
Bab 157. Membuat Kesempatan.
Pangeran Zeming tertawa keras di tengah arena pertandingan karena tidak ada lagi generasi muda Kekaisaran Dao yang berani melawannya. Lalu dia melihat Xue Mu Zhuting dan seluruh anggota Suku Es.
"Tidakkah kalian yang berani melawanku!" tantang Pangeran Zeming.
Semua orang tahu bahwa suku kuno seperti Suku Es sudah pasti menyembunyikan generasi muda berbakat. Selama tantangan ini, pihak Suku Es hanya mengirimkan generasi muda dengan bakat rata-rata.
Sesuai dengan syarat dari Fang Yin, Pangeran Zeming harus mengalahkan semua jenius, tidak terkecuali Suku Es. Karena Xue Mu Zhuting yang dengan sengaja mengeluarkan aura kekuatannya yang berada di tingkat Golden God level 8, maka Pangeran Zeming berniat untuk menantangnya.
"Bertarung dengan Anda, tidak ada untungnya!" alasan Xue Mu Zhuting yang enggan bertarung.
Sebenarnya, dengan kekuatannya yang selisih 1 level, ditambahkan dengan kemampuannya dalam mengendalikan elemen Es, seharusnya mampu memberikan perlawanan sengit jika bertarung dengan Pangeran Zeming.
Xue Li Xia yang kekuatannya berada di tingkat Golden God level 7, sebenarnya ingin menerima tantangan Pangeran Zeming. Berhubungan dirinya seorang perempuan, tidak pantas untuk bertarung dengan seorang pria, ia menjaga harga dirinya sendiri agar tidak dilecehkan oleh pria.
Pangeran Zeming tersenyum tipis. Lalu ia mengeluarkan pedang yang segera ditancapkan di tengah arena pertandingan. Semua mata tak berkedip saat melihat empat bintang di atas gagang pedang itu, sebab itu adalah Artefak Bintang 4 tahap rendah.
"Siapapun yang bisa mengalahkanku, Artefak Bintang 4 ini menjadi hadiahnya," kata Pangeran Zeming.
Xue Delun Hai dan semua pemimpin terbelalak melihat Artefak Bintang 4 yang tergolong langka di Continent Twins Moon. Bahkan Kaisar Yao sampai terpaku pada sosok putranya karena memiliki artefak yang tidak dimilikinya.
Di dalam pikiran Kaisar Yao, darimana putranya mendapatkan Artefak Bintang 4? Dan siapa orang yang berada di belakang putranya ini?
Selama ini, Kaisar Yao memang kurang perhatian terhadap perkembangan putranya, sebab dia terlalu sibuk dengan urusan kekaisaran yang selalu saja ada masalah...
Melihat hadiah itu, Xue Mu Zhuting yang awalnya enggan bertarung menjadi bersemangat. Dia segera berjalan ke arena pertandingan. Setiap langkah kakinya membuat pasir laut menjadi mengkristal, hawa dingin dirasakan oleh semua orang yang berada di dekatnya.
Kali ini, Pangeran Zeming menjadi serius menghadapi Xue Mu Zhuting. Dengan kekuatannya yang lebih unggul 1 level, belum tentu bisa mengalahkan lawan yang memiliki keunggulan dalam elemen Es.
Xue Delun Hai tersenyum melihat salah satu dari generasi mudanya mengeluarkan taringnya. Dia melirik ke arah Kaisar Yao yang terlihat gelisah karena khawatir Pangeran Zeming dikalahkan oleh Xue Mu Zhuting.
Setelah Xue Mu Zhuting berada di dalam arena, dia berkata kepada Pangeran Zeming, "di dalam pertarungan tidak melihat statusnya. Saya tidak akan menyembunyikan kemampuan untuk melawan Anda."
"Demikian denganku!" sahut Pangeran Zeming yang segera mencabut pedang Artefak Bintang 4 yang akan dijadikan hadiah.
Demikian juga dengan Xue Mu Zhuting yang mengeluarkan pedangnya, tetapi hanya Armament Immortal tahap menengah. Walaupun kalah dalam peringkat dan kualitas, jika digabungkan dengan kemampuannya dalam mengendalikan elemen es, akan meningkatkan kemampuan pedangnya.
__ADS_1
Kemudian muncul dinding es yang melingkari arena pertandingan. Tampaknya Xue Mu Zhuting sangat serius melawan Pangeran Zeming, ia tidak ingin musuhnya mengingkari janji.
Pangeran Zeming merasakan hawa dingin ekstrem saat dinding es mengurung dirinya. Dia segera mengeluarkan elemen api yang menyelimuti seluruh tubuhnya untuk menetralisir hawa dingin.
"Ini adalah pedang kudapatkan saat menjelajahi makam kuno beberapa tahun lalu. Pedang ini dikhususkan bagi orang yang memiliki elemen Api. Pedang Dingguang (cahaya tetap), saatnya beraksi!" ucap Pangeran Zeming sambil memegang erat gagang pedangnya.
Pedang Dingguang mengeluarkan cahaya api, hawa panas keluar dari pedang yang membuat dinding es perlahan mencair.
Kaisar Yao dan semua orang terkejut saat Pangeran Zeming mengungkapkan nama Artefak Bintang 4 itu. Pasalnya, Pedang Dingguang itu memiliki cerita sejarahnya.
Menurut catatan sejarah Continent Twins Moon, Pedang Dingguang adalah salah satu ciptaan dari seorang ahli Pandai Besi yang sangat terkenal, julukannya si Tangan Cahaya Besi.
Pedang Dingguang diciptakan sebelum tragedi Seven Calamities of Annihilation (Tujuh Bencana Pemusnahan). Dampak dari jatuhnya Batu Keabadian, menewaskan jutaan jiwa, salah satunya adalah si Tangan Cahaya Besi.
Karena pada waktu itu Continent Twins Moon dalam kekacauan akibat bencana, maka si Tangan Cahaya Besi dilupakan. Dan, hingga saat ini tidak ada yang tahu di mana lokasi kematiannya, sampai Pangeran Zeming mengungkapkan Pedang Dingguang.
Jika Pangeran Zeming menemukan Pedang Dingguang di dalam makam kuno, sudah pasti si Tangan Cahaya Besi meninggalkan banyak warisannya. Kaisar Yao salah satu orang yang pasti akan bertanya lokasi makam si Tangan Cahaya Besi, dan bagaimana ceritanya sampai menemukan makamnya...
Boom...
Ledakan keras ketika Xue Mu Zhuting dan Pangeran Zeming mulai saling serang. Dinding es itu langsung hancur berkeping-keping terkena gelombang kejut.
"Anda hebat dengan Pedang Dingguang!" sindiran Xue Mu Zhuting, ia segera keluar dari arena pertandingan dan menuju ke tendanya karena malu.
Pangeran Zeming tersenyum puas penuh kemenangan. Dia mengayunkan pedangnya berkali-kali dan menancapkan di pasir. Dia tidak peduli dengan sindiran, sebab baginya menang dengan cara apapun yang penting lawannya dikalahkan.
"Apakah ada yang lain?" tantangan Pangeran Zeming saat melihat salah satu pria dari Suku Es.
Salah satu pemuda Suku Es keluar dari kerumunan, dia adalah putra Ketua pertama Xue Chaoyang, namanya Xue Chao Shing, usia tepat 30 tahun. Kekuatannya berada di tingkat Profound God level 3, tetapi disembunyikan.
"Saya, Xue Chao Shing, putra Ketua pertama," katanya yang memperkenalkan diri sebelum bertarung, dia sedikit mengeluarkan aura kekuatannya yang membuat Pangeran Zeming terkejut bukan main.
Anggota generasi muda Suku Es bersorak-sorai karena Xue Chao Shing akhirnya unjuk gigi. Hal inilah yang ditunggu-tunggu oleh semua anggota Suku Es agar pihak lain lebih menghargai mereka, dan tidak selalu diremehkan.
Pangeran Zeming melirik ke arah Fang Yin yang tersenyum sinis mengejeknya. Karena tidak ingin dipermalukan di depan mata wanita yang dicintainya, dia harus mengalahkan Xue Chao Shing.
"Anda sudah pasti tahu siapa aku! Kita selesaikan pertarungan ini!" ucap Pangeran Zeming sambil menarik pedang Dingguang.
__ADS_1
Xue Chao Shing segera mengeluarkan tombaknya yang merupakan Artefak Bintang 1 tahap puncak. Walaupun kalah kualitasnya, jika digabungkan dengan elemen Es serta basis kultivasinya, masih mampu melawan pedang Dingguang.
Boom...
Pertarungan mereka langsung dimulai dengan saling serang...
Pangeran Lin Gan dan rombongannya tidak lagi mencemooh pihak lawannya. Kehadiran Pangeran Zeming telah mengguncang jiwa, dan semakin terguncang saat bermunculan generasi muda berbakat dari Suku Es.
Pangeran Lin Gan tertunduk malu sambil memikirkan cara untuk mengangkat harga diri Dinasti Dao. Tiba-tiba ada seseorang pria mengenakan jubah penyamaran berwarna hitam muncul di samping Pangeran Zeming, bahkan para pengawalnya tidak mengetahuinya.
"Aku bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. Tetapi apa keuntunganku jika membantumu?" ucap pria berjubah hitam itu sambil meletakkan tangan kirinya di bahu Pangeran Lin Gan
Pangeran Lin Gan terkejut dan segera melihat sosok pria di sampingnya ini yang berbicara kepadanya, pria berjubah hitam itu tidak lain adalah Cao Tian Jun yang menyamar. Tubuhnya tidak bisa digerakkan karena telapak tangan dari Cao Tian Jun di bahunya.
Pangeran Lin Gan merasakan kekuatan pria berjubah hitam ini berada di tingkat Ancient God level 8. Cao Tian Jun dengan sengaja tidak mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya, sebab di tingkat Ancient God level 8 sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan Pangeran Lin Gan.
Seketika Pangeran Lin Gan menjadi bersemangat karena mendapatkan dukungan dari sosok yang tidak dikenalinya. Dengan suara lirih, dia berkata, "akan kuberikan gelar kehormatan Marquis."
"Tidak! Aku ingin menginginkan gelar kehormatan sebagai Duke (Adipati), dan wilayah yang lebih luas dua kali lipat dari jatah seorang Duke!" penolakan Cao Tian Jun dengan tegas, sebab dengan kekuatannya saat ini saja sudah mampu menjadi kaisar di Benua Timur.
"Itu... Ini di luar wewenang statusku!" Pangeran Lin Gan jelas tercengang dengan permintaan Cao Tian Jun, sebab sebagai pangeran hanya bisa mengangkat seseorang menjadi gelar kehormatan Marquis, lebih dari itu harus berdiskusi dengan ayahnya yang seorang kaisar.
"Bukan urusanku! Jika kau tidak bisa, aku akan dukung musuhmu!" sahut Cao Tian Jun.
Pangeran Lin Gan menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan hati dan pikirannya. Dia tidak ingin kesempatan ini hilang begitu saja.
"Aku akan ajukan keinginan Anda kepada Yang Mulia Kaisar Dao. Jika Anda memenangkan pertandingan ini, gelar kehormatan Marquis hanya untuk sementara. Saya bersumpah akan membujuk Yang Mulia Kaisar Dao agar memberikan status kehormatan Duke!" tekad Pangeran Lin Gan yang ingin mengangkat harga diri Dinasti Dao.
"Kupegang ucapanmu! Jika kau berbohong, aku bisa saja membunuhmu!" ancaman Cao Tian Jun.
Tubuh Pangeran Lin Gan gemetaran karena ketakutan, dan merasakan aura kekuatan yang difokuskan kepada dirinya.
"Aku, aku bersumpah memenuhi janjiku!" jawaban Pangeran Lin Gan.
Cao Tian Jun tersenyum sambil melihat pertarungan antara Xue Chao Shing dan Pangeran Zeming. Dia melepaskan tangannya dari bahu Pangeran Lin Gan.
Seketika Pangeran Lin Gan mengusap keringat dingin di wajahnya. Lalu melirik Cao Tian Jun yang wajahnya disembunyikan di balik tudung kepala.
__ADS_1
"Kuat sekali orang ini!" batin Pangeran Lin Gan. Dengan kejadian hari ini, telah membuka matanya, bahwa masih banyak generasi muda yang berbakat melebihinya dan generasi muda dari Dinasti Dao.
Permintaan Cao Tian Jun merupakan tujuan awal membangun kekuatannya di seluruh penjuru Continent Twins Moon. Dengan memiliki wilayah pribadi, dia akan lebih mudah menguasai seluruh wilayah Dinasti Dao. Rencananya, dia akan melakukan hal yang sama di wilayah-wilayah yang lain.