
Bab 192. Portal Dimensi Dihancurkan oleh Lao Yung.
Tian Jun dan semua penduduk di dua negara bahu-membahu membangun dinding pertahanan. Dia juga mengeluarkan 1.000 wanitanya yang menjadi pasukan khusus, yang diberi nama Angel Devil (Malaikat Iblis).
Janda Zhang Xinyu dan Feng Meiyu putrinya memimpin Angel Devil, dan semua wanita yang diselamatkan oleh Tian Jun. Semua wanita itu bertugas untuk membuat masakan bagi para penduduk dua negara, yang jumlahnya mencapai lebih dari tujuh juta jiwa.
Tidak hanya membangun dinding pertahanan saja, Patriark Fang memerintahkan kepada anggota Akademi Sihir untuk membangun turret panah api di atas dinding pertahanan.
Hingga hari menjelang pagi, semua orang terus bekerja tanpa henti. Di saat penduduk kelelahan, selalu digantikan yang telah berisitirahat. Hal itu terus dilakukan agar tetap menjaga kebugarannya.
Dua dinding pertahanan terus diperkuat dengan berbagai macam jenis sihir. Bahkan menggunakan segala jenis racun yang sangat dilarang di Continent Twins Moon. Mengetahui kekejaman Leluhur Yao dari lulusan Akademi Sihir yang menjadi saksi, Penyihir Putih juga bisa lebih kejam kepada musuhnya.
Sedangkan Tian Jun, dia mengaplikasikan idenya dengan membuat bola yang berisi Api Putih dan petir. Apa yang diciptakan seperti granat tangan jenis pembakaran kejut.
Cara kerjanya sederhana, cukup pengunci granat dilepaskan, lalu dilemparkan ke arah target yang telah ditentukan. Di saat mengenai targetnya atau tidak, granat tangan itu akan meledak. Ketika meledak, Api Putih akan membakar apapun yang berada di areanya, dan petir akan menyebarkan api serta menambah daya rusaknya.
Setelah kunci dilepaskan, durasinya 2 detik sebelum granat tangan meledak. Jadi, secepat mungkin harus dilemparkan ke arah targetnya.
Bahan yang digunakan juga sederhana, Tian Jun menggunakan material besi dan emas yang mampu mempertahankan suhu panas dari Api Putih, dengan komposisi 75% besi dan 25% emas. Dia membuatnya dihadapan para ahli Pandai Besi di dua negara.
Setelah membuat satu contoh yang mudah dipahami, semua Pandai Besi dengan semangat tinggi segera menirunya. Sedangkan Tian Jun bertugas untuk mengisi granat dengan Api Putih dan petir.
Kultivator dan Penyihir Putih yang memiliki elemen petir dan api juga membantunya. Walaupun daya rusak api milik mereka tidak sehebat Api Putih, bantuan mereka masih sangat dibutuhkan, dan tidak mungkin Tian Jun bekerja sendiri.
Raja Fang dan Raja Ming juga mengeluarkan persenjataan meriam yang diletakkan di dekat turret panah api. Kedua raja itu bekerja sama dengan Miao Miao dan Diyu Nuan, yaitu mengganti bubuk mesiu meriam dengan Api Putih dan petir yang memiliki daya penghancur lebih tinggi.
Sedangkan Tim Phoenix, mereka bekerja sama membuat banyak Pil Penyembuh dan Pemulih Energi, dan dibantu oleh para ahli Alkemis di dua negara. Mereka menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh dua negara, bahkan Tian Jun juga mengelontorkan banyak sumber dayanya.
Jika dilihat dari atas, dua dinding pertahanan yang menyatu dengan tebing Lembah Ular, berbentuk persegi panjang, yang mana di atas dinding bebatuan terdapat turret dan meriam. Dua dinding pertahanan itu membentang sepanjang 4 km lebih. Di tengah-tengahnya terdapat banyak Catalpult, dan armada kapal angkasa yang akan menyerang dari udara.
Di depan dinding pertahanan batu juga ditambahkan banyak jebakan sihir yang fungsinya mengurangi jumlah lawan dan memperlambat pergerakan.
Saat di siang hari, akhirnya dinding pertahanan telah selesai dibangun dengan segala macam persenjataannya. Tidak ada eforia karena berhasil membuat sesuatu yang spektakuler, yang baru pertama kali terjadi di Benua Tengah, sebab mereka tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya.
Dragon Spaceship melayang di atas. Tian Jun dan para pimpinan melihat situasi lawan yang masih terus mendekat dinding pertahanan. Dari arah Timur, Leluhur Yao memimpin Pasukan Kegelapan, dia bersama dengan Niao Wushi dan Raja Long. Niao Wushi yang telah pulih dan membawa serta murid-muridnya, dan membawa banyak Penyihir Hitam.
Dari arah Barat, gabungan pasukan musuh dipimpin oleh Pendekar Pedang bersama dengan Kaisar Yao, Raja Li dan Raja Niao. Bahkan di antara mereka juga ada Bao Dong dan Dongxi yang bergabung dengan anggota Paviliun Bunga Kematian. Mereka juga membawa armada kapal angkasa dan segala macam jenis persenjataan meriam.
Melihat kekuatan militer yang mengerikan dan menang jumlah, membuat pihak Kerajaan Sihir dan Kerajaan Ming tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka seperti sedang menghadapi raksasa ganas yang mengepung, dan siap menginjak-injak semut.
Perlahan aura kematian dan niat membunuh semakin dirasakan oleh Tian Jun dan semua orang. Yang mengejutkan semua orang, mereka tiba-tiba berhenti bergerak saat jarak antara dinding pertahanan terpaut 2 km.
"Terima kasih atas bantuan kalian, rakyatku! Kontribusi besar yang telah kalian berikan, sangat kami hargai. Rakyatku, kembalilah ke tempat masing-masing. Doakan kami berhasil menahan gempuran musuh!" ucap Raja Fang.
"Biarkan kami ikut berjuang, Rajaku. Hidup dan mati bersama Anda dan para pejuang adalah penghormatan kami!"
Teriakan salah satu penduduk pria yang tidak ingin kembali seperti seorang pengecut di saat peperangan akan terjadi. Lalu disusul dengan semua pria dan wanita yang tidak ingin kembali ke rumahnya.
Tian Jun dan semua pemimpin terharu melihat rakyat dari dua negara yang ingin berjuang bersama. Kemudian, Patriark Fang mengizinkan mereka ikut berperang, tetapi dilarang keras keluar dari dinding pertahanan.
Mereka ditugaskan untuk mendukung persediaan para prajurit, seperti mengobati yang terluka, memberikan pil, dan intinya tidak dibolehkan untuk ikut berperang.
Dan, jika pihak lawan berhasil membobol dinding pertahanan, Patriark Fang mengintruksikan kepada rakyat agar segera melarikan diri ke Kerajaan Sihir.
Setelah memberikan instruksi kepada rakyatnya, Patriark Fang memerintahkan mereka untuk beristirahat.
__ADS_1
"Kenapa mereka berhenti?" tanya Xia Junsu kepada Tian Jun karena mampu melihat objek yang sangat jauh.
"Mereka akan bergerak saat malam hari...," jawab Tian Jun dan berhenti berbicara saat melihat ke langit, "malam ini akan terjadi bulan purnama. Momentum yang tepat untuk memperkuat para Penyihir Hitam dan Pasukan Kegelapan... Hmm!" lanjutnya dan diakhiri dengan menghela nafas panjang.
"Kekuatan mereka meningkat dua kali lipat. Semoga saja kita mampu menahan gempuran mereka hingga pagi hari!" harapan Patriark Fang yang tahu maksud perkataan Tian Jun.
"Kita pasti mampu mengalahkan mereka! Apa kalian lupa? Aku masih memiliki Pasukan Binatang, dan boneka wayang," kata Tian Jun yang ingin semua orang bersemangat.
Tim Phoenix tersenyum karena kekasihnya menunjukkan kekuatan militernya yang disembunyikan di dalam Dunia Jiwa, Pasukan Binatang yang pernah ditampilkan saat berada di Mystical Beast Mountain.
Patriark Fang tertawa karena melupakan Pasukan Binatang dan boneka wayang dikarenakan panik melihat kekuatan militer pihak lawannya.
Tian Jun segera terbang ke arah belakang Gerbang Jembatan Fang Yao. Tim Phoenix, 1.000 Angel Devil yang dipimpin oleh Zhang Xinyu, dan para pimpinan mengikutinya.
Saat tiba di perkemahan prajurit, Tian Jun mengeluarkan satu juta pasukan binatang yang telah dilengkapi dengan zirah perang. Pasukan binatang meraung-raung keras karena merasakan aura kematian dari Pasukan Kegelapan.
Mendengar raungan Pasukan Binatang, semua orang sampai gemetaran karena setiap binatang memiliki kekuatan tingkat God Warrior. Patriark Fang kembali tertawa lepas karena rasa khawatirnya sirna. Dia mengelus kepala binatang panther.
"Zhang Xinyu pimpin 500 Angel Devil sebagai komandan satu juta Pasukan Binatang!" perintah Tian Jun.
"Siap, Yang Mulia Maharaja!" ucap Zhang Xinyu dan 500 Angel Devil dengan kompak.
Kemudian, Tian Jun melihat Feng Meiyu putri dari Zhang Xinyu yang masih berusia 15 tahun, lalu melihat Meishin dan Lanying. "Apakah kalian siap pemimpin satu juta Pasukan Binatang?" tanyanya.
"Saya siap, Sayang... Maksudku Yang Mulia Maharaja!" jawab Feng Meiyu yang keceplosan berbicara karena saking cintanya kepada Tian Jun.
Pipinya menjadi merah karena malu dilihat oleh banyak pemimpin. Tian Jun dan banyak orang yang tertawa karena kepolosan Feng Meiyu.
"Kami juga siap, Yang Mulia Maharaja!" jawab Meishin dan Lanying.
"Dan kami siap bertempur dengan Anda, Yang Mulia Maharaja!" disusul oleh 500 Angel Devil yang akan dipimpin oleh Feng Meiyu, Meishin dan Lanying.
Setelah selesai mengutarakan rencananya. Tian menuju ke Gerbang Jembatan Ming Yao. Di sana dia mengeluarkan satu Pasukan Binatang yang dipimpin oleh Feng Meiyu, Meishin, Lanying dan 500 Angel Devil. Pasukan Binatang akan ditunggangi oleh Angel Devil untuk menghancurkan formasi pasukan musuh, dan juga sebagai serangan kejutan.
Tian Jun juga meminta kepada Fang Guotin untuk melindungi Feng Meiyu, Meishin, Lanying dan 500 Angel Devil dikarenakan basis kultivasinya mereka masih rendah.
Fang Guotin dengan senang hati menerima tugas ini karena sudah tidak lagi menjadi pengawal pribadi Fang Yin, sebab Fang Yin telah mampu untuk melindungi diri sendiri. Ia segera membagi anak buahnya, empat anak buahnya itu akan melindungi Zhang Xinyu, dan dua anak buahnya ikut dengannya.
Setelah merencanakan untuk melawan musuh, Tian Jun, Tim Phoenix dan para pimpinan kembali ke Dragon Spaceship yang dijadikan sebagai markas komando.
"Bagaimana dengan portal dimensi, sudah sampai mana pembangunannya?" tanya Tian Jun kepada Fang Hao-Yu.
"Kami sudah sekuat tenaga dan secepat mungkin untuk menyelesaikannya. Paling cepat nanti malam portal dimensi sudah bisa digunakan!" jawab Fang Hao-Yu tanpa ada keraguan.
"Bagus, bagus!" pujian Tian Jun yang semakin yakin bahwa peperangan ini akan dimenangkan oleh pihaknya.
"Bagaimana dengan Ayah mertua (Chu Xing-fu)?" tanyanya kepada Chu Sying Chun dan Chu Sying.
"Paman Bai dan ayah telah berhasil membuat portal dimensi lebih cepat, karena didukung oleh keluarga besar Tim Phoenix dan Ratu Shima. Tinggal menunggu portal dimensi di sini agar bisa saling terhubung!" jawab Chu Sying Chun.
Tian Jun dan semua pemimpin baru bisa bernafas lega karena semua rencana telah terkondisikan. Kemudian, Tian Jun menyerahkan dua pangeran Kerajaan Niao kepada Ketua Hukum Akademi Sihir.
Dia tidak menyerahkan Permasuri Kwan Liiu Yaoshan, sebab khawatir pihak Kaisar Yao mengirim mata-mata untuk menyelamatkan Permaisuri Kwan, akan lebih aman di dalam Dunia Jiwanya.
Saat ini, tinggal menunggu lawan bergerak. Karena sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, semua pimpinan keluar dari Dragon Spaceship untuk memeriksa semua persiapan pasukannya.
__ADS_1
Tian Jun meminta kepada Tim Phoenix istrinya agar diberikan waktu untuk sendiri. Kali ini, Tim Phoenix memberikan izin kepadanya karena memikul beban berat sebagai calon penguasa tunggal di Continent Twins Moon.
Dia seorang diri di dalam kamarnya di Dragon Spaceship. Entah kenapa hatinya merasa ada yang kurang dengan persiapan yang telah direncanakan. Dia segera bermeditasi untuk menenangkan hati dan pikirannya...
...****************...
Di Akademi Sihir Yin Yang.
Semua ahli Formasi Array dan Penyihir Putih bekerja sama membangun portal dimensi yang kurang 20% proses pembangunannya. Mereka sangat sibuk karena dikejar-kejar oleh waktu.
Portal dimensi dibangun di dekat lapangan latihan di Akademi Sihir Yin Yang. Untuk membuatnya harus membangun altar sebagai medianya. Membuat altar sangatlah mudah, yang sulit membuat simbol-simbol lima unsur alam, dan berbagai macam pendukungnya.
Tanpa mereka sadari karena sibuk, ada dua wanita yang sedang mengawasinya, mereka adalah Lao Yung dan Selir Sha. Mereka tahu tujuan pembuatan portal dimensi untuk menyatukan daratan di Continent Twins Moon.
"Di saat aku mengalihkan perhatian mereka, kamu segera hancur portal dimensi!" perintah Guru Lao kepada Selir Sha yang mengangguk sebagai jawaban.
Lao Yung berjalan menuju ke pintu masuk ke Akademi Sihir Yin Yang. Namun, beberapa murid dan prajurit yang berjaga segera mengetahuinya. Mereka diam membeku melihat kecantikan Lao Yung yang tidak pernah dilihatnya selama ini.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Lao Yung dengan merayu mereka. "Apakah ini adalah adalah Akademi Sihir yang terkenal?" tanyanya sambil berjalan lenggak-lenggok.
Semua pria menelan salivannya karena ingin memiliki Lao Yung sebagai kekasihnya. Mereka berlomba-lomba untuk menyambut kedatangan Lao Yung, dan memuji-muji kecantikannya.
Dengan mudahnya mereka mengajak Lao Yung masuk ke dalam Akademi Sihir, padahal sudah diberi peringatan oleh pemimpin akademi agar tidak dibolehkan siapapun masuk selama proses pembangunan portal dimensi.
Melihat semua penjaga pintu akademi telah masuk, buru-buru Selir Sha menyelinap masuk. Dia segera melesat ke arah portal dimensi melewati atap bangunan.
Lao Yung mengiring semua murid dan prajurit penjaga menuju ke gang kecil, yang jauh dari pintu gerbang masuk dan lapangan latihan sihir. Di saat jauh, Lao Yung dengan mudah membunuh mereka tanpa mengeluarkan suara keributan. Lalu dia menyamar sebagai salah satu murid pria yang baru dibunuh.
Kemudian, Lao Yung menuju ke portal dimensi yang berada di tengah-tengah akademi. Dia melihat Selir Sha yang sedang bersembunyi di belakang gedung yang dekat dengan lapangan latihan sihir.
"Bahaya ketua, ada bahaya!!" laporan Lao Yung dengan panik saat berpura-pura menjadi murid.
Ketua Gedung Formasi Array segera melihat Lao Yung yang menyamar. "Ada apa?" tanyanya heran.
"Itu... Di depan gerbang masuk tidak dijaga...," Lao Yung mengarang cerita palsu, yang mana ketika dirinya sedang buang air kecil, saat kembali sudah tidak melihat rekannya. Dia sudah mencari semua penjaga, tetapi tidak ditemukan.
"Kalian tetap lanjutkan, aku yang akan memeriksanya!" perintah Ketua Formasi Array. Dia dan Lao Yung segera menuju ke pintu gerbang masuk.
Setelah beberapa saat, tiba-tiba suara ledakan energi terdengar keras. Semua orang yang bekerja segera berhenti dan buru-buru menuju ke sumber suara ledakan. Mereka khawatir jika musuh sudah menyerang. Dan meninggalkan empat orang penyihir yang melanjutkan tugasnya.
Selir Sha segera keluar dari persembunyiannya dan secepat kilat membunuh keempat penyihir itu. Dalam waktu singkat keempat Penyihir Putih itu ditumbangkan.
Ia segera menghancurkan portal dimensi. Ledakannya sangat keras hingga terdengar jauh. Setelah misi berhasil, Selir Sha buru-buru meninggalkan Akademi Sihir.
Sedangkan Lao Yung, ia dengan mudah membunuh ketua dan para ahli. Setelah itu, dia menyusul Selir Sha yang sudah menunggu di tempat persembunyian...
...****************...
Patriark Fang yang mendengar kabar buruk, jelas sangat marah, sebab portal dimensi akan menjadi bantuan terbesar bagi pihaknya. Xia Junsu segera menemui Tian Jun untuk mengabarkan berita ini.
"Anjun, beri--"
"Aku sudah menebaknya!" potong Tian Jun sebelum Xia Junsu selesai melapor.
"Lalu bagaimana?" tanya Xia Junsu yang heran melihat Tian Jun tidak panik.
__ADS_1
Tian Jun membuang nafas secara perlahan, lalu dia berdiri dan memeluk erat Xia Junsu sambil berkata, "yakinlah, tanpa bala bantuan, kita pasti mampu mengalahkan mereka!"
Pelukan dan ucapan Tian Jun menenangkan hati Xia Junsu. Dia mengangguk sebagai respon terhadap keyakinannya. Mereka segera keluar dari kamar, berkumpul dengan Tim Phoenix dan semua pemimpin yang terlihat marah...