8 Batu Keabadian

8 Batu Keabadian
Bersama Wang Mei.


__ADS_3

Bab 99. Guru Junior Wang Mei.


Waktu berlalu dengan cepat. Di malam hari sebelum kompetisi dimulai, Wang Mei datang menemui Cao Tian Jun. Kali ini, ia masuk melalui jendela tanpa sepengetahuan siapapun.


Cao Tian Jun tersenyum melihat wanita ini berperilaku liar. Wang Mei mengunci semua jendela dan pintu, lalu mematikan lilin, agar tidak ada pencahayaan yang terang di kamar. Kemudian, dia mengeluarkan Batu Cahaya sebagai penggantinya, batu yang tergolong langka di Benua Timur.


Cao Tian Jun hanya memperhatikan apa yang dilakukan Guru Junior Wang Mei. Setelah Wang Mei duduk baru bertanya, "bagaimana?"


Wang Mei melirik Cao Tian Jun. Semenjak pertemuan terakhir, dia selalu merenung, apakah harus menerimanya sebagai kekasihnya. Dia juga telah berkonsultasi dengan ayahnya mengenai hal ini.


"Sebenarnya... Aku ...!" Wang Mei kesulitan untuk menjawab karena ada sesuatu yang mengganjal hatinya.


"Sudah punya suami?" sela Cao Tian Jun yang menebak setelah melihat gestur wajah kegelisahan Wang Mei.


Wang Mei memberanikan diri untuk melihat Cao Tian Jun, ia menatap lekat-lekat kedua matanya. Lalu dia berbicara, "belum menjadi suami, baru sebatas perjodohan sepihak. Dia juga dari rival keluarga kita. Sengaja ingin menikahiku agar ayahnya dengan mudah menjadi pemimpin Keluarga Besar Wang...,"


Cao Tian Jun mendengar apa yang menjadi kendala yang dihadapi oleh Wang Mei. Patriark Wang Liang hanya bisa menyerahkan masalah ini kepada putrinya, apakah menerima Cao Tian Jun sebagai suaminya atau menerima pinangan pihak lain.


Dan, Patriark Wang Liang jelas tahu tujuan rivalnya yang ingin menikahi putrinya. Tapi, walaupun dia bisa menolaknya, jika rivalnya menggunakan dukungan dari Perguruan Hitam Kelam, maka Patriark Wang Liang tidak bisa berbuat apa-apa.


"... Jika kamu serius menginginkanku, kendalanya hanya dia, namanya Wang Yelu. Kalau kamu mau... Eliminasi saja dia yang saat ini tinggal di Perguruan Hitam Kelam!" panjang lebar Wang Mei membeberkan yang menjadi permasalahan keluarganya.


Permintaan Wang Mei jelas mengejutkan Cao Tian Jun. Pasalnya, membunuh seseorang tanpa ada sebab musabab, hal yang sulit untuk dilakukannya. Membunuh seseorang menanggung beban psikologis yang akan selalu diingatnya seumur hidup.


Wang Mei memperhatikan Cao Tian Jun yang sedang berpikir, ia paham permintaannya terlalu berlebihan. Tetapi, dia juga tidak memiliki solusi terbaik untuk mengatasi permasalah keluarganya.


Seandainya Cao Tian Jun mau membunuh Wang Yelu, dan anggap saja telah berhasil tanpa meninggalkan jejak, maka permasalahan lain masih ada, yaitu persaingan prestasi antar putra dan putri Keluarga Besar Wang. Jika Wang Lee berhasil mendapatkan peringkat 10 besar, maka posisi Patriark Wang Liang akan lebih aman untuk tetap terus menjabat sebagai pemimpin keluarga besar Wang.


"Baiklah, aku akan urus dia tanpa membuat masalah baru!" keputusan Cao Tian Jun yang ingin memilki Wang Mei menjadi bagian dari keluarga besarnya.


Wajah cantik Wang Mei menjadi berseri-seri, ia tidak menyangka Cao Tian Jun mau memenuhi permintaannya dan juga Patriark Wang Liang.


"Tapi, malam ini temani aku tidur!" sambungnya dan membuat Wang Mei terkejut.


Dia tahu maksud perkataan Cao Tian Jun, di mana harus tidur bersama layaknya suami-istri, semalaman bercinta. Memikirkan kelurganya yang kekurangan dukungan dan prestasi, dia tidak punya pilihan lain selain berharap kepada Cao Tian Jun.


Sebenarnya, banyak pria yang menyukai Wang Mei, mereka adalah Guru Junior di Akademi Merpati Putih kelas dua. Wang Mei dan Chu Sying Chun merupakan guru muda yang menjadi incaran para pria. Sayangnya, banyak pria yang takut dengan mereka, karena Wang Yelu yang menjadi murid prestasi di Perguruan Hitam Kelam, sedangkan Chu Sying Chun adalah putri pemimpin akademi.

__ADS_1


"Setelah ini, temuin ayah untuk melamarku!" pinta Wang Mei yang membulatkan tekad, ia telah siap untuk melepaskan kesuciannya kepada orang yang benar-benar serius.


Cao Tian Jun mengeluarkan Cincin Ikatan Hati, lalu dia mendekati Wang Mei. Detak jantung Wang Mei berpacu dengan cepat saat dia mendekatinya. Secara mengejutkan, dia berjongkok di depannya, lalu memegang tangan kanannya.


Wang Mei meneteskan air mata ketika Cao Tian Jun menyelipkan cincin di jari manisnya, dia tahu arti pemberian cincin. Segera dia memeluk kepala Cao Tian Jun hingga menempel diantara kedua belah dadanya.


Cao Tian Jun berdiri dan mengendong Wang Mei. Dia menuju ke tempat tidur, lalu membaringkan Wang Mei.


Namun, buru-buru Wang Mei beranjak dari tempat tidur, lalu dia berkata, "maaf! Aku mandi dulu karena dua hari ini terlalu malas!"


Karena masalahnya ini, Wang Mei melupakan kebersihan dirinya. Oleh karena itu, sebelum bercinta, ia harus membersihkan diri, malu jika Cao Tian Jun mencium bau tak sedap yang keluar dari tubuhnya.


Cao Tian Jun tersenyum melihat kelakuan wanitanya ini, dia melihat Wang Mei masuk ke dalam kamar mandi. Dia menunggu sambil membaringkan tubuh di ranjang.


Wang Mei di dalam kamar mandi sangat lama dan membuat Cao Tian Jun ketiduran. Seakan-akan sedang bermimpi, di mana dia melihat Wang Mei sudah memainkan tongkatnya dengan rakus seperti orang yang berpengalaman.


Namun kenyataannya, dia tidak sedang bermimpi. Cao Tian Jun membuka matanya dan melihat Wang Mei melakukan apa yang terjadi di dalam mimpinya. Tubuh Wang Mei hanya terbalut handuk dan rambutnya masih basah. Lalu dia melihat pakaiannya yang telah dilepaskan tanpa diketahuinya.


"Apa kamu sudah pernah melakukan hal ini,?" tanya Cao Tian Jun yang tiba-tiba.


Bukannya malu karena berinisiatif untuk membuat Cao Tian Jun puas tanpa izin, dia menjawab dengan nada ketus, "enak saja! Ini baru pertama kalinya, tapi aku sudah mendapatkan pendidikan tentang hal ini untuk melayani pasangan!"


Lenguhan Wang Mei keluar ketika buah kenyalnya sebelah kirinya pegang dan bibir bawahnya disentuh tangan kanan Cao Tian Jun. Ia segera membaringkan tubuh agar lebih bebas dan nyaman saat bercinta.


Cao Tian Jun membuka kedua paha Wang Mei, dia melihat guanya yang halus dan berwarna merah muda, sangat menggemaskan karena bentuknya tembem. Dia mendekatkan hidungnya di bibir gua yang harum dan sudah basah.


"Ohh...!!" lenguhan Wang Mei saat Cao Tian Jun menyentuh guanya dengan lidah, ia memegang kepala Cao Tian Jun sambil merapatkan kedua pahanya.


Wang Mei tidak membayangkan jika senikmat ini saat guanya tersentuh oleh lidah. Dia makin keras melenguh karena nikmat ketika lidah Cao Tian Jun masukkan lidah.


Karena hampir mencapai puncak kenikmatan, Wang Mei menarik kepala Cao Tian Jun dan langsung mencium bibirnya, dia merasakan kepala tongkat menyentuh guanya...


Di luar kamar pribadi Cao Tian Jun, tim Phoenix terlihat gelisah karena esok akan berangkat untuk mengikuti kompetisi. Untuk menghilangkan kegelisahan, mereka berkultivasi.


Di luar rumah Tim Phoenix, para murid dan guru melihat layar hologram yang terbuat dari Formasi Array, mereka melihat lokasi yang akan menjadi tempat kompetisi.


Di tempat kompetisi, tidak jauh berbeda dengan wilayah manapun; ada pegunungan, daratan, sungai, ada lima kota yang dihuni oleh boneka wayang yang akan melayani setiap kebutuhan semua peserta.

__ADS_1


Ada juga bukit yang tinggi, di puncaknya terpasang 20 buah bendera, dan disepanjang jalur menuju ke puncak juga banyak tertancap bendera yang berbeda warna, setiap bendera memiliki nilai. Untuk penjelasan ini, belum diumumkan oleh pihak Kuil Atas Awan.


Namun, bendera di puncak bukit itulah yang akan diperebutkan oleh seluruh peserta yang masih mempertahankan bendera miliknya. Sedangkan peserta yang gagal segera tereliminasi dengan dikeluarkannya dari Formasi Array pelindung secara otomatis.


Kuil Atas Awan yang menjadi panitia penyelenggara, mereka sangat sibuk untuk mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan kompetisi. Semua anggotanya tidak ada yang berdiam diri, kecuali 20 anggotanya yang mengikuti kompetisi.


Acara seperti ini merupakan ladang untuk mengeruk keuntungan, dan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan sumber daya sebanyak-banyaknya.


Akhirnya hari menjelang subuh, Cao Tian Jun membuat Wang Mei sangat kelelahan dan sulit untuk menggerakkan tubuhnya. Namun, dia sangat puas walaupun harus kelelahan, dan malam pertamanya ini tidak akan pernah dilupakan selama seumur hidupnya.


Rahimnya dipenuhi dengan air surga yang mengandung Energi Yang, dia siap jika harus hamil sebelum menikah. Rasa lelahnya segera lenyap ketika menelan Pil Pemulih Energi pemberian dari Cao Tian Jun. Rasa sakit pada organ kewanitaannya juga pulih.


"Aku akan kembali dan berbicara kepada adikku. Ingat, kamu harus menikahiku, lebih cepat lebih baik!" ucap Wang Mei sambil beranjak dari tempat tidur, ia mengingatkan Cao Tian Jun akan janjinya.


"Tentu, setelah kompetisi!" jawab Cao Tian Jun yang tidak mungkin mengingkari janjinya, lalu dia bertanya, "apakah Wang Yelu juga ikut dalam acara ini?"


"Iya, kesempatan bagus untuk membunuhnya!" jawab Wang Mei yang tidak sabar untuk melihat kematian pria yang ingin menikahinya.


"Bagaimana caranya, kan tidak diperbolehkan untuk saling membunuh dalam kompetisi?" tanya Cao Tian Jun yang sudah mengetahui aturan dalam kompetisi.


"Nanti, ada lima kota adalah tempat bagi semua peserta untuk berlindung. Memang tidak diperbolehkan saling membunuh saat berada di dalam kelima kota itu. Di luar kota, siapapun bebas untuk membunuh. Karena masalah ini, aku ingin kamu melindungi adikku!" jelas Wang Mei dan diakhiri dengan permintaan.


Cao Tian Jun mengangguk sebagai respon, tapi sebenarnya dia masih kebingungan karena penjelasan Wang Mei berbeda dengan pengarahan dari wakil pemimpin akademi.


Melihat kebingungan kekasihnya, Wang Mei kembali menjelaskan sambil mengenakan pakaiannya, "aturan memang seperti itu diawal kompetisi. Namun, akan berubah ketika perolehan bendera tidak seimbang...,!"


Akhirnya Cao Tian Jun mengerti aturan di kompetisi. Dia segera beranjak dari tempat tidurnya. Wang Mei geleng-geleng kerena melihat tongkat kekasihnya yang masih berdiri kokoh, padahal sudah keluar sebanyak dua kali.


Wang Mei tiba-tiba mencium bibir Cao Tian Jun yang disambut dengan mesra, namun hanya sesaat. Setelah itu dia keluar dari kamar melewati jendela.


Cao Tian Jun tersenyum melihat kekasihnya ini yang tidak berubah, tetapi dia juga suka dengan keunikan Wang Mei yang berbeda dengan kekasihnya yang lain.


Segera Cao Tian Jun mandi, setelah itu dia mengenakan seragam akademi. Dia keluar dari kamar dan berkumpul dengan Fang Yin dan Tim Phoenix yang sudah berkumpul di ruang tamu.


Guru Junior Chu Sying Chun memimpin jalan menuju ke lapangan parkir kapal angkasa. Banyak murid yang iri kepada 10 peserta terbaik di akademi, mereka ingin sekali mengikuti kompetisi tetapi basis kultivasi tidak memenuhi syarat.


Di kapal angkasa, sudah menunggu pemimpin akademi, Dong Jian, Zhan Bowen dan beberapa Guru Senior yang mendampingi muridnya. Wajah mereka terlihat senang saat kedatangan Cao Tian Jun dan Tim Phoenix.

__ADS_1


Setelah Cao Tian naik ke kapal angkasa, datang Guru Junior Wang Mei bersama Wang Lee dan Ling Dong. Mereka juga segera naik ke kapal angkasa...


__ADS_2