
Bab 65. Putri Yuan Zhen Ditaklukkan.
Cao Tian Jun tidak langsung mempercayai perkataan Yuan Zhen, dia sedang memikirkan tentang tujuan King Of Dark Matter.
"Apakah King Of Dark Matter utusan dari kekaisaran?" selidik Cao Tian Jun.
"Tidak. Kaisar jahat itu hanya memanfaatkan situasi untuk sepenuhnya menguasai Daratan Benua Timur Tengah. King Of Dark Matter datang di waktu yang tepat, kesempatan yang ditunggu-tunggu oleh kaisar jahat itu!" jawab Yuan Zhen sambil mengepalkan kedua tangannya hingga terdengar suara tulang jari gemeretak, ia sangat membenci orang nomer satu di Benua Timur.
"Jika tahu perseteruan ini, kenapa justru kamu menempuh pendidikan di sana?" kembali lagi Cao Tian Jun bertanya.
"Untuk mencari informasi tentang rencana kaisar jahat itu. Apapun yang terjadi di kekaisaran, aku selalu melaporkan kepada ayah!" jawab Yuan Zhen dengan jujur, ia segera berdiri untuk bersiap-siap melawan para prajurit yang sudah dekat.
Cao Tian Jun juga berdiri dan mendekati Yuan Zhen, dia berkata, "jangan khawatir, aku berjanji melindungimu! Tapi, apapun yang akan aku lakukan dan juga demi keselamatanmu, kamu harus mau mengikuti perkataan dan kemauanku. Apakah bisa, Tuan Putri?"
Yuan Zhen melihat wajah tampan Cao Tian Jun yang terlihat tulus saat berbicara, tanpa curiga karena statusnya lebih mulia, ia menjawab, "iya, aku akan mengikuti semua perkataanmu. Jika kamu berhasil mengantarkanku menemui ayah, aku akan rekomendasi kamu sebagai dermawan. Aku akan minta ayah mengangkatmu sebagai pejabat, Perwira Kerajaan."
Cao Tian Jun membuang napas karena jengkel dengan perkataan Yuan Zhen. Walaupun bernada lembut, tapi perkataannya masih saja menyombongkan diri.
Tiba-tiba Cao Tian Jun memeluk pinggang ramping Yuan Zhen tanpa meminta izin. Spontan Yuan Zhen mendorong tubuhnya, namun pegangan Cao Tian Jun lebih kuat.
"Jika kamu seperti ini, aku tidak bisa menolongmu. Ingat, kamu baru saja mengatakan akan selalu mengikuti kemauanku!" ucap Cao Tian Jun dengan nada ketus.
Brakk...
Tiba-tiba pintu kamar didobrak oleh prajurit dengan kekuatan penuh. Pintu terbuka lebar, tetapi prajurit itu tidak melihat siapapun di dalam ruangan. Karena ruangannya kecil, mereka hanya memeriksa kamar mandi dan jendela untuk memastikan jika ada orang yang tinggal.
"Kosong. Mungkin di sebelahnya," kata seorang prajurit yang baru memeriksa tempat Cao Tian Jun dan Yuan Zhen, dia menutup kembali pintu kamar yang didobrak.
Setelah tidak ditemukan ada penumpang, mereka berlanjut memeriksa ke ruang lainnya untuk mencari Putri Yuan Zhen.
Yuan Zhen yang akan menyerang prajurit ditahan oleh Cao Tian Jun, ia kaget melihat para prajurit tidak melihatnya, padahal jaraknya sangat dekat.
"Apa mereka buta!" gumam Yuan Zhen yang keheranan, ia menatap Cao Tian Jun yang sangat tenang.
"Apa yang kamu lakukan sehingga mereka tidak melihat kita?" tanyanya dengan rasa penasaran.
"Mereka rabun dekat!" jawab Cao Tian Jun dengan nada datar, dia melepaskan tangannya dari pinggang Yuan Zhen dan duduk ditempat semula.
"Bohong! Mana ada kultivator memiliki penyakit rabun dekat!" sungut Yuan Zhen dengan duduk di samping Cao Tian Jun, ia jelas tidak mempercayai perkataannya.
__ADS_1
"Maksudku, mereka menjadi buta karena melihat kecantikan di depan mata!"
Seketika Yuan Zhen tertawa kecil, ia tidak menyangka sempat-sempatnya merayu di situasi seperti ini. Cao Tian Jun melihat tawa wanita sombong di sampingnya.
"Kamu terlihat lebih cantik alami ketika tertawa dan tidak menyombongkan diri!" pujian Cao Tian Jun.
Tawa Yuan Zhen menghilang seketika, ia kembali kesal dibilang sombong. Seumur-umur baru pertama kali mendengar perkataan ini, hal yang sangat tidak disukainya.
"Bukan sombong, tapi berwibawa karena harus begitu. Itu bentuk salah satu tata cara berkomunikasi dengan bawahan dan atasan!" pungkas Yuan Zhen.
Bagi Yuan Zhen, setiap perkataannya sudah di anggap biasa dan tidak sombong. Namun, bagi Cao Tian Jun yang baru berinteraksi dengan banyak orang berbeda karakter, jelas berbeda. Selama berinteraksi dengan semua wanitanya dan banyak orang di akademi, tidak pernah mendengar perkataan menyombongkan diri, salah satunya adalah Chu Sying.
Chu Sying memang energik dan agresif, tapi tidak sekalipun menyombongkan diri karena putri dari seorang pemimpin akademi, bahkan ia rela mengikuti perkataan Cao Tian Jun dan menurut kemauannya.
Cao Tian Jun malas berdebat dengan Yuan Zhen, dia menuju ke tempat tidur. Dia membaringkan tubuh tanpa peduli lagi kepada Yuan Zhen.
"Itu tempat tidurku, kamu seharusnya tidur di kursi!" usir Yuan Zhen sambil menarik tangan kanan Cao Tian Jun agar bangun.
Namun, Cao Tian Jun justru menarik balik pergelangan tangan Yuan Zhen. Karena kalah tenaga, Yuan Zhen ambruk di tubuh Cao Tian Jun dan hampir saja mencium lehernya.
Dada bertemu dada, hal itu membuat Cao Tian Jun tanpa sadar mengeluarkan aroma afrodisiak. Aroma wangi itu tercium oleh Yuan Zhen, yang dengan cepat sehingga membuat wajahnya menjadi merah, napas tersengal-sengal karena birahinya naik.
Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, mereka berdua sudah berciuman bibir. Lidah mereka saling beradu melepaskan air liur, lendir yang meningkat hasrat.
Tidak berhenti di situ, tangan kanan Cao Tian Jun mengelus pantatnya dan membuat napasnya makin tidak beraturan. Karena sudah terpengaruhi aroma afrodisiak, Yuan Zhen tidak tinggal diam, sambil tetap berciuman ia melepaskan pakaian Cao Tian Jun dengan tergesa-gesa.
Mendapatkan respon yang baik, Cao Tian Jun juga melepaskan pakaian Yuan Zhen yang berlapis. Tidak butuh waktu lama karena diburu hasrat, mereka berdua tidak lagi mengenakan sehelai kain di tubuhnya.
Cao Tian Jun membalikkan tubuh Yuan Zhen, kini dia berada di atas tubuhnya. Kemudian, dia mengikuti pengetahuan tentang Kitab Dual Cultivation, yaitu cara memuaskan pasangannya. Cao Tian Jun melihat dada Yuan Zhen yang padat berisi, tidak terlalu besar maupun kecil. Kulit putih dengan ****** berwarna merah muda.
Lalu dia melihat perutnya yang rata tanpa sedikitpun ada cacatnya, lalu melihat organ intimnya yang ditumbuhi sedikit rambut halus. Dia segera mencium bibir Yuan Zhen yang menahan hasrat ketika tubuhnya di kagumi oleh Cao Tian Jun.
Entah apa yang dipikirkan oleh Yuan Zhen sehingga mau menyerahkan tubuhnya pada seseorang pria yang baru dikenali. Namun di dalam hatinya, ia merasa Cao Tian Jun adalah suaminya, dan sudah seharusnya dilayani semaksimal mungkin.
"Hmm...!!" Yuan Zhen melenguh panjang ketika Cao Tian Jun menghisap biji dadanya.
Sambil menikmati buah dada untuk kedua kalinya, Cao Tian Jun menggerakkan tangan kanannya menuju organ intim milik Yuan Zhen, ternyata sudah sangat basah dan mengeluarkan aroma khas wanita.
Setelah puas menikmati buah dada Yuan Zhen, Cao Tian Jun berlanjut mencium seluruh tubuhnya. Ciumannya turun ke perut dan mengeksploitasi setiap jengkal kulit yang halus. Yuan Zhen hanya bisa melenguh tertahan karena mulutnya ditutup dengan tangan kirinya, tubuhnya selalu bergetar setiap kali Cao Tian Jun menciumi tubuhnya.
__ADS_1
"Ohh...!!" Yuan Zhen melenguh keras ketika Cao Tian Jun mencium organ intimnya.
Cao Tian Jun mencium aroma wangi pada organ intim milik Yuan Zhen, dan makin membuatnya bersemangat. Berkat Teknik Dual Cultivation, dia tahu di mana letak sensitif tubuh wanita. Dia mainkan biji merah muda pada organ kewanitaan itu, lalu lidahnya terjulur ke dalam organ intimnya.
Suara Yuan Zhen makin keras karena merasakan kenikmatan yang tiada tara, kenikmatan yang baru dirasakannya. Cairan semakin deras keluar dari organ kewanitaannya, ia sangat menikmatinya.
Kedua paha mulus dan putih mengapit kepala Cao Tian Jun sambil tubuhnya terangkat, ia mengalami puncak kenikmatan untuk pertama kalinya. Napasnya tersengal-sengal dan rasa lelah menghampirinya setelah mencapai puncak kenikmatan.
Cao Tian Jun tersenyum bangga mampu membuat wanita puas hanya dengan pemain lidah, bibir dan tangannya. Kini sudah waktunya untuk hidangan utama.
Yuan Zhen melihat kejantanan milik Cao Tian Jun yang sangat besar, panjang 23 cm dengan diameter 6 cm. Dia berpikir apakah itu bisa masuk ke dalam organ kewanitaannya?
Namun, karena aroma afrodisiak makin pekat tercium, pemikirannya seketika menghilang, ia segera bangun dan meraih tongkat itu yang sudah berdiri maksimal. Entah dari mana Yuan Zhen belajar, dia sudah menjulurkan lidahnya di kepala tongkat.
Cao Tian Jun sangat menikmati cara Yuan Zhen, walaupun tidak berpengalaman, dia masih merasakan kenikmatan karena ini baru dialaminya untuk pertama kali. Dia melihat Yuan Zhen melahap kepala tongkatnya, tetapi hanya sebatas itu karena terlalu besar bagi mulut Yuan Zhen.
Sebelum Cao Tian Jun mencapai puncak kenikmatan, dia segera membaringkan tubuh Yuan Zhen dan kembali menghimpit tubuhnya. Yuan Zhen yang sudah mengerti, segera memegang batang tongkat, lalu menggesekkan pada bibir organ intimnya.
Perlahan terasa kepala tongkat memasuki organ intimnya, terasa sangat sempit dan sesak karena Yuan Zhen masih gadis, sedangkan Cao Tian Jun juga masih perjaka.
Cao Tian Jun merasakan organ kewanitaan ini sangat sempit, walaupun dengan bantuan dari tangan Yuan Zhen, masih belum mencapai selaput darah. Namun, Cao Tian Jun dengan sabar bergerak maju mundur agar dinding gua surga ini terbiasa dengan kejantanannya.
"Ohh...!!" pekikan Yuan Zhen yang menahan rasa sakit ketika selaput daranya terkoyak oleh tongkat, dan darah segar kegadisannya membasahi tongkat.
Cao Tian Jun segera berhenti agar Yuan Zhen tidak kesakitan dan merasa nyaman, dia melihat darah segar milik Yuan Zhen, ada rasa bangga dihatinya mendapatkan seorang gadis untuk pertama kali bercinta.
Namun, justru Yuan Zhen berinsiatif dengan melingkarkan kedua kakinya di pantat Cao Tian, lalu dia menekan pantat agar kembali digerakkan sampai terbenam di rahimnya.
"Ohhh... Enak sekali!!" pekik Yuan Zhen ketika rasa sakit berganti nikmat saat kepala tongkat menyundul rahimnya.
Cao Tian Jun makin bersemangat mendengar suara merdu Yuan Zhen, dia memacu pinggul maju mundur. Awalnya perlahan tapi secara bertahap semakin cepat. Suara dua daging berbenturan terdengar di ruangan sempit.
Suara lenguhan Yuan Zhen menambah semangat Cao Tian Jun. Dia makin gencar memajukan mundur tongkatnya, sehingga dada Yuan Zhen terguncang secara acak. Kedua tangan Yuan Zhen melingkari lehernya, ria mencium agar suaranya tertahan.
Kembali Yuan Zhen mencapai puncak untuk kedua kalinya, tubuhnya kejang-kejang karena kenikmatan, napasnya makin memburu. Akan tetapi, Cao Tian Jun tidak memberikan kesempatan kepadanya untuk beristirahat, dia semakin cepat menggerakkan pinggulnya karena dirinya juga akan mencapai puncak.
"Ahh... Punyamu sangat nikmat!" seruan Cao Tian Jun sambil membenamkan seluruh tongkatnya ke dalam rahim milik Yuan Zhen ketika mencapai puncak kenikmatan.
Sekali lagi Yuan Zhen juga mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan, ia merasakan rahimnya hangat karena cairan surga. Ia tidak peduli akan hamil atau tidak, baginya hari ini adalah hari yang sangat bahagia.
__ADS_1
Cao Tian Jun mencium bibir Yuan Zhen yang disambut dengan agresif. Mereka berdua masih belum puas untuk berhubungan intim. Kini Yuan Zhen berinsiatif untuk berada di atas sambil menatap kedua mata Cao Tian Jun dengan penuh kasih sayang.
"Jadikan aku milikmu selamanya!" pinta Yuan Zhen sambil menurunkan pinggulnya agar kepala tongkat yang masih berdiri kokoh masuk kembali ke dalam organ kewanitaannya.