
Bab 87. Peringkat Api.
Tian Sun tiba-tiba berhenti berjalan saat teringat dengan wajah yang familiar, lalu dia membalikkan badan untuk melihat Cao Tian Jun. Setelah melihatnya, dia terkejut jika pria muda ini adalah pemuda yang dilihatnya sewaktu di Desa Bunga, pria muda yang seharusnya berada di Akademi Merpati Putih.
"Mungkin saja hanya kebetulan mirip dengannya! Tapi... kenapa naluriku mengatakan dia adalah pria muda yang pernah di Desa Bunga?" batin The King Dark Matter.
Lalu dia memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan mata-matanya yang tinggal di akademi. Setelah berkomunikasi, ternyata Cao Tian Jun masih berada di akademi dan belum selesai berkultivasi.
"Berarti pria ini memang mirip dengannya. Dan tidak mungkin dalam waktu sesingkat ini mampu meningkatkan kekuatan secepat ini! Aku akan cara tahu siapa pemuda ini!" gumamnya yang lebih mempercayai Infomasi dari mata-mata dari pada nalurinya sendiri.
Terakhir melihat Cao Tian Jun sewaktu di Desa Bunga, dia mengetahui adanya perbedaan kekuatan dengan pemuda yang bersama dengan Panglima Perang, pria ini jauh lebih kuat.
Setelah memastikan bahwa pemuda ini bukanlah Cao Tian Jun, Tian Sun membalikkan badan, dan memerintahkan Ratu Laba-laba untuk menutup pintu tambang.
Ratu Laba-laba mematuhi perintah, lalu memerintahkan anak buahnya untuk menutupi jalur tambang. Ribuan laba-laba seukuran manusia menyemburkan jaring, lalu menyemburkan cairan lengket di setiap dinding lorong agar siapapun yang masuk terjebak.
Ratu Laba-laba berwajah manusia dengan kulit berwarna ungu, bagian kepala hingga perutnya seperti tubuh manusia, dan di bawah perut seperti layaknya laba-laba yang berbentuk bulat oval berukuran besar, ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari anak buahnya.
Matanya sipit berwarna merah, di belakang punggung terdapat enam lengan dengan ujung setajam pedang, di bahunya terdapat sepasang tanduk yang fungsinya sebagai senjata rahasia.
Setelah memberikan perintah, Tian Sun bergegas masuk lebih dalam ke galian tambang untuk merencanakan sesuatu. Lorong tambang sangat dalam dan juga bercabang-cabang. Saat berada di ujung lorong galian tambang emas, dia melihat tubuh para pekerja tambang telah terbungkus jaring laba-laba dan membentuk kepompong.
Sedangkan Cao Tian Jun dan Panglima Perang, belum mengetahui jika The King Of Dark Matter telah menantikan mereka. Mereka berdua sesegera mungkin mengalahkan semua binatang mistik yang menguasai tambang utama, tambang penting bagi Kerajaan Bintang Laut.
Karena kekuatan Cao Tian Jun jauh lebih kuat, binatang mistik dengan mudah dikalahkan. Panglima Perang sesekali meliriknya karena merasakan aura yang lebih kuat dari tingkat Heavenly God. Di dalam hatinya, dia senang jika Putera Mahkota menyembunyikan kekuatan agar tidak diketahui pihak musuh.
"Terakhir... Mati...!" teriakkan Cao Tian Jun sambil meninju kepala binatang mistik.
Seketika binatang mistik terpental dan tidak bangkit kembali. Demikian juga dengan Panglima Perang yang menebaskan pedangnya ke leher binatang mistik, lalu membersihkan pedangnya yang berlumuran darah segar.
Kemudian, Cao Tian Jun melihat pintu lorong tambang yang tertutup jaring laba-laba, sangat tebal dan jika ada binatang terperangkap akan kesulitan melepaskan diri.
__ADS_1
"Biarkan hamba yang mengatasinya, Yang Mulia!" Panglima Perang yang merasa tidak enak hati jika Cao Tian Jun menghancurkan penghalang tambang, hal sepele baginya.
Segera Panglima Perang berlari dan melompat ke arah pintu tambang. Sebelum mendarat, dia menebaskan pedangnya ke arah jaring laba-laba, sinar seperti sabit melesat. Namun, jaring laba-laba hanya bergetar sesaat terkena tebasan pedang berenergi.
Sekali lagi Panglima Perang menebaskan pedangnya dengan kekuatan penuh, pedang yang dialiri energi spiritual. Serangan pedang energi itu akhirnya menembus jaring laba-laba, akan tetapi hanya sedalam dua meter.
"Percuma Paman, hanya api yang mampu melenyapkan jaring laba-laba! Biar saya saja yang mengatasinya!" cegah Cao Tian Jun sebelum Panglima Perang membuang energi.
Panglima Perang mengangguk paham, dia terlihat malu karena apa yang dianggapnya sepele ternyata memiliki pertahanan kuat. Tangan kanan Cao Tian Jun terselimuti api biru dan membuat Panglima Perang terkejut dan buru-buru menjauh karena panas.
"Api level 4!" seruan panglima perang saat tahu jenis api yang dimiliki oleh putera mahkota.
Jenis api di Benua Timur terbagi menjadi beberapa level, setiap level memiliki ciri-ciri yang berbeda, semakin tinggi level panasnya juga semakin ekstrim.
Terendah adalah api level 1 dengan warna merah, seperti api pada umumnya yang sering dipergunakan oleh banyak orang untuk mendukung aktivitasnya. Api Merah memiliki suhu di bawah 1.000 Celcius.
Level 2 warna jingga, suhunya sedikit lebih panas dari Api Merah, di kisaran 1.000 hingga 1.200 Celcius, api standar yang harus dimiliki oleh seorang ahli Alkemis. Tanpa memiliki Api Jingga, sudah dipastikan Alkemis akan gagal meramu pil, bahkan sebelum tanaman mengeluarkan esensinya.
Level 5 adalah Api Putih. Jenis api dihasilkan oleh reaksi fusi dengan suhu mencapai 2.000 Celcius. Reaksi fusi tersebut biasanya terdapat pada benda luar angkasa seperti bintang. Contoh yang paling mudah adalah Matahari yang merupakan pusat tata surya sekaligus sumber panas bagi kehidupan.
Di level 6 adalah Api Hitam, jenis api yang mampu melelehkan logam atau benda terpadat sekalipun. Disebut dengan Api Hitam karena pada spektrum warna cahaya, warna hitam didefinisikan sebagai ketiadaan cahaya, maka api hitam akan terlihat nyaris transparan. Api ini dapat dilihat pada bagian pangkal dari nyala api yang terlihat transparan
Api level 7, disebut Api Neraka, memiliki tiga warna, yaitu merah, putih dan hitam. Konon katanya, jenis api ini membuat jiwa seseorang akan merasakan teramat rasa sakit pada jiwanya, dan seluruh tulang seakan-akan meleleh, bisa dikatakan sebagai api penyiksaan.
Di level 7 atau Api Neraka terbagi menjadi beberapa tingkat, ada 7 tingkatan, api Neraka level 1 dan seterusnya. Untuk mencapai setiap tingkatan tidaklah mudah. Setelah mencapai level maksimal, maka api ini disebut dengan Api Asyura.
Di level 8 adalah Api Surgawi, memiliki empat warna, merah, putih, biru dan hitam. Panasnya dua kali lipat dari Api Asyura. Konon cerita dari pengetahuan utusan Alam Suci, Api Surgawi berasal dari Alam Suci, dan juga dikenal dengan istilah Api Penyesalan dan Pertobatan. Siapapun yang terkena Api Surgawi akan merasakan penyesalan atas segala perbuatannya, hingga membuatnya bertobat dari segala kejahatan.
Namun, jika tidak bertobat, maka jiwanya akan mengalami penyiksaan selama alam semesta masih bergerak, dan tidak ada lagi pengampunan. Api Surgawi memiliki sifat lemah lembut, tapi juga mengerikan. Kemarahannya mampu menghancurkan sebuah benua dalam sekejap mata.
Di level 9 adalah Api Kehampaan, api yang lebih dahsyat dari Api Surgawi. Tidak banyak orang yang mengetahui jenis api ini. Menurut legenda, orang yang beruntung saja menemukan api ini, tapi sulit untuk didapatkan karena panasnya tak terkatakan.
__ADS_1
Level 10 adalah penggabungan dari 9 jenis api. Tapi hingga saat ini, belum ada catatan sejarah maupun kultivator yang mampu menggabungkan sembilan api menjadi satu, sebab untuk mendapatkan jenis Api Hitam saja sudah sangat-sangat sulit, apalagi Api Neraka.
Namun, bukan berati api tidak bisa ditingkatkan, jika sering menyerap api jenis apapun, maka level 1 bisa meningkat, seperti hal seorang yang berkultivasi. Basis kultivasi juga besar pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas api, tapi juga perlu didukung dengan sumber daya yang mengandung unsur yang sama dan juga sangatlah besar yang dibutuhkannya.
Selama Cao Tian Jun meramu pil, dia tidak menggunakan Api Biru dikarenakan tingkatan pil yang diramu tidak perlu mengeluarkan kemampuan aslinya, cukup menggunakan api level 3 atau Api Jingga.
Kemudian, keluar bola Api Biru di telapak tangan kanan Cao Tian Jun, lalu melemparkan ke arah pintu tambang. Bola api masuk ke dalam tambang dan membakar jaring laba-laba seperti daun kering.
Panglima Perang melihatnya dan menghela nafas berat karena malu. Lalu terdengar suara ledakan energi yang berasal dari bola api, tampaknya membentur sesuatu yang keras.
Cao Tian Jun segera masuk dan diikuti oleh Panglima Perang. Saat berada di dalam tambang, mereka melihat banyak laba-laba yang telah hangus terbakar bola api, dan juga tercium bau aneh berasal dari cairan menguap yang keluar dari tubuh laba-laba.
Setelah beberapa saat berjalan dan melihat jejak bola api yang dilemparkan. Cao Tian Jun melihat ada tiga lorong, namun ada satu lorong di tengah yang memiliki ukuran lebih besar.
"Bagian tengah menuju pusat galian," kata Panglima Perang.
Cao Tian Jun segera berjalan ke lorong tengah. Baru berjalan sejauh 20 meter, sudah banyak jaring laba-laba. Kembali dia mengeluarkan bola Api Biru dan melemparkannya untuk melenyapkan rintangan.
Seperti sebelumnya, setiap rintangan terbakar Api Biru dan berakhir dengan ledakan. Cao Tian Jun dan Panglima Perang kembali berjalan setelah rintangan tidak ada.
Kembali Cao Tian Jun melemparkan bola Api Biru saat masih ada rintangan. Sampai akhirnya berada di ujung lorong tambang yang menjadi pusat penggalian. Di dalamnya seperti ruang besar dan banyak kepompong yang menggelantung.
Lalu mereka melihat banyak laba-laba yang tubuhnya terbakar Api Biru. Yang mengejutkan Cao Tian Jun dan Panglima Perang, masih ada banyak laba-laba yang keluar dari lubang seukuran gajah, di sana sudah ada Ratu Laba-laba dan Tian Sun.
Kemudian, Panglima Perang menoleh ke belakang, dan melihat jalan keluar masuk telah dipenuhi oleh laba-laba. Mereka telah terkepung dan tidak ada jalan keluar. Cao Tian Jun pun mengetahuinya.
Ada rasa takut di hatinya, namun dia teringat pesan gurunya.
"Dalam kondisi terjepit, harus tetap tenang agar bisa berpikiran jernih. Dengan pikiran jernih, akan ada jalan keluar. Jika musuh menang dalam jumlah dan juga kekuatan, gunakan taktik intimidasi, buat lawan agar emosi. Dengan lawan emosi, musuh akan menunjukkan sisi terlemahnya."
Karena pesan dari gurunya, Cao Tian Jun menjadi tenang dan mengaktifkan Mata Surgawi untuk melihat kekuatan semua lawannya, terutama The King Of Dark Matter.
__ADS_1
Dia terkejut mengetahui kekuatan lawan setara dengannya, dan kekuatan Ratu Laba-laba seimbang dengan Panglima Perang, dan jelas kalah dalam jumlah, laba-laba lebih banyak darinya yang hanya berdua.