
Bab 119. Kota Suku Xi.
Cao Tian Jun telah membuat 200 boneka wayang dengan kekuatan tingkat Golden God level 9, setara dengannya.
Boneka wayangnya kali ini lebih kuat dari sebelumnya, bahkan bisa berinteraksi seperti manusia; bisa berbicara ketika ditanya, bisa memberikan pesan kepada pihak lain, tetapi tidak bisa makan dan minum karena mereka adalah benda mati. Yang dibutuhkan mereka adalah energi dari Cao Tian Jun sebagai penciptanya.
Ketika keluar dari cincin dimensi, dia melihat banyak pasukan ular menuju ke arah Pegunungan Lima Jari. Cao Tian Jun tidak mengejar mereka, tetapi justru menuju ke wilayah Suku Xi, tujuannya untuk menghancurkan Kota Suku Xi, serta menjarah apapun yang berharga.
Segera dia terbang ke Kota Suku Xi, yang jarak 100 km dari lokasinya semula. Ketika baru saja terbang sejauh separuh perjalanan, dia dihadang oleh empat penjaga wilayah, dengan wujud manusia ular yang memiliki sayap berbeda warna.
Yang sedikit mengejutkannya, kekuatan mereka yang berada di tingkat True God, lebih kuat dari Kepala Suku Xi. Mereka dikenal dengan sebutan Guard Xi. Bersayap ungu adalah Xi Xī (Barat), sayap merah adalah Xi Nán (Selatan), sayap kuning adalah Xi Dōng (Timur), dan sayap hitam adalah Xi Běi (Utara).
Semua penjaga di wilayah suku lain memiliki nama belakang yang sama, hanya berbeda nama depannya sebagai identitas marga.
"Siapa kau dan apa tujuanmu?" tanya Xi Xī.
Dia adalah yang paling tua diantara mereka berempat. Saat ini, penyamaran Cao Tian Jun telah diubah, penyamaran sebagai seorang pria usia 30 tahun, kulit pucat dan mata sipit. Oleh karena itu, mereka tidak mengenali Cao Tian Jun. Seandainya dia menggunakan penyamaran sebagai pria muda berkulit coklat, sudah pasti akan dikenali mereka.
"Siapa aku? Tidaklah penting, karena ini adalah misi rahasia, dan tujuanku menghancurkan Kota Suku Xi!" jawab Cao Tian Jun dengan jujur.
Mendapatkan jawabannya, pelindung suku spontan tertawa karena dipikirnya Cao Tian Jun sedang bercanda. Baru kali ini ada orang yang memiliki niat untuk menghancurkan Suku Ular, bahkan secara terang-terangan berkata jujur.
"Coba ulangi lagi, aku kok sepertinya salah dengar!" pinta Xi Nán.
"Menculik semua wanita ular untuk dijadikan pelayanku, menjadikan ular tua sebagai hidangan makan malam. Tidak lupa menjarah semua hartanya tetapi yang berharga saja!" jawab Cao Tian Jun dengan polosnya.
Keempat penjaga itu tidak tahu harus marah atau tertawa, sebab jawabannya begitu lugas dan jelas.
"Bisakah kalian minggir?" pinta Cao Tian Jun.
__ADS_1
"Kau ini ... Haah...! Entah pintarnya keterlaluan atau bodohnya yang berlebihan! Tangkap dia!" Xi Xī kebingungan harus berkata apa karena pria dihadapannya ini benar-benar konyol.
Segera Xi Nán, Xi Běi dan Xi Dōng mengepakkan sayap dan melesat ke arah Cao Tian Jun. Namun, sebelum mereka mendekatinya, Cao Tian Jun tiba-tiba muncul dihadapan Xi Dōng dengan lutut mengarahkan ke perutnya.
Xi Dōng memuntahkan seluruh isi perutnya karena hantaman lutut, dia membungkuk sambil memegang perutnya. Dia melihat Cao Tian Jun yang sudah berada di depan Xi Běi, yang juga mengalami nasib seperti dirinya.
Xi Xī tercengang melihat kecepatan lawannya yang sangat cepat, dia langsung menebak jika kekuatan lawan jauh melampauinya. Dia melihat ketiga rekannya memuntahkan isi perut dalam waktu singkat.
"Formasi Ular Surgawi!" perintah Xi Xi kepada ketiga rekannya.
Empat penjaga Suku Xi segera mengepung Cao Tian Jun dengan Formasi penjuru mata angin, lalu menggerakkan kedua tangannya dengan sangat cepat. Tidak berselang lama, muncul lingkaran besar di atas Cao Tian Jun.
Cao Tian Jun sengaja tidak segera menyerang karena ingin tahu apa yang akan dilakukan mereka. Dia melihat ular berukuran sangat besar keluar dari lingkaran itu, ukurannya lebih besar dua kali lipat dari Naga Bumi.
Wujudnya seperti ular piton, tetapi memiliki sepasang sayap dan satu tanduk di tengah dahinya. Itu adalah ular yang tercipta dari Formasi Ular Surgawi, dengan kata lain itu adalah ular energi sihir. Suku Ular menyebutnya sebagai Ular Pelindung.
"Roarrr...!?" raungan Ular Pelindung sambil berputar-putar di atas kepala Cao Tian Jun, kedua matanya mengunci target.
Keluar sinar energi dari tanduk Ular Pelindung yang mengarah kepada Cao Tian Jun. Melihat Cao Tian Jun yang diam saja seolah-olah terkejut, keempat penjaga suku itu tersenyum.
Boom...
Ledakan energi ketika serangan Ular Pelindung mengenai pasir hitam. Senyuman mereka seketika menghilang karena melihat Cao Tian Jun dengan mudah menghindar. Lalu melihatnya terbang dengan sangat cepat menuju ke arah ekor Ular Pelindung.
Ular Pelindung segera mengayunkan ekornya yang akan ditangkap oleh Cao Tian Jun. Tetapi, justru mempercepat Cao Tian Jun yang dengan mudah memegang ujung ekornya.
Boom... Boom...
Cao Tian Jun membanting Ular Pelindung ke kiri dan ke kanan secara berulang-ulang. Keempat penjaga suku tercengang, lalu memuntahkan darah karena imbas dari Ular Pelindung yang dibanting.
__ADS_1
Karena dibanting berulangkali, tubuh Ular Pelindung segera memudar, dan dengan cepat menghilang. Kemudian, Cao Tian Jun melihat penjaga suku berubah menjadi puluhan ular yang segera masuk ke dalam pasir hitam, mereka kabur karena luka dalam.
Tidak ingin mereka kabur, Cao Tian Zhi mengeluarkan energi kunang-kunang sebanyak puluhan ular itu. Energi kunang-kunang melesat mengejar penjaga suku.
Boom boom boom boom...
Rentetan ledakan ketika energi kunang-kunang membentur pasir hitam. Sayangnya, empat penjaga suku itu berhasil kabur karena Teknik Penggandaan.
Tahu kemana tujuan mereka, Cao Tian Jun segera terbang ke arah Kota Suku Xi. Kurang dari satu batang waktu dupa, dia telah tiba di Kota Suku Xi.
Dia melihat tempat tinggal mereka tidak jauh berbeda dengan hunian manusia. Tetapi anehnya, dia tidak melihat satupun manusia ular, seperti kota hantu yang dilihatnya.
Karena penasaran kemana semua manusia ular, Cao Tian Jun mengaktifkan Mata Surgawi untuk mencari persembunyian mereka. Namun, setelah beberapa waktu pencarian, dia tidak menemukan adanya kehidupan di kota ini, bahkan tidak ada barang berharga yang ditinggalkan.
Karena kesal tidak mendapatkan apapun, Cao Tian Jun mengeluarkan banyak energi kunang-kunang yang melesat menghancurkan semua hunian manusia ular.
Kota Suku Xi terbakar hebat. Melihat itu, Cao Tian Jun sedikit puas. Dia tiba-tiba teringat pasukan ular yang menuju ke Pegunungan Lima Jari. Buru-buru dia mengejar pasukan ular yang dipimpin oleh Kepala Suku Xi.
Baru saja akan meninggal Kota Suku Xi, Cao Tian Jun merasakan marabahaya dari atas. Dia mendongak dan melihat tangan raksasa bersisik ular melesat ke arahnya. Secara naluri, dia segera menggunakan Teknik Teleportasi untuk menghindari serangan itu. Dan...
Boom...
Telapak tangan raksasa bersisik mengenai Kota Suku Xi. Akibatnya, seluruh kota yang terbakar menjadi lebih cepat hancur. Lalu muncul seseorang wanita cantik yang menggunakan cadar, ia melihat ke arah Cao Tian Jun sebelum kabur.
"Teknik Teleportasi!" gumam wanita itu.
Tanpa Teknik Teleportasi, tidak mungkin Cao Tian Jun bisa menghindari serangannya, dan baru kali ini wanita itu gagal.
Teknik Teleportasi melebihi kecepatan cahaya yang disebut Tachyon Burst. Tachyon Burst adalah partikel subatomik, secara alami lebih cepat dari kecepatan cahaya. Semburan Tachyon akan mengkonsentrasikan pulse, atau juga disebut dengan perjalanan waktu, dan Teknik Teleportasi adalah media yang lebih cepat dari cahaya.
__ADS_1
"Selama berada di wilayah ini, kau tidak akan bisa kabur!" ucap wanita itu yang merasakan posisi Cao Tian Jun, ia melihat Kota Suku Xi yang hancur.
Segera dia melesat dengan kecepatan cahaya untuk mengejar Cao Tian Jun yang dekat dengan pasukan ular. Dia tidak ingin rencananya dirusak. Empat penjaga Suku Xi melihat pemimpinnya, segera mereka mengikuti tanpa peduli dengan lukanya.