8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Bai Guan.


__ADS_3

Bab 60. Hadirnya Bai Guan.


Sepeninggalnya Cao Tian Jun di tempat ditangkap, datang seseorang pria tua, dia adalah Bai Guan. Dia memeriksa sekitarnya yang hancur karena sambaran petir, dan melihat banyak binatang mistik yang telah mati.


"Aku terlambat!" gumam Bai Guan yang menyesal tidak segera datang ketika melihat petir ungu, dia tahu jika itu berasal dari Kitab Halilintar Ungu.


Ketika awan hitam mengeluarkan petir ungu, Bai Guan tidak segera mendekati karena memikirkan siapa orang yang menggunakan Kitab Halilintar Ungu. Setelah mengingat kemampuan Cao Tian Jun, dia bergegas untuk menyelamatkannya.


Bai Guan segera melesat ke arah wilayah Sekte Yin, dia tahu karena Ketua Yin Jiali dan anggotanya meninggalkan jejak aura. Sebelum Ketua Yin Jiali tiba di wilayah Sekte Yin, dia harus sesegera mungkin menyelamatkan Cao Tian Jun agar tidak menimbulkan masalah pelik, dia tidak mau berseteru dengan Matriark Yin An yang terkenal kuat dan kejam kepada pria...


Kembali ke Cao Tian.


Setelah waktu satu batang dupa berlalu, berangsur-angsur rasa sakitnya menghilang. Tubuhnya kembali seperti sediakala tanpa disadari oleh Cao Tian Jun, kekuatannya yang tersegel telah dibuka oleh Crown Stone.


Namun, Cao Tian Jun tidak segera duduk agar tidak diketahui oleh para prajurit wanita yang selalu mengawasinya dari jendela. Dia mengembangkan senyuman keji ketika membayangkan semua wanita berlutut di hadapannya.


Kereta kuda telah melewati puncak gunung tertinggi di Pegunungan Lima Jari, saat ini berada di atas hutan yang dekat dengan perbatasan wilayah Sekte Yin, yaitu Lembah Seribu Mil. Lembab terpanjang di Benua Timur, membentang dari Semenanjung Segitiga hingga ke Kota Chang'e, dengan lebar lembah mencapai 2.000 meter lebih dan kedalaman mencapai puluhan meter.


Kota Chang'e merupakan perbatasan wilayah Kerajaan Bintang Terang dan Sekte Yin. Kota tersebut dikelola oleh dua wilayah, bisa dikatakan sebagai tempat transaksi gelap dan juga terkenal dengan julukan Dermaga Gelap, tempat terbesar untuk transaksi ilegal.


Kereta kuda yang ditumpangi oleh Ketua Yin, kurang dari 700 meter lagi akan memasuki wilayah Lembah Seribu Mil. Namun tiba-tiba, enam ekor Kuda Terbang menukik ke bawah tanpa bisa dikendalikan oleh sang kusir. Sebelum jatuh, Keenam Kuda Terbang melepaskan diri dari ikatannya.


Dengan cepat para prajurit mencegah kereta kuda agar tidak terjerumus ke tanah. Ketua Yin Jiali dan muridnya juga segera keluar dari gerbong kereta. Sayangnya, gerbong penjara jatuh ke tanah hingga hancur berkeping-keping.


"Ada apa dengan kuda itu?" kekesalan Yin Meili sambil melihat Kuda Terbang seperti ketakutan, lalu ia dan semua orang melihat Cao Tian Jun yang masih berada di dalam kurungan besi pada gerbong penjara.


"Kemungkinan kuda-kuda itu merasakan aura Naga penghuni Lembah Seribu Mil," kata Ketua Yin Jiali yang menduga penyebab Kuda Terbang melepaskan diri karena takut.


Lembah Seribu Mil memang dihuni banyak Naga, tapi kebanyakan bukan Naga murni. Seperti Kuda Naga Emas, tubuhnya berbentuk Kuda dengan kepalanya seperti Naga, dengan warna keemasan. Ada juga Kura-kura Naga, kepalanya berbentuk Naga yang memiliki cangkang Kura-kura. Dan masih banyak lagi jenis Naga yang tidak murni menjadi penghuni Lembah Seribu Mil.


"Ketua Jiali, hari akan menjelang malam, alangkah baiknya melanjutkan perjalanan keesokan hari!" saran perwira wanita yang membawahi 50 prajurit, dia bernama Perwira Yin Qujing, usianya 45 tahun, berpenampilan layaknya seorang wanita usia 25 tahun.


"Segera buat tenda dan juga Formasi Perlindungan!" perintah Ketua Yin Jiali kepada Perwira Yin Qujing.


Tanpa banyak bicara, Perwira Yin Qujing menjadikan gerbong kereta utama sebagai tempat kediaman bagi Ketua Yin Jiali dan semua murid, lalu ia memerintahkan prajuritnya untuk membuat Formasi Perlindungan disekitar tenda. Saat ini, mereka berada di tengah hutan yang masih masuk wilayah Pegunungan Lima Jari.


Setelah beberapa saat, Formasi Perlindungan telah aktif, lima tenda yang menampung sepuluh orang juga telah terpasang. Beberapa prajurit mencari kayu bakar karena cuaca malam sangat dingin.


Akhirnya matahari terbenam, dan desiran angin malam berhembus dengan lembut. Para prajurit membuat dua api unggun, satu api unggun untuk Yin Meili bersama murid inti dan Perwira Yin Qujing.

__ADS_1


Yin Meili dan rekannya melingkari api unggun sambil memasak, sedangkan Perwira Yin Qujing juga ikut memasak untuk makan malam.


Cao Tian Jun, dibiarkan tergeletak di dalam penjara besi, tapi masih terlindungi oleh Formasi Perlindungan. Dia di dalam hatinya tersenyum senang karena berhasil membuat Kuda Terbang ketakutan.


"Jika aku tidak memiliki garis darah Naga, kalian sudah melewati Lembah Seribu Mil...!" batin Cao Tian Jun, dia bersiul seakan-akan mengejek kesialan mereka.


Yin Meili dan keempat rekannya mendengar siulannya, namun tidak menghiraukan. Keempat rekan Yin Meili bernama Yin Jiazhen, Yin Cang, Yin Fen dan Yin Yenih. Yin Jiazhen berdiri sambil membawa semangkok sup, ia menghampiri penjara besi yang berjarak 10 meter darinya.


Tanpa khawatir, Yin Jiazhen membuka pintu penjara, ia melihat Cao Tian Jun yang memalingkan wajah. Yin Jiazhen duduk bersila dan meletakkan mangkok sup disisinya. Lalu dia membantu Cao Tian Jun agar duduk.


"Aku baru kali ini menyentuh tubuh pria," kata Yin Jiazhen setelah Cao Tian Jun duduk.


Cao Tian Jun melihat sekilas wajah Yin Jiazhen, lalu kembali memalingkan wajahnya.


"Kamu harus makan dan jangan membuang muka seperti ini agar aku bisa menyuapimu!" pintanya atas perintah Ketua Yin Jiali.


Ketua Yin Jiali tidak ingin ditegur jika pihak Akademi Merpati Putih melihat muridnya telah diperlakukan buruk. Oleh karena itu, ia memerintahkan Yin Jiazhen untuk merawat Cao Tian Jun.


Cao Tian Jun tidak menjawab karena sifat kebinatangan mulai terpicu ketika didekati oleh wanita. Aroma wangi yang keluar dari tubuh Cao Tian Jun tercium oleh Yin Jiazhen.


"Aroma ini!!" batin Yin Jiazhen yang hafal dengan bau harum yang dikeluarkan oleh Cao Tian Jun, seketika raut wajahnya berubah menjadi jelek karena amarah.


"Ada apa?" serempak semua wanita bertanya kepada Yin Jiazhen yang mengumpat keras, mereka segera berdiri dan menghampirinya.


"Jangan mendekatinya!" cegah Yin Jiazhen dengan nada serius sebelum rekannya mendekati penjara besi.


Spontan Yin Meili dan yang lainnya mundur sambil melihat ke arah Cao Tian Jun yang bersandar pada jeruji besi. Cao Tian Jun sendiri awalnya yakin aroma feromon afrodisiak mampu menaklukkan Yin Jiazhen, akan tetapi kenyataannya tidak sesuai harapannya.


Yang tidak diketahui oleh Cao Tian Jun, pendiri Sekte Yin telah membekali semua anggotanya dengan pengetahuan tentang afrodisiak, tujuannya agar tidak terjebak oleh pria licik demi menikmati tubuh wanita.


"Dia sangat jahat dengan menggunakan cara licik! Dia memakai aroma afrodisiak!" ungkap Yin Jiazhen setelah menjauh dari penjara besi.


Para prajurit wanita segera menjauh setelah mendengar perkataan Yin Jiazhen, mereka jelas tidak mau menjadi korban. Ketua Yin Jiali segera keluar dari gerbongnya ketika mendengar kemarahan muridnya.


Yin Meili segera mengadu perihal kelicikan Cao Tian Jun. Ketua Yin Jiali jelas marah, ia segera mendekati penjara besi dan berhenti saat jaraknya terpaut 2 meter.


"Kamu masih muda sudah berprilaku buruk dengan cara yang tak terhormat!" geram Ketua Yin Jiali tapi masih mampu menahan emosinya.


"Bukannya kebalik? Seharusnya yang marah itu aku dan bukannya kalian! Tindakan kalian yang menangkapku hanya karena masalah sepele, merupakan hal konyol. Seandainya, ada orang yang tersesat dan tak tahu arah, apakah orang tersebut melanggar aturan Sekte Yin?" pembelaan Cao Tian Jun yang meluapkan kekesalannya kepada mereka.

__ADS_1


Apa yang dikatakan oleh Cao Tian Jun memang benar, dia tidak tahu jika lokasi bintang jatuh adalah wilayah Sekte Yin, dia juga tidak tahu aturan di wilayah tersebut.


"Tidak perlu berdalih! Aturan Sekte Yin sudah jelas-jelas diketahui oleh banyak orang, aneh jika kamu tidak mengetahuinya. Kecuali kamu bukan berasal dari Benua Timur!" sahut Ketua Yin Jiali sambil menelan pil penawar afrodisiak, ia merasakan aroma afrodisiak makin kuat tercium. Semua wanita juga menelan pil penawar afrodisiak.


"Apakah ada marga Cao di Benua Timur? Namaku Cao Tian Jun," kata Cao Tian Jun.


Perkataan Cao Tian Jun membuat semua wanita berbisik-bisik perihal indentitas Cao Tian Jun, yang ternyata bukan orang asli Benua Timur. Ketua Yin Jiali mengunci alisnya untuk mengingat-ingat apa ada marga Cao di Benua Timur.


Setelah beberapa saat, Ketua Yin Jiali sedikit terkejut, ia segera bertanya, "apakah kamu berasal dari Benua Tengah?"


Cao Tian Jun yang ditanya jelas tidak tahu, namun dia tetap tenang sambil mengangguk, walaupun dia tidak tahu di mana itu Benua Tengah itu. Dia melihat gestur wajah Ketua Yin Jiali yang begitu serius, Cao Tian Jun menduga jika Benua Tengah adalah tempat yang dipenuhi oleh orang-orang kuat, salah satunya pasti marga Cao.


"Lalu apa tujuanmu menjadi murid Akademi Merpati Putih kelas dua?" selidik Ketua Yin Jiali.


"Ya jelas ingin belajar dan menambah pengetahuan!" jawab Cao Tian Jun, padahal dia menjadi murid atas perintah gurunya.


"Bohong?! Pasti kamu mata-mata Dinasty Cao!" bentak Yin Meili yang tidak mempercayai ucapan Cao Tian Jun, semua wanita juga meragukannya.


Cao Tian Jun kebingungan dengan reaksi mereka, apalagi melihat raut wajah mereka yang sangat serius. Perasaan hatinya menjadi negatif, dia menduga jika Benua Tengah menjadi musuh bagi Benua Timur.


Daripada situasinya makin tak terkendali, dia segera berbicara, "Dinasty Cao? Tunggu dulu, kalian salah paham! Aku memang bermarga Cao, tapi bukan bagian dari Dinasty Cao. Sejujurnya, aku adalah anak yatim-piatu semenjak usia 1 tahun, dan aku juga baru keluar dari rumah setelah satu-satunya keluargaku menutup usia."


Cao Tian Jun berkata dengan jujur, lalu wajahnya terlihat sangat sedih. Melihat Cao Tian Jun berkata dengan jujur dan meyakinkan, membuat hati semua wanita menjadi kasihan, apalagi mengetahui jika Cao Tian Jun adalah anak yatim-piatu.


"Apa yang dikatakannya memang benar, dia anak yatim-piatu. Sewaktu pertama kali keluar dari tempat tinggalnya, dia seperti orang kuno, hanya mengenakan penutup bagian bawah."


Tiba-tiba suara seorang pria tua terdengar di telinga semua orang. Semua orang mengikuti arah sumber suara pria tua itu.


Ketua Yin Jiali sedikit terkejut melihat siapa pria tua itu yang dikenalnya, ia tidak heran karena pria tua itu yang mampu masuk ke dalam formasi Perlindungan dengan mudah.


"Pelindung Guan, lama kita tidak bertemu!" sapa Ketua Yin Jiali sambil menangkupkan kedua tangannya ketika Bai Guan mendarat tepat di depannya, hanya terpaut jarak 2 meter.


Kemudian, Yin Meili dan semua wanita menyapa Bai Guan dengan kedua tinju saling bertumpu, mereka tahu siapa sosok pria tua ini, kehadiran yang tiba-tiba pasti memiliki hal yang penting. Dan, Bai Guan jarang sekali tampil dimuka umum seperti saat ini.


Bai Guan tersenyum hangat, dia juga membalas sikap hormat Ketua Yin Jiali dengan menangkupkan kedua tangannya.


"Aku tidak menyangka Anda masih mengingat pria tua ini, Nona Muda Jiali!" balasnya dengan nada yang ramah.


Cao Tian Jun memperhatikan Bai Guan yang tidak pernah dilihatnya. Tapi melihat sikap hormat Ketua Yin Jiali dan semua orang, dia menduga jika pria tua itu adalah orang penting. Cao Tian Jun belum mengetahui jika Bai Guan adalah pelindung Akademi Merpati Putih kelas dua.

__ADS_1


__ADS_2