
Bab 104. Menjadi Rebutan Pemimpin.
Setelah berada di arena latihan, Cao Tian Jun melihat semua peserta dan guru sudah berkumpul. Dia mengembangkan senyuman ketika melihat Tim Phoenix dan gurunya yang telah berkumpul, wajah-wajah mereka tampak tak bersemangat.
Dia juga melihat Pilar Prestasi Heptagon Chaos di tengah arena. Pilar itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya yang disertai dengan suara dengungan. Jelas hal itu membuat semua orang kebingungan. Lalu tidak berselang lama mereka melihat kedatangan Cao Tian Jun.
Arena latihan yang sebelum ramai seketika menjadi hening, mereka menduga jika penyebab Pilar Prestasi beresonansi karena pria muda ini.
Penampilan fisiknya yang baru membuat pangling (tidak lagi kenal) Tim Phoenix, Chu Xing-fu, Guru Junior dan Senior. Namun, saat melihat seragam yang dikenakan, lalu melihat ciri-ciri di mata, di keningnya, serta teringat sewaktu di Kota Naga, Fang Yin segera mengenalinya, lalu disusul oleh Tim Phoenix.
Fang Yin dan Tim Phoenix segera berlarian menghampiri Cao Tian Jun sambil memanggil namanya. Chu Sying Chun dan Wang Mei juga buru-buru mengikuti. Demikian juga dengan Chu Xing-fu dan semua Guru Senior dari Akademi Merpati Putih kelas dua.
Cao Tian Jun tertawa sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan kekasihnya. Disaksikan oleh semua mata, Cao Tian Jun memeluk Fang Yin dan Tim Phoenix secara bergantian.
"Haa...! Cao Tian Jun masih hidup?" ucapan banyak orang yang terkejut saat Tim Phoenix memanggil namanya.
Kedua mata dari Yin Meili ikut memerah menahan air matanya karena senang melihat Cao Tian Jun masih hidup. Namun, melihatnya yang berpelukan secara bergantian dengan Tim Phoenix, hatinya terasa sakit karena cemburu.
Pemimpin akademi Chu Xing-fu tertawa bahagia karena ucapan Fang Yin ternyata benar bahwa Cao Tian Jun masih hidup. Guru Senior Dong Jian ingin rasanya memeluk muridnya ini tetapi malu
Pemimpin Kuil Atas Awan yang bernama Leng Lao - Biksu Lao berdehem, syarat agar Tim Phoenix tidak melakukan perbuatan yang tidak sopan didepan umum.
Diiringi oleh semua mata, Chu Xing-fu segera mengajak anggotanya untuk kembali ke tempat semula. Cao Tian Jun yang dicecar banyak pertanyaan, akhirnya mengerti yang menjadi penyebab mereka tak bersemangat.
"Anda yang bernama Cao Tian Jun?" selidik Biksu Lao ketika Akademi Merpati Putih kelas dua telah berada di tempatnya.
"Benar, murid ini adalah Cao Tian Jun!" jawab Cao Tian Jun sambil menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.
"Sudah dua kali ini Pilar Prestasi ini beresonansi... Akhirnya saya tahu siapa orang yang menjadi pilihan Batu Keabadian. Untuk menyakinkan saya dan semua orang yang ada di sini, bisakah Junior Jun diuji di Pilar Prestasi Heptagon Chaos?"
Permintaan dari Biksu Lao jelas membuat khawatir Guru Chu Xing-fu dan semua Guru Senior dan Junior yang berasal dari Akademi Merpati Putih kelas dua. Seandainya kekuatan asli dari Cao Tian Jun diketahui oleh banyak orang, bisa dipastikan akan membuat kericuhan, dan kemungkinan besar timbul fitnahan.
Semua pemimpin dari Sekte Yin - Matriark Yin, Kuil Sembilan Kematian yang dipimpin oleh Liao Jingguo, Perguruan Hitam Kelam yang dipimpin oleh Yu Zhong, Perguruan Langit Kesembilan yang dipimpin oleh Xi Qiang. Mereka yang telah mendeklarasikan bahwa memiliki murid pilihan Batu Keabadian yang disebut Anak Surga, jelas khawatir.
Perbedaan Cao Tian Jun dan Anak Surga, Anak Surga merupakan klaim sepihak tanpa mampu membuat Pilar Prestasi beresonansi. Sedangkan Cao Tian Jun, tanpa menyentuh Pilar Prestasi sudah mampu membuatnya beresonansi. Hal inilah yang membuat semua pemimpin khawatir.
__ADS_1
Sebelum Guru Chu Xing-fu berbicara, Cao Tian Jun terlebih dahulu menjawab, "tentu bisa. Tetapi bukan berarti saya adalah pilihan dari Batu Keabadian. Saya hanya murid biasa!"
Cao Tian Jun segera berjalan menuju ke arah Pilar Prestasi Heptagon Chaos. Setelah berada di depan Pilar Prestasi, dia meletakkan telapak tangan pada cetakan tangan di bawah Baseline Cultivation (bab 06).
Kemudian, garis horisontal menyala dan bergerak ke garis kedelapan, tanda jika kekuatannya berada di tingkat Crossing Tribulation. Lalu menyala garis vertikal ke-9, tanda jika Cao Tian Jun memiliki kekuatan di level 9. Setelah itu, menyala Element Circle, dimana ada dua elemen yang menyala, menandakan memiliki elemen tanah dan api.
Semua orang tidak tahu jika Cao Tian Jun memanipulasi Pilar Prestasi Heptagon Chaos, dia tidak ingin kekuatan serta kemampuannya diketahui oleh siapapun, dia melakukan itu seperti sebelumnya sewaktu di Kota Naga.
Melihat Pilar Prestasi Heptagon Chaos berfungsi normal dan tidak menunjukkan bahwa Cao Tian Jun adalah pilihan dari Batu Keabadian, semua pemimpin bernafas lega, mereka khawatir jika hari ini dipermalukan oleh Cao Tian Jun.
Biksu Lao mengerutkan keningnya karena Pilar Prestasi itu tidak mengeluarkan cahaya seperti sebelumnya, jelas membuatnya kebingungan dengan apa yang terjadi.
Guru Chu Xing-fu, semua Guru Senior, Tim Phoenix, Wang Mei, Chu Sying Chun, Wang Lee dan Ling Dong, mereka membuang nafas lega karena khawatir rahasia ini diketahui. Mereka juga bingung bagaimana caranya Cao Tian Jun mampu menyembunyikan kekuatannya dari Pilar Prestasi.
"Crossing Tribulation level 9, memiliki dua elemen Api dan Tanah... Apakah Junior Jun sudah belajar Alkemis, di tingkat apa?" tanya Biksu Lao yang wajahnya berseri-seri karena ingin merekrutnya.
"Maaf, Guru Lao, Junior Jun adalah aset penting bagi Akademi Merpati Putih pusat. Kami berencana untuk memberikan pendidikan lanjutan setelah menjadi murid inti!" sela Pemimpin pusat Akademi Merpati Putih, namanya adalah Xia Wei.
Xia Wei segera menuju ke Kuil Atas Awan setelah mendapatkan kabar tentang terbunuhnya Cao Tian, dia adalah saudara dari Kaisar Xia.
Guru Chu Xing-fu tidak bisa berkata-kata lagi karena pemimpin pusat menginginkan murid andalannya, dia hanya bisa menghela nafas berat.
Liao Jingguo juga tidak mau kalah dalam persaingan ini, dia segera mengeluarkan tawaran yang menarik bagi Cao Tian Jun, "menjadi muridku saja, segala kemauanmu pasti kukabulkan!"
Cao Tian Jun yang menjadi rebutan membuat banyak murid pria menjadi iri. Arena latihan pun kembali ramai dengan banyaknya orang yang membicarakan Cao Tian Jun.
Namun, semua orang berhenti berbicara ketika Matriark Yin An ikut berbicara.
"Yin Meili adalah murid andalan Sekte Yin, dia adalah gadis suci, prestasinya banyak dan juga paling cantik diantara semua murid kami. Jika Junior Jun mau menjadi pasangan Dao bagi Yin Meili, aturan Sekte Yin yang sebelumnya kita bisa ubah khusus untukmu. Bersediakah Junior Jun menjadi bagian dari Sekte Yin?"
Arena latihan kembali ramai karena tawaran dari Matriark Yin An, ucapannya itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Siapapun tahu jika wilayah Sekte Yin terlarang bagi kaum pria, merubah aturan hanya untuk seorang pria merupakan hal yang tidak pernah terpikirkan oleh semua orang.
Seandainya Cao Tian Jun mau menerima tawaran dari Matriark Yin An, sudah dipastikan sepanjang hidupnya akan dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Saat ini saja banyak orang yang sudah iri melihat Cao Tian Jun dikelilingi oleh Tim Phoenix, apalagi menjadi bagian dari Sekte Yin, dan ini menjadi impian bagi kaum pria di Benua Timur.
Yin Meili tersipu malu dengan menundukkan wajahnya, jari-jari kedua tangannya dimainkan karena gugup. Sedangkan Tim Phoenix, Wang Mei dan Chu Sying Chun jelas marah, mereka sampai mengeluarkan aura kekuatannya.
__ADS_1
Tiba-tiba...
"Dia adalah murid pribadiku. Selamanya bersama denganku di akademi kelas dua!"
Terdengar suara yang menggelegar keras di arena latihan. Setelah itu, muncul Bai Guan di samping kanan Cao Tian Jun. Kedatangan Pelindung Bai Guan membuat Tim Phoenix, guru Chu Xing-fu dan semua anggotanya bersorak-sorai.
Bai Guan yang mendapatkan kabar buruk tentang kematian Cao Tian Jun, segera dengan kecepatan tinggi menuju ke Kuil Atas Awan, padahal dia saat itu sedang berbicara dengan Yan Denglong.
Ucapan Bai Guan menutup keinginan semua pemimpin itu. Dengan klaimnya, siapapun tidak bisa memiliki Cao Tian Jun, kecuali ada kesepakatan bersama seperti ikatan pernikahan dua institusi pendidikan. Dengan begitu, Cao Tian Jun menjadi milik bersama.
"Guru!" sapa Cao Tian Jun yang senang dengan kedatangan Bai Guan.
Matriark Yin An segera menghampiri Bai Guan, lalu berkata dengan genit sambil melirik Cao Tian Jun, "tawaran Anda tempo hari telah kami pikirkan. Kami menyetujuinya! Kapan acara pernikahan antara Yin Meili dan Junior Jun diselenggarakan?"
Cao Tian Jun spontan terbatuk-batuk karena tidak mengetahui sudah ada kesepakatan diantara Bai Guan dan Matriark Yin An. Tim Phoenix, Fang Yin, Wang Mei dan Chu Sying Chun yang tadinya senang, kini kembali menjadi marah.
Bai Guan garuk-garuk kepala sambil tertawa karena melihat tatapan tajam dari Tim Phoenix, Wang Mei dan Chu Sying Chun, apalagi melihat Fang Yin yang melotot.
"Muridku sudah memiliki kekasih... Itu mereka," kata Bai Guan agar tidak diamuk oleh Fang Yin dan Tim Phoenix.
"Tidak masalah, pria jenius seperti Junior Jun sudah pasti akan memiliki banyak kekasih. Yin Meili juga tidak kalah cantik dan berprestasi seperti mereka!" sahut Matriark Yin An sambil memeluk lengan Cao Tian Jun.
Tindakan Matriark Yin An yang tidak tahu malu jelas membuat Tim Phoenix semakin marah. Berbeda dengan Cao Tian Jun yang senang karena merasakan buah kenyal ukuran jumbo menempel di lengannya.
Fang Yin yang tidak takut dengan siapapun bergegas menghampiri Cao Tian Jun. Setelah dekat, dia menarik tangan kekasihnya agar menjauhi Matriark Yin An.
"Jangan macam-macam denganku!" bisik Fang Yin kepada Matriark Yin An.
Bukannya takut, Matriark Yin An malah tersenyum, lalu membalas bisikannya, "mau apa? Seorang pria akan luluh ketika pasangannya lemah lembut dan memuaskan diranjang!"
"Tidak tahu malu!?" kegeraman Fang Yin dengan tatapan jijik melihat Matriark Yin An yang begitu genit.
Sebelum suasana semakin memanas, Biksu Lao segera berbicara, "silakan semua kembali ke kelompoknya. Pengarah tentang kompetisi akan saya mulai!"
Fang Yin segera menarik tangan Cao Tian Jun menuju ke kelompoknya. Bai Guan tertawa senang melihat muridnya baik-baik saja...
__ADS_1
Di Danau Air Hijau, Ratu Ular Surgawi melihat ke arah arena latihan, dia mengembangkan senyuman bahagia karena Cao Tian Jun masih hidup.
"Dia akan menjadi milikku apapun caranya!" gumamnya sambil melihat Cao Tian Jun yang menjadi rebutan.