
Bab 54. Kesengsaraan Petir Air Danau, Wujud Asli Cao Tian Jun.
Di luar Pagoda Emas, banyak orang yang ketakutan ketika melihat di langit muncul pusaran air yang sangat besar, lebarnya hampir menutupi pusat Sekte Yin dan Pagoda Emas. Titik pusat pusaran air tersebut berada tepat di atas Pagoda Emas.
Wilayah pusat Sekte Yin menjadi gelap gulita karena cahaya matahari tertutupi pusaran air. Pada pusaran air tersebut keluar banyak serat-serat petir. Fenomena ini seperti Kesengsaraan Petir tapi bukan, karena ciri-ciri Kesengsaraan Petir tidak seperti ini, tidak ada pusaran air, umumnya akan ada awan hitam dan petir.
Matriark Yin An bersama bawahannya masih berusaha untuk membuka pintu, namun mereka berhenti ketika merasakan aura yang menindas dari luar, aura Kesengsaraan Petir.
Segera mereka keluar dari Pagoda Emas untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Setibanya di luar, mereka terkejut ketika melihat fenomena di langit, suatu kejadian yang belum pernah dilihat maupun terjadi di Benua Timur.
"Semuanya, segera menjauhi tempat ini!" perintah Matriark Yin An, ia merasakan marabahaya yang berasal dari pusaran air.
Segera, dia dan semua orang tergesa-gesa menjauhi pusaran air yang menutupi matahari. Banyak orang menuju ke Makam Leluhur Yin untuk berlindung, dan sebagian orang berada di luar lingkaran pusaran air...
Sedangkan, Cao Tian Jun, mengembangkan senyuman bahagia karena mendapatkan kekuatan dan pengetahuan baru.
"Aku tidak menyangka bintang jatuh itu adalah anugerah untukku," gumamnya.
Rasa senang menjadi kesedihan, sedih karena tidak lagi bisa bertemu dengan gurunya. Mengingat hal yang baru saja dialaminya, dia menjadi berpikir tentang sosok pria yang mengaku sebagai Dewa Abadi, dan juga tentang perkataan gurunya.
"Apakah Dewa Abadi itu adalah aku?" batin Cao Tian Jun, karena wajah Dewa Abadi mirip sekali dengannya dan juga perkataan gurunya, dia menebak-nebak jika dirinya adalah Dewa Abadi. Masalahnya, dia tidak mengingat sedikit pun tentang dirinya sebagai Dewa Abadi.
"Ah...! Peduli amat dengan Dewa Abadi! Aku harus menjalani Kesengsaraan Petir terlebih dahulu agar memiliki kekuatan sejati tingkat Deity. Setelah itu, baru naik ke tingkat True God!" ucap Cao Tian Jun dengan semangat.
Ya, karena belum menjalani Kesengsaraan Petir, terobosannya tertunda, seharusnya dia sudah berada di tingkat True God, dengan kata lain telah naik dua tingkat dalam sekali jalan.
Sebelum beranjak dari tempat duduknya, dia berpikir sejenak tentang Crown Stone yang bersemayam di dalam tubuhnya. Jika dia meninggalkan begitu saja tempat ini, jelas dirinya akan menjadi musuh besar Sekte Yin.
Wajah aslinya sudah diketahui oleh banyak orang. Jika dia meninggalkan tempat ini, maka dia satu-satunya orang yang dituduh sebagai pencuri Crown Stone. Imbas buruknya, jelas akan dirasakan oleh Akademi Merpati Putih.
"Crown Stone, apakah kamu bisa membuatkan replika dirimu?" tanya Cao Tian Jun.
Tiba-tiba keluar sebuah batu berwarna putih dari dahi Cao Tian Jun, batu itu adalah Crown Stone. Kemudian Crown Stone memutari tubuhnya.
Ternyata, Cao Tian Jun bisa berkomunikasi dengan Crown Stone. Setelah penyatuan itu, dia mengetahui segala kemampuan dari Crown Stone. Dia juga tahu fenomena yang terjadi di luar Pagoda Emas. Hal itu terjadi karena dia tidak hanya menerobos ke tingkat Deity, tapi juga basis kultivasi kekuatan jiwa naik ke tingkat Danau.
"Lama kita tidak bertemu setelah Anda memisahkan kita, Penguasa," sapa Crown Stone saat berhenti di depan Cao Tian Jun.
__ADS_1
Cao Tian Jun garuk-garuk kepala karena keheranan dipanggil "penguasa" oleh Crown Stone, apalagi katanya telah lama berpisah.
"Jujur saja, aku bingung karena tidak mengingat tentang kita sedikitpun, bahkan mimpiku sesaat yang lalu, sangat membingungkan aku...," ucap Cao Tian Jun dan berhenti sejenak, "bisakah kamu menceritakan siapa diriku sebenarnya, dan siapa kamu?" lanjutnya dengan bertanya kepada Crown Stone.
"Itu wajar jika tidak mengingat apapun karena keinginan Anda sendiri!" jawab Crown Stone yang mengejutkan Cao Tian Jun.
"Aku sendiri yang menginginkan untuk tidak mengingat apapun, kan aneh jadinya?" sahut Cao Tian Jun dan makin membuatnya bingung.
"Iya, Penguasa yang tidak ingin berhubungan lagi dengan masa lalu. Tetapi, itu semua sudah tidak lagi penting karena kita sudah berkumpul. Hamba dan yang lainnya akan membimbing Anda agar kembali memiliki kekuatan puncak, kekuatan yang lebih hebat dari sebelumnya," jelas Crown Stone dan berjanji akan membimbing Cao Tian Jun, tetapi dia tidak menjelaskan maksud ucapannya tentang arti "sebelumnya".
Cao Tian Jun terdiam sejenak untuk memikirkan apa yang baru saja dialaminya dan juga perkataan Crown Stone. Semua kenangan dan mimpinya seolah-olah saling berkaitan, hal itu membuat banyak pertanyaan di dalam pikirannya.
"Aku senang kamu bisa membimbingku untuk mencapai kekuatan tertinggi! Tetapi, pengetahuan yang diberikan oleh guruku, beliau mengatakan bahwa kekuatan tertinggi berada di tingkat Almighty God. Sedangkan ketika di dalam mimpiku sesaat lalu, pria yang mengaku sebagai Dewa Abadi, aku tidak mengetahui kekuatannya. Dia berada di tingkat apa?" panjang lebar Cao Tian Jun berbicara dan diakhiri dengan bertanya.
"Penguasa akan mengetahui setelah selesai menjalani Kesengsaraan Petir Air Danau, dan itu berhubungan dengan Kekuatan Jiwa!" jawab Crown Stone.
Cao Tian Jun mengangguk paham, lalu dia mengulangi pertanyaannya yang belum dijawab oleh Crown Stone, "bagaimana dengan pertanyaanku tadi, apakah kamu bisa membuat replika dirimu? Aku tidak ingin memiliki banyak musuh sebelum benar-benar kuat!"
Crown Stone mengeluarkan cahaya benderang hingga membuat Cao Tian Jun memejamkan mata karena silau. Setelah beberapa saat, dia membuka mata dan melihat ada sebuah batu yang sangat mirip dengan Crown Stone.
"Batu ini akan menggantikan posisi hamba selama 100 tahun. Dengan adanya replika ini, Penguasa tidak perlu lagi khawatir...," jelas Crown Stone dan berhenti berbicara untuk sejenak, "Penguasa, alangkah baiknya segera mengumpulkan semua Batu Keabadian yang tersimpan di setiap Pagoda Emas.
"Hanya seperempatnya saja dari kemampuan hamba. Walaupun begitu, itu sudah luar biasa bagi mereka!" terang Crown Stone.
Cao Tian Jun menghela napas lega, dia segera berdiri untuk menjalani Kesengsaraan Petir Air Danau.
"Katamu tadi, aku harus menjalani Kesengsaraan Petir, kenapa harus ada Air Danau?" tanyanya sekali lagi sebelum keluar dari puncak Pagoda Emas.
"Itu berkaitan dengan basis kultivasi Kekuatan Jiwa. Jika hanya kekuatan biasa seperti yang dimiliki setiap kultivator, umumnya akan menjalani Kesengsaraan Petir." Dengan sabar Crown Stone selalu menjawab pertanyaan Cao Tian Jun.
"Oh begitu! Ya, ya aku paham sekarang. Baiklah, lebih baik aku segera menjalani Kesengsaraan Petir Air Danau. Aku akan berteleportasi sejauh mungkin dari wilayah ini ...," kata Cao Tian Jun.
Crown Stone tidak berbicara, dia segera masuk ke dalam dahi Cao Tian Jun. Setelah itu, dia berteleportasi dengan tujuan agar tidak memakan korban penduduk. Cao Tian Jun muncul di Pegunungan Lima Jari karena tempat ini yang cocok untuk bencana petir.
Sepeninggal Cao Tian Jun dari Pagoda Emas, seketika lingkaran pusaran air juga menghilang. Semua orang yang tadinya takut menjadi lega, sekaligus kebingungan dengan fenomena aneh ini.
Matriark Yin juga ikut bernapas lega, ia membuang napasnya secara kasar, lalu segera kembali ke dalam Pagoda Emas untuk memeriksa Batu Keabadian.
__ADS_1
Setibanya di puncak Pagoda Emas, Matriark Yin dan semua orang penting melihat Bunga Lotus tempat bersemayamnya Crown Stone.
"Untung saja semuanya baik-baik saja. Benar-benar hari yang sangat aneh!" Matriark Yin merasakan kekhawatirannya langsung menguap karena kebanggaan Sekte Yin masih berada di tempatnya.
"Kejadian hari ini pasti karena ulah pria itu... Pemimpin, Saya pribadi yang akan mencarinya serta menyelidiki siapa dia!" pinta Ketua Yin Jiali yang sangat kesal kepada Cao Tian Jun.
"Iya, kamu harus mencarinya. Selama dia belum tertangkap, jangan pernah kendurkan penjagaan di Pagoda Emas!" jawab Matriark Yin dan juga memberikan perintah.
Setelah memeriksa ulang Batu Keabadian, ia dan semua orang keluar dari Pagoda Emas. Ketua Yin Jiali membawa murid inti dan prajurit wanita terbaik dalam misi pencarian, termasuk Yin Meili si Anak Surga.
Sedangkan Cao Tian Jun, muncul di tempat lahirnya Buah Suci Leaping Toadstool, dia sengaja menjadikan puncak gunung tertinggi sebagai tempat menjalani Kesengsaraan Petir Air Danau.
Sejujurnya, dia ingin mengalahkan Raja Kera dan Raja Gale dengan mengandalkan Kesengsaraan Petir. Tanpa mengandalkan kekuatan dari Kesengsaraan Petir, dia tidak mungkin mengalahkan dua penguasa Pegunungan Lima Jari, sebab kekuatan masih jauh berbeda.
Setelah kemunculan Cao Tian Jun di atas puncak gunung tertinggi, muncul juga lingkaran pusaran air di atas kepalanya, ukurannya tidak berubah dan tetap sama, wilayah itu menjadi gelap karena pusaran air.
Munculnya pusaran air membuat binatang mistik ketakutan dengan menjauhi gunung tertinggi. Sedangkan Raja Gale dan Raja Kera melihat pusaran itu, mereka segera kembali ke puncak gunung dengan kecepatan tinggi.
"Apakah Kesengsaraan Petir Air Danau lebih kuat dari Kesengsaraan Petir umum?" tanya Cao Tian Jun sambil melihat ke atas, dia merasakan penindasan yang kuat keluar dari pusaran air.
Selain aura yang menindas, dia juga merasakan kelembaban udara yang ekstrim, dan perlahan bermunculan butiran air yang membeku seperti salju, petir juga makin keras menggelegar dan memekakkan telinga.
Anehnya, butiran air tidak jatuh ke tanah, melainkan berhenti melingkari tubuh Cao Tian Jun. Dia meraih salah satu butiran air itu, dan membuatnya terkejut karena tersengat listrik.
"Benar. Itu karena basis kultivasi milik Penguasa, berbeda dengan kultivator manapun, dua kali lipat rasa sakitnya. Penguasa harus mampu mengatasinya sendiri agar memiliki Kekuatan Jiwa yang benar-benar murni!" terang Crown Stone yang suaranya terdengar di benaknya.
"2 kali lipat... Jika begitu, mau tidak mau aku harus mengeluarkan wujud asliku!" gumam Cao Tian Jun yang tidak punya pilihan lain, dia tidak ingin mengambil resiko kegagalan karena tahu sebutir air cukup menyakitkan.
Dia menarik napas dan mengeluarkan secara perlahan, dia melakukannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, sepasang tanduk Naga keluar dari kepalanya, tanduk yang selama ini disembunyikan.
Setelah keluar tanduk Naga, tubuhnya mengeluarkan cahaya kebiruan, lalu tubuhnya keluar sisik Naga. Sisik Naga itu membentuk sebuah zirah perang yang berwarna putih dan hitam, dia juga memiliki ekor Naga yang terbalut oleh zirahnya. Kini, seluruh tubuhnya sudah tidak terlihat kulitnya.
Melihat kondisi tubuhnya yang berbeda dari sebelumnya, jelas Cao Tian Jun terkejut, pasalnya dia sebenarnya memiliki zirah perang berwarna hitam tanpa adanya warna putih. Selain itu, dia juga merasakan kekuatan yang bertambah besar.
"Wow! Aku semakin kuat, apa ini karena kita telah menyatu?" tanya Cao Tian Jun.
"Benar." Crown Stone menjawab dengan singkat.
__ADS_1
"Roarrr...!!"
Cao Tian Jun mengeluarkan raungan Naga setelah Crown Stone menjawab. Suaranya terdengar keras dan sangat jauh. Suara Naga membuat tubuh binatang mistik menggigil hebat karena ketakutan.