8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Raja Yan Ju Long.


__ADS_3

Bab 95. Raja Yan Ju Long Tereleminasi.


Cao Tian Jun mendengar rencana Yan Denglong dan Raja Yan Ju Long. Akhirnya dia tahu alasan gurunya untuk membunuh Raja Yan Ju Long. Gemeretak tulang jari tangan terdengar ketika dirinya marah karena akan diculik.


"Sebelum kejahatan kalian terlaksana, malam ini juga kalian harus memejamkan mata untuk selamanya!" geram Cao Tian Jun.


Lalu dia melihat seberkas sinar yang keluar dari istana, seberkas sinar milik Yan Denglong. Sinar tersebut melesat ke arah bukit di belakang Ibu Kota Kerajaan Lentera.


Namun, sinar itu berhenti, terlihat sosok Yan Denglong sedang memperhatikan ke arah di mana Cao Tian Jun sedang berdiri. Yan Denglong melihat ke arah Kuil Dewi Kasih, tapi dia tidak melihat siapapun di sana.


"Mungkin hanya perasaanku saja!" gumam Yan Denglong karena merasa niat pembunuhan dari arah Kuil Dewi Kasih.


Setelah itu, Yan Denglong terbang dengan kecepatan tinggi sehingga tubuhnya seperti seberkas sinar. Sedangkan Raja Yan Ju Long menuju ke ruang pembendaharaan untuk mempersiapkan hadiah untuk akademi.


Sepeninggalnya Yan Denglong, Cao Tian Jun muncul kembali, dia tidak menyangka niat pembunuhnya bisa diketahui oleh Yan Denglong. Untungnya, dia memiliki Teknik Perubahan Wujud sehingga dalam sekejap mata berubah menjadi angin.


"Hanya dia satu-satunya orang yang nanti merepotkan!" ujar Cao Tian Jun karena kekuatan Yan Denglong di atasnya, berbeda 4 level.


"Aku harus lebih berhati-hati!" imbuhnya yang mengingatkan dirinya sendiri agar tidak ceroboh saat mengeksekusi Raja Yan Ju Long.


Cao Tian Jun kembali berubah menjadi angin dan melesat ke arah istana. Saat berada di ruang harta. Dia berhenti karena ada Kasim istana yang mengetuk pintu ruang harta.


"Yang Mulia, ada berita baik dan buruk!" lapor seorang Kasim setelah mengetuk pintu.


Tidak berselang lama, Raja Yan Ju Long keluar dari ruang harta, lalu dia menuju ke singgasana sebelum bertanya. Setelah duduk bertanya, "berita buruk terlebih dahulu?"


Dengan berlutut, si Kasim melaporkan berita buruk, "maaf, Yang Mulia. Berita buruk ini terkait dengan laporan dari armada kapal kita yang berpatroli di Laut Barat. Mereka melihat dua kapal angkasa milik Dinasti Cao sedang memata-matai Semenanjung Segitiga. Mereka keburu meninggalkan perbatasan laut saat dikejar oleh armada perang kita. Itu berita buruknya, Yang Mulia!"


Raja Yan Ju Long menghela nafas berat mendapatkan berita buruk, dia tahu masa kepemimpinannya akan mengalami hal yang sama seperti ayahnya - Yan Houcun. Pada waktu itu, masa perang yang berkepanjangan dan akhirnya berhenti ketika ayahnya tewas.


Karena di malam hari, di dalam istana tidak ada menteri yang biasanya selalu hadir, hanya ada pengawal yang bersembunyi di balik bayang-bayang untuk melindungi rajanya.


Raja Yan Ju Long tidak segera merespon setelah mendapatkan berita buruk, dia sedang memikirkan rencana untuk mengatasi Dinasti Cao yang kekejamannya tidak jauh beda dengan kultivator Benua Tengah.


"Setelah Cao Tian Jun berhasil menjuarai semua kompetisi di Benua Timur, tangkap dia hidup-hidup. Bentuk tim khusus dalam misi kali ini. Ingat, jangan sampai ada yang mengetahuinya, ini rahasia!" perintah Raja Yan Ju Long kepada Kasim istana.


"Segera laksanakan, Yang Mulia!" jawab si Kasim tanpa beranjak dari tempatnya berdiri.


"Apa berita baiknya?" tanyanya.

__ADS_1


"Ini terkait dengan Kekaisaran Xia dan Kerajaan Sembilan Surga. Ketika mereka berniat untuk menguasai wilayah Daratan Benua Timur Tengah, mereka gagal. Bukan karena The King Of Dark Matter, melainkan kalah dari seseorang. Keterangan dari mata-mata, pria itu berasal dari Benua Tengah, datang dengan tujuan membantu Kerajaan Bintang Laut. Sekian laporan dari hamba!"


Setelah mendengarkan kabar baik ini, Raja Yan Ju Long tertawa terbahak-bahak, dia senang dengan kekalahan Kekaisaran Xia dan Kerajaan Bintang Laut. Tidak perlu diragukan lagi, jika kultivator dari Benua Tengah mampu mengalahkan tiga jenderal yang disegani.


Tidak hanya Kerajaan Bintang Laut saja yang selalu diperas oleh Kekaisaran Xia, Kerajaan Lentera juga mengalami hal yang serupa dikarenakan kaya akan sumber daya alamnya.


"Momentum yang tetap ... Dengan begini, kekuatan militer Kekaisaran Xia dan Kerajaan Sembilan Surga berkurang. Ketika waktu itu tiba, kerajaan kita menuju ke masa kejayaan!" ucap Raja Yan Ju Long dengan semangat.


Apa yang dimaksudkan dia tentang ayahnya. Ketika berhasil dibangkitkan, maka Yan Houcun memulai kembali apa yang sudah pernah dibangunnya sejak dahulu, yaitu menguasai Benua Timur. Setelah berhasil, Dinasti Cao yang akan menjadi berikutnya.


"Bagaimana dengan orang sewaan Kerajaan Bintang Laut, apakah dia tidak mengancam kerajaan ini, Yang Mulia?" tanya si Kasim yang terlihat khawatir.


"Tidak ada yang perlu ditakutkan, leluhur kita memiliki koneksi dengan penguasa Benua Tengah. Untuk masalah orang itu, leluhur yang akan mengatasinya!" jawab Raja Yan Ju Long.


"Ingat, perintahku tadi. Pilih orang-orang terbaik untuk menculik Cao Tian Jun!" lanjutnya dengan nada tegas karena hal ini sangatlah penting.


Untuk menyakinkan leluhur Kerajaan Lentera dan Raya Yan Ju Long, Bai Guan menceritakan jika Cao Tian Jun adalah orang yang mampu membuat Pilar Prestasi Heptagon Chaos beresonansi. Untuk lebih meyakinkan lagi dengan kekuatannya yang berada di tingkat Golden Immortal, melebihi para guru senior.


Oleh karena itu, Cao Tian Jun adalah satu-satunya orang yang cocok untuk menjadi wadah bagi jiwa Yan Houcun. Usia belum genap 18 tahun sudah mencapai tingkat Golden Immortal merupakan jenius sejati, hal yang sudah lama dinantikan oleh Yan Denglong dan Yan Ju Long.


Seandainya Yan Houcun bangkit kembali, maka kultivasinya akan meroket tinggi karena bakat milik Cao Tian Jun. Dengan begitu, Yan Houcun tidak perlu membuang waktu untuk meningkatkan kekuatannya.


Entah kenapa dia mengurungkan niatnya, malahan menuju ke kediaman selir barunya, dan ternyata selir barunya ini adalah Li Xinxin, mantan istri dari Tan Wong.


Hari ini adalah pernikahannya dan belum sempat menyentuh selirnya, gara-gara kedatangan Bai Guan dan Chu Xing-fu. Niat awal untuk mengucapkan selamat atas hari pernikahan, namun ujung-ujungnya membicarakan Cao Tian Jun.


Raja Yan Ju Long sudah lama menyukai Li Xinxin karena kecantikannya serta bakatnya. Namun, dia jelas tidak mungkin merebut Li Xinxin dari anak buahnya yang merupakan seorang perwira kerajaan.


Li Xinxin jelas tidak akan menolak pinangan dari Raja Yan Ju Long, bodoh menolak seorang raja. Jadi, setelah kematian suaminya, dia menerima pinangannya, dan juga didukung oleh keluarganya dan semua pimpinan Gedung Alkemis Teratai.


Yang dipikirkan oleh Li Xinxin adalah status menjadi selir, maka dia dan keluarganya akan mendapatkan kelimpahan harta. Selain itu, dia mendapatkan hak kuasa sebagai selir di dalam pemerintahan di Kerajaan Lentera.


Cao Tian Jun mendengar dua berita dari Kasim istana, dan bertekad sesegera mungkin untuk mengeliminasi Raja Yan Ju Long, malam ini juga apapun yang terjadi. Dia mengikuti Raja Yan Ju Long yang selalu bersenandung kecil karena bahagia.


Kediaman Selir Li Xinxin tidak jauh dari istana, hanya berjarak 200 meter. Sepanjang jalan, banyak prajurit khusus yang melindungi wilayah istana. Setiap kali Raja Yan Ju Long melewati mereka, mereka selalu memberikan hormat.


Saat ini, Cao Tian Jun sangat dekat dengan targetnya, hanya terpaut satu lengan jaraknya. Karena wujudnya menjadi angin, dia tidak dirasakan oleh Raja Yan Ju Long yang sedang bahagia hatinya. Karena rasa bahagianya dan juga merasa aman, dia menjadi tidak waspada terhadap perubahan angin disekitarnya.


Ketika dekat dengan kediaman Selir Li Xinxin, Raja Yan Ju Long merapikan jubah kebesarannya sebagai raja. Di kediaman Li Xinxin, hanya ada beberapa pelayan istana yang melayani Selir Li, dan sudah siap untuk berbulan madu. Ada juga pengawal yang bersembunyi di balik bayang-bayang.

__ADS_1


"Kalian bisa pergi!" perintah Raja Yan Ju Long yang tidak ingin diganggu oleh siapapun saat berhubungan dengan Li Xinxin.


"Baik, Yang Mulia."


Setelah semua pelayan istana dan pengawal pergi, Raja Yan Ju Long menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan untuk menenangkan nafsu. Dia sudah membayangkan bagaimana tubuh Li Xinxin dijelajahi dengan lidahnya.


Sedangkan Cao Tian Jun, dia telah mengeluarkan pisau tajam khusus untuk membunuh. Ujung pisau tajam itu diarahkan ke tengkuk leher Raja Yan Ju Long.


Sebelum Raya Yan Ju Long mendorong pintu kediaman Selir Li, Cao Tian Jun segera menusuk tengkuk targetnya. Namun, tubuh Raja Yan Ju Long mengeluarkan cahaya, cahaya yang berasal dari pelindungnya.


Sontak Cao Tian Jun terkaget dan mundur karena energi dorongan dari pelindung targetnya. Demikian juga dengan Raja Yan Ju Long yang tahu dirinya menjadi sasaran pembunuhan, dia segera melompat ke kiri untuk menghindari serangan.


Saat jauh dari pembunuh, Raja Yan Ju Long tidak melihat siapapun, namun dia melihat sekelebat kilauan dari pisau tajam yang melesat ke arah keningnya. Segera dia mengeluarkan perisai energi spiritual untuk melindungi diri dari serangan.


Ujung pisau tajam membentur dinding perisai energi, namun itu tidak bertahan lama karena kekuatan Cao Tian Jun lebih tinggi darinya.


Raja Yan Ju Long segera mundur secepat mungkin sebelum ujung pisau mengenainya, lalu berteriak memanggil penjaga istana, "ada pembunuh...!"


Teriakannya sangat keras hingga terdengar seluruh penghuni istana. Mendengar teriakkan Raja Yan Ju Long, semua prajurit khusus dan pengawal pribadi segera berdatangan.


Sebelum semua orang datang, Cao Tian Jun yang masih berubah menjadi angin, melesat dengan sangat cepat sambil mengayunkan pisaunya yang tertuju ke leher lawan.


Keberadaan Cao Tian Jun yang tidak terlihat membuat Raja Yan Ju Long mengeluarkan seluruh kekuatan dan juga alat pelindungnya.


Karena serangan pertama gagal, Cao Tian Jun tentu tidak akan mengulangi kegagalannya. Pisau tajamnya menancap di leher Raja Yan Ju Long sehingga darah segar menyembur seperti air mancur. Karena tertusuk pisau, Raja Yan Ju Long tidak bisa berteriak, hanya suara kesakitan yang teredam.


Tidak berhenti sampai di situ, Cao Tian Jun mencabut pisaunya dan segera memenggal leher Raja Yan Ju Long. Sebelum mengambil kepala targetnya, terdengar teriak wanita di belakangnya.


Cao Tian Jun menoleh ke belakang dan melihat Li Xinxin yang berteriak. Akhirnya, dia memutuskan untuk meninggalkan kepala Raja Yan Ju Long sebelum kedatangan prajurit istana dan juga leluhur Kerajaan Lentera.


Sekilas Li Xinxin melihat penampilan Cao Tian Jun yang berlumuran darah setelah menebas leher Raja Yan Ju Long. Namun tiba-tiba menghilang dari pandangan matanya. Melihat kematian suami barunya, ia seketika pingsan di tempat.


Sepeninggal Cao Tian Jun, semua prajurit istana dan pengawal syok melihat rajanya telah terpenggal. Tidak berselang lama, datang Yan Denglong ketika merasakan jiwa cucunya terancam, namun tetap saja dia terlambat.


"Arghh...?!" teriakkan Yan Denglong melihat cucunya terpenggal.


Seandainya dia mengikuti perasaan buruk sebelum meninggalkan istana, cucunya tidak akan mati seperti ini. Dia yang marah menjambak rambutnya sendiri, lalu membasuh mukanya dengan darah.


"Siapapun kamu... Sampai ujung semesta akan aku kejar?!" sumpah serapan Yan Denglong dengan suara yang keras, suara yang mampu menggetarkan istana.

__ADS_1


__ADS_2