadstool.


Dua pengawal yang selalu melindungi Cao Tian Jun dari bayang-bayang, menunda pergerakan Raja Kera dengan menggunakan sihir, mereka juga selalu berkomunikasi dengan Fang Guotin dan Fang Yin.


Di tempat lain, Fang Yin dan timnya telah mendapatkan bunga Aconite dalam jumlah besar. Setiap kali memanennya, mereka selalu menyelimuti tubuhnya dengan energi spiritual agar tidak terkena racun bunga Aconite.


Saat ini mereka telah keluar dari Gunung Ibu Jari untuk menemukan tanaman Gillyweed. Fang Yin langsung menuju ke suatu tempat tanpa khawatir salah arah karena bantuan dari Fang Guotin.


Ketika hari menjelang malam, Cao Tian Jun segera bersembunyi di dalam Cincin Dimensi, dia tertawa puas telah berhasil menangkap banyak binatang mistik.


Nuwa Kecil yang tahu Cao Tian Jun telah kembali sangat kegirangan, dia memeluknya erat dan tidak ingin lepas. Cao Tian Jun yang merasakan lelah seketika menghilang dikarenakan kehadiran Nuwa Kecil.


"Kakak hebat!" pujian Nuwa Kecil yang tidak mau turun dari gendongan Cao Tian Jun.


"Jika Kakakmu ini tidak hebat, bagaimana bisa melindungi Adikku yang menggemaskan ini," kata Cao Tian Jun sambil berjalan ke tempat kurungan binatang mistik.


Setelah tiba, Cao Tian Jun berkata kepada Nuwa Kecil, "Kakak mau buat daging panggang tumis untukmu. Ayo, kita olah binatang itu!"


Nuwa Kecil tertawa senang dan segera turun dari gendongannya, dia melihat binatang mistik jenis Rusa Gunung. Segera Cao Tian Jun mengambil Rusa Gunung yang masih tergeletak pingsan.

__ADS_1


__ADS_2