
Bab 113. Berita Baik.
Setelah berada di dalam kota, Cao Tian Jun mendapatkan ocehan dari Bai Guan dan semua kekasihnya. Dia tidak sedikitpun mengucapkan sepatah katapun karena tahu kesalahannya.
Setelah itu, Wang Mei mengatakan bahwa fase tengah tidak dilanjutkan karena kemenangan telah telah ditentukan. Biksu Lao dan semua panitia memutuskan bahwa Akademi Merpati Putih kelas dua sebagai pemenang di tahun ini.
Kemudian, Guru Junior Wang Mei meminta semua bendera yang telah didapatkan oleh Cao Tian Jun, tujuannya untuk mengesahan juara utama. Dengan disaksikan oleh panitia dan semua pemimpin yang terkait, setelah dihitung-hitung, Tim Phoenix menduduki peringkat pertama hingga ke-10.
Cao Tian Jun yang paling berkontribusi, menjadi juara pertama, mendapatkan hadiah khusus dari Biksu Lao karena berhasil mengungkap kecurangan. Pihak-pihak yang melakukan tindakan curang, langsung diskualifikasi dan dilarang mengikuti kompetisi di Kuil Atas Awan selama 2 tahun, termasuk pihak dari Kuil Atas Awan karena ikut terlibat.
Karena peringkat ke-11 dan seterusnya belum ditentukan, maka Biksu Lao memutuskan agar semua peserta kompetisi untuk bertarung dalam perebutan juara umum. Untuk perebutan juara umum, akan dimulai keesokan harinya di arena latihan.
Tanah Prestasi pun ditutup, dan akan dibuka kembali di tahun berikutnya...
Karena khawatir Cao Tian Jun akan membuat kehebohan kembali, maka Biksu Lao memutuskan agar Cao Tian Jun tinggal di asrama guru, termasuk Tim Phoenix. Semua guru pria dan wanita dari Akademi Merpati Putih kelas dua berkumpul dalam satu tempat, tujuannya agar selalu mengawasi Cao Tian Jun.
Semua pihak dari Akademi Merpati Putih kelas dua, tetap tinggal di Kuil Atas Awan selama kompetisi perebutan juara umum, sebagai bentuk penghormatan walaupun telah menjadi juara pertama.
Saat ini, Cao Tian Jun dan semua rombongannya berada di ruang tamu asrama guru. Bai Guan banyak bertanya mengenai kejadian yang dialami oleh Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun menjawab semua pertanyaan mereka dengan mengarang cerita, dia berkata bahwa berhasil kabur dari si penculik dengan cara memasuki sarang Naga Bumi. Ketika berada di dalam sarangnya, Cao Tian Jun mengambil telur Naga Bumi.
"Siapa saja orang yang melakukan kecurangan" tanya Cao Tian Jun setelah bercerita.
"Dalangnya adalah Yu Zhong. Saat ini, dia sudah ditangkap dan dibawa ke pengadilan!" jawab Bai Guan yang tidak secara detail.
Setelah lorong waktu diperbaiki, Xia Wei pemimpin akademi pusat segera membawa Yu Zhong menuju ke Kekaisaran Xia untuk mendapatkan hukuman.
Akan tetapi, tidak ada satupun orang yang berada di Kuil Atas Awan mengetahui bahwa Yu Zhong berhasil melarikan diri setelah diselamatkan oleh seseorang yang misterius. Sedangkan nasib Xia Wei, justru yang ditangkap oleh orang misterius itu.
"Guru, jika pihak-pihak yang curang dihukum selama 2 tahun, bukankah akademi kita bisa dengan mudah menjadi juara berturut-turut?" tanya Wang Lee dengan antusias.
Bai Guan dan semua guru mengembangkan senyuman bahagia karena dalam 2 tahun ini, dan selama Cao Tian Jun menjadi bagian mereka, sudah dipastikan Akademi Merpati Putih kelas dua akan menjadi juara utama, paling tidak masuk dalam peringkat sepuluh besar.
Kejadian ini diluar ekspektasi semua orang, yang justru menguntungkan bagi Akademi Merpati Putih kelas dua, dan juga menguntungkan bagi institusi pendidikan lain yang kurang tenar.
"Iya. Tetapi kalian tetap harus giat berlatih dan berkultivasi. Apa yang akan terjadi di masa depan kita tidak mengetahuinya, siapa tahu akan muncul murid-murid baru yang lebih jenius!" jawab pemimpin Chu Xing-fu, yang sekaligus memberikan peringatan agar tidak bermalas-malasan dalam berkultivasi.
__ADS_1
"Untuk malam ini hingga kompetisi berakhir, kamu satu kamar dengan Guru Senior Dong Jian. Kamu dan semuanya, silakan istirahat!" sela Bai Guan sebelum obrolan berlanjut, sebab malam ini akan bertemu dengan pimpinan dari semua institusi pendidikan.
Dengan langkah gontai, Cao Tian Jun menuju ke kamarnya bersama Guru Senior Dong Jian. Sambil berjalan, dia berkata, "Guru, saya laki-laki, jangan macam-macam!"
Gelak tawa menggema di ruang tamu karena leluconnya. Kemudian, semua murid dan guru kembali ke kamarnya masing-masing. Saat berada di dalam kamar, Cao Tian Jun segera membaringkan tubuhnya tanpa peduli dengan Guru Senior Dong Jian...
Keesokan harinya, semua murid dan guru telah berkumpul di arena latihan untuk menyakinkan pertandingan perebutan juara umum. Seperti yang sudah ditebak sejak awal, murid dari Sekte Yin yang menjadi juara ke-11 hingga ke-20.
Mudahnya Tim Yin Meili meraih juara dikarenakan banyaknya murid-murid unggulan yang diskualifikasi dan juga banyak yang tewas. Setelah Biksu Lao menyerahkan tropi juara, dia berbicara kepada semua murid dan guru.
"Selamat kepada semua murid yang meraih juara! Saya harap dikompetisi berikutnya, tidak ada lagi kecurangan. Ketika waktu itu tiba, saya ingin melihat kalian untuk lebih berprestasi...,"
Panjang lebar Biksu Lao mengucapkan kata penutup kompetisi Kuil Atas Awan. Baru saja Biksu Lao menutup kompetisi, datang dua kasim dan 100 prajurit, mereka berasal dari Kekaisaran Xia.
Semua orang penasaran dengan kedatangan mereka yang tidak pernah terjadi selama kompetisi diselenggarakan. Semua pemimpin dan guru segera menyambut kedatangan tamu dari kekaisaran.
Setelah beramah-tamah sejenak. Semua orang melihat dua Kasim itu berbicara dengan Biksu Lao dan semua pemimpin. Semua pemimpin dan guru terlihat senang, dan semakin membuat semua murid penasaran.
Kemudian, salah satu Kasim berbicara kepada semua orang di tengah arena latihan.
"Berita baik untuk semua institusi pendidikan di Benua Timur! Yang Mulia Kaisar, meminta kepada semua perguruan, sekte, akademi untuk ikut berpartisipasi dalam perburuan harta di wilayah Mystical Beast Mountain. Oleh karena itu, selama perburuan yang batas waktunya tidak bisa ditentukan, maka untuk tahun ini semua kompetisi diundur, dan akan diselenggarakan kembali setelah perburuan berakhir...,"
Cao Tian Jun yang tidak tahu, jelas keheranan melihat reaksi guru dan semua murid. Dia pun bertanya kepada Fang Yin yang ikut senang. Namun sebelum dia bertanya, si Kasim kembali berbicara.
"Agar perburuan yang akan datang lebih adil, maka setiap orang yang berpartisipasi akan diberi cincin dimensi khusus...,"
Panjang lebar si Kasim menjelaskan tentang cincin dimensi khusus itu. Cincin itu akan dikenakan oleh semua peserta perburuan, yang mana ketika mendapatkan harta jenis apapun, secara otomatis masuk ke dalam cincin tanpa perlu repot-repot menggunakan energi.
Setiap hari selama perburuan, pihak Kekaisaran Xia akan selalu memeriksa isi cincin dimensi, mengambil setengah harta yang berhasil didapatkan. Selain mendapatkan cincin dimensi khusus, setiap orang yang berpartisipasi akan mendapatkan pin identitas agar mudah dikenali.
Si kasim juga mengatakan, bahwa sesuatu yang berharga pasti akan menelan korban jiwa. Tetapi, Yang Mulia Kaisar Xia akan memberikan santunan kepada keluarga si korban. Semua orang memahami hal ini.
"... Perkiraan, Formasi Perlindungan di Mystical Beast Mountain akan terbuka dalam waktu 4 bulan, atau bisa lebih cepat dari itu. Selama itu, diharapkan semua pihak yang ikut berpartisipasi selalu siap kapanpun untuk berangkat bersama-sama. Informasi selanjutnya, kita akan sesegera mungkin untuk selalu berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait. Saya harap murid-murid sekalian mempersiapkan diri, terus tingkatkan kekuatan agar siap bersaing dengan semua murid jenius dari benua lain."
Akhirnya, si kasim selesai mewartakan kabar gembira kepada semua orang, dia menemui semua pimpinan untuk pembicaraan lanjut. Semua murid segera membicarakan kabar gembira ini.
Cao Tian Jun segera bertanya kepada Fang Yin tentang wilayah Mystical Beast Mountain. Fang Yin dan Chu Sying saling bergantian saat berbicara dengan antusias.
__ADS_1
Akhirnya Cao Tian Jun tahu kenapa semua orang begitu senang adanya perburuan ini. Seketika dirinya teringat dengan Kerajaan Bintang Laut yang membutuhkan banyak sumber daya yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur. Sebagai seorang calon raja, jelas Cao Tian Jun selalu memikirkan Kerajaan Bintang Laut.
"Jika waktu itu datang, bukankah kamu akan bertemu dengan keluarga?" tanya Chu Sying kepada Fang Yin.
"Iya!" jawaban singkat dari Fang Yin dan melihat Cao Tian Jun yang melamun, "apa yang kamu pikirkan? Jangan cari masalah ketika mengikuti perburuan, sebab pesaing kita bukan murid dan orang sembarang! Banyak orang-orang kuat yang melebihi kultivator di Benua Timur!" tegurannya yang mengira Cao Tian Jun akan melakukan kehebohan lagi seperti yang sudah-sudah.
Cao Tian Jun tersenyum karena teguran Fang Yin tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya, dia sedang memikirkan ketiga istrinya yang berada di Kerajaan Bintang Laut.
"Aku lapar. Ayo, kita cari makanan!" ajak Cao Tian Jun.
Fang Yin dan Tim Phoenix keheranan melihat Cao Tian Jun yang tidak terlalu antusias dengan berita baik ini. Mereka pun mengikutinya, kecuali Wang Lee dan Ling Dong yang berkumpul dengan teman dari perguruan lain.
Yin Meili dan teman-temannya melihat Cao Tian Jun meninggalkan arena latihan, mereka pun mengikutinya.
"Selamat!" ucap Yin Meili yang menghadap jalan Cao Tian Jun, ia menyodorkan tangan kanannya sebagai bentuk apresiasi terhadap kemenangannya.
Cao Tian Jun menjabat tangan Yin Meili yang terasa halus.
"Terima kasih sudah menyelamatkan kita tempo hari!" kata Yin Meili yang belum sempat mengucapkan terima kasih ketika Cao Tian Jun menyelamatkan timnya dari kejaran Naga Bumi.
"Hal sepele! Ayo, kita sama-sama makan siang!" jawab Cao Tian Jun.
"Hmm!" dengusan Tim Phoenix yang serempak karena Yin Meili.
Yin Meili mengembangkan senyuman bahagia karena diajak oleh Cao Tian Jun, ia tidak peduli dengan reaksi Tim Phoenix yang tidak suka kehadirannya.
"Kalian mau kemana?" teriakan Guru Senior Dong Jian sebelum Cao Tian Jun meninggalkan arena latihan.
"Kita mau makan siang. Memangnya ada apa, Guru?" jawab Mu Bingyun dan balik bertanya.
"Hari ini, kita semua akan kembali ke tempatnya masing-masing. Masih banyak hal yang perlu kita kerjakan setelah mendapatkan berita baik ini," kata Guru Senior Dong Jian.
"Senior Jian, saya undur diri. Sampai jumpa di hari itu!" pamit Yin Meili saat dipanggil oleh Matriark Yin An, dan di anggukan kepala oleh Guru Senior Dong Jian.
"Aku harap perburuan yang akan datang, kita menjadi satu tim." Setelah Yin Meili berbicara kepada Cao Tian Jun, ia tiba-tiba mencium pipinya, lalu dengan terburu-buru melarikan diri bersama dengan timnya.
Cao Tian Jun diam membeku sambil mengelus pipin kanannya yang dicium oleh Yin Meili. Dia tidak menyangka Yin Meili berani melakukan hal senekat ini.
__ADS_1
"Dasar kau!?" bentakan keras dari Tim Phoenix yang sangat kompak.
Guru Senior Dong Jian segera menghentikan Tim Phoenix yang akan mengejar Yin Meili. Dia juga tidak menyangka Yin Meili bertindak tidak sopan di muka umum. Tim Phoenix dan Guru Senior Dong Jian melihat Matriark Yin An yang tersenyum puas melihat tindakan muridnya si Yin Meili...