
Bab 82. Rencana Musuh.
Bisikan Yuan Zhen membuat Cao Tian Jun tersenyum, namun senyumannya seketika menghilang. Tawaran Permaisuri Juan dan bisik Yuan Zhen menggoyahkan pikirannya.
Jika Cao Tian Jun adalah orang lain, yang diberikan tawaran ini, sudah pasti langsung menerimanya, bodoh jika menolak sebagai penguasa Daratan Benua Timur Tengah yang kaya akan sumber daya alam.
"Iya, aku perlu berpikir matang-matang sebelum menerima tawaran ini!" jawab Cao Tian Jun.
Permaisuri Juan mengangguk sebagai respon, ia tidak mungkin memaksakan kehendak karena kekasihnya masih sangatlah muda. Tetapi ia yakin kekasihnya akan mau menggantikan posisi suaminya sebagai seorang raja.
"Aku harap kamu lama berada di sini untuk melindungi kerajaan! Untuk sementara, kamu cukup sebagai pelindung kerajaan, dan semua urusan aku yang akan menanganinya!" pinta Permaisuri Juan yang sangat membutuhkan kekuatan Cao Tian Jun, ia khawatir jika The King Of Dark Matter datang kembali.
Cao Tian Jun tidak menjawab karena memikirkan perkataan Permaisuri Juan. Kekhwatiran Permaisuri Juan bisa dimaklumi karena musuhnya masih hidup dan sewaktu-waktu bisa menyerang.
Seandainya, Cao Tian Jun tidak berjanji kepada Guru Senior Dong Jian, dia pasti akan lama tinggal di Kerajaan Bintang Laut. Menurut perhitungan waktu sampai kompetisi di Kuil Atas Awan dimulai, dia hanya bisa berada di sini selama 12 hari.
"Aku masih menjadi murid Akademi Merpati Putih kelas dua, dan bulan depan mengikuti kompetisi. Jadi, aku hanya bisa di sini selama 12 hari. Selama itu, aku akan memikirkan cara untuk memperkuat pertahanan kerajaan ini, dan sesegera mungkin kembali ke sini setelah kompetisi usai," kata Cao Tian Jun setelah berpikir.
Karena misi pribadinya memerlukan perjuangan agar dikenali oleh banyak orang, dia membutuhkan nama kebesaran Kerajaan Bintang Laut untuk mengangkat statusnya.
Permaisuri Juan mengangguk paham karena tahu jika bulan depan akan ada kompetisi di Kuil Atas Awan, kompetisi yang diikuti oleh semua institusi pendidikan di Benua Timur.
Mengetahui kehebatan Cao Tian Jun, Permaisuri Juan dan Yuan Zhen tersenyum senang, mereka sangat yakin bahwa Cao Tian Jun akan menjadi juara pertama dengan mudah. Bahkan menjadi murid terkuat di Benua Timur.
"Yang Mulia, kamar sudah kami bersihkan. Jika Tuan Muda ingin beristirahat, kamar khusus telah siap untuk digunakan!" lapor Yi Panyun seperti biasanya. Walaupun telah menjadi pasangan Dao, ia tidak lupa status sebagai seorang Kepala Pelayan Istana.
"Antarkan dia ke kamarnya. Aku akan di sini menunggu berita dari Panglima Perang!" perintah Permaisuri Juan.
"Kebetulan sekali! Aku memang butuh waktu sendiri untuk kultivasi tertutup. Selama itu, tolong jangan diganggu, kecuali ada hal yang mendesak!" sahut Cao Tian Jun yang ingin segera meningkatkan kekuatan.
"Kamu bisa tenang berkultivasi, sesuai perkataanmu!"
Setelah Permaisuri Juan memberikan izin, Cao Tian Jun mengikuti Yi Panyun bersama Yuan Zhen. Cao Tian Jun menghampiri Permaisuri Juan, lalu mencium bibirnya.
Permaisuri Juan membalas ciumannya, tapi segera melepaskan diri karena khawatir diketahui orang lain. Untung saja di dalam istana hanya ada mereka berempat.
Cao Tian Jun berisik, "setelah aku berkultivasi, aku akan membuatmu meminta ampun!"
Permaisuri Juan tersipu malu dan hanya di anggukan kepala sebagai respon. Yuan Zhen cemburu dan langsung menarik pergelangan tangan kiri Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun diberi kamar pribadi yang istimewa, dengan fasilitas tempat tidur ukuran besar, lemari, kamar mandi dalam, kursi sofa panjang dan lain sebagainya.
Cao Tian Jun menarik pergelangan tangan Yuan Zhen dan Yi Panyun agar segera masuk ke kamar, lalu memeluk mereka dengan erat. Kemudian, mencium bibir Yuan Zhen sambil tangan kirinya berada di organ intim milik Yi Panyun.
Kedua nafas wanita itu terengah-engah karena terbakar hasrat. Sayangnya, ketika sudah menginginkannya, Cao Tian Jun berhenti.
__ADS_1
"Setelah aku berkultivasi kita bertiga bertarung. Siapkan fisik kalian," kata Cao Tian Jun.
Yuan Zhen mendengus kesal dengan wajah yang merah merona, dia dan Yi Panyun segera keluar dari kamar karena khawatir tidak mampu menahan hasratnya.
Setelah pintu kamar ditutup, Cao Tian Jun menguncinya dan segera masuk ke dalam Cincin Dimensi. Kini dia sudah berada di ruang rahasia di bawah Mansion. Sengaja tidak berkultivasi di kamar pribadi agar Nuwa Kecil tidak terganggu.
Segera Cao Tian Jun mengeluarkan kotak giok yang berisi tangan kanan milik The King Of Dark Matter, lalu bertanya kepada Crown Stone, "aku sudah siap, apa yang harus aku lakukan?"
"Penguasa cukup duduk bersila dan buanglah segala pikiran yang menganggu!" jawab Crown Stone.
Segera Cao Tian Jun duduk bersila dan memejamkan mata. Lalu Crown Stone keluar dari tubuhnya dan berkomunikasi telepati dengan Third Eye Stone.
Third Eye Stone keluar dari telapak tangan The King Dark Matter, lalu kedua batu tersebut memutari tubuh Cao Tian Jun. Setelah beberapa kali putaran, kedua Batu Keabadian itu masuk ke dahi Cao Tian Jun.
Tidak berselang lama, tubuh Cao Tian Jun mengeluarkan kilatan cahaya warna-warni, lalu disusul energi terobosan. Dia meningkatkan kekuatan secara instan dan berkali-kali.
Selain mendapatkan kekuatan dari Third Eye Stone, dia sebelumnya telah banyak menyerap kabut hitam milik The King Of Dark Matter, dan sengaja menahan terobosan agar tidak diketahui musuhnya.
...****************...
Di wilayah Strom Heaven, tepatnya di gua besar tempat tinggal Naga Api. Tian Sun tergeletak tak berdaya karena rasa sakit. Dengan kecepatan mata memandang, tangannya yang terpotong segera meregenerasi karena kabut hitam, rasa sakitnya juga berangsur-angsur menghilang.
Long Hou melihat tuannya, dia menunggu dengan sabar. Dia kagum dengan kehebatan tuannya yang memiliki kemampuan pemulihan diri dengan cepat.
Setelah pulih, Tian Sun membuka mata secara perlahan dan melihat dinding atap gua yang familiar, lalu dia melihat Long Hou yang masih setia dan bahkan menyelamatkannya.
Long Hou meraung sebagai bentuk respon. Karena suasana tenang. Tian Sun bisa berpikiran jernih, dia menganalisa kejadian hari ini, peristiwa sangat memalukan baginya karena dipermainkan oleh seorang bocah.
"Semoga saja tangan kananku masih ada di sana!" harapnya, lalu memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan binatang mistik.
Tian Sun memerintahkan beberapa binatang mistik untuk mengambil tangannya yang dipotong dengan sengaja. Dia khawatir jika pria muda berkulit coklat itu mengambil tangannya yang berisi Batu Keabadian.
Setelah memberikan perintah kepada binatang mistik, dia bergumam sendiri, "sebelum dia kembali, aku harus menguasai seluruh wilayah Daratan Benua Timur Tengah!"
Tian Sun berniat untuk kembali menguasai istana Kerajaan Bintang Laut sebelum utusan Dark Matter kembali, dia berpikir jika Permaisuri Juan sudah tidak banyak memiliki boneka wayang dan mampu dikalahkannya.
Tapi sebelum itu, dia harus mempersiapkan semuanya, termasuk dirinya yang butuh istirahat untuk memulihkan kondisi setelah menggunakan dua kemampuannya secara berlebihan, karena berlebihan yang membuatnya kelelahan dan akhirnya kalah.
"Kekalahan yang memalukan!" sesal Tian Sun yang tidak ingin mengulang kesalahannya, lalu melihat Long Hou, "aku akan kultivasi tertutup. Jaga tempat ini!" perintahnya.
Long Hou meraung dan segera keluar dari guanya. Setelah keluar, dia membaringkan tubuh di depan pintu gua agar tidak ada satupun orang dan binatang yang masuk.
Sedangkan Tian Sun, dia duduk bersila dan mengaktifkan Kitab Pelangi Surga untuk menyerap energi alam disekitarnya, teknik kultivasi yang menjadi rebutan. Karena tidak memiliki sumber energi Dark Matter, maka dia kembali menggunakan teknik ciptaannya.
Sebenarnya, dia bisa saja mengorbankan binatang mistik yang terkontaminasi kabut hitam, tetapi dia masih membutuhkan mereka sebagai pasukan.
__ADS_1
...****************...
Di Dermaga Bunga Lou.
Dengan bantuan Giok Teleportasi, kedua jenderal Kekaisaran Xia yang berhasil kabur dari sergapan Panglima Perang.
Setelah berhasil kabur, mereka segera mengumpulkan sisa-sisa prajurit yang juga berhasil melarikan diri. Dari total 200.000 prajurit, hanya tersisa tidak lebih 1.000 prajurit. Kekalahan yang sangat memalukan dalam sejarah di Benua Timur.
Saat ini, mereka berdua menemui seseorang pria paruh baya, dia adalah jenderal dari Kerajaan Sembilan Surga.
Jenderal Kerajaan Sembilan Surga dikenal dengan sebutan Jenderal Mata Elang, dan semua orang memanggil sesuai dengan nama kebesarannya.
"Kita telah dijebak oleh Raja Yuan yang bersekutu dengan The King Of Dark Matter untuk menggulingkan kekaisaran. Walaupun kita berhasil membunuh Raja Yuan dan melukai The King Of Dark Matter, kita juga tidak lepas dari kerugian besar!" alasan Jenderal Barat yang telah direncanakan sebelum menemui Jenderal Mata Elang.
Kedua jenderal tersebut malu jika kembali ke kekaisaran dengan kekalahan. Oleh sebab itu, mereka membuat kebohongan, dengan tujuan memanfaatkan pasukan Kerajaan Sembilan Surga demi menguasai Daratan Benua Timur.
Mereka berdua yakin, jika Panglima Perang berhasil mengalahkan The King Of Dark Matter dengan bantuan boneka wayang. Mereka menebak, kemenangan Panglima Perang harus dibayar mahal dengan mengorbankan boneka wayang yang menjadi andalannya.
Kesempatan ini tidak akan disia-siakan oleh mereka berdua karena situasi Kerajaan Bintang Laut dalam situasi rentan terhadap segala serangan.
"Apa kalian sudah melaporkan hal ini kepada Yang Mulia Kaisar?" tanya Jenderal Mata Elang.
"Tidak... Harga diri menjadi pertaruhan! Aku hanya membutuhkan dukungan dari pasukanmu untuk menguasai Ibu Kota Kerajaan Bintang Laut. Dengan sisa-sisa pasukanku, kita akan dengan mudah menguasainya...," jawab Jenderal Barat dan berhenti berbicara.
Dia kembali berbicara dengan suara lirih, "separuh Daratan Benua Timur Tengah akan menjadi milikmu dan ini rahasia kita bertiga. Jika Yang Mulia Kaisar bertanya, kita sudah memiliki jawabannya. Wilayah kekuasaanmu, tidak akan ada yang tahu selain kita berdua. Kamu bisa tenang menjadi orang kaya raya!"
Jenderal Barat tahu jika Jenderal Mata Elang serakah, dan kekayaannya hasil korupsi dengan mengambil pajak tinggi dan juga meminta hasil alam dari para pengusaha.
Rayuan Jenderal Barat membuat Jenderal Mata Elang tergiur, dia tahu Daratan Benua Timur Tengah kaya akan sumber daya alam.
"Aku memilih wilayah Strom Heaven dan separuh wilayah Kerajaan Bintang Laut. Sisanya terserah kalian!" pinta Jenderal Barat yang sudah mengetahui geografis alam Daratan Benua Timur Tengah.
"Tidak bisa! Wilayah Strom Heaven sudah sangat subur... Jangan serakah kamu!?" bentak Jenderal Utara sambil mengebrak meja.
Jenderal Mata Elang tidak takut, dia malah tertawa dengan kemarahan Jenderal Utara. Setelah berhenti tertawa, dia berkata, "itu pilihan kalian. Aku akan melakukan sesuai dengan tugas dan perintah... Tetap akan berada di Dermaga Bunga Lou mencegah siapapun keluar dari Daratan Benua Timur!"
Tugas pasukan Kerajaan Sembilan Surga hanya mencegah siapapun keluar, terutama mencegah dan menangkap keluarga Kerajaan Bintang Laut beserta para pendukungnya.
"Kamu pikir kita tidak bisa menguasai Kerajaan Bintang Laut, hah? Kamu keliru, kita bisa saja dan mudah. Kita sengaja mengajakmu agar kita sama-sama menikmati kekayaan di hari tua!" alasan Jenderal Barat agar mendapatkan dukungan dari pasukan Kerajaan Sembilan Surga.
Jenderal Mata Elang terdiam sambil jari tangan kanan mengetuk meja. Dia berpikir, Raja Yuan telah dikalahkan, sedangkan The King Of Dark Matter berhasil dilukai, maka perkataan Jenderal Barat itu benar.
"Baiklah, aku hanya akan memilih wilayah Strom Heaven... Sisanya untuk kalian!" keputusan Jenderal Mata Elang yang khawatir tidak kebagian roti manis.
Jenderal Barat mengulurkan tangan kanan dan disambut oleh Jenderal Mata Elang sebagai tanda kesepakatan. Lalu Jenderal Utara membuat surat perjanjian kesepakatan bersama.
__ADS_1
...****************...