8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Gedung Pendidikan.


__ADS_3

Bab 91. Gedung Pendidikan.


Aura kekuatan Golden Immortal membuat semua guru dan murid mendatangi kediaman Cao Tian Jun. Mereka hafal dengan aura milik Yan Genjo dan Putri Yan Fen. Walaupun kedua utusan tersebut tidak pernah membuat masalah di akademi, mereka dengan sengaja mengeluarkan aura kekuatannya dengan maksud menunjukkan dominasinya.


Yan Genjo mengeluarkan pukulan berenergi tinggi ke arah Cao Tian Jun. Namun, Cao Tian Jun terlebih dahulu muncul di depan matanya, dan kembali memukul perutnya dengan kekuatan dua kali lipat lebih keras dari sebelumnya.


Boom...


Suara benturan keras ketika tubuh Yan Genjo menabrak dinding halaman rumah hingga hancur, lalu dia berguling-guling ke belakang. Sedangkan Putri Yan Fen semakin murka karena dahinya berdarah, ia langsung mengeluarkan senjata pedang dan melesat ke arah Cao Tian Jun.


Guru Junior Chu Sying Chun tidak bisa menghentikannya karena kalah cepat dan juga kalah dalam hal basis kultivasi. Namun, ia tercengang melihat Cao Tian Jun membalikkan badan dan menjepit pedang itu dengan dua jari.


Putri Yan Fen terkejut melihat Cao Tian Jun mampu menjepit pedangnya dengan dua jari tangan kanan. Dia segera dengan sekuat tenaga menarik pedangnya, namun pedangnya seakan-akan tertancap di batu, sangat sulit untuk lepaskan.


Tidak peduli dengan kecantikan di depan mata, Cao Tian Jun menampar pipi kiri dan kanan Putri Yan Fen dengan tangan kirinya. Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix bergidik ngeri saat membayangkan Cao Tian Jun menampar mereka seperti yang dialami oleh Putri Yan Fen.


Suara tamparan terdengar keras. Putri Yan Fen melepaskan pedangnya agar tidak terus-menerus ditampar, ia menahan rasa sakit di pipinya, dan ini adalah yang pertama kali dialaminya.


Ketika pedang dilepaskan, Putri Yan Fen segera melompat ke belakang, lalu kabur dengan air mata berlinang. Ia tidak peduli dengan rekannya yang pingsan.


Semua guru akademi dan banyak murid melihat Putri Yan Fen yang menangis dengan memegang kedua pipinya. Mereka pun penasaran siapa yang berani membuat utusan dari Raja Kelelawar seperti ini.


Setelah dekat dengan kediaman Cao Tian Jun, mereka melihat Yan Genjo pingsan dan dihampiri oleh murid dalam yang tidak lain adalah Cao Tian Jun.


Guru Senior Dong Jian segera melesat sebelum Cao Tian Jun menendang kepala Perwira Muda Yan Genjo.


"Cukup, hentikan!" cegah Guru Senior Dong Jian sambil menangkis kaki kanan Cao Tian Jun dengan telapak kaki kanannya, dia mengerutkan kening karena merasakan sakit di telapak kakinya, seperti terbentur benda keras.


"Bocah ini!" batin Guru Senior Dong Jian yang tidak menduga muridnya sekuat ini, sudah melebihinya dalam beberapa hari ini.


Melihat Guru Senior Dong Jian, Cao Tian Jun tersenyum manis, lalu dia melihat mimik wajah gurunya imi yang menahan rasa sakit, dan membuatnya menahan tawa.


Kemudian, Cao Tian Jun menyapanya, "lama kita tidak bertemu! Saya sangat merindukan Guru!"


Guru Senior Dong Jian tertawa sambil menepuk pundak kiri Cao Tian Jun, tawa yang dipaksakan karena telapak kakinya masih terasa sakit dan panas.

__ADS_1


"Apa yang sudah terjadi dengan Perwira Muda Yan Genjo hingga pingsan... Dan, Putri Yan Fen menangis dengan pipi bengkak?" selidik Guru Senior Dong Jian yang ingin tahu kronologi kejadian ini.


Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix bergegas keluar dari rumah untuk menyusul Cao Tian Jun, mereka melihat banyak orang yang berdatangan.


Sebelum Cao Tian Jun menjawab, Chu Sying segera menyahut dengan nada kesal, "salah mereka sendiri... Sudah dibilang kalau Putri Su tidak bersama kita, tetap saja mereka ngeyel dan dengan cara tidak sopan ini memeriksa seluruh tempat kita!"


Guru Senior Dong Jian menghela nafas berat dan menoleh ke belakang, lalu dia memerintahkan empat murid, "bawa orang ini ke Gedung Herbalis untuk mendapatkan perawatan!"


Segera empat murid yang diperintahkan oleh Guru Senior Dong Jian membawa Yan Genjo. Kemudian, semua orang kembali ke tempatnya masing-masing setelah tahu penyebab keributan ini.


"Ya sudah, lupakan kejadian ini! Kalian semua yang mengikuti kompetisi, segera berkumpul di ruang kelas untuk mendapatkan pengarahan serta pelajaran dari wakil pemimpin akademi!" perintah Guru Senior Dong Jian.


Cao Tian Jun berjalan berdampingan dengan Guru Senior Dong Jian menuju Gedung Pendidikan. Dan diikuti oleh Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix.


Selama perjalanan, Guru Senior Dong Jian banyak bertanya mengenai perkembangan Cao Tian Jun selama berkultivasi tertutup.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Cao Tian Jun yang bertanya mengenai masalahnya. Sebelum bertanya, dia segera berhenti dan diikuti oleh semua orang, lalu dia mengaktifkan Mata Surgawi untuk memeriksa sekitarnya.


Setelah tidak ada orang dalam radius 200 meter, dia bertanya, "bisakah Guru menjaga rahasiaku?"


Cao Tian Jun ingin mengungkapkan kekuatan yang sebenarnya agar bisa menyelesaikan masalahnya. Sedangkan dengan Tim Phoenix, dia sudah memercayai semua wanitanya dan tidak khawatir akan membocorkan rahasianya, sebab mereka telah memiliki Cincin Ikatan Hati.


Dengan suara lirih, Cao Tian Jun berisik, "sebenarnya... Saat ini berada di ... Maaf, melebihi Guru! Di tingkat Golden God level 9. Saat akan menerobos ke tingkat selanjutnya, namun mengalami hambatan. Apakah Guru bisa membantuku memecahkan masalah ini?"


Mendengar Cao Tian Jun mengungkapkan kekuatannya, Guru Senior Dong Jian sampai terhuyung-huyung dan hampir jatuh. Ucapan muridnya seperti sebuah palu raksasa memukul kepalanya. Cao Tian Jun garuk-garuk kepala karena melihat reaksi gurunya yang berlebihan, padahal dia sudah meminta maaf agar gurunya tidak terkejut.


Demikian juga dengan Guru Junior Chu Sying Chun yang tercengang, ia langsung lemas dan hampir terjatuh jika tidak ditopang oleh adiknya - Chu Sying. Berbeda dengan Fang Yin dan timnya, mereka jelas bahagia karena memiliki kekasih yang hebat. Bagi mereka, Cao Tian Jun adalah pria yang sempurna di dunia ini.


Dengan mulut gemetaran, Guru Senior Dong Jian berkata, "mu-mustahil... Mustahil!"


Siapapun orangnya tidak akan mempercayai perkataan Cao Tian Jun, sebab usianya belum genap 18 tahun telah mencapai tingkat Golden God level puncak. Umumnya dan sesuai penelitian, Golden God bisa dicapai ketika usianya lebih dari ratusan tahun, itupun hanya berlaku bagi orang yang berbakat.


Sedangkan yang memiliki bakat rata-rata, mencapai tingkat itu umumnya usia lebih dari 250 tahun, dan itupun tidak berhenti berkultivasi selama memiliki kekayaan untuk memenuhi kebutuhan dalam berkultivasi.


Agar Guru Senior Dong Jian mempercayainya, Cao Tian Jun sedikit mengeluarkan aura kekuatan yang terfokus pada gurunya. Merasakan tekanan kekuatan Golden God level puncak, Guru Senior Dong Jian seketika ambruk dengan lutut menyentuh tanah.

__ADS_1


Sedangkan Guru Junior Chu Sying Chun dan Tim Phoenix gemetaran namun hanya sesaat setelah Cao Tian Jun menarik aura kekuatan.


Cao Tian Jun membantu Guru Senior Dong Jian untuk berdiri, dia berkata, "maaf! Saya lakukan ini agar Guru percaya!"


Guru Senior Dong Jian menarik napas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan dirinya, dia melakukan itu berulang-ulang hingga tenang.


Setelah tenang, dia berbicara, "kekuatan Gu ... Aku jadi bingung memanggilmu apa karena kamu lebih kuat!"


Dia tersenyum masam sambil memijat kepalanya. Sejujurnya, dia tidak siap untuk mengetahui kekuatan Cao Tian Jun yang sebenarnya. Awalnya, dia pikir kekuatan muridnya ini setara dengannya, dan kemungkinan sedikit lebih tinggi darinya setelah menangkis tendangan muridnya.


"Selamanya, saya akan tetap menjadi murid Anda. Jadi, panggil saja seperti biasanya, Guru," kata Cao Tian Jun yang sangat menghargai seorang guru, dia selalu teringat dengan guru Tian Long, dan menganggap semua guru adalah pengganti orang tua.


Guru Senior menunduk karena menahan air mata bahagia, ada rasa bangga sekaligus malu telah dilampaui muridnya. Bahkan dia belum sempat memberikan muridnya pelajaran apapun, tapi sudah dilampaui.


"Untuk masalahmu ini... Maafkan Guru, karena kekuatanku di bawahmu! Lebih baik kamu berkonsultasi dengan Pelindung Bai Guan, orang yang menjemputmu sewaktu ditangkap oleh Ketua Yin Jiali dari Sekte Yin!" jelas Guru Senior Dong Jian dengan nada menyesal karena tidak mampu membantu Cao Tian Jun, dia benar-benar sangat malu sebagai guru tidak sanggup memberikan solusi untuk permasalahan muridnya ini.


"Biarkan aku yang menjelaskan masalahmu ini kepada beliau. Saat ini kamu segera hadiri kelas!" sela Guru Junior Chu Sying Chun yang sudah bisa menenangkan diri.


Fang Yin segera memeluk lengan kanan Cao Tian Jun, dan diikuti oleh Chu Sying yang jelas tidak mau kalah dengan pesaingnya. Cao Tian Jun dan wanitanya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Gedung Pendidikan. Guru Junior Chu Sying Chun segera menemui pelindung akademi, Bai Guan.


Sepanjang perjalanan, aksi Cao Tian Jun yang memukuli dua Perwira Muda menjadi perbincangan hangat di akademi. Mereka langsung menebak kekuatan Cao Tian melebihi utusan dari Raja Kelelawar.


Dengan kekuatan Cao Tian Jun saat ini, banyak murid dan guru bersuka cita. Mereka membayangkan dan berspekulasi liar bahwa Cao Tian Jun akan menjadi juara pertama dalam setiap kompetisi di Benua Timur.


Akan tetapi, tidak semua guru dan murid senang dengan pencapaian Cao Tian Jun, banyak diantara mereka ada yang iri, tidak percaya, dan sebagian mencurigai jika Cao Tian Jun menggunakan teknik terlarang untuk mencapai kekuatan tertinggi.


Kecurigaan satu orang merembet dengan cepat, dan suka cita menjadi kecurigaan. Usia Cao Tian Jun belum genap 18 tahun telah mencapai tingkat Golden Immortal, jelas mustahil.


Seandainya mereka mengetahui kekuatan Cao Tian Jun yang sebenarnya. Mungkin reaksinya akan sama seperti Guru Senior Dong Jian.


Cao Tian Jun dan Tim Phoenix belum tahu kehebohan di dalam akademi. Saat ini mereka mendengar wakil pemimpin akademi yang menjelaskan tentang aturan kompetisi di Kuil Atas Awan.


Ternyata, kompetisi akan dimulai dalam 3 hari lagi. Aturan utama dalam kompetisi di Kuil Atas Awan; semua peserta diharuskan bertarung secara fisik, menggunakan keterampilan bela diri yang telah dipelajari di akademinya, tidak diperbolehkan menggunakan energi spiritual dalam pertarungan, tidak diperbolehkan menggunakan teknik di luar akademi maupun perguruan lain, tidak diperbolehkan menggunakan alat bantu seperti sarung tangan, pelindung tubuh dan sejenisnya.


Tetapi diperbolehkan menggunakan senjata yang telah disediakan oleh panitia, dan lain sebagainya. Dan intinya, tidak boleh menggunakan energi spiritual saat kompetisi, murni seni bela diri dan seni menggunakan senjata.

__ADS_1


Setiap akademi dan institusi pendidikan hanya bisa mendaftarkan 10 murid terbaik. Jadi, Cao Tian Jun dan Tim Phoenix menjadi unggulan teratas bagi Akademi Merpati Putih kelas dua, dan dua peserta lainnya adalah murid inti, mereka adalah Ling Dong dan Wang Lee.


Cao Tian Jun mendengarkan dengan seksama wakil pemimpin akademi. Karena ini adalah kompetisi pertamanya, dia sangat bersemangat ingin bertarung dengan semua murid jenius di Benua Timur.


__ADS_2