8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Menuju Ke Hidden Palace.


__ADS_3

Bab 160. Menuju ke Hidden Palace.


Pedang Petir Biru menjadi daya tarik bagi semua orang yang ingin memilikinya, sebab pedang itu bisa ditingkatkan menjadi Armament Grade Immortal, bahkan bisa menjadi Artefak Bintang 1.


"Anak muda, apakah Pedang Petir Biru tidak dijual?" tanya Xue Delun Hai setelah Xue Li Xia memutuskan kemenangan Cao Tian Jun, dia berminat untuk memiliki pedang itu.


Cao Tian Jun menghampiri Xue Li Xia dan tiba-tiba menyodorkan gagang Pedang Petir Biru dengan berkata, "untukmu karena sudah mau menjadi juri!"


Xue Li Xia diam membeku melihat Armament Grade God Tahap Puncak diberikan begitu saja. Padahal, jika dijual atau dilelang harganya sangat mahal. Segera dia menenangkan hatinya sambil menatap wajah Cao Tian Jun yang tertutupi topeng emas.


"Sayang sekali kamu tidak mau!" Cao Tian Jun pura-pura kecewa karena Xue Li Xia tidak segera menerima pedangnya.


"Tuan Shimo Tian, aku beli pedangmu!" sela Pangeran Lin Gan sebelum Xue Li Xia menerima Pedang Petir Biru.


Buru-buru Xue Li Xia memegang gagang Pedang Petir Biru dan menyembunyikannya di belakang punggungnya, dia mendekati leluhurnya agar lebih aman.


"Terima kasih!" ucap Xue Li Xia sambil menatap wajah Cao Tian Jun yang tertutupi topeng.


Banyak orang yang iri dengan Xue Li Xia yang mendapat Armament Grade God secara cuma-cuma. Seandainya tahu menjadi juri akan mendapatkan hadiah, sudah pasti banyak orang yang mendaftar diri.


Pangeran Lin Gan berdiri di samping Cao Tian Jun dengan wajah kecewa karena tidak memiliki Pedang Petir Biru. Namun, sebelum dirinya berbicara, ia mendengar suara telepati dari Cao Tian Jun.


"Ingat kesepakatan kita! Suatu hari nanti aku akan mendatangimu!"


Setelah Cao Tian Jun berbicara, ia menghilang dan muncul di udara setinggi 600 meter dari permukaan pasir laut. Dia tidak memberikan kesempatan kepada siapapun untuk berkenalan dengannya, maupun berkomentar tentang Pedang Petir Biru.


Sebelum Cao Tian Jun pergi, Fang Yin buru-buru mencegahnya, "tunggu Tian ... Tunggu Tuan Muda Jun!"


Cao Tian Jun jelas kaget karena panggilan dari Fang Yin yang sengaja tidak langsung disambung, mengisyaratkan bahwa dirinya telah dikenali, dan ini karena Pangeran Lin Gan yang memanggil nama samarannya sesaat lalu.


Untung saja semua orang tidak mengenali nama aslinya karena Fang Yin tidak secara langsung memanggil nama lengkapnya. Kecuali, Xue Li Xia yang mengerutkan kening karena mencurigainya.


"Namaku Shimo!" penegasan Cao Tian Jun yang tidak ingin siapapun tahu namanya.


"Shimo? Shimo dari Kekaisaran Shima, Jenderal Muda Shimo? Apakah benar Anda Jenderal Shimo yang terkenal itu?" selidik Xue Delun Hai.


"Sialan!" batin Cao Tian Jun yang situasinya semakin rumit.


Dia melihat Fang Yin mendekatinya dan diikuti oleh banyak orang. Sebelum situasi semakin sulit, dia buru-buru berkata, "nama mungkin kebetulan bisa sama, tetapi saya bukanlah yang Anda maksudkan! Sampai bertemu kembali!"


Cao Tian Jun berteleportasi dengan segera karena tidak ingin keceplosan berbicara atau salah ucap.


"Cao Tian Jun...!!" teriakan Fang Yin karena Cao Tian Jun ceroboh tidak menyamarkan suaranya.


Seketika ucapan Fang Yin membuat semua orang terheran-heran karena mengenal walaupun belum bertemu dengan Cao Tian Jun. Patriark Fang wajahnya terlihat panik karena tidak menyangka calon menantunya masih hidup, dia melihat putrinya terbang menuju ke arah base camp Kekaisaran Xia.


Pangeran Lin Gan garuk-garuk kepala karena bingung dengan situasi saat ini, sebab dia tidak kenal dengan sosok orang yang bernama Cao Tian Jun. Dia pun menduga bahwa Shimo Tian adalah Cao Tian Jun. Karena nama depannya adalah Cao, dia menebak jika orang yang membantunya berasal dari Dinasti Cao.


Tubuh Pangeran Zeming gemetaran karena pesaing beratnya ternyata masih hidup, dan menjadi musuhnya dalam pertandingan membuat Armament Grade God. Dia segera terbang menyusul Fang Yin dengan tujuan untuk mencegahnya karena telah menjadi calon istrinya.


Xue Li Xia juga mengejar Fang Yin dengan tujuan yang sama, yaitu menemui Cao Tian Jun. Xue Delun Hai, Patriark Fang juga mengikuti mereka karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi.


Tiba-tiba, ketika banyak orang yang akan keluar dari base camp Klan Fang, Formasi Array Wall Moon bergetar, tanpa energi formasi Array akan menghilang...

__ADS_1


...****************...


Di kapal angkasa milik Kaisar Xia. Leluhur Xia sedang memeriksa kondisi Kaisar Xia.


"Kakek, kita harus meminta pertanggung jawaban kepada Paviliun Bunga Kematian!" ucap Pangeran Anming.


Leluhur Xia menghela nafas berat setelah memeriksa kondisi Kaisar Xia, dia berkata sambil melihat Pangeran Anming, "bukan mereka pelakunya! Mereka juga dibuat susah oleh pelaku yang ingin membunuh Ayahmu...,"


Leluhur Xia menceritakan pertemuannya dengan Conglin pemimpin Paviliun Bunga Kematian. Di mana Conglin juga mencari pelaku orang yang menyamar sebagai anggota Paviliun Bunga Kematian.


Pangeran Anming jelas terkejut dengan Infomasi ini, yang mana Pangeran Yang dan Pangeran Shi diculik, hingga saat ini masih belum diketahui keberadaan mereka. Conglin dan Leluhur Xia menduga bahwa pelaku adalah orang yang sama.


Yang menjadi pertanyaan besar saat pertemuan itu, apa motif dari si pelaku? Hingga saat ini, mereka belum menemukan jawabannya. Conglin dan Kaisar Cao telah memerintahkan banyak orang terbaik untuk menemukan dua Putra Mahkota Kekaisaran Cao. Leluhur Xia yang mendengar jelas senang, namun juga dibuat khawatir dengan kondisi Kaisar Xia yang semakin parah.


Ketika Leluhur Xia menceritakan pertemuannya kepada Pangeran Anming, datang jenderal yang melaporkan bahwa Formasi Array Wall Moon telah menghilang...


...****************...


Cao Tian Jun telah berbaring di ranjang kamarnya di dalam kapal angkasa milik Ao Zhen Juan. Dia melepaskan topengnya sambil memikirkan kejadian yang mengecewakan hatinya. Lalu, mengeluarkan Xia Junsu dan ketiga istrinya dari dalam Dunia Jiwanya.


"Apakah kamu sudah menemuinya?" tanya Xia Junsu sambil duduk di tepi ranjang.


"Dia sudah dijodohkan!" ungkap Cao Tian Jun tanpa melihat Xia Junsu, dia menatap langit-langit kamar.


Melihat kesedihan putranya, Xia Junsu memegang tangan kanannya sambil berkata untuk menghiburnya, "tidak perlu bersedih, kan kamu masih memiliki kita yang tidak kalah darinya!"


Cao Tian Jun tersenyum tipis sambil bersandar di sandaran ranjang. Dia berkata dengan melihat Xia Junsu dan ketiga istrinya secara bergantian.


"Iya, aku masih memiliki kalian. Sejujurnya, aku tidak sedih, melainkan ... Saat ini, aku memiliki apapun yang tidak dimiliki oleh siapapun. Seandainya aku tidak memilikinya, apakah kalian masih mau menemaniku?"


"Kita yang disebut Tim Phoenix, selalu ada untukmu. Bukan karena kamu kaya, melainkan kamu seperti sosok pelindung bagi kita, mengayomi kita, dan kamu selalu berbagi tentang apapun!" imbuh Xia Junsu.


Zhen Juan dan Yi Panyun memeluk Cao Tian Jun sampai tidak ada ruang untuk bergerak. Cao Tian Jun mengembangkan senyuman hangat karena perkataan kekasihnya.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuk Chu Sying dan Tim Phoenix dengan tergesa-gesa, termasuk Matriark Yin An dan Tim Yin Meili yang datang bersamaan dengan Tim Phoenix. Mereka berkata kepada Cao Tian Jun, bahwa Formasi Array Wall Moon telah menghilang, dan sudah banyak orang yang berkumpul di depan Hutan Lingkaran Bulan.


"Sesuai rencana! Kita langsung menuju ke Hidden Palace. Apakah keluarga kita masih ingin berburu setelah mendapatkan banyak harta?" ucap Cao Tian Jun dengan semangat dan bertanya.


Chu Sying Chun berbicara mewakili semua orang. Dia menjawab, "tidak setelah mendapatkan harta. Tetapi, agar tidak dicurigai oleh banyak orang di pihak Kaisar Xia dan Leluhur Xia, keluarga kita hanya akan mengikuti mereka dari belakang."


Di Hutan Lingkaran Bulan dan Hutan Heksagon memang masih banyak tanaman obat dan harta, tetapi hanya harta yang umum dan tidak terlalu dibutuhkan oleh kultivator. Binatang mistik tidak mengambilnya karena tidak ada manfaatnya.


Biarpun begitu, tanaman langka berkualitas rendah masih menjadi daya tarik tersendiri dalam perburuan ini, dan jumlahnya masih banyak. Sebenarnya, masih banyak harta langka yang terpendam di dalam tanah yang belum dieksplorasi oleh binatang mistik.


"Ingat, jangan jauh dariku lebih dari batas jangkauan Winged Golden Armor Ring!" Cao Tian Jun mengingatkan Tim Phoenix agar cincin pemberiannya berfungsi sebagaimana mestinya. Mereka mengangguk paham.


Kemudian, Cao Tian Jun dan Tim Phoenix yang kini bertambah jumlahnya keluar dari kamarnya. Pakaian mereka juga berubah menjadi jubah penyamaran agar membingungkan pihak musuh.


Karena perburuan telah dimulai, maka Cao Tian Jun tidak memasukkan Tim Phoenix ke dalam Cincin Dimensi, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak lain, terutama pihak Leluhur Xia...


Semua orang telah berkumpul di depan Hutan Lingkaran Bulan dengan wajah berseri-seri. Inilah tujuan mereka datang jauh-jauh untuk mendapatkan keberuntungan. Dan tujuan utama semua orang adalah mendapatkan Stempel Giok Maharaja.


Khususnya Leluhur Xia, karena Kaisar Xia terkena Racun Naga Hitam, dia membagi tugas dan pikirannya, yaitu mendapatkan Hati Naga Hitam sebagai obat, mendapatkan harta langka dan Stempel Giok Maharaja.

__ADS_1


Leluhur Xia telah memerintahkan kepada para jenderal untuk berburu Naga Hitam. Sedangkan dirinya dan Pangeran Anming menuju ke Hidden Palace. Para prajurit dan pendukungnya tetap sesuai rencana, yaitu berburu harta langka jenis apapun.


Kedatangan Cao Tian Jun yang menyamar masih mudah dikenali oleh Bai Guan, Chu Xing-fu dan seluruh anggotanya. Keluarga besar dari semua kekasihnya mendekati Cao Tian Jun, mereka mengucapkan banyak terima kasih karena telah diberikan harta.


Tim Phoenix dan Matriark Yin An telah banyak menceritakan kepada anggota keluarganya, mengenai rencana Kekaisaran Cao yang akan membunuh siapapun pesaingnya saat berada di dalam Hutan Lingkaran Bulan.


Mendapatkan informasi penting ini, Bai Guan dan semua keluarga besar Tim Phoenix memutuskan untuk berkumpul dan selalu berada di belakang rombongan Kekaisaran Xia. Dengan berkumpul, maka meminimalisir korban jiwa saat berburu.


Leluhur Xia berdiri di depan menghadap semua orang, dia berkata, "saya sangat bersemangat dan tentunya kalian semua juga sama. Saat perburuan ini, jaga diri kalian masing-masing karena kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi. Sifat serakah memicu musibah bagi siapapun. Kendalikan diri saat berburu, lihat situasi di sekitar sebelum bertindak. Semoga kita semua mendapatkan banyak keberuntungan!"


Setelah Leluhur Xia berbicara kepada semua orang, dia dan rombongannya terlebih dahulu masuk ke dalam Hutan Lingkaran Bulan. Lalu diikuti banyak orang di belakangnya.


Ketika baru masuk ke dalam Hutan Lingkaran Bulan, suara raungan binatang berbagai jenis sangat jelas terdengar. Raungan mereka membuat siapapun sedikit ketakutan.


Karena perburuan ini dilakukan secara berkelompok, banyak tim yang dari perguruan dan akademi menuju ke arah lain, tidak bergabung dengan Leluhur Xia.


Bai Guan dan seluruh anggotanya bergabung dengan keluarga besar dari Tim Phoenix, termasuk bergabung dengan Sekte Yin. Mereka menjaga jarak dari rombongan Leluhur Xia, dan mulai memburu tanaman yang tidak dijaga oleh binatang mistik.


Setelah masuk lebih dalam ke Hutan Lingkaran Bulan, semua orang merasakan keheranan karena tidak menemukan tanaman langka maupun Buah Suci. Yang mereka temukan hanyalah tanaman berkualitas rendah. Dan mereka memutuskan untuk terus masuk ke dalam hutan dan berharap menemukan harta yang lebih berharga.


"Aku pergi dulu!" pamit Cao Tian Jun kepada Tim Phoenix dan semua rombongannya.


"Kita akan mengikutimu!" ucap Xia Junsu yang jelas tidak ingin jauh dari putranya putranya.


"Aku juga akan selalu bersamamu!" sambung Matriark Yin An.


Tim Phoenix juga tidak mau jauh dari Cao Tian Jun, bahkan Bai Guan juga ikut. Cao Tian Jun berpikir sejenak sambil melihat rombongan Leluhur Xia yang sudah jauh masuk ke dalam hutan.


"Guru, tetap bersama dengan rombongan sebagai pelindung. Ambil tanaman apapun sebagai ganti dari harta yang sudah didapatkan agar tidak membuat curiga Leluhur Xia!" pengaturan Cao Tian Jun dengan segera sebelum banyak orang menuju ke puncak gunung.


Bai Guan yang mengerti hanya bisa patuh karena muridnya ini bisa lebih diandalkan, serta mampu bersaing dengan para penguasa di Continent Twins Moon.


Pelindung Sekte Yin yang bernama Yin Xiu dan beberapa ketua anggotanya ternyata mengikuti Cao Tian Jun. Walaupun usia mereka jauh dari Cao Tian Jun, penampilan mereka tidak kalah dari Tim Phoenix.


Cao Tian Jun geleng-geleng kepala karena terlalu banyak orang yang mengikutinya. Tidak ingin membuang waktu, dia pun segera menuju ke puncak gunung yang jaraknya masih sangatlah jauh.


Bai Guan dan rombongannya melihat kepergian Cao Tian Jun. Patriark Mu ayah dari Mu Bingyun berbicara, "dia selalu saja membuat kita kagum! Anda sangat beruntung menemukan bakat seperti dia!"


Bai Guan tersenyum senang dipuji oleh Patriark Mu. Dia menjawab, "keberuntungan kita karena Cao Tian Jun terlahir di Benua Timur! Aku merasa, dia akan terkenal di Continent Twins Moon!"


Mereka terus mengobrol sambil waspada saat memanen tanaman berkualitas rendah...


Cao Tian Jun terus bergerak dan diikuti oleh timnya menuju ke puncak Mystical Beast Mountain. Ketika jauh dari semua orang, dia melihat di depannya beberapa binatang mistik yang semalam bertransaksi dengannya.


"Lindungi kami!" perintah Cao Tian Jun yang mengejutkan Pelindung Sekte Yin dan para tetua.


"Roarrr....!!" raungan para binatang yang senang bisa bertemu dengan Cao Tian Jun sang Alkemis Pil Sky Soul Qi.


Raungan mereka mengundang banyak binatang mistik yang segera berdatangan. Cao Tian Jun segera naik ke leher Naga Api. Semua timnya melongo melihatnya yang diperlakukan seperti raja bagi para binatang mistik.


"Kalian bisa pilih tunggangan. Tenang saja, mereka akan selalu melindungi kalian!" ucap Cao Tian Jun.


Semua binatang segera membaringkan tubuhnya sebagai tanda bahwa siap untuk melayani Tim Phoenix. Chu Sying segera naik ke punggung Kuda Surgawi yang terlihat cantik. Lalu disusul oleh semua timnya yang memilih binatang mistik berbeda jenis.

__ADS_1


Cao Tian Jun memerintahkan Naga Api menuju ke puncak gunung. Tim Phoenix juga mengikuti, termasuk semua binatang mistik yang membuat sekitarnya menjadi kacau.


Berkumpulnya para binatang mistik dan menuju ke puncak Mystical Beast Mountain jelas membuat hutan menjadi berisik.


__ADS_2