
Bab 63. Dermaga Bai Ma, Yuan Zhen.
Di pagi harinya, Cao Tian Jun telah berada di Dermaga Bai Ma. Dermaga Bai Ma dikelola oleh Kerajaan Sembilan Surga, lokasinya berbatasan dengan Lembah Naga Hitam. Untuk mencapai Gunung Kapur, harus melalui Dermaga Bai Ma terlebih dahulu dengan menggunakan kapal angkut yang akan melintasi Black Vortex Sea.
Jarak antara Dermaga Bai Ma dan Gunung Kapur sangatlah jauh, membutuhkan waktu satu setengah hari saat melintasi Black Vortex Sea. Jika ditempuh dengan terbang, maka akan menguras banyak energi spiritual, dan itu belum lagi menghadapi bahaya dari Empat Raja Laut.
Dengan menggunakan kapal angkut yang dilengkapi dengan persenjataan, maka resikonya bisa diminimalisir. Selain itu, biasanya setiap penjaga kapal dan penumpang bisa bekerja sama dalam menghadapi setiap bahaya.
Walaupun menggunakan kapal angkut yang memakan banyak waktu, setidaknya lebih baik dari pada terbang sendirian.
Cao Tian Jun melihat banyak armada kapal angkasa milik Kekaisaran Xia dan Kerajaan Sembilan Surga, mereka tampak akan segera melaut menuju ke Kerajaan Bintang Laut.
Di Dermaga Bai Ma, banyak tentara kekaisaran yang berjalan mondar-mandir, mereka sangat sibuk dengan berbagai hal. Kedatangan tentara kekaisaran menarik perhatian banyak penduduk yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
Banyak anak-anak mengelu-elukan para prajurit kekaisaran yang sedang melintas, baju perangnya berkilauan, serta senjata tombak menambah kegarangan mereka.
Para prajurit dari Kerajaan Sembilan Surga juga tidak kalah, mereka memperlengkap diri dengan peralatan perang. Selain dua kekuatan itu, ada puluhan murid dari Sekolah Surga Kesembilan yang berpartisipasi. Mereka bersama beberapa Guru Senior sebagai pelindung.
Cao Tian Jun melihat toko pakaian, dia segera masuk dan membeli beberapa set pakaian yang memiliki penutup kepala. Dia segera mengganti seragam sekolah yang tertutupi pakaian pemberian Guru Senior Dong Jian, tujuannya agar tidak diketahui oleh rival Akademi Merpati Putih.
"Di mana saya bisa mendapatkan tiket untuk naik kapal angkut?" tanya Cao Tian Jun kepada pelayan toko sambil membayar semua pakaian yang dibeli.
"Di sini juga bisa, Tuan Muda. Ke mana tujuan Anda?" jawab pelayan toko wanita.
Dia selalu memperhatikan wajah tampan Cao Tian Jun yang tidak pernah dilihatnya di Dermaga Bai Ma, ia menduga jika Cao Tian Jun adalah pendatang baru, dan kemungkinan berasal dari ibukota Kekaisaran Xia.
"Kerajaan Bintang Laut. Aku beli satu tiket, berapa harganya?"
"2.000 koin emas untuk sekali jalan!" jawab si pelayan toko dengan segera.
Cao Tian Jun yang kini menjadi kaya, harga segitu baginya sangat murah. Tanpa banyak bertanya, dia mengeluarkan koin emas dan memberikan kepada si pelayan toko.
"Aku juga pesan satu tiket!"
Terdengar suara seseorang yang baru masuk ke dalam toko pakaian, suaranya terdengar disamarkan. Cao Tian Jun membalikkan badan dan melihat seorang yang wajah dan tubuhnya tertutup jubah hitam, bahkan tidak sedikit memperlihatkan kulit tangannya.
"Maaf, Tuan. Tiket telah habis. Tuan Muda ini yang terakhir membelinya!" jawab si pelayan toko dengan nada menyesal.
Dikarenakan banyak orang yang datang ke Dermaga Bai Ma, tiket kapal angkut terjual dengan cepat. Seandainya jika tidak adanya kekacauan di Kerajaan Bintang Laut, kapal angkut jarang sekali melaut, apalagi membawa penumpang.
"Ya sudah, aku beli tiketnya dua kali lipat dari harga normal!" pinta orang tersebut yang tampak terburu-buru.
Cao Tian Jun langsung mengambil tiketnya yang diletakkan di meja kasir, dia tidak mau pendatang ini merebutnya, dan langsung menyimpan tiket kapal angkut.
__ADS_1
Dari balik penutup wajah, orang tersebut terlihat tidak senang dengan tindakan Cao Tian Jun, dia harus mendapatkan tiket kapal angkut berapapun biayanya.
"Aku beli tiketmu 6.000 koin emas. Tolong, jual kepadaku karena keluargaku ada di Kerajaan Bintang Laut!" permintaan orang tersebut kepada Cao Tian Jun dengan memohon.
Cao Tian Jun memikirkan permintaan orang yang tidak dikenal, dia sebenarnya bisa saja berteleportasi untuk bisa mencapai Perguruan Mata Dewa. Masalahnya, dia tidak tahu titik koordinat tempat tersebut.
"Apakah kamu tahu seberapa jauh jarak antara Gunung Kapur dan Dermaga Bai Ma?" tanya Cao Tian Jun sebelum menyanggupi keinginan orang di depan matanya.
Orang tersebut merasakan pertanyaan Cao Tian Jun yang seolah-olah menyindirnya, dia tahu jaraknya sangat jauh, dan sulit jika harus melakukan perjalanan dengan terbang.
"Aku beli 7.000 koin emas. Ini harga sudah diluar nalar! Jika kamu tidak mau menjualnya, terpaksa aku akan merebutnya!" ucap orang itu yang disertai dengan ancaman.
Cao Tian Jun yang bertanya dengan niat baik, menjadi kesal karena disalahartikan sebagai sindiran, dia segera berjalan keluar mengabaikan orang yang aneh.
"Hei, kamu, berhenti!!" cegah orang tersebut yang sangat marah.
Ternyata, orang itu adalah wanita yang sengaja menyamar. Cao Tian Jun segera berhenti karena penasaran siapa wanita yang menutupi wajah ini. Dia membalikkan badan dan mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat wujud aslinya.
Dengan Mata Surgawi, dia melihat wajah asli orang tersebut; wajahnya sangat cantik dan setara dengan Chu Sying yang lincah dan menggemaskan. Tinggi badan mencapai 169 cm, dengan kulit putih sehalus sutra. Mata sipit dengan alis panjang dan tebal, bibir kecil berwarna merah muda. Rambutnya panjang sepinggang dengan ikatan tunggal, dada berukuran 34B, pinggul besar dan tubuh yang padat berisi.
Wanita itu langsung menyerang Cao Tian Jun yang seakan-akan sedang memeriksa sekujur tubuhnya, suatu hal yang dianggap tidak sopan. Cao Tian Jun dengan mudah menghindari serangan wanita itu dengan menggeser tubuhnya ke kiri.
Karena pukulannya tidak mengenai sasaran, wanita itu mengangkat kaki kanannya dengan tujuan ke arah perut Cao Tian Jun. Sekali lagi, Cao Tian Jun mampu menghindari serangannya.
Cao Tian Jun segera mundur, dan si wanita itu juga berhenti sambil melihat pemilik toko yang sudah sangat tua.
"Maaf, Tuan Putri. Memang tiket tersisa satu yang sudah dibeli oleh Tuan Muda ini!" terang pemilik toko agar si wanita itu memahami situasinya.
Sebutan dari pemilik toko untuk wanita itu, Cao Tian Jun menebak jika orang yang menjengkelkannya ini adalah seorang putri bangsawan. Tetapi, mengetahui prilakunya yang tidak mencontohkan sikap sebagai seorang bangsawan, makin membuatnya kesal.
Ya, wanita itu adalah putri bungsu dari Raja Yuan, ia bersekolah dipusat Akademi Merpati Putih yang berada di Kekaisaran Xia. Namanya adalah Yuan Zhen, murid inti pusat Akademi Merpati Putih.
Saat mendengar berita jika Kerajaan Bintang Laut dalam peperangan, ia segera kembali tanpa seizin dari pemimpin akademi, sebab sangat khawatir dengan keselamatan keluarganya.
"Ya sudah, kamu ambil tiketnya, nanti aku beli dengan harga tinggi!" perintah Yuan Zhen sambil menunjuk Cao Tian Jun.
Pemilik toko tersenyum masam dengan permintaan Yuan Zhen, dia tidak mungkin meminta sesuatu yang sudah dibeli. Sebelum Yuan Zhen kembali marah, dia berbicara, "jika Tuan Putri mau mengikuti saran hamba, sebenarnya ada satu solusi agar bisa naik ke kapal angkut hari ini. Apakah Tuan Putri mau mengikuti saran hamba?"
Pemilik toko bertanya terlebih dahulu, sebab dia tidak ingin membuat Yuan Zhen marah setelah tahu sarannya.
"Solusi apa itu? Yang penting aku bisa berangkat hari ini?" tanya Yuan Zhen sambil menghalangi pintu keluar agar Cao Tian Jun tidak kabur.
"Begini... Tapi... Hamba mohon, Tuan Putri tidak marah setelah tahu solusi ini!" pinta pemilik toko yang ingin memastikan dirinya tidak terkena amarah.
__ADS_1
"Ya sudah, cepat katakan!" jawab Yuan Zhen yang kesal dan tidak sabaran.
"Begini, kan tiket hanya tersisa satu dan juga sudah dibeli. Saran hamba, lebih baik Tuan Putri dan Tuan Muda berpura-pura menjadi sepasang kekasih agar satu tiket bisa digunakan untuk dua orang!" saran pemilik toko dengan tujuan baik.
"Tidak...?!"
Serempak Cao Tian Jun dan Yuan Zhen menolak saran pemilik toko, sebab mereka berdua sudah menyimpan rasa benci. Tubuh pemilik toko menggigil ketakutan karena bentakan mereka berdua.
Cao Tian Jun langsung berniat untuk keluar dari toko pakaian, namun dihalangi oleh Yuan Zhen sambil mengulurkan tangan kirinya agar memberikan tiket kapal laut.
"Tuan Putri, hanya itu satu-satunya cara agar bisa naik kapal angkut. Jika Tuan Putri mau menunggu, ada tiket lagi setelah dua atau tiga hari lagi!" pemilik toko segera kembali memberikan saran, dia tidak ingin dua orang ini menghancurkan tokonya.
Dada Yuan Zhen naik turun menahan amarahnya, ia menatap tajam ke arah wajah Cao Tian Jun yang tidak terlihat karena tertutup penutup kepala.
Yuan Zhen menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan emosinya, lalu dia berbicara kepada Cao Tian Jun dengan nada lembut, "daripada kita bertengkar dengan tidak jelas, lebih baik sarannya kita gunakan!"
Cao Tian Jun mengangkat alis kirinya, dia keheranan mengetahui sifat wanita bisa dengan cepat berubah, tadi begitu emosional dan kini berubah menjadi lembut.
Cao Tian Jun melihat pemilik toko dan si pelayan yang berada di belakang, dia mengangguk sebagai bentuk jawaban atas sarannya.
"Maaf, bisakah saya pinjam tiketnya untuk diubah!" pinta si pelayan yang tahu tugasnya.
Cao Tian Jun mengeluarkan tiketnya dan memberikan kepada si pelayan. Si pelayan dengan segera menerima tiket tersebut, dengan cepat dia menulis sesuatu di tiket kapal angkut. Tertulis di tiket jika Cao Tian Jun dan Yuan Zhen adalah pasangan suami-istri.
Si pelayan menyerahkan tiket tersebut kepada Cao Tian. Namun, Yuan Zhen lebih cepat mengambil tiket kapal angkut.
"Eh! Itukan tiketku!" kekesalan Cao Tian Jun kepada Yuan Zhen yang sangat tidak sopan.
"Pokoknya kamu mengikutiku. Titik!" ucap Yuan Zhen dengan nada ketus, lalu dia mengeluarkan 1.000 koin emas dan memberikan kepada Cao Tian Jun.
Dengan polosnya, Cao Tian Jun menerima koin emas yang terbungkus kantong kain merah motif bunga. Lalu dia menimbang berat untuk menghitung. Saat tahu jika tidak sesuai dengan perkataan Yuan Zhen, Cao Tian Jun segera mengejar wanita yang menjengkelkannya.
"Wanita jelek, kamu pembohong!!" teriakan Cao Tian Jun kepada Yuan Zhen.
Pemilik toko dan pelayan melihat kepergian dua orang pembuatan onar itu, di mana mereka kembali bertengkar mulut gara-gara koin emas tidak sesuai perkataan Yuan Zhen yang akan membeli tiket seharga 7.000.
Pemilik toko berkata, "ada-ada saja ulahnya, dan kebetulan bertemu dengan orang yang tepat!"
Pemilik toko sangat mengenali Yuan Zhen yang memiliki karakter semuanya sendiri, dia juga kenal dengan keluarga Kerajaan Bintang Laut. Tokonya sering disinggahi oleh keluarga kerajaan dan bangsawan.
"Tuan muda itu sangat tampan dan Putri Yuan Zhen juga cantik. Pasangan yang serasi!" sahut si pelayan yang terlihat iri.
Cao Tian Jun terus meminta Yuan Zhen yang harus membayar kekurangan koin emas sebesar 6.000, tetapi Yuan Zhen berdalih karena mereka kini adalah pasangan suami-istri sementara. Jadi, tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih.
__ADS_1