
Bab 158. Membuat Banyak Orang Penasaran.
Xue Chao Shing yang lebih unggul dalam basis kultivasi, ternyata mampu diimbangi oleh Pangeran Zeming. Bahkan beberapa kali serangan dari Pangeran Zeming hampir mengenainya. Untungnya Xue Chao Shing dengan cepat membuat perisai es sehingga menggagalkan serangan lawan.
Melihat pergerakan Xue Chao Shing yang kewalahan menghadapi Pangeran Zeming, sudah dipastikan kurangnya pengalaman dalam pertempuran.
Selama ribuan tahun ini, semua anggota Suku Es yang terisolasi jelas kurang berpengalaman dalam menghadapi lawan dari luar, dan hasilnya bisa dilihat oleh semua orang ketika Xue Chao Shing kewalahan. Mereka selama itu selalu berlatih dengan sesamanya, dan jarang sekali bertarung dengan pihak luar.
Berbeda dengan Pangeran Zeming, di mana ia sering bertarung dengan pihak luar untuk menambah pengalamannya. Jadi, dia lebih unggul dalam pengalaman daripada Xue Chao Shing.
Setiap kali Xue Chao Shing menggunakan elemen es, dia selalu siap untuk mengantisipasinya dengan menggunakan elemen api sebagai lawan alaminya.
"Pedang Cahaya Tetap, Menusuk Tulang!" teriakan Pangeran Zeming sambil mengayunkan pedangnya berkali-kali ke arah Xue Chao Shing.
Ayunan pedangnya itu mengeluarkan ribuan sinar berwarna merah api yang melesat sangat cepat. Xue Chao Shing syok karena lawannya mengeluarkan jurus yang belum dikeluarkan selama pertarungan.
Dia buru-buru memutarkan tombaknya untuk menangkis serangan lawan. Dari putaran tombaknya mengeluarkan perisai es membentuk lingkaran.
Boom boom boom...
Rentetan ledakan ketika serangan Pangeran Zeming mengenai perisai es. Namun, karena terlalu kuatnya Pedang Dingguang sebagai Artefak Bintang 4, perisai es itu hancur berkeping-keping, dan sebagian sinar api yang lolos mengenai tubuh Xue Chao Shing.
Xue Chao Shing segera menancapkan tombaknya saat dirinya terseret ke belakang. Dia berhenti terseret dan kaki kirinya berdiri di antara garis arena pertandingan.
Seketika suasana di arena pertandingan menjadi hening karena serangan Pangeran Zeming mampu mengenai Xue Chao Shing. Hanya terdengar suara deburan ombak, dan angin laut menerpa wajah setiap orang.
"Anda hebat! Aku mengaku kalah!" ucap Xue Chao Shing sambil mengusap darah di sudut bibirnya, dia melihat pakaiannya yang robekan, dan lengannya yang berdarah.
"Kau juga hebat! Lain kali kita sparing!" pujian Pangeran Zeming.
Jurus apa baru digunakannya menguras banyak energi. Seandainya Xue Chao Shing tidak menyerah, kemungkinan besar dirinya yang dikalahkan. Untung saja, hal yang tidak terduga diucapkan oleh lawannya.
Xue Chao Shing menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada lawan yang mengalahkannya, ia segera meninggalkan arena pertandingan.
Buru-buru Pangeran Zeming menelan Pil Pemulih Energi sebelum menghadapi lawan berikutnya. Anggota Suku Es terlihat kecewa karena kekalahan di pihaknya. Dan, tidak ada sorakan atas kemenangan Pangeran Zeming.
Hanya terdengar suara tawa dari Kaisar Yao yang bangga terhadap putranya. Dia sendiri tidak menyangka putranya mampu mengalahkan lawannya yang lebih kuat 3 level di ranah berbeda.
"Pulihkan dulu energimu. Setelah itu, aku lawanmu!"
Tiba-tiba suara serak seorang pria dari kubu Kekaisaran Dao menantang Pangeran Zeming. Semua mata tertuju kepada sosok itu yang berdiri di samping Pangeran Lin Gan. Orang itu adalah Cao Tian Jun.
__ADS_1
Kali ini, Pangeran Lin Gan berdiri tegak, dagu terangkat dengan mata melirik Pangeran Zeming dan semua orang. Ia kembali percaya diri karena kehadiran Cao Tian Jun.
Selama pertarungan, Cao Tian Jun menggunakan nama Shimo Tian saat Pangeran Lin Gan bertanya. Dia juga mengaku sebagai kultivator bebas yang senang berpetualang di Continent Twins Moon.
Semua orang menatap wajah Cao Tian Jun yang tertutup tunduk kepala dan topeng, hanya terlihat kulit tangannya saja. Mereka jelas penasaran dengan sosok yang akan menjadi lawan Pangeran Zeming.
Fang Yin dan Xue Li Xia tak berkedip melihat Cao Tian Jun yang menyamar. Mereka merasa pernah bertemu dengan sosok pria yang menggunakan jubah penyamaran itu. Intuisi sebagai seorang wanita mengatakan, bahwa pria itu sangat familiar.
Tiba-tiba suara telepati dari Fang Guotin didengar oleh Fang Yin, "Nona Muda, pria itu yang akan mengalahkan Pangeran Zeming!"
Di dalam hati, Fang Yin ingin rasanya berteriak keras karena senang jika Pangeran Zeming dikalahkan. Dengan begitu, dia tidak mengingkari janjinya yang selalu setia kepada Cao Tian Jun.
Fang Yin menahan kegembiraan, lalu bertanya kepada Fang Guotin, "bagaimana Paman bisa mengetahuinya, apakah Paman mengenali orang itu?"
"Jubah penyamarannya dan topeng yang dikenakannya merupakan Artefak Bintang 5 tahap puncak. Saya yakin orang itu bukan orang sembarangan. Sejujurnya, walaupun saya tidak tahu kekuatannya, namun saya belum tentu bisa mengalahkannya, bisa jadi saya yang akan dikalahkannya jika bertarung satu lawan satu!" ungkap Fang Guotin yang mengejutkan Fang Yin.
Selama ada Fang Yin, selalu ada Fang Guotin yang mengawalnya. Fang Guotin selalu bersembunyi dan tidak jauh dari Fang Yin.
Pangeran Zeming menatap ke arah Cao Tian Jun, nalurinya sebagai seorang petarung mengatakan bahwa lawannya kali ini sangat berbahaya dan mengerikan. Akan tetapi, demi untuk mendapatkan hati wanita pujaannya, dan untuk memenuhi syarat, dia tidak punya pilihan lain selain melawannya.
Demikian juga dengan Kaisar Yao, Patriark Fang, Xue Delun Hai dan semua orang yang kuat merasakan aura kuat yang samar-samar keluar dari tubuh Cao Tian Jun. Mereka melihat seluruh tubuhnya untuk menyelidikinya.
Namun, melihat kulit tangan Cao Tian Jun yang jelas masih berusia kurang dari 19 tahun, mereka mengabaikan nalurinya, sebab tidak mungkin usia muda mampu membuat seseorang merasakan bahaya. Seperti halnya dengan Fang Guotin, mereka menganggap perasaan bahaya ini muncul karena jubah penyamaran dan topeng adalah Artefak Bintang 5 tahap puncak.
"Masuklah ke arena!" pinta Pangeran Zeming walaupun kondisinya belum sepenuhnya pulih.
"Yakin sudah siap bertarung?" tanya Cao Tian Jun yang tahu kondisi stamina lawannya yang hanya dikisaran 80%.
Namun, sebelum Pangeran Zeming menjawab, Pangeran Lin Gan segera berbicara, "dia baik-baik saja! Lihat kondisinya yang masih bugar!"
Dia ingin memanfaatkan kondisi lawan yang belum sepenuhnya pulih. Hal ini akan lebih menjamin kemenangan di pihaknya jika orang yang mengaku sebagai Shimo Tian segera melawan Pangeran Zeming.
Semua orang tercengang melihat Cao Tian Jun muncul di hadapan Pangeran Zeming. Gerakannya sulit diikuti dengan mata telanjang, seperti menggunakan skill teleportasi tanpa perlu melakukan gerakan apapun.
Pangeran Zeming yang kaget segera mundur menjauhinya, dan hampir saja keluar dari garis arena pertandingan. Seketika, perasaannya menjadi ketakutan. Akal sehatnya kembali normal, tidak lagi dipengaruhi emosi untuk mendapatkan hati pujaannya.
"Mundur!" suara hati Pangeran Zeming memintanya untuk tidak melawan.
"Karena staminamu belum sepenuhnya pulih, ada tiga pilihan. Pertama, tetap bertarung seperti sebelumnya. Kedua, bertanding dalam hal meramu pil. Dan yang ketiga, bertarung dengan membuat senjata. Untuk pilihan kedua dan ketiga, kemenangan ditentukan dengan melihat hasilnya, jenis yang dibuat, kualitas dan peringkatnya. Dan, saya minta Nona Li Xia menjadi jurinya! Silakan kau pilih yang mana!" ucap Cao Tian Jun yang tidak disangka-sangka.
Semua orang melongo mendengarnya, dan tidak menyangka sosok misterius itu memiliki kemampuan tiga profesi, bela diri, Alkemis dan Pandai Besi. Mereka segera pulih dari keterkejutannya, sebab tidak mungkin sosok pria itu mencapai kemampuan yang tinggi di usia muda.
__ADS_1
Diberi kesempatan ini membuat Pangeran Zeming tersenyum senang, karena dirinya adalah seorang Pandai Besi di tingkat Master tahap menengah. Dia menduga jika peringkat lawannya yang lebih muda darinya berada di tingkat Disciple.
Xue Li Xia yang diminta untuk menjadi juri, jelas kebingungan karena permintaan ini tidak pernah dipikirannya. Fang Yin memiringkan kepalanya untuk melihat Xue Li Xia.
"Apakah kamu sudah pernah bertemu sebelumnya?" selidik Fang Yin.
Xue Li Xia geleng-geleng kepala karena memang tidak mengenali sosok pria itu.
"Kita bertanding dalam hal membuat Armament Grade Human tahap Menengah. Apakah Anda sanggup?" tantangan balik dari Pangeran Zeming, dia menaruh hormat kepada lawannya yang tidak memanfaatkan kondisinya.
Di balik topengnya, Cao Tian Jun tersenyum karena ditantang untuk membuat Armament Grade Human. Padahal, dia bisa membuat sesuatu yang lebih dari peringkat Master.
Peringkat Master tahap Menengah memang hanya mampu membuat Armament Grade Human tahap yang sama. Untuk menentukan kualitas dan jenis kesulitan dalam pembuatan, hanya juri berpengalaman yang bisa memutuskan. Tetapi, hasilnya tidak secara asal diputuskan, sebab ada alat untuk melihat kualitas dan tingkat kesulitannya.
Cao Tian Jun memilih Xue Li Xia sebagai juri karena sudah dua kali bertransaksi, dan juga memiliki alat pengukur kualitas.
"Nona Li Xia, mohon jadilah juri bagi kami!" pinta Pangeran Zeming.
Mau tidak mau, Xue Li Xia dengan berat hati menerima dirinya menjadi juri, ia segera masuk ke dalam arena pertandingan. Kali ini, Kaisar Yao dan semua orang penting bergegas mendekati arena pertandingan, mereka ingin menyaksikan pertarungan antara Pandai Besi tingkat Master.
Walaupun hanya setingkat Master, pertarungan ini jarang-jarang terjadi, dan merupakan daya tarik tersendiri bagi kultivator yang berhubungan erat dengan senjata.
Pangeran Zeming mengeluarkan tungku andalannya, bentuknya kotak persegi, terdapat ukiran seekor Burung Phoniex Api mengelilingi badan tungku. Burung Phoenix itu memuntahkan bola-bola api.
"Ini adalah Tungku Phoniex Api Langit, yang menjadi andalan guruku si Tangan Cahaya Besi, Artefak Bintang 4!" ungkap Pangeran Zeming yang memperkenalkan tungku-nya dengan bangga kepada semua orang.
Kaisar Yao sampai melongo karena putranya mendapatkan warisan dari sosok terkenal pada zaman sebelum tragedi Seven Calamities of Annihilation. Demikian juga dengan semua orang yang melotot melihat Tungku Phoniex Api Langit
Cao Tian Jun tersenyum tipis melihat Pangeran Zeming begitu bangganya memiliki Artefak Bintang 4. Baginya, percuma saja memiliki sesuatu tetapi tidak sesuai dengan kemampuan, dan jelas peringkat Master tidak mampu memaksimalkan kehebatan Tungku Phoniex Api Langit.
Perbedaan dengan Pangeran Zeming, Cao Tian Jun justru mengeluarkan tungku biasa, tungku yang digunakan untuk meramu pil. Ketika tungku-nya dikeluarkan, aroma pil menyeruak masuk ke hidung semua orang.
Dengan mencium aroma pil yang keluar dari tungku, tubuh semua orang sedikit gemetaran, sebab mencium Pil Kultivasi tingkat Peri Benua tahap Menengah.
Pangeran Zeming yang awalnya bangga menjadi bahan perhatian banyak orang, tubuh juga ikut gemetaran. Di dalam hatinya, untung saja dirinya bukan seorang ahli Alkemis.
Fang Yin buru-buru mendekati garis arena pertandingan dan menatap wajah Cao Tian Jun yang disembunyikan di balik topeng, dia penasaran dengan sosok pria ini yang semakin buatnya hatinya gatal karena ingin mengetahui identitasnya.
Xue Li Xia sambil memiringkan kepalanya untuk mengetahui wajah asli pria misterius ini. Entah kenapa tiba-tiba hatinya berdebar-debar saat dekat dengan pria ini, ada perasaan yang pernah membuatnya jatuh cinta.
"Bisakah kita mulai?" tanya Cao Tian Jun sambil menarik tudung penutup kepalanya karena diintip oleh Xue Li Xia dan banyak orang.
__ADS_1