
Bab 61. Perseteruan antara Yin Meili dan Cao Tian Jun.
Akan tetapi, kehadiran Bai Guan menghancurkan rencana Cao Tian Jun yang ingin memperdayai semua wanita. Dia langsung menahan aroma afrodisiak agar tidak diketahui oleh Bai Guan.
"Orang tua ini... Kenapa datang di saat semua wanita mulai memercayai ucapanku!" sungut Cao Tian Jun dengan posisi tetap seperti semula, duduk bersandar di jeruji besi.
"Berarti benar, Cao Tian Jun ini tidak tahu apa-apa tentang aturan wilayah Sekte Yin?" tanya Ketua Yin Jiali yang penegasan.
"Iya. Dia menjalankan misi untuk kedua kalinya... Kami sudah mencari keberadaan di Pegunungan Lima Jari ketika timnya telah kembali tanpa muridku ini. Kami khawatir jika terjadi hal buruk kepadanya. Untungnya, dia bersama Anda!" terang Bai Guan sambil melihat Cao Tian Jun yang menatapnya, lalu dia mengeluarkan sebuah kantong spasial yang berisi koin emas.
"Saya tahu aturan dan hukuman bagi siapapun yang memasuki wilayah Sekte Yin. Ini sebagai biaya denda untuk muridku ini." Bai Guan menyerahkan kantong spasial kepada ketua Yin Jiali.
Ketua Yin Jiali tersenyum masam, ia dengan berat hati menerima kantong spasial. Setelah menimbang sekilas dengan tangannya, ternyata ada 200.000 koin emas.
"Kekuatannya jauh melampaui murid inti, kenapa dia tidak menjadi Guru Senior saja, malah menjadi seorang murid dalam?" selidik Ketua Yin Jiali yang ingin tahu alasannya.
Sebelum Bai Guan menjawab, celetukan Cao Tian Jun terdengar semua orang.
"Sulitnya menyembunyikan kekuatan!"
Cao Tian Jun tidak menyangka kekuatannya bisa diketahui oleh Ketua Yin Jiali, selain Nuwa Kecil, padahal dia tidak sedikitpun mengeluarkan kekuatannya. Namun dia melupakan satu hal, ketika dia dikepung oleh Raja Kera, tanpa sadar mengeluarkan kekuatan saat menggunakan Kitab Halilintar Ungu.
"Persepsi Anda dari dulu tidak pernah berubah!" pujian Bai Guan terhadap Ketua Yin Jiali, "baiklah, saya akan membawa muridku ini agar menerima hukuman di akademi!" lanjutnya dengan meminta izin kepada Ketua Yin Jiali, dia sengaja tidak menjawab pertanyaannya karena tidak ingin rencananya diketahui oleh pihak luar.
Ketua Yin Jiali hanya bisa mengangguk, ia juga tidak mungkin memaksakan Bai Guan untuk menjawab pertanyaannya. Lalu, ia melihat Bai Guan melambaikan tangan kiri ke arah penjara besi.
Seketika pintu jeruji besi terbuka tanpa disentuh, dan itu hal biasa bagi seorang yang memiliki kekuatan tingkat tinggi.
"Junior Tian, ayo kita kembali!" ajak Bai Guan dengan nada lembut.
"Maaf!!" sesal Cao Tian Jun sambil menunduk, ucapannya mengejutkan semua orang.
Tiba-tiba Cao Tian Jun berubah menjadi asap putih yang berbentuk seekor merpati. Sontak membuat Bai Guan tertawa karena tertipu oleh muridnya ini, dengan menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati. Dia tidak menyangka bisa ditipu oleh seorang murid dengan teknik yang umum digunakan setiap anggota Akademi Merpati Putih.
Ketua Yin Jiali dan semua wanita mengepalkan kedua tangannya karena selama ini telah ditipu oleh Cao Tian Jun. Ingin rasanya mencabik-cabik tubuh Cao Tian Jun yang sangat menjengkelkan.
Ya, Cao Tian Jun telah bersembunyi di dalam Cincin Dimensi sebelum gerbong penjara terjatuh, dia menggunakan Teknik Langkah Bayangan Merpati untuk menipu Ketua Yin Jiali dan anggotanya. Selama ini, dia tidak jauh dari tempat bermalam anggota Sekte Yin.
"Junior Tian, aku tahu kamu ada disekitar kita," kata Bai Guan sambil mencari keberadaan Cao Tian Jun yang bersembunyi.
"Apakah aku akan dihukum?" tanya Cao Tian Jun dengan polosnya.
Bai Guan geleng-geleng kepala sambil melirik sumber suara muridnya. Perkataannya sesaat lalu yang akan menghukum Cao Tian Jun hanya untuk meredam emosi Ketua Yin Jiali. Sayangnya muridnya ini tidak tahu jalan pikirannya.
Ketua Yin Jiali dan semua wanita mengikuti suara Cao Tian Jun, tapi mereka tidak mengetahui persembunyiannya.
__ADS_1
"Kita lihat nanti setelah kembali!" jawab Bai Guan yang ambigu.
"Saya akan mengikuti Guru dari belakang. Setelah jauh dari para pemarah itu, saya akan menunjukkan diri!" pinta Cao Tian Jun.
Perkataan Cao Tian Jun terdengar jelas di telinga Ketua Yin Jiali dan anggotanya, mereka menahan amarah karena dibilang sebagai "pemarah". Mereka marah juga karena ulahnya.
"Siapa yang pemarah, hah?!" bentak Yin Meili yang tidak mampu menahan emosinya.
"Kamu, kamu dan kalian semua. Terutama kamu, Meili. Ya, kamu satu-satunya wanita yang suka marah-marah seperti saat ini, tadi kamu juga menamparku!" sahut Cao Tian Jun yang belum melupakan perlakuan Yin Meili.
Sebelum Yin Meili dan semua wanita mengamuk, Bai Guan segera menangkupkan kedua tangannya sambil berbicara, "maafkan atas tindakan muridku ini. Saya undur diri!"
Segera Bai Guan terbang menuju ke arah Akademi Merpati Putih kelas dua, dia terbang tidak terlalu cepat agar Cao Tian Jun bisa menyusulnya.
"Cao Tian Jun... Awas kamu?!" Yin Meili masih tidak terima dibilang sebagai seorang pemarah, ia menghentakkan kedua kaki.
Bai Guan tersenyum tipis mendengar kemarahan murid Sekte Yin, lalu terdengar suara Cao Tian Jun yang membalas perkataan Yin Meili.
"Aku belum membalas tamparanmu. Suatu hari nanti, kamu akan memohon kepadaku agar ditampar pantatmu!"
"Cao Tian Jun...?!" teriakan Yin Meili yang tidak terima dengan perkataan Cao Tian Jun.
Bai Guan tertawa lepas dengan pertikaian antara muridnya dan Yin Meili, dia merasakan kehadiran Cao Tian Jun yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya.
"Kamu bisa-bisa membuatnya marah sedemikian rupa, apa yang telah kamu perbuat?" tanya Bai Guan ketika Cao Tian Jun berada di sampingnya.
Sebenarnya, awal kemarahan Yin Meili, sebab Cao Tian Jun melihat pahanya, setelah itu juga karena menggunakan cara licik. Cao Tian Jun tidak mungkin berkata jujur karena tahu perbuatannya itu salah.
"Tapi kalian berdua itu sebenarnya cocok sebagai pasangan kekasih," kata Bai Guan.
"Siapa sudi dengan wanita pemarah! Jika ada pria yang mau, berarti dia mau mati muda!" sahut Cao Tian Jun.
Bai Guan tertawa lepas. Cao Tian Jun mendengus kesal karena tawanya.
"Tahukah kamu, dia itu pujaan hati banyak pria, salah satu wanita tercantik di Benua Timur. Yakin, tidak mau merebut hatinya?" goda Bai Guan, tapi sebenarnya dia ingin menjodohkan Cao Tian Jun dengan Yin Meili untuk mempererat hubungan dengan Sekte Yin.
"Fang Yin, Yan Yan, Chu Sying, Xue Yue, Xiao Yu, Zhou Qionglin, Mu Bingyun dan Li Jiancheng, tidak kalah darinya, kenapa aku harus repot-repot dengan wanita pemarah itu!" sungut Cao Tian Jun.
"Hahaha! Kamu belum tahu apa yang ada dibalik pakaian, makanya kamu menolaknya!" tawa Bai Guan dan kembali menggoda.
"Dibalik pakaiannya hanyalah kulit... Tapi, tonjolan dibalik pakaiannya itu tampaknya besar," kata Cao Tian Jun yang masih mengingat lekukan tubuh Yin Meili dan semua wanita.
Perkataannya makin membuat Bai Guan tertawa keras. Sambil mengobrol, tidak terasa mereka berdua telah tiba di akademi. Cao Tian Jun berpamitan kepada Bai Guan untuk kembali langsung ke rumahnya.
"Baiklah. Tapi harus kamu ingat, sebelum kejuaraan bulan depan berlalu, kamu lebih baik berlatih di akademi saja daripada diluar!" pesan Bai Guan dan mengizinkan Cao Tian Jun untuk kembali.
__ADS_1
"Saya akan ingat pesan Guru!" jawab Cao Tian Jun tanpa membalikkan badan, dia tergesa-gesa menjauhi Bai Guan.
Bai Guan tersenyum, dia tahu jika muridnya ini takut terkena hukuman, tapi sebenarnya tidak akan dihukum untuknya. Sepeninggal Cao Tian Jun, dia memerintahkan bawahannya untuk selalu mengawasi segala tindakan Cao Tian Jun, dia tidak ingin terjadi sesuatu murid andalannya ini.
"Aku kembali!"
Suara Cao Tian Jun didengar oleh Fang Yin dan Tim Phoenix yang sedang berada di ruang tamu. Fang Yin dan Chu Sying segera keluar dari rumah untuk menyambut Cao Tian Jun. Lalu disusul oleh semua Tim Phoenix, termasuk juga ada Guru Junior Chu Sying Chun.
"Hmm! Si pembuat masalah datang!" gerutu Fang Guotin yang berada di atas atap rumah sambil tiduran, dia melihat keponakan dan Chu Sying memeluk Cao Tian Jun.
Fang Guotin mengamati tubuh Cao Tian Jun yang samar-samar merasakan aura kekuatan tingkat True God. Spontan dia duduk ketika tahu si pembuat masalah benar-benar telah meningkatkan kekuatan dengan sangat pesat dalam satu hari ini.
"Keberuntungan apa yang didapatkannya?" gumam Fang Guotin yang penasaran apa yang telah dilalui oleh Cao Tian Jun sehingga mendapatkan kekuatan yang pesat.
"Kamu kemana saja?" tanya Fang Yin yang terdengar khawatir dan juga ingin tahu.
"Satu hari kamu tidak ada kabar, darimana saja?" Chu Sying juga bertanya.
Cao Tian Jun tidak segera menjawab, dia masuk ke dalam rumah bersama wanitanya. Setelah duduk, dia baru menjawab semua pertanyaan mereka satu demi satu. Sambil bercerita, dia melirik ke langit-langit ruang tamu, dan mengetahui ada seseorang yang sedang menguping. Namun dia tidak peduli, dan menduga jika itu salah satu pengawalnya Ling Dong.
Ketika Cao Tian Jun menceritakan apa yang terjadi padanya, Fang Yin mendengar suara telepati dari Fang Guotin.
"Kekuatannya makin jauh dari Nona Muda."
Fang Yin menahan rasa keterkejutannya, ia menyempitkan mata untuk melihat basis kultivasi milik Cao Tian. Setelah beberapa saat, dia samar-samar merasakan aura kekuatan tingkat True God.
"Sekarang, dengan kekuatannya saat ini, apakah ada pria di Klan Fang yang menandinginya?" tanya Fang Yin yang nada suara terdengar sangat bangga akan pilihannya.
Fang Guotin tidak menjawab karena merasakan panca indera milik Cao Tian Jun mendeteksi keberadaannya. Dia segera menghilang dari atap rumah agar tidak diketahui oleh Cao Tian Jun.
Fang Guotin muncul di luar tembok akademi, tepatnya berada di sebuah rumah bambu, dia berkumpul dengan anak buahnya yang sedang membuat peta baru. Dalam hatinya, dia berkata, "persepsinya sangat tajam!"
"Apa ada berita terbaru?" tanya Fang Guotin kepada kelima anak buahnya.
Kelima anak buahnya bermarga Fang, tapi memiliki nama julukan, yaitu Fang Er, Fang San, Fang Si, Fang Wu, dan Fang Liu.
"Ada, Ketua. Kerajaan Bintang Laut telah runtuh!" jawab Fang San.
"Karena binatang mistik, kan!" tebak Fang Guotin penyebab jatuhnya Kerajaan Bintang Laut.
"Benar, itu ulah King Of Dark Matter," kata Fang Si.
"Bagaimana tindakan Kaisar Xia?" sekali lagi Fang Guotin bertanya.
"Dia (Kaisar Xia) sudah mengerahkan pasukannya untuk melindungi keluarga Raja Yuan yang melarikan diri bersama para penduduk!" jawab Fang San.
__ADS_1
"Selalu saja bertindak terlambat. Tampaknya memang disengaja!" ujar Fang Guotin sambil duduk di kursi yang kosong, dia memikirkan apa yang sedang direncanakan oleh Kaisar Xia.